Jumat, 23 Oktober 2026
18:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Tindakan langsung

Tindakan langsung

aksi yang diambil oleh sekelompok orang untuk menyelesaikan masalah sosial melalui kekuatan langsung tanpa melibatkan pihak lawan

Bagikan:
250px-Gandhi_Salt_March.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mahatma Gandhi dan pendukung Pawai Garam pada 12 Maret 1930. Ini merupakan contoh tindakan langsung tanpa kekerasan.
250px-Bardouxha_Mont_1893-mw-c.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar mengenai mogok kerja massal di Belgia tahun 1893. Mogok kerja massal merupakan contoh tindakan langsung konfrontatif.

Tindakan langsung (bahasa Inggris:direct action) muncul sebagai istilah para aktivis politik untuk tindakan ekonomi dan politik di mana para pelaku menggunakan kekuatan (ekonomi atau fisik misalnya) demi mencapai tujuannya secara langsung, bukan melalui tindakan yang mengumpulkan pihak lain bersama-sama (pihak berwajib misalnya) dengan, misalnya, mengungkapkan masalah yang ada, menggunakan kekerasan fisik, menyoroti alternatif, atau menunjukkan kemungkinan solusi.

Baik tindakan langsung maupun aksi yang mengumpulkan pihak lain dapat mencakup tindak non-kekerasan serta tindak kekerasan, yang menyasar beberapa orang, kelompok, atau properti yang dianggap menyinggung pelaku aksi. Contoh tindakan langsung non-kekerasan (juga dikenal sebagai perlawanan tanpa kekerasan atau perlawanan sipil) dapat meliputi pendudukan tempat umum, pemogokan kerja, penyegelan tempat kerja, blokade jalan, maupun hacktivisme, sementara tindakan langsung kekerasan dapat meliputi kekerasan politik maupun penyerangan. Taktik seperti sabotase dan perusakan properti kadang-kadang dianggap kekerasan.

Sebaliknya, politik pemilu, diplomasi, negosiasi, protes, dan arbitrase biasanya tidak dianggap tindakan langsung, karena adanya mediasi secara politis. Aksi non-kekerasan terkadang merupakan bentuk pembangkangan sipil, dan mungkin melibatkan tingkat pelanggaran hukum yang disengaja, di mana orang-orang menempatkan dirinya dalam situasi yang dapat menyebabkan dirinya ditahan dalam rangka membuat pernyataan politik selain tindakan lain (seperti pemogokan) yang tidak melanggar hukum pidana.

Tujuan dari tindakan langsung adalah untuk menghalangi agen atau organisasi politik lain melakukan praktik-praktik yang dianggap memberatkan para aktivis, atau untuk menyelesaikan masalah terasa yang tidak ditanggapi oleh institusi sosial tradisional (pemerintah, organisasi keagamaan, atau serikat pekerja) hingga memuaskan para peserta aksi langsung.

Tindakan langsung non-kekerasan secara historis menjadi bagian reguler yang tegas dari taktik yang digunakan oleh gerakan sosial, termasuk Gerakan Kemerdekaan India Mahatma Gandhi dan Gerakan Hak-Hak Sipil.

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan