Sabtu, 31 Oktober 2026
19:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Fasisme Britania

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Fasisme
Elang dengan fasces

Fasisme Britania adalah bentuk ideologi fasisme yang dipromosikan oleh beberapa partai politik dan gerakan di Britania Raya.[1] Ideologi ini didasarkan pada ultranasionalisme Britania, dan memiliki aspek Fasisme Italia dan Nazisme baik sebelum dan sesudah Perang Dunia II.[2]

Contoh-contoh historis gerakan fasis di Britania termasuk Fasis Britania (1923–1934), Liga Fasis Kekaisaran (1929–1939), Uni Fasis Britania (1932–1940), Liga Mantan Prajurit dan Wanita Britania (1937–1948) dan Gerakan Persatuan (1948–1978). Contoh-contoh terbaru dari kelompok-kelompok fasis Britania termasuk Gerakan Britania (1968–1983), Front Nasional (1967–sekarang), Britain First (2011–sekarang), dan Front Nasional (2013–2017).[3][4][5]

Asal mula ideologi

250px-Oswald_Mosley_and_Benito_Mussolini_1936.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Benito Mussolini (kiri) dan Oswald Mosley (kanan), anggota Uni Fasis Britania saat kunjungan Mosley ke Italia pada tahun 1936.

Para penganut Fasisme Britania mengakui didasarkan pada inspirasi dari Fasisme Italia, tetapi juga menyatakan bahwa itu bukan sekadar penerapan ideologi asing, tetapi Fasisme Britania berakar dalam tradisi Britania.[1] Fasisme Britania mengklaim bahwa baik agenda ekonomi maupun politiknya bermaksud mewujudkan tradisi kerajaan Inggris pada abad ke-16 (Wangsa Tudor).[1] Ideologi ini mengklaim bahwa advokasi negara otoriter nasional yang terpusat didasarkan pada permusuhan tradisi Tudor terhadap faksi-faksi partai dan kepentingan-kepentingan yang mementingkan diri sendiri, dan tujuannya untuk integrasi nasional melalui negara otoriter yang terpusat.[1] Mereka mengklaim bahwa negara Tudor adalah negara prototipe fasis.[1] Fasis Britania terkenal bernama A.L. Glasfurd memuji penaklukan Henry VIII atas "para baron yang tidak patuh hukum yang telah mengakibatkan Perang Mawar" dan memuji "kediktatoran Tudor" karena memberlakukan kebijakan nasional, membatasi ekspor modal Britania oleh spekulator swasta yang melayani diri sendiri.[1] Glasford juga memuji negara Tudor karena melembagakan ekonomi terencana yang ia klaim sebagai pendahulu dari perencanaan ekonomi nasional fasisme "ilmiah".[1]

Fasisme Britania juga dipengaruhi oleh Oliver Cromwell; Oswald Mosley mengklaim Cromwell membawa "zaman fasis pertama di tanah Inggris".[6] Ahli teori politik Inggris, Thomas Hobbes dalam karyanya Leviathan (1651) menciptakan ideologi absolutisme yang menganjurkan monarki absolut yang sangat kuat untuk menjaga ketertiban dalam suatu negara. Teori absolutisme Hobbes sangat berpengaruh dalam teori fasis.[7] Fasisme Britania mengklaim bahwa kebijakan ekonomi korporatisnya didasarkan pada sistem gilda abad pertengahan Inggris yang bersejarah, dengan peraturan upah, harga, dan kondisi tenaga kerja yang tercerahkan sebagai preseden yang ideal untuk sistem ekonomi korporatis Fasis Britania.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Thomas P. Linehan. British fascism, 1918-39: parties, ideology and culture. Manchester, England: Manchester University Press, 2000. p. 14.
  2. ↑ Richard C. Thurlow. Fascism in Britain: from Oswald Mosley's Blackshirts to the National Front. 2nd edition. New York: I. B. Taurus, 2006. p. 133-134.
  3. ↑ Bienkov, Adam (19 Juni 2014). "Britain First: The violent new face of British fascism". Politics.co.uk. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-04-18. Diakses tanggal 20 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Foxton, Willard (4 November 2014). "The loathsome Britain First are trying to hijack the poppy – don't let them". The Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-01-09. Diakses tanggal 2020-07-01.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Sabin, Lamiat (25 Oktober 2014). "'Fascist' group Britain First to start 'direct action' on Mail and Sun journalists over Lynda Bellingham post". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-10-22. Diakses tanggal 2020-07-01.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Julie V. Gottlieb, Thomas P. Linehan. The culture of fascism: visions of the Far Right in Britain. New York: I. B. Taurus, 2004. p. 152.
  7. ↑ Contemporary Political Theory: New Dimensions, Basic Concepts and Major Trends. 12th Edition. New Delhi: Sterling Publishers, 2007. p. 705.
Teori
Keyakinan dasar
Topik
Pemikiran
120px-Fascist_symbol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerakan
Afrika
Asia
Eropa Barat
Eropa Tengah
Eropa Timur
Amerika Utara
Amerika Selatan
Tokoh
Karya
Literatur
Periodik
Film
Pahatan
Topik terkait
Organisasi
Institusional
Aktivis
Paramiliter
Internasional
Sejarah
1910-an
1920-an
1930-an
1940-an
Daftar
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan