Minggu, 20 September 2026
21:21 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Homeopati

sistem ilmu semu pengobatan alternatif

Homeopati adalah sistem ilmu semu pengobatan alternatif[1][2][3][4] yang diciptakan oleh Samuel Hahnemann pada abad ke-18. Teori dasar di balik homeopati adalah bahwa orang sakit dapat disembuhkan dengan menggunakan efek pantulan substansi yang menghasilkan gejala sakit pada orang sehat. Homeopati dipersiapkan dengan menambahkan banyak air dalam suatu substansi, mengocoknya, lalu mengambil sedikit air, menambahkannya ke banyak air, mengocoknya, dan proses ini diulang-ulang hingga 200 kali dalam beberapa pengobatan. Hahnmemann mengatakan ini akan mengeluarkan "kekuatan penyembuh yang ada pada obat".[5]

Orang-orang yang skeptis meragukan pengobatan ini. Mereka mengaku bahwa orang merasa lebih baik setelah diterapi homeopati karena mereka merasa akan sembuh, suatu keadaan yang dikenal dengan istilah "efek plasebo."[6] Banyak ilmuwan juga tidak percaya dengan homeopati karena bertentangan dengan ilmu fisika dan kimia.[7]

Referensi

  1. Tuomela, R (1987). "Chapter 4: Science, Protoscience, and Pseudoscience" [Bab 4: Sains, Protosains, dan Ilmu Semu]. Dalam Pitt JC, Marcello P (ed.). Rational Changes in Science: Essays on Scientific Reasoning [Perubahan Rasional dalam Sains: Esai Pemikiran Ilmu]. Boston Studies in the Philosophy of Science. Vol. 98. Springer. hlm. 83–101. doi:10.1007/978-94-009-3779-6_4. ISBN 978-94-010-8181-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Smith K (2012). "Homeopathy is Unscientific and Unethical" [Homeopati Tidak Ilmiah dan Tidak Etis]. Bioethics. 26 (9): 508–12. doi:10.1111/j.1467-8519.2011.01956.x. S2CID 143067523.
  3. Baran GR, Kiana MF, Samuel SP (2014). "Science, Pseudoscience, and Not Science: How Do They Differ?" [Ilmu, Ilmu Semu, dan Bukan Ilmu: Bagaimana Mereka Berbeda?]. Chapter 2: Science, Pseudoscience, and Not Science: How Do They Differ? [Bab 2: Ilmu, Ilmu Semu, dan Bukan Ilmu: Bagaimana Mereka Berbeda?]. Springer. hlm. 19–57. doi:10.1007/978-1-4614-8541-4_2. ISBN 978-1-4614-8540-7. dalam komunitas medis tradisional dianggap sebagai "quackery"{{cite book}}: |journal= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Ladyman J (2013). "Chapter 3: Towards a Demarcation of Science from Pseudoscience" [Bab 3: Menuju Demarkasi Ilmu dari Ilmu Semu]. Dalam Pigliucci M, Boudry M (ed.). Philosophy of Pseudoscience: Reconsidering the Demarcation Problem [Filosofi Ilmu Semu: Mempertimbangkan Kembali Masalah Demarkasi]. University of Chicago Press. hlm. 48–49. ISBN 978-0-226-05196-3. Namun homeopati adalah contoh paradigma ilmu semu. Itu tidak hanya ilmu buruk atau tipuan ilmu, tetapi menjauhi metode dan teori ilmiah, tetapi tetap dideskripsikan sebagai ilmiah oleh beberapa penganutnya (sering sungguh-sungguh).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. Organon of Medicine, Samuel Hahnemann, combined 5th/6th edition
  6. Ernst E, Pittler MH (1998). "Efficacy of homeopathic arnica: a systematic review of placebo-controlled clinical trials". Archives of surgery (Chicago, Ill. : 1960). 133 (11): 1187–90. doi:10.1001/archsurg.133.11.1187. PMID 9820349.
  7. Weissmann G (2006). "Homeopathy: Holmes, Hogwarts, and the Prince of Wales". FASEB J. 20 (11): 1755–8. doi:10.1096/fj.06-0901ufm. PMID 16940145.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan