Jumat, 06 November 2026
23:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Homeopati

sistem ilmu semu pengobatan alternatif

Bagikan:

Homeopati adalah sistem ilmu semu pengobatan alternatif[1][2][3][4] yang diciptakan oleh Samuel Hahnemann pada abad ke-18. Teori dasar di balik homeopati adalah bahwa orang sakit dapat disembuhkan dengan menggunakan efek pantulan substansi yang menghasilkan gejala sakit pada orang sehat. Homeopati dipersiapkan dengan menambahkan banyak air dalam suatu substansi, mengocoknya, lalu mengambil sedikit air, menambahkannya ke banyak air, mengocoknya, dan proses ini diulang-ulang hingga 200 kali dalam beberapa pengobatan. Hahnmemann mengatakan ini akan mengeluarkan "kekuatan penyembuh yang ada pada obat".[5]

Orang-orang yang skeptis meragukan pengobatan ini. Mereka mengaku bahwa orang merasa lebih baik setelah diterapi homeopati karena mereka merasa akan sembuh, suatu keadaan yang dikenal dengan istilah "efek plasebo."[6] Banyak ilmuwan juga tidak percaya dengan homeopati karena bertentangan dengan ilmu fisika dan kimia.[7]

Referensi

  1. ↑ Tuomela, R (1987). "Chapter 4: Science, Protoscience, and Pseudoscience" [Bab 4: Sains, Protosains, dan Ilmu Semu]. Dalam Pitt JC, Marcello P (ed.). Rational Changes in Science: Essays on Scientific Reasoning [Perubahan Rasional dalam Sains: Esai Pemikiran Ilmu]. Boston Studies in the Philosophy of Science. Vol. 98. Springer. hlm. 83–101. doi:10.1007/978-94-009-3779-6_4. ISBN 978-94-010-8181-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Smith K (2012). "Homeopathy is Unscientific and Unethical" [Homeopati Tidak Ilmiah dan Tidak Etis]. Bioethics. 26 (9): 508–12. doi:10.1111/j.1467-8519.2011.01956.x. S2CID 143067523.
  3. ↑ Baran GR, Kiana MF, Samuel SP (2014). "Science, Pseudoscience, and Not Science: How Do They Differ?" [Ilmu, Ilmu Semu, dan Bukan Ilmu: Bagaimana Mereka Berbeda?]. Chapter 2: Science, Pseudoscience, and Not Science: How Do They Differ? [Bab 2: Ilmu, Ilmu Semu, dan Bukan Ilmu: Bagaimana Mereka Berbeda?]. Springer. hlm. 19–57. doi:10.1007/978-1-4614-8541-4_2. ISBN 978-1-4614-8540-7. dalam komunitas medis tradisional dianggap sebagai "quackery"{{cite book}}: |journal= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Ladyman J (2013). "Chapter 3: Towards a Demarcation of Science from Pseudoscience" [Bab 3: Menuju Demarkasi Ilmu dari Ilmu Semu]. Dalam Pigliucci M, Boudry M (ed.). Philosophy of Pseudoscience: Reconsidering the Demarcation Problem [Filosofi Ilmu Semu: Mempertimbangkan Kembali Masalah Demarkasi]. University of Chicago Press. hlm. 48–49. ISBN 978-0-226-05196-3. Namun homeopati adalah contoh paradigma ilmu semu. Itu tidak hanya ilmu buruk atau tipuan ilmu, tetapi menjauhi metode dan teori ilmiah, tetapi tetap dideskripsikan sebagai ilmiah oleh beberapa penganutnya (sering sungguh-sungguh).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Organon of Medicine, Samuel Hahnemann, combined 5th/6th edition
  6. ↑ Ernst E, Pittler MH (1998). "Efficacy of homeopathic arnica: a systematic review of placebo-controlled clinical trials". Archives of surgery (Chicago, Ill. : 1960). 133 (11): 1187–90. doi:10.1001/archsurg.133.11.1187. PMID 9820349.
  7. ↑ Weissmann G (2006). "Homeopathy: Holmes, Hogwarts, and the Prince of Wales". FASEB J. 20 (11): 1755–8. doi:10.1096/fj.06-0901ufm. PMID 16940145.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan