Sabtu, 31 Oktober 2026
06:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pembangkangan sipil

Pembangkangan sipil

Bagikan:
Bagian dari seri artikel mengenai
Revolusi
French Revolution

Pembangkangan sipil adalah penolakan untuk mematuhi hukum tertentu, tuntutan, dan perintah dari suatu pemerintah, atau kekuatan kekuasaan internasional, yang ditegaskan dan aktif. Pembangkangan sipil merupakan suatu pelanggaran hukum secara simbolis atau bersifat ritual, daripada sebuah penolakan sistem secara keseluruhan. Pembangkangan sipil kadang-kadang, meskipun tidak selalu,[1][2] didefinisikan sebagai perlawanan tanpa kekerasan.

Tinjauan

250px-Portrait_Gandhi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mahatma Gandhi menerapkan pembangkangan sipil selama Gerakan kemerdekaan India.

Salah satu implementasi pembangkangan sipil besar-besaran paling awal adalah yang dilakukan oleh rakyat Mesir terhadap pendudukan Britania dalam Revolusi 1919.[3] Pembangkangan sipil merupakan salah satu dari berbagai cara yang dilakukan rakyat untuk memberontak terhadap apa yang mereka anggap sebagai hukum yang tidak adil. Cara ini telah digunakan dalam berbagai gerakan perlawanan tanpa kekerasan di India (kampanye Gandhi untuk kemerdekaan dari Imperium Britania), di Revolusi Velvet Cekoslovakia dan di Jerman Timur untuk menggulingkan pemerintahan komunis mereka.[4] Di Afrika Selatan dalam perjuangan menentang apartheid, dalam Gerakan Hak Sipil Amerika, dalam Revolusi Bernyanyi untuk membawa kemerdekaan kepada negara-negara Baltik dari Uni Soviet, terbaru dengan Revolusi Mawar 2003 di Georgia dan Revolusi Oranye 2004[5] di Ukraina, termasuk di antara berbagai gerakan lain di seluruh dunia.

Referensi

  1. ↑ Violent Civil Disobedience and Willingness to Accept Punishment, vol. 8, Essays in Philosophy, Juni 2007, diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-13, diakses tanggal 2016-12-22{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ J Morreall (1976), "The justifiability of violent civil disobedience", Canadian Journal of Philosophy, 6 (1), Canadian Journal of Philosophy: 35–47, JSTOR 40230600
  3. ↑ Zunes, Stephen (1999:42), Nonviolent Social Movements: A Geographical Perspective, Blackwell Publishing{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  4. ↑ Michael Lerner, Tikkun reader
  5. ↑ "The Orange Revolution". Time Magazine. 12 Desember 2004. Diarsipkan dari asli tanggal April 10, 2010. Diakses tanggal 30 April 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacan lebih lanjut

  • Lewis Perry, Civil Disobedience: An American Tradition. New Haven, CT: Yale University Press, 2013.

Pranala luar

Media terkait Civil disobedience di Wikimedia Commons

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan