Sabtu, 24 Oktober 2026
23:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Pasifikasi Libya

Pasifikasi Libya

konflik yang panjang melibatkan kerajaan italia melawan pemberontak pada tahun 1923 hingga 1932

Bagikan:
Pasifikasi Libya
Bagian dari Periode antar perang
330px-Omar_Mokhtar_arrested_by_Italian_Officials.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemimpin pejuang Senussi Omar Mukhtar (pria berpakaian tradisional dengan rantai di lengan kirinya) setelah penangkapannya oleh angkatan bersenjata Italia pada tahun 1931. Mukhtar dieksekusi dengan cara digantung di depan umum tak lama kemudian.
Tanggal26 Januari 1923 – 24 Januari 1932 (8 tahun, 11 bulan, 4 minggu dan 1 hari)
Lokasi
Hasil Kemenangan Italia
Pihak yang terlibat
 Italia Orde Senussi
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Kerajaan Italia (1861–1946) Benito Mussolini Omar Mukhtar Dihukum mati
Yusuf Burahil †
Korban jiwa dan kerugian
2.582 korban di Tripolitania[1] 40.000–70.000 kematian (kebanyakan warga sipil)[2]

Pasifikasi Libya (juga dikenal dengan nama Genosida Libya[2][3][4] atau Perang Italia-Senussi Kedua)[5] adalah konflik panjang yang melibatkan militer Kerajaan Penjajah Italia melawan Pejuang Islam yang dipimpin oleh tarikat Senussi di Libya dari tahun 1923 hingga 1932.[6][7] Perjuangan Islam ini berakhir setelah pemimpin tarikat Senussi, Omar Mukhtar, ditangkap dan dihukum gantung.[8]

Upaya pasifikasi ("pendamaian") Libya mengakibatkan kematian penduduk asli Cyrenaica dalam jumlah yang besar. Sejarah mencatat bahwa seperempat penduduk Cyrenaica (yang berjumlah 225.000 pada masa itu) tewas akibat konflik ini.[2] Penjajah Italia juga melakukan kejahatan perang selama konflik ini, seperti penggunaan senjata kimia, penghukuman mati lawan yang menyerah, dan pembantaian rakyat.[9] Pemerintah Penjajah Italia juga melancarkan pembersihan etnis dengan mengusir 100.000 orang Bedouin di Cyrenaica (sekitar setengah penduduk Cyrenaica) agar wilayah mereka dapat dijadikan wilayah permukiman para penjajah Italia.[10][11]

Pada tahun 2008, pemerintah penjajah Italia dan Libya menandatangani perjanjian yang menyatakan bahwa Penjajah Italia akan mengganti rugi kerugian pada masa kolonial. Pemimpin Libya Muammar Gaddafi menghadiri upacara penandatanganan perjanjian dengan mengenakan foto Omar Mukhtar yang sedang dirantai oleh aparat sang Penjajah Italia. Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi lalu menyatakan: "dalam dokumen bersejarah ini, Penjajah Italia meminta maaf karena telah membunuh, menghancurkan dan menindas rakyat Libya pada masa penjajahan."[12]

Catatan kaki

  1. ↑ Gooch, John (2020). Mussolini’s War: Fascist Italy from Triumph to Collapse, 1935–1943. Pegasus Books. hlm. 2. ISBN 9781643135496. ... 2,582 Italians dead, wounded and missing
  2. 1 2 3 Mann, Michael (2006). The Dark Side of Democracy: Explaining Ethnic Cleansing. Cambridge University Press. hlm. 309. ISBN 9780521538541.
  3. ↑ Ahmida, Ali Abdullatif (23 Maret 2011). Making of Modern Libya, The: State Formation, Colonization, and Resistance, Second Edition (dalam bahasa Inggris). SUNY Press. hlm. 146. ISBN 9781438428932.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Totten, Samuel; Bartrop, Paul Robert (2008). Dictionary of Genocide: A-L. ABC-CLIO. hlm. 259. ISBN 9780313346422.
  5. ↑ Cooper, Tom; Grandolini, Albert (19 Januari 2015). Libyan Air Wars: Part 1: 1973-1985. Helion and Company. hlm. 5. ISBN 9781910777510.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Nina Consuelo Epton, Oasis Kingdom: The Libyan Story (New York: Roy Publishers, 1953), hlm. 126.
  7. ↑ Stewart, C. C. (1986). "Islam". The Cambridge History of Africa, Volume 7: c. 1905 – c. 1940 (PDF). Cambridge, United Kingdom: Cambridge University Press. hlm. 196.
  8. ↑ Detailed description of some fights (in Italian)
  9. ↑ Duggan, Christopher (2007). The Force of Destiny: A History of Italy Since 1796. New York: Houghton Mifflin. hlm. 497. ISBN 9780618353675.
  10. ↑ Cardoza, Anthony L. (2006). Benito Mussolini: The First Fascist. Pearson Longman. hlm. 109. ISBN 9780321095879.
  11. ↑ Bloxham, Donald; Moses, A. Dirk (2010). The Oxford Handbook of Genocide Studies. Oxford, England: Oxford University Press. hlm. 358.
  12. ↑ Oxford Business Group (2008). The Report: Libya 2008. hlm. 17.{{cite book}}: |author= memiliki nama generik
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan