Minggu, 20 September 2026
22:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Aromaterapi

Aromaterapi

Aromaterapi
330px-Aromatas.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alat penyebar dan sebotol minyak asiri
Terapi alternatif
MeSHD019341
Artikel ini adalah bagian dari seri tentang
Pengobatan alternatif dan semu
60px-Outline-body-aura.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Aromaterapi adalah praktik pengobatan alternatif dan ilmu semu yang didasarkan pada penggunaan bahan aromatik, termasuk minyak esensial, dan senyawa aroma lainnya, terapi ini diklaim mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis atau fisik.[1] Aromaterami biasanya ditawarkan sebagai terapi komplementer (bersamaan/pelengkap pengobatan medis) atau sebagai bentuk pengobatan alternatif (menggantikan pengobatan medis sepenuhnya).[2][3]

Aromaterapis adalah sebutan bagi orang yang berkecimpung dalam praktik pengobatan aromaterapi, mereka biasanya memanfaatkan campuran minyak esensial terapeutik yang dapat digunakan sebagai aplikasi topikal, pijat, inhalasi, atau perendaman air. Tidak ada bukti medis yang jelas bahwa aromaterapi dapat mencegah, mengobati, atau menyembuhkan penyakit apa pun.[4] Uji coba terkontrol plasebo sulit dirancang, karena inti aromaterapi hanyalah berupa aroma. Ada sejumlah bukti yang masih diperdebatkan bahwa aromaterapi mungkin efektif dalam memerangi mual dan muntah pasca operasi.[5][6]

Sejarah

Penggunaan minyak esensial untuk tujuan terapeutik, spiritual, higienis, dan ritual telah dijumpai sejak peradaban kuno di Tiongkok, India, Mesir, Yunani, dan Romawi, yang menggunakannya dalam kosmetik, parfum, dan obat-obatan.[7] Minyak esensial digunakan untuk kesenangan estetika dan dalam industri kecantikan. Bahkan sering menjadi barang mewah dan alat pembayaran. Diyakini bahwa minyak esensial meningkatkan umur simpan anggur dan meningkatkan rasa makanan.[8]

Minyak esensial dijelaskan oleh Dioscorides dalam bukunya, De Materia Medica yang ditulis pada abad pertama. Buku ini juga menjelaskan kepercayaan pada saat itu tentang sifat penyembuhan minyak esensial.[9] Minyak atsiri sulingan telah digunakan sebagai obat sejak abad kesebelas,[10] ketika Ibnu Sina mengisolasi minyak atsiri menggunakan distilasi uap.[11]

Di era pengobatan modern, pengobatan ini pertama kali beredar di media cetak pada tahun 1937 dalam sebuah buku Prancis berjudul: Aromathérapie: Les Huiles Essentielles, Hormones Végétales yang ditulis René-Maurice Gattefossé, seorang ahli kimia. Sebuah versi bahasa Inggris diterbitkan pada tahun 1993.[12] Pada tahun 1910, tangan Gattefossé mengalami luka bakar sangat parah dan dia kemudian mengklaim bahwa dia mengobatinya secara efektif dengan minyak lavender.[13]

Seorang ahli bedah Prancis, Jean Valnet [fr], mempelopori penggunaan minyak esensial sebagai obat, yang ia gunakan sebagai antiseptik dalam perawatan tentara yang terluka selama Perang Dunia II.[14]

Referensi

  1. "Aromatherapy". Better Health Channel. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-27. Diakses tanggal 2014-08-14.
  2. Kuriyama, Hiroko; Watanabe, Satoko; Nakaya, Takaaki; Shigemori, Ichiro; Kita, Masakazu; Yoshida, Noriko; Masaki, Daiki; Tadai, Toshiaki; Ozasa, Kotaro; Fukui, Kenji; Imanishi, Jiro (2005). "Immunological and Psychological Benefits of Aromatherapy Massage". Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2 (2): 179–184. doi:10.1093/ecam/neh087. PMC 1142199. PMID 15937558.
  3. "Alternative therapies and cancer – Cancer Information". Macmillan Cancer Support. 17 April 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Oktober 2014. Diakses tanggal 21 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Lee, Myeong Soo; Choi, Jiae; Posadzki, Paul; Ernst, Edzard (Maret 2012). "Aromatherapy for health care: An overview of systematic reviews". Maturitas. 71 (3): 257–260. doi:10.1016/j.maturitas.2011.12.018. PMID 22285469.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Ades TB, ed. (2009). "Aromatherapy". American Cancer Society Complete Guide to Complementary and Alternative Cancer Therapies (Edisi 2nd). American Cancer Society. hlm. 57–60. ISBN 978-0-944235-71-3.
  6. Hines S, Steels E, Chang A, Gibbons K (Maret 2018). "Aromatherapy for treatment of postoperative nausea and vomiting". Cochrane Database Syst Rev. 2018 (3): CD007598. doi:10.1002/14651858.CD007598.pub3. PMC 6494172. PMID 29523018.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  7. "Aromatherapy". University of Maryland Medical Center. Diakses tanggal 13 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Davis ·, Julia. "How to make DIY aromatherapy candles". Body & Earth Inc (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-14.
  9. Dioscorides, Pedanius; Goodyer, John (trans.) (1959). Gunther, R.T. (ed.). The Greek Herbal of Dioscorides. New York: Hafner Publishing. OCLC 3570794.[halaman dibutuhkan]
  10. Forbes, R.J. (1970). A short history of the art of distillation. Leiden: E.J. Brill. OCLC 2559231.[halaman dibutuhkan]
  11. Ericksen, Marlene (2000). Healing With Aromatherapy. New York: McGraw-Hill. hlm. 9. ISBN 0-658-00382-8.
  12. Gattefossé, R.-M.; Tisserand, R. (1993). Gattefossé's aromatherapy. Saffron Walden: C.W. Daniel. ISBN 0-85207-236-8.[halaman dibutuhkan]
  13. "Aromatherapy". University of Maryland Medical Center. Diakses tanggal 24 Oktober 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. Valnet, J.; Tisserand, R. (1990). The practice of aromatherapy: A classic compendium of plant medicines & their healing properties. Rochester, VT: Healing Arts Press. ISBN 0-89281-398-9.[halaman dibutuhkan]

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Aromatherapy.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan