Sumbangan Pound terhadap dunia puisi dimulai pada awal abad ke-20 melalui perannya dalam mengembangkan Imajisme, sebuah gerakan yang menekankan presisi dan kehematan berbahasa. Saat bekerja di London sebagai editor luar negeri untuk beberapa majalah sastra Amerika Serikat, ia membantu menemukan dan membentuk karya rekan-rekan sezamannya, seperti H.D., Robert Frost, T. S. Eliot, Ernest Hemingway, dan James Joyce. Ia berjasa atas pemuatan berseri karya Joyce, A Portrait of the Artist as a Young Man, pada tahun 1914, penerbitan puisi Eliot, "The Love Song of J. Alfred Prufrock", pada tahun 1915, serta pemuatan berseri roman Joyce, Ulysses, mulai tahun 1918. Hemingway menulis pada tahun 1932 bahwa, bagi para penyair yang lahir pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20, tidak terpengaruh oleh Pound itu ibarat "melintasi badai salju dahsyat tanpa merasakan dinginnya".[a]
Selama berada dalam tahanan militer AS di Italia, Pound melanjutkan pengerjaan The Cantos. Karya baru ini diterbitkan oleh New Directions pada tahun 1948 dengan judul The Pisan Cantos. Atas karya ini, Pound dianugerahi Penghargaan Puisi Bollingen pada tahun 1949 oleh Perpustakaan Kongres Amerika Serikat, yang memicu kontroversi besar. Setelah kampanye yang digalang oleh sesama penulis, ia dibebaskan dari St.Elizabeths pada tahun 1958 dan kembali ke Italia. Di sana, ia berpose di hadapan media dengan memberi penghormatan Fasis serta menyebut Amerika Serikat sebagai "rumah sakit jiwa". Pound menetap di Italia hingga wafatnya pada tahun 1972. Pandangan ekonomi dan politiknya membuat jalan hidup serta warisan kesastraannya tetap sangat kontroversial.
Kedua belah pihak keluarga Pound beremigrasi dari Inggris pada abad ke-17. Dari pihak ayahnya, leluhur imigran mereka adalah John Pound, seorang Quaker yang tiba dari Inggris sekitar tahun 1650.[5] Nenek dari pihak ayah Ezra, Susan Angevine Loomis,[8] menikah dengan Thaddeus Coleman Pound.[7] Dari pihak ibunya, Pound merupakan keturunan William Wadsworth, seorang penganut Puritan yang beremigrasi ke Boston menumpangi kapal Lion pada tahun 1632 dan putranya, Joseph Wadsworth, turut menyusun konstitusi pertama Connecticut.[9] Keluarga Wadsworth menjalin hubungan pernikahan dengan keluarga Weston dari New York; Harding Weston dan Mary Parker adalah kakek dan nenek dari pihak ibu Pound.[5] Setelah selesai menjalani dinas militer, Harding tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga saudaranya Ezra Weston beserta istrinya, Frances Amelia Wessells Freer (Bibi Frank), membantu merawat Isabel, ibu Pound.[10]
Pendidikan awal
Bersama ibunya mengenakan seragam Akademi Militer Cheltenham, 1898
Isabel Pound tidak merasa kerasan di Hailey lalu membawa Ezra bersamanya ke New York pada tahun 1887 ketika Ezra berusia 18 bulan.[11] Suaminya menyusul dan mendapatkan pekerjaan sebagai penguji kadar logam di Kilang Uang Philadelphia. Setelah pindah ke Walnut Street 417 di Jenkintown, Pennsylvania, pada tahun 1893 keluarga tersebut membeli rumah enam kamar di Fernbrook Avenue 166 di kawasan terdekat, Wyncote.[5] Pendidikan Pound dimulai di sekolah dasar swasta binaan wanita (dame school): sekolah Miss Elliott di Jenkintown pada tahun 1892 dan Sekolah Chelten Hills milik keluarga Heathcock di Wyncote pada tahun 1893.[5] Dikenal dengan julukan "Ra" (dilafalkan "Ray"), ia menempuh pendidikan di Sekolah Publik Wyncote sejak September 1894.[12] Publikasi pertamanya terbit pada 7 November 1896 dalam Jenkintown Times-Chronicle ("oleh E.L.Pound, Wyncote, usia 11 tahun"), berupa sebuah puisi limerik tentang William Jennings Bryan, yang baru saja kalah dalam pemilihan umum presiden tahun 1896.[b]
Pada tahun 1897, dalam usia 12 tahun, ia pindah ke Akademi Militer Cheltenham (CMA), tempat ia mengenakan seragam bergaya Perang Saudara Amerika serta diajari latihan baris-berbaris dan cara menembak.[14] Pada tahun berikutnya, ia melakukan perjalanan luar negeri pertamanya, sebuah tur tiga bulan bersama ibu dan Bibi Frank yang membawanya melawat ke Inggris, Belgia, Jerman, Swiss, Italia, Spanyol, dan Maroko.[15] Ia menuntut ilmu di CMA hingga tahun 1900, beberapa waktu di antaranya sebagai siswa berasrama, tetapi tampaknya ia tidak sampai lulus.[16][c]
Pada tahun 1901, dalam usia 15 tahun, Pound diterima di College of Liberal Arts di Universitas Pennsylvania di Philadelphia.[18] Bertahun-tahun kemudian, ia mengaku bahwa tujuannya adalah untuk menghindari latihan militer di akademi.[19] Satu-satunya pencapaian terkemuka yang diraihnya pada tahun pertama adalah dalam mata kuliah geometri,[20] tetapi nilai-nilainya yang lain sebagian besar buruk, termasuk dalam bahasa Latin yang menjadi jurusan utamanya; ia meraih nilai B dalam komposisi bahasa Inggris serta nilai lulus dalam sastra Inggris.[21] Pada tahun kedua, ia beralih dari program gelar ke status "mahasiswa khusus non-gelar", yang menurut penjelasannya dilakukan "untuk menghindari mata kuliah yang tidak relevan".[22][d] Ia tidak terpilih untuk bergabung dengan perkumpulan mahasiswa (fraternity) di Penn, tetapi hal itu tampaknya tidak mengganggunya.[24]
Orang tuanya beserta Bibi Frank membawanya kembali dalam tur Eropa selama tiga bulan pada tahun 1902, dan pada tahun berikutnya ia pindah ke Hamilton College di Clinton, New York, kemungkinan karena nilai-nilainya.[25] Sekali lagi ia tidak diundang untuk bergabung dengan perkumpulan mahasiswa, tetapi kali ini ia sempat berharap demikian, menurut surat-surat yang dikirimkannya ke rumah, karena ia ingin tinggal di rumah perkumpulan mahasiswa, dan pada April 1904 ia menganggap kepindahannya tersebut sebagai sebuah kesalahan.[26] Meskipun terdaftar dalam program Latin–Sains, ia tampaknya menghindari beberapa kelas; transkrip nilainya kekurangan beban kredit.[25] Ia mempelajari dialek Provensal dari bahasa Oksitan serta membaca karya-karya Dante Alighieri dan puisi Inggris Kuno, termasuk Beowulf dan puisi bahasa Inggris Kuno abad ke-8, The Seafarer.[27]
Setelah lulus dari Hamilton pada tahun 1905 dengan gelar PhB, ia kembali ke Penn, tempat ia jatuh cinta kepada Hilda Doolittle (yang kemudian menulis dengan nama pena "H.D."). Saat itu Hilda merupakan mahasiswi di Bryn Mawr College, dan Pound menjilid sendiri 25 puisinya dengan tangan sebagai hadiah untuknya, yang diberi judul Hilda's Book.[28] Setelah menerima gelar MA dalam rumpun bahasa Roman pada tahun 1906, ia mendaftar untuk menulis tesis doktor tentang karakter pembual (gracioso) dalam drama-drama karya Lope de Vega; beasiswa Harrison selama dua tahun menanggung biaya kuliahnya ditambah hibah sebesar $500, yang digunakannya untuk berlayar kembali ke Eropa.[29] Ia menghabiskan waktu selama tiga minggu di Madrid untuk mengunjungi berbagai perpustakaan, termasuk Perpustakaan Kerajaan di Istana Kerajaan Madrid. Pada 31 Mei 1906, ia sedang berdiri di luar istana ketika berlangsung peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Raja Alfonso XIII dan meninggalkan kota tersebut karena takut dikira sebagai seorang anarkis.[30] Setelah dari Spanyol, ia mengunjungi Paris dan London, sebelum kembali ke Amerika Serikat pada Juli 1906.[31] Esei pertamanya, "Raphaelite Latin", diterbitkan dalam Book News Monthly pada bulan September tahun itu.[32] Ia mengambil mata kuliah bahasa Inggris pada tahun 1907, tempat ia berselisih dengan hampir semua orang, termasuk kepala departemen, Felix Schelling, melalui komentar-komentar konyol selama perkuliahan dan dengan memutar jam saku timah berukuran besar secara sangat lambat ketika Schelling sedang berbicara.[33] Pada musim semi tahun 1907, ia mendapat kabar bahwa beasiswanya tidak akan diperpanjang.[34] Schelling memberi tahu Pound bahwa ia hanya membuang-buang waktu semua orang, lalu ia pun pergi tanpa menyelesaikan studi doktornya.[35]
Mengajar
In Durance
Aku merindukan kaumku sendiri,
Oh aku tahu ada orang-orang di sekitarku, wajah-wajah yang ramah,
Namun aku merindukan kaumku sendiri.
—Personae of Ezra Pound (1909)[36] ditulis di Crawfordsville, Indiana, 1907[37]
Sejak September 1907, Pound mengajar bahasa Prancis dan Spanyol di Wabash College,[38] sebuah perguruan tinggi Presbiterian dengan 345 mahasiswa di Crawfordsville, Indiana,[39] yang ia sebut sebagai "lingkaran neraka keenam".[40] Seorang mantan mahasiswanya mengenangnya sebagai pembawa suasana baru yang segar, sementara yang lain menyebutnya "ekshibisionis, egois, berpusat pada diri sendiri, dan menuruti kehendak sendiri".[41]
Ia diberhentikan setelah beberapa bulan. Merokok sebenarnya dilarang, tetapi ia sering merokok cerutu kecil (cigarillo) di kamarnya yang terletak di koridor yang sama dengan kantor rektor.[42] Ia diminta meninggalkan perguruan tinggi tersebut pada Januari 1908 ketika ibu indekosnya, Ida dan Belle Hall, menemukan seorang wanita di kamarnya.[43] Terkejut karena dikeluarkan,[44] ia segera berangkat ke Eropa tak lama kemudian, berlayar dari New York pada bulan Maret menumpangi RMS Slavonia.[45]
London (1908–1914)
A Lume Spento
Pound tiba di Gibraltar pada 23 Maret 1908, tempat ia menghasilkan 15 dolar AS sehari dengan bekerja sebagai pemandu bagi sebuah keluarga Amerika Serikat di sana dan di Spanyol.[46] Setelah singgah di Sevilla, Granada, dan Genoa, pada akhir April ia tiba di Venesia dan tinggal di lantai atas sebuah toko roti di dekat jembatan San Vio.[47] Pada musim panas, ia memutuskan untuk menerbitkan sendiri kumpulan 44 puisi pertamanya dalam buku setebal 72 halaman berjudul A Lume Spento ("Dengan Lilin-Lilin yang Padam"), yang dicetak sebanyak 150 eksemplar pada Juli 1908.[48] Judul tersebut diambil dari canto ketiga Purgatorio karya Dante Alighieri, yang merujuk pada kematian Manfred, Raja Sisilia. Pound mendedikasikan buku tersebut untuk seniman asal Philadelphia, William Brooke Smith, seorang sahabatnya semasa kuliah yang belum lama meninggal akibat tuberkulosis.[49]
Dalam "Canto LXXVI" dari The Pisan Cantos, ia mencatat bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk membuang lembar cetak cobanya ke Kanal Besar, lalu meninggalkan buku tersebut beserta dunia puisi sepenuhnya: "di dekat tiang-tiang batu halus bak sabun tempat San Vio / bertemu dengan il Canal Grande / di antara Salviati dan rumah yang dulu milik Don Carlos / haruskah kulempar semuanya ke dalam air pasang? / le bozze "A Lume Spento"/ / dan di dekat pilar Todero / haruskah kuberalih ke sisi sebelah / atau menunggu 24 jam".[50]
Pada bulan Agustus 1908, Pound pindah ke London dengan membawa 60 eksemplar A Lume Spento.[51] Penyair-penyair Inggris seperti Maurice Hewlett, Rudyard Kipling, dan Alfred Tennyson telah mempopulerkan jenis puisi Victoria tertentu yang bersifat menggugah, megah, dan propagandis. Menurut pakar modernisme James Knapp, Pound menolak gagasan mengenai puisi sebagai "esai moral berbait"; ia ingin berfokus pada pengalaman individu, hal yang konkret alih-alih yang abstrak.[52]
Pound pada awalnya tinggal di sebuah rumah indekos di Duchess Street No. 8, di dekat Ruang Baca British Museum; ia telah mengenal ibu indekos tersebut saat melakukan perjalanan ke Eropa pada tahun 1906.[53] Ia segera pindah ke Islington (yang lebih murah dengan tarif 12s 6d per minggu untuk akomodasi dan konsumsi), tetapi ayahnya mengirimi uang sebesar £4 sehingga ia dapat pindah kembali ke Pusat London, ke Langham Street No. 48, di dekat Great Titchfield Street.[54] Rumah tersebut terletak berseberangan dengan sebuah gang dari kedai minum Yorkshire Grey, yang kemudian muncul dalam "Canto LXXX" (The Pisan Cantos), "mengenai tindak-tanduk ibu indekos/ bersama seorang penghuni tanpa nama/ az waz near Gt Tichfield St. next door to the pub".[55]
Pound membujuk penjual buku Elkin Mathews di Vigo Street untuk memajang A Lume Spento, dan dalam sebuah artikel tanpa nama penulis pada 26 November 1908, Pound mengulas bukunya sendiri dalam Evening Standard: "Keajaiban puisi yang tak tertangkap ada di dalam buku kertas yang aneh ini; dan kata-kata tak ada gunanya untuk menggambarkannya."[56] Pada bulan berikutnya, ia menerbitkan sendiri kumpulan puisi keduanya, A Quinzaine for this Yule.[57] Buku ini menjadi buku pertamanya yang meraih keberhasilan komersial, dan Elkin Matthews mencetak 100 eksemplar tambahan.[58] Pada bulan Januari dan Februari 1909, setelah wafatnya John Churton Collins menyisakan kekosongan posisi, Pound mengajar kuliah selama satu jam seminggu pada malam hari tentang "Perkembangan Sastra di Eropa Selatan" di Regent Street Polytechnic.[59][e] Pagi hari biasanya dihabiskannya di Ruang Baca British Museum, yang dilanjutkan dengan makan siang di Vienna Café di Oxford Street, tempat Pound pertama kali bertemu dengan pelukis dan penulis Wyndham Lewis pada tahun 1910.[61] "Ada sosok-sosok misterius/ yang muncul dari sudut-sudut tersembunyi/ dan makan di WIENER CAFÉ".[62]Ford Madox Ford menggambarkan Pound "menghampiri dengan langkah seorang penari, menangkis menggunakan tongkat ke arah lawan imajiner":[63] "Ia biasa mengenakan celana panjang berbahan kain biliar hijau, jas merah muda, kemeja biru, dasi yang dilukis tangan oleh seorang teman dari Jepang, topi sombrero berukuran sangat besar, janggut merah menyala yang dipotong runcing, serta satu anting-anting biru berukuran besar."
Dalam sebuah salon sastra pada tahun 1909, Pound bertemu dengan novelis Olivia Shakespear[64] dan kemudian di kediaman keluarga Shakespear di Brunswick Gardens No. 12, Kensington, ia diperkenalkan dengan putrinya, Dorothy, yang kelak menjadi istri Pound pada tahun 1914.[65] Kritikus Iris Barry menganggap keanggunannya "selalu memancarkan pembawaan halus layaknya wanita muda zaman Victoria yang sedang berseluncur es, dengan profil wajah yang seelok dan sejernih porselen Kuan-yin".[66] "Dengarkan itu, Ezra! Ezra! Dan untuk ketiga kalinya, Ezra!", tulis Dorothy dalam buku hariannya pada 16 Februari 1909.[67]
Pound bergaul dengan kalangan elit dalam lingkaran sastra London, termasuk Hewlett, Laurence Binyon, Frederic Manning, Ernest Rhys, May Sinclair, Ellen Terry, George Bernard Shaw, Hilaire Belloc, T. E. Hulme, dan F. S. Flint.[68] Melalui keluarga Shakespear, ia diperkenalkan kepada penyair W. B. Yeats, mantan kekasih Olivia Shakespear. Pound sebelumnya telah mengirimkan salinan A Lume Spento kepada Yeats, dan Yeats rupanya menganggap buku tersebut "memikat".[69] Pound menulis kepada William Carlos Williams pada 3 Februari 1909: "Saya sedang berbaur dengan kalangan yang menggerakkan sesuatu di sini. London, London tua yang tercinta, adalah tempat bagi puisi."[70] Menurut Richard Aldington, masyarakat London menganggap Pound menggelikan. Surat-surat kabar mewawancarainya,[71] dan ia disebut dalam majalah Punch, yang pada 23 Juni 1909 menggambarkan "TuanEzekiel Ton" sebagai "hal paling luar biasa dalam dunia puisi sejak Robert Browning... [yang memadukan] pencitraan Barat yang bebas, kosakata Wardour Street, serta gaya bebas menakutkan khas Italia era Borgia".[72]
Erat Hora
"Terima kasih, apa pun yang terjadi." Lalu ia berpaling
Dan, bagai sinar surya pada bunga-bunga gantung
Yang memudar ketika angin menyisihkannya ke tepi,
Pergi dengan cepat meninggalkanku. Tidak, apa pun yang terjadi
Satu jam itu diterangi mentari dan para dewa tertinggi
Tak dapat membanggakan hal lain yang lebih indah
Daripada menyaksikan jam itu saat berlalu.
—Personae: The Collected Poems of Ezra Pound (1926)[73]
Pada April 1909, Elkin Mathews menerbitkan Personae of Ezra Pound (separuh dari puisinya berasal dari A Lume Spento)[58][f] dan pada bulan Oktober menerbitkan 27 puisi tambahan (16 di antaranya baru) dalam kumpulan Exultations.[76] Penyair Inggris Edward Thomas menggambarkan Personae dalam English Review sebagai karya yang "penuh dengan hasrat manusiawi dan keajaiban alami".[77]Rupert Brooke mengeluh dalam Cambridge Review bahwa Pound telah terpengaruh oleh penyair Amerika Walt Whitman, dengan menulis dalam "bait-bait panjang membentang tanpa metrum yang, di tangannya, sama sekali tidak memiliki keunggulan". Namun, ia tetap mengakui bahwa Pound memiliki "bakat besar".[78]
Pada bulan September atau sekitar bulan September, Pound pindah ke kamar baru di Church Walk, dekat Kensington High Street, tempat ia tinggal sebagian besar waktunya hingga tahun 1914.[79] Ia mengunjungi seorang sahabatnya, Walter Rummel, di Paris pada Maret 1910 dan diperkenalkan kepada putri bangsawan kaya sekaligus pianis asal Amerika Serikat, Margaret Lanier Cravens. Meskipun baru saja bertemu, wanita itu menawarkan diri untuk menjadi patron dana sebesar $1.000 per tahun, dan sejak saat itu hingga wafatnya pada tahun 1912, ia secara teratur mengirimi Pound uang.[80]
The Spirit of Romance, Canzoni, dan The New Age
Pada bulan Juni 1910, Pound kembali ke Amerika Serikat selama delapan bulan. Kedatangannya bertepatan dengan penerbitan buku kritik sastra pertamanya di London, The Spirit of Romance, yang didasarkan pada catatan kuliahnya dari politeknik.[81]Patria Mia, kumpulan esainya mengenai Amerika Serikat, ditulis pada masa ini.[82] Pada bulan Agustus, ia pindah ke New York dan menyewa kamar di Waverly Place serta Park Avenue South, berhadapan dengan Gramercy Square.[83] Meskipun mencintai New York, ia merasa terasing oleh komersialisme serta kedatangan para imigran baru dari Eropa Timur dan Selatan yang menggeser kaum Protestan kulit putih berdarah Anglo-Saxon.[84] Ia menganggap gedung Gedung Utama Perpustakaan Publik New York yang baru saja dibangun sangat tidak menyenangkan.[85] Pada periode inilah sikap antisemitismenya mulai terlihat jelas; dalam Patria Mia, ia menyebutkan "sifat-sifat penuh kebencian" dari orang-orang Yahudi.[86] Setelah membujuk orang tuanya untuk membiayai perjalanannya kembali ke Eropa, ia berlayar dari New York menumpangi RMS Mauretania pada 22 Februari 1911. Membutuhkan waktu hampir 30 tahun, yaitu pada April 1939, sebelum ia berkunjung kembali ke AS.[87]
Lantai satu Vienna Café dengan langit-langit bercermin di Oxford Street pada tahun 1897. Ruangan ini menjadi tempat berkumpul bagi Pound, Wyndham Lewis, dan penulis-penulis lainnya.
Setelah tiga hari berada di London, ia pergi ke Paris,[88] tempat ia menggarap kumpulan puisi barunya, Canzoni (1911),[89] yang dikritik tajam oleh The Westminster Gazette sebagai "kepura-puraan yang dipadukan dengan sikap sok pintar".[90] Dalam obituari Ford Madox Ford, Pound menulis bahwa Ford guling-guling di lantai sambil tertawa akibat "bahasanya yang kaku".[91] Saat kembali ke London pada bulan Agustus, ia menyewa sebuah kamar di Marylebone di Granville Place No. 2A, lalu tinggal bersama di sebuah rumah di Addison Road North No. 39, W11.[92] Menjelang bulan November, A. R. Orage, redaktur majalah sosialis The New Age, telah mempekerjakannya untuk menulis kolom mingguan.[93] Orage muncul dalam The Cantos (Possum merujuk pada T.S.Eliot): "tetapi mereka semua, Yeats, Possum dan Wyndham/ tidak memiliki pijakan di bawah mereka./ Orage memilikinya."[94]
Pound berkontribusi pada New Age sejak 30 November 1911 hingga 13 Januari 1921,[95] menghadiri rapat-rapat redaksi di ruang bawah tanah kedai teh ABC yang kusam di Chancery Lane.[96] Di sana dan dalam pertemuan-pertemuan lainnya, ia bertemu dengan Arnold Bennett, Cecil Chesterton, Beatrice Hastings, S. G. Hobson, Hulme, Katherine Mansfield, dan H. G. Wells.[95] Di kantor New Age pada tahun 1918, ia juga bertemu dengan C. H. Douglas, seorang insinyur asal Inggris yang sedang mengembangkan teori ekonominya mengenai kredit sosial, yang menarik minat Pound.[97] Douglas dilaporkan percaya bahwa orang-orang Yahudi merupakan sebuah masalah dan perlu meninggalkan pandangan mesianik tentang diri mereka sendiri sebagai "ras yang mendominasi".[98] Menurut Colin Holmes, The New Age sendiri menerbitkan materi-materi antisemit.[99] Menurut Tim Redman, di lingkungan inilah, bukan di Italia, Pound pertama kali mengenal gagasan antisemit mengenai "riba".[95] "Dalam program Douglas," tulis Christopher Hitchens pada tahun 2008, "Pound telah menemukan muse sejatinya: perpaduan antara senja cerita rakyat Keltik dengan kebencian paranoid terhadap ekonomi uang serta kecurigaan besar terhadap suatu iman kuno."[100]
Majalah Poetry, Ripostes, Imajisme
Church Walk No. 10, Kensington, London W8. Pound tinggal di lantai satu (paling kiri) pada 1909–1910 dan 1911–1914.[g]
Pada Mei 1911, H.D. meninggalkan Philadelphia menuju London. Ia didampingi oleh penyair Frances Gregg beserta ibunya; ketika mereka kembali pada bulan September, H.D. memilih untuk bertahan di sana. Pound memperkenalkannya kepada teman-temannya, termasuk Aldington, yang kemudian menjadi suaminya pada tahun 1913. Sebelum itu, mereka bertiga tinggal di Church Walk, Kensington, dengan Pound di No.10, Aldington di No.8, dan Doolittle di No.6, serta bekerja setiap hari di Ruang BacaBritish Museum.[79]
Di British Museum, Laurence Binyon memperkenalkan Pound pada konsep-konsep seni dan sastra Asia Timur yang kelak digunakan Pound dalam puisi-puisinya di kemudian hari, termasuk seni cetak ukiyo-e Jepang.[103] Buku tamu pertama kali mencatat kehadiran Pound di Ruang Mahasiswa Seni Cetak dan Gambar (dikenal sebagai Ruang Cetak)[104] pada 9 Februari 1909, dan kemudian pada tahun 1912 serta 1913 bersama Dorothy Shakespear untuk mengamati karya seni Tiongkok dan Jepang.[105] Pada saat itu, Pound sedang menggarap puisi-puisi yang kelak menjadi kumpulan Ripostes (1912), berusaha untuk beralih dari gaya karya-karya awalnya.[106] "Pada tahun 1910, saya belum menciptakan suatu bahasa," tulisnya bertahun-tahun kemudian. "Maksud saya bukan bahasa untuk digunakan, melainkan bahasa bahkan untuk berpikir."[h]
Pada Agustus 1912, Harriet Monroe mempekerjakan Pound sebagai koresponden luar negeri untuk Poetry: A Magazine of Verse, sebuah majalah baru di Chicago.[108] Edisi pertamanya, pada bulan Oktober, memuat dua puisinya sendiri, yaitu "To Whistler, American" dan "Middle Aged". Pada bulan yang sama pula, Stephen Swift and Co. di London menerbitkan Ripostes of Ezra Pound, sebuah kumpulan 25 puisi, termasuk terjemahan kontroversial dari The Seafarer,[109] yang menunjukkan pergeserannya menuju bahasa yang minimalis.[79] Selain karya Pound, kumpulan tersebut juga memuat lima puisi karya Hulme.[110]
Ripostes memuat penyebutan pertama istilah Les Imagistes: "Mengenai masa depan, Les Imagistes, keturunan dari aliran yang terlupakan dari tahun 1909, memegang hal tersebut."[111] Saat berada di kedai teh British Museum pada suatu sore bersama Doolittle dan Aldington, Pound menyunting salah satu puisi Doolittle dan menuliskan "H.D. Imagiste" di bagian bawahnya;[112] ia kemudian menggambarkan momen ini sebagai pendirian sebuah gerakan dalam puisi, Imajisme.[113][i] Pada musim semi atau awal musim panas tahun 1912, mereka menyepakati tiga prinsip, seperti yang ditulis Pound pada tahun 1918:[115]
Perlakuan langsung terhadap "objek" baik yang bersifat subjektif maupun objektif.
Sama sekali tidak menggunakan kata yang tidak berkontribusi pada penyampaian.
Mengenai ritme: menggubah dalam urutan frasa musikal, bukan dalam urutan metronom.
Poetry menerbitkan tulisan Pound, "A Few Don'ts by an Imagist", pada Maret 1913. Kata-kata yang berlebihan, khususnya kata sifat, harus dihindari, begitu pula ungkapan-ungkapan seperti "dim lands of peace" (negeri-negeri damai yang samar). Ia menulis: "Hal itu meredupkan citraan. Hal itu mencampuradukkan abstraksi dengan hal yang konkret. Hal itu timbul karena penulis tidak menyadari bahwa objek alami selalu merupakan simbol yang memadai." Para penyair harus "takut pada abstraksi".[116] Ia ingin Imagisme "mewakili cahaya yang tajam, batas-batas yang jelas", tulisnya kemudian kepada Amy Lowell.[117]
In a Station of the Metro
Penampakanwajah-wajah inidi tengah kerumunan:
Kelopak bungapada dahan hitamyang basah.
Sebuah contoh puisi Imajis adalah karya Pound yang berjudul "In a Station of the Metro", yang diterbitkan dalam Poetry pada April 1913 dan diilhami oleh pengalamannya di Metro Paris. "Saya keluar dari kereta di, kalau tidak salah, La Concorde", tulisnya dalam "How I began" di T. P.'s Weekly pada 6 Juni 1913, "dan di tengah himpitan orang-orang, saya melihat sebuah wajah yang elok, lalu, saat berbalik dengan tiba-tiba, wujud wajah lainnya dan lainnya lagi, lalu wajah anak kecil yang elok, dan kemudian wajah elok lainnya. Sepanjang hari itu saya berusaha menemukan kata-kata untuk menggambarkan apa yang membuat saya merasa demikian.... Saya tidak mendapatkan apa-apa selain bintik-bintik warna." Setahun kemudian, ia memangkasnya hingga ke intinya dalam gaya haiku Jepang.[119]
Pada musim panas tahun 1913, Pound menjadi redaktur sastra The Egoist, sebuah jurnal yang didirikan oleh Dora Marsden, seorang pejuang hak pilih perempuan (sufraget).[120] Atas saran dari W. B. Yeats, Pound mendorong James Joyce pada bulan Desember tahun itu untuk mengirimkan karyanya.[121] Pada bulan sebelumnya, Yeats, yang penglihatannya mulai memburuk, menyewa Stone Cottage di Coleman's Hatch, Sussex, lalu mengundang Pound untuk mendampinginya sebagai sekretaris. Selama kunjungan inilah Yeats memperkenalkan Pound pada karya Joyce, Chamber Music, serta puisinya yang berjudul "I hear an Army Charging Upon the Land".[122] Ini merupakan musim dingin pertama dari tiga musim dingin yang dihabiskan Pound dan Yeats di Stone Cottage, termasuk dua musim dingin bersama Dorothy setelah ia dan Ezra menikah pada tahun 1914.[123] "Canto LXXXIII" mencatat kunjungan tersebut: "sehingga kuingat kebisingan di cerobong asap/ bagaikan angin di cerobong asap/ padahal sebenarnya adalah Paman William/ di lantai bawah sedang menggubah/ yang telah membuat seekor merak agung/ dalam kebanggaan matanya."[124][j]
Dalam balasan untuk Pound, Joyce memberikan izin penggunaan "I hear an Army" serta melampirkan Dubliners dan bab pertama roman karangannya, A Portrait of the Artist as a Young Man.[122] Pound menulis kepada Joyce bahwa roman tersebut merupakan "karya yang sangat luar biasa".[125]Harriet Shaw Weaver menerimanya untuk diterbitkan dalam The Egoist, yang memuatnya secara berseri mulai 2 Februari 1914, meskipun para pencetak berkeberatan terhadap kata-kata seperti "fart" (kentut) dan "ballocks" (buah zakar), serta mengkhawatirkan tuntutan hukum atas pikiran-pikiran Stephen Dedalus mengenai pelacur. Berdasarkan pemuatan berseri tersebut, penerbit yang sebelumnya menolak Dubliners mempertimbangkan kembali keputusannya. Joyce menulis kepada Yeats: "Saya tidak pernah cukup berterima kasih kepada Anda karena telah mempertemukan saya dengan teman Anda, Ezra Pound, yang benar-benar seorang pembuat keajaiban."[126]
Sekitar waktu ini, artikel-artikel Pound dalam New Age mulai membuatnya tidak populer, hingga mencemaskan Orage.[127]Samuel Putnam mengenal Pound di Paris pada dasawarsa 1920-an dan menggambarkannya sebagai sosok yang keras kepala, suka membangkang, gampang gusar, suka memerintah, mudah tersinggung, dan "sama sekali tidak humoris"; menurut pandangan Putnam, ia adalah "seorang warga kota kecil Amerika". Sikapnya itu memicu masalah baginya baik di London maupun di Paris.[128] Wanita Inggris, dengan pemikiran mereka yang "sebagian besar meniru", dianggapnya lebih rendah daripada wanita Amerika yang memiliki pemikiran sendiri, tulisnya dalam New Age. Pemahaman orang Inggris mengenai apa yang benar didasarkan pada rasa hormat terhadap hak milik, bukan moralitas. Menurutnya, London yang "bertengger di atas cangkang busuk dari kekaisaran yang runtuh" telah kehilangan energinya. Penulis-penulis terbaik Inggris, yaitu Joseph Conrad, William Henry Hudson, Henry James, dan Yeats, bukanlah orang Inggris. Penulis dan kritikus Inggris bersikap bodoh, tulisnya pada tahun 1913.[129]
Pernikahan
Ezra dan Dorothy menikah pada 20 April 1914 di St Mary Abbots di Kensington,[130] gereja paroki keluarga Shakespear, meskipun mendapat penolakan dari orang tua Dorothy yang mengkhawatirkan penghasilan Ezra. Kesediaannya untuk menikah di gereja turut membantu memperlunak keadaan. Penghasilan tahunan Dorothy adalah £50, ditambah £150 lagi dari keluarganya,[131] sedangkan penghasilan Ezra adalah £200.[132] Ayahnya, Henry Hope Shakespear, memintanya membuat laporan keuangan pada tahun 1911, yang menunjukkan bahwa sumber penghasilan utamanya berasal dari ayahnya sendiri.[133] Setelah pernikahan tersebut, pasangan itu pindah ke sebuah apartemen tanpa kamar mandi di Holland Place Chambers No. 5, Kensington, tepat di sebelah kediaman H.D. dan Aldington yang juga baru saja menikah.[131] Pengaturan tempat tinggal ini tidak bertahan lama. H.D. sempat cemas ketika mendapati Ezra mencari tempat tinggal di luar gedung apartemen sehari sebelum pernikahannya. Setelah Dorothy dan Ezra pindah ke gedung tersebut, Ezra sering berkunjung tanpa memberi tahu terlebih dahulu ke tempat H.D. untuk membahas tulisan-tulisannya. Kebiasaan ini mengganggu H.D., salah satunya karena tulisan Ezra menyentuh aspek-aspek pribadi dari hubungan mereka. Ia dan Aldington akhirnya memutuskan untuk pindah sejauh beberapa mil ke Hampstead.[134]
Penerbitan Des Imagistes, An Anthology (1914), yang disunting oleh Pound, "mengonfirmasi pentingnya" Imagisme, menurut Ira Nadel.[135] Diterbitkan dalam majalah Amerika The Glebe pada Februari 1914 dan pada bulan berikutnya dalam bentuk buku, antologi ini merupakan yang pertama dari lima antologi Imajis sekaligus satu-satunya yang memuat karya Pound.[136] Antologi tersebut mencakup sepuluh puisi karya Richard Aldington, tujuh karya H.D., yang diikuti oleh Flint, Skipwith Cannell, Lowell, Carlos Williams, James Joyce ("I Hear an Army", yang bukan merupakan contoh Imajisme), enam karya Pound, kemudian Hueffer (sebagaimana ia dikenal pada masa itu), Allen Upward, dan John Cournos.[137]
Tak lama setelah penerbitannya, sebuah iklan untuk majalah baru Lewis, Blast, berjanji akan mengulas "Kubisme, Futurisme, Imajisme, serta segala Bentuk Vital Seni Modern."[138] Digambarkan oleh Pound sebagai "sebagian besar majalah pelukis dengan saya yang mengurus puisi-puisinya",[139] serta membawa pengaruh Futurisme yang kuat,[140]Blast merupakan majalah dari gerakan seni London yang dibentuk oleh Lewis melalui kolaborasi dengan Pound. Pound menamai gerakan tersebut Vortisisme.[k] Vortisisme mencakup seluruh cabang seni, dan dalam Blast, "propaganda Imajis menyatu ke dalam Vortisis."[143]
Pada akhirnya, Blast hanya diterbitkan dua kali, yaitu pada tahun 1914 dan 1915. Pada Juni 1914, The Times mengumumkan Rebel Arts Centre baru milik Lewis untuk seni Vortisis di Great Ormond Street No. 38.[144]
Lowell, yang kelak memenangkan Penghargaan Pulitzer untuk Puisi pada tahun 1926, merasa tidak senang karena hanya satu puisinya yang dimuat dalam Des Imagistes. Ia tiba di London pada Juli 1914 untuk menghadiri dua acara makan malam di restoran Dieudonné di Ryder Street, yang pertama untuk merayakan penerbitan Blast dan yang kedua, pada 17 Juli, untuk merayakan penerbitan Des Imagistes. Pada makan malam kedua, Ford Madox Hueffer mengumumkan bahwa ia telah menjadi seorang Imagiste jauh sebelum Lowell dan Pound, serta meragukan kualifikasi mereka; menurut pandangannya, hanya Aldington dan H.D. yang berhak menyandang gelar tersebut. Dalam percekcokan yang terjadi setelahnya, Pound meninggalkan meja makan lalu kembali dengan bak mandi seng di atas kepalanya, serta mengusulkannya sebagai simbol dari apa yang ia sebut Les Nagistes (para perenang), sebuah aliran yang diciptakan oleh puisi Lowell "In a Garden", yang ditutup dengan baris "Malam, dan air, dan engkau dalam keputihanmu, mandi!" Perilakunya ini rupanya justru membantu Lowell memenangkan hati orang-orang untuk mendukung pandangannya, begitu pula dengan tawarannya untuk mendanai karya-karya mendatang.[145]
H.D. dan Aldington sendiri mulai menjauh dari pemahaman Pound mengenai Imagisme, seiring dengan perataan langkah Pound pada gagasan-gagasan Lewis.[146] Lowell setuju untuk mendanai antologi tahunan para penyair Imagiste, tetapi ia menuntut kepemimpinan yang demokratis; menurut Aldington, ia "mengusulkan Pesta Teh Boston bagi Ezra" serta mengakhiri kekuasaan despotiknya.[147] Karena kesal pada Lowell, Pound mulai menjuluki Imagisme sebagai "Amygisme";[148] ia menyatakan gerakan tersebut telah mati dan meminta kelompok itu untuk tidak lagi menyebut diri mereka sebagai Imagistes. Karena tidak menerima klaim bahwa gerakan itu merupakan ciptaan Pound semata, mereka menolak permintaan tersebut dan menganglikisasi istilah tersebut.[149]
Penerbitan Des Imagistes, An Anthology (1914), yang disunting oleh Pound, "mengonfirmasi pentingnya" Imagisme, menurut Ira Nadel.[135] Diterbitkan dalam majalah Amerika The Glebe pada Februari 1914 dan pada bulan berikutnya dalam bentuk buku, antologi ini merupakan yang pertama dari lima antologi Imajis sekaligus satu-satunya yang memuat karya Pound.[150] Antologi tersebut mencakup sepuluh puisi karya Richard Aldington, tujuh karya H.D., yang diikuti oleh Flint, Skipwith Cannell, Lowell, Carlos Williams, James Joyce ("I Hear an Army", yang bukan merupakan contoh Imajisme), enam karya Pound, kemudian Hueffer (sebagaimana ia dikenal pada masa itu), Allen Upward, dan John Cournos.[151]
Tak lama setelah penerbitannya, sebuah iklan untuk majalah baru Lewis, Blast, berjanji akan mengulas "Kubisme, Futurisme, Imajisme, serta segala Bentuk Vital Seni Modern."[152] Digambarkan oleh Pound sebagai "sebagian besar majalah pelukis dengan saya yang mengurus puisi-puisinya",[153] serta membawa pengaruh Futurisme yang kuat,[154]Blast merupakan majalah dari gerakan seni London yang dibentuk oleh Lewis melalui kolaborasi dengan Pound. Pound menamai gerakan tersebut Vortisisme.[l] Vortisisme mencakup seluruh cabang seni, dan dalam Blast, "propaganda Imajis menyatu ke dalam Vortisis."[156]
Pada akhirnya, Blast hanya diterbitkan dua kali, yaitu pada tahun 1914 dan 1915. Pada Juni 1914, The Times mengumumkan Rebel Arts Centre baru milik Lewis untuk seni Vortisis di Great Ormond Street No. 38.[157]
Lowell, yang kelak memenangkan Penghargaan Pulitzer untuk Puisi pada tahun 1926, merasa tidak senang karena hanya satu puisinya yang dimuat dalam Des Imagistes. Ia tiba di London pada Juli 1914 untuk menghadiri dua acara makan malam di restoran Dieudonné di Ryder Street, yang pertama untuk merayakan penerbitan Blast dan yang kedua, pada 17 Juli, untuk merayakan penerbitan Des Imagistes. Pada makan malam kedua, Ford Madox Hueffer mengumumkan bahwa ia telah menjadi seorang Imagiste jauh sebelum Lowell dan Pound, serta meragukan kualifikasi mereka; menurut pandangannya, hanya Aldington dan H.D. yang berhak menyandang gelar tersebut. Dalam percekcokan yang terjadi setelahnya, Pound meninggalkan meja makan lalu kembali dengan bak mandi seng di atas kepalanya, serta mengusulkannya sebagai simbol dari apa yang ia sebut Les Nagistes (para perenang), sebuah aliran yang diciptakan oleh puisi Lowell "In a Garden", yang ditutup dengan baris "Malam, dan air, dan engkau dalam keputihanmu, mandi!" Perilakunya ini rupanya justru membantu Lowell memenangkan hati orang-orang untuk mendukung pandangannya, begitu pula dengan tawarannya untuk mendanai karya-karya mendatang.[158]
H.D. dan Aldington sendiri mulai menjauh dari pemahaman Pound mengenai Imagisme, seiring dengan perataan langkah Pound pada gagasan-gagasan Lewis.[159] Lowell setuju untuk mendanai antologi tahunan para penyair Imagiste, tetapi ia menuntut kepemimpinan yang demokratis; menurut Aldington, ia "mengusulkan Pesta Teh Boston bagi Ezra" serta mengakhiri kekuasaan despotiknya.[160] Karena kesal pada Lowell, Pound mulai menjuluki Imagisme sebagai "Amygisme";[161] ia menyatakan gerakan tersebut telah mati dan meminta kelompok itu untuk tidak lagi menyebut diri mereka sebagai Imagistes. Karena tidak menerima klaim bahwa gerakan itu merupakan ciptaan Pound semata, mereka menolak permintaan tersebut dan menganglikisasi istilah tersebut.[162]
Perang Dunia I dan meninggalkan Inggris (1914–1921)
Ketika perang dideklarasikan pada Agustus 1914, peluang bagi para penulis langsung berkurang; puisi-puisi kini diharapkan bersifat patriotik.[163] Penghasilan Pound dari Oktober 1914 hingga Oktober 1915 adalah £42.10.0,[164] yang rupanya lima kali lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.[165]
Pada 22 September 1914, T. S. Eliot melakukan perjalanan dari Merton College, Oxford, dengan surat pengantar dari Conrad Aiken, agar Pound membaca puisi Eliot yang belum diterbitkan, "The Love Song of J. Alfred Prufrock".[166] Pound menulis surat kepada Harriet Monroe, redaktur majalah Poetry, pada 30 September untuk memberitahukan bahwa Eliot, yang sedang berada di Oxford dengan beasiswa dari Harvard, telah "mengirimkan puisi terbaik yang pernah saya terima atau lihat dari seorang Amerika... Ia telah secara nyata melatih dirinya dan memodernisasi dirinya atas usahanya sendiri."[167] Menurut Humphrey Carpenter, Monroe tidak menyukai "kejenuhan dunia yang sangat bergaya Eropa" dalam Prufrock, tetapi ia tetap menerbitkannya pada Juni 1915.[168]
Istri Pedagang Sungai: Sebuah Surat
Pada usia empat belas aku menikah denganmu, Tuanku.
Aku tak pernah tertawa, karena malu-malu.
Menundukkan kepala, kutatap dinding itu.
Dipanggil seribu kali, tak pernah kumenoleh ke belakang.
Pada usia lima belas, aku berhenti bermuka masam,
Kuingin debuku menyatu dengan debumu
Selama-lamanya, selamanya, dan selamanya.
Mengapa aku harus memanjat menara pengintai?
Buku tahun 1915 Cathay memuat 25 contoh puisi klasik Tionghoa yang diterjemahkan Pound ke dalam bahasa Inggris berdasarkan catatan ilmuwan OrientalisErnest Fenollosa. Janda Fenollosa, Mary McNeill Fenollosa, menyerahkan catatan suaminya kepada Pound pada tahun 1913,[170] setelah Laurence Binyon memperkenalkan mereka.[171]Michael Alexander menganggap Cathay sebagai karya Pound yang paling menarik.[172] Terdapat perdebatan mengenai apakah puisi-puisi tersebut harus dipandang terutama sebagai terjemahan atau sebagai kontribusi bagi Imajisme dan modernisasi puisi bahasa Inggris.[173] Profesor bahasa Inggris Steven Yao berpendapat bahwa Cathay menunjukkan bahwa penerjemahan tidak memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang bahasa sumber.[m]
Terjemahan-terjemahan Pound dari bahasa Inggris Kuno, Latin, Italia, Prancis, dan Mandarin sangat diperdebatkan. Menurut Alexander, terjemahan-terjemahan itu membuatnya semakin tidak populer di kalangan tertentu ketimbang tuduhan pengkhianatan.[176]Robert Graves menulis pada tahun 1955: "[Pound] sedikit menguasai bahasa Latin, tetapi ia menerjemahkan Propertius; lebih sedikit lagi bahasa Yunani, tetapi ia menerjemahkan Alkaios; dan bahkan lebih sedikit lagi bahasa Anglo-Saxon, namun ia menerjemahkan The Seafarer. Saya pernah bertanya kepada Arthur Waley seberapa banyak bahasa Mandarin yang dikuasai Pound; Waley menggelengkan kepalanya dengan lesu."[177]
Pound amat terpukul ketika Henri Gaudier-Brzeska, yang ia pesan dua tahun sebelumnya untuk membuat patung dirinya, tewas di parit perlindungan pada Juni 1915. Sebagai tanggapan, ia menerbitkan Gaudier-Brzeska: A Memoir (1916), dengan menulis "Jiwa yang agung pernah ada di antara kita, dan seorang seniman besar telah pergi."[178] Dua bulan sebelum gugur, Gaudier-Brzeska pernah menulis surat kepada Pound yang mengabarkan bahwa ia menyimpan Cathay di dalam saku bajunya "untuk memberi keberanian bagi teman-temanku."[179]
"Three Cantos", pengunduran diri dari Poetry
Setelah penerbitan Cathay, Pound menyebutkan bahwa ia sedang menggarap sebuah puisi panjang. Ia menggambarkannya pada September 1915 sebagai "puisi kriselofantin dengan panjang tak terukur yang akan menyita waktu saya selama empat dekade ke depan kecuali jika menjadi membosankan".[180] Pada Februari 1916, ketika Pound berusia 30 tahun, penyair Carl Sandburg memberikan penghormatan kepadanya dalam majalah Poetry. Pound "mewarnai secara pekat dan menyentuh secara lembut", tulisnya:
fotoPound oleh E. O. Hoppé pada sampul Pavannes and Divisions (1918)
Semua pembicaraan mengenai puisi modern, oleh orang-orang yang memahaminya, berujung pada terseretnya nama Ezra Pound di suatu tempat. Ia mungkin dinamai hanya untuk dikutuk sebagai orang liar dan pemolok, orang yang suka berpose, peremeh, dan pengembara. Atau ia mungkin dikelompokkan sebagai pengisi relung hari ini seperti Keats pada era sebelumnya. Intinya adalah, namanya akan selalu disebut....
Dalam masa jeda yang tenang dan ungu ini, Pound terus maju menghasilkan puisi-puisi baru dengan slogan, "Keberanian dan Efisiensi," yang terpatri di atas program kerja harian utamanya. Kejeniusannya merambah ke berbagai aliran dan gaya. Ia menyerap ciri-ciri khas dan kemudian membuangnya. Satu karakteristiknya adalah ia tidak memiliki karakteristik. Ia adalah penjelajah baru akan keindahan, pemetik baru dari wujud-wujud liar, dalam setiap segenggam tulisan baru yang ditawarkannya kepada kita.[181]
Pada Juni, Juli, dan Agustus 1917, Pound menerbitkan tiga canto pertamanya, sebagai "Three Cantos", dalam majalah Poetry.[182][183] Saat itu ia menjadi kontributor tetap untuk tiga majalah sastra. Sejak tahun 1917, ia menulis ulasan musik untuk New Age dengan nama pena William Atheling dan ulasan seni dengan nama B.H.Dias.[184] Pada Mei 1917, Margaret Anderson mempekerjakannya sebagai redaktur luar negeri untuk The Little Review.[185] Ia juga menulis artikel mingguan untuk The Egoist dan The Little Review; banyak artikel di majalah yang sebutkan terakhir mengeluhkan sikap kedaerahan, termasuk dentang lonceng gereja.[186] (Menurut Richard Aldington, ketika Pound tinggal di dekat St Mary Abbots, ia "terlibat dalam perang gerilya surat-menyurat yang sengit" mengenai lonceng gereja tersebut dengan vikaris, Pendeta R. E. Pennefather.)[187] Banyaknya beban tulisan membuatnya sangat kelelahan.[188] Pada tahun 1918, setelah terserang penyakit yang diperkirakan sebagai Flu Spanyol,[189] ia memutuskan untuk berhenti menulis untuk The Little Review. Ia sempat meminta kenaikan honorarium kepada penerbit untuk mempekerjakan seorang juru ketik, Iseult Gonne yang berusia 23 tahun, yang memicu desas-desus bahwa mereka menjalin hubungan asmara, tetapi permintaannya ditolak.[190]
And the days are not full enough
Dan siang hari tidaklah cukup penuh
Dan malam hari tidaklah cukup penuh
Dan hidup berlalu bagai seekor tikus ladang Tanpa menggoyangkan rumput.
Kecurigaan muncul pada Juni 1918 bahwa Pound sendiri yang menulis artikel dalam The Egoist yang memuji karyanya sendiri, dan terlihat jelas dari tanggapan yang timbul bahwa ia telah mendapat banyak musuh. Penyair F. S. Flint memberi tahu redaktur The Egoist bahwa "kita semua sudah lelah dengan Tuan Pound". Lingkaran sastra Inggris "lelah dengan tingkah lakunya" dan dengan usahanya yang "membual serta membesar-besarkan dirinya dan teman-temannya", tulis Flint. "Karyanya memburuk dari buku ke buku; sikapnya menjadi semakin menjengkelkan; dan kami berharap ia kembali saja ke Amerika."[192]
Terbitan Maret 1919 dari majalah Poetry menerbitkan karya Pound, Poems from the Propertius Series,[193] yang tampak seperti terjemahan dari penyair Latin Sextus Propertius.[n] Harriet Monroe, redaktur Poetry, menerbitkan sebuah surat pada April 1919 dari seorang profesor bahasa Latin, W. G. Hale, yang menemukan "sekitar enam puluh kesalahan" dalam teks tersebut; ia menyatakan bahwa Pound "sangat tidak paham bahasa Latin", bahwa "banyak dari apa yang ia buat seolah dikatakan oleh penulis aslinya tidak dapat dipahami", dan bahwa "Jika Tuan Pound seorang profesor bahasa Latin, tidak ada pilihan lain baginya selain bunuh diri" (dengan menambahkan "saya tidak menyarankan hal ini").[194] Pound membalas Monroe: "Air kencing kucing dan landak!! Karya ini sama sekali bukan terjemahan sebagaimana 'Altaforte' saya bukan terjemahan, atau sebagaimana Omar karya Fitzgerald bukan terjemahan." Suratnya diakhiri dengan ucapan "Dalam belas kasihan terakhir". Monroe menafsirkan kebisuannya setelah kejadian itu sebagai pengunduran dirinya dari majalah Poetry.[195]
Ia berjuang membangkitkan kembali seni mati
Dari puisi; untuk mempertahankan "hal yang adiluhung"
Dalam makna lama. Keliru sejak semula—
Bukan, hampir tak keliru, tetapi mengingat ia dilahirkan
Di negeri setengah liar, yang ketinggalan zaman;
Tekun bertekad memeras teratai dari biji ek; Kapaneus; ikan traut untuk umpan tiruan;
Ἴδμεν γάρ τοι πάνθ', ὅσ' ἐνι Τροίῃ[o]
Terserap dalam telinga yang tak tersumbat;
Memberi karang-karang sedikit ruang buang
Lautan terhempas menahannya, maka dari itu, pada tahun itu.
Menjelang tahun 1919, Pound merasa tidak ada alasan lagi untuk bertahan di Inggris. Menurut Aldington, ia telah menjadi "sangat memusuhi" Inggris,[198] merasa dirinya "disisihkan dari segala hal" kecuali dari New Age,[199] dan menyimpulkan bahwa orang-orang Inggris tidak peka terhadap "kelincahan mental dalam segala bentuknya".[200] Ia telah "menyia-nyiakan kesempatannya untuk menjadi direktur sastra London, hal yang tanpa ragu sangat diidamkannya," tulis Aldington pada tahun 1941, "akibat kesombongannya yang sangat besar, kebodohan, serta perilakunya yang buruk."[198]
Diterbitkan oleh The Ovid Press milik John Rodker pada Juni 1920,[201] puisi Pound Hugh Selwyn Mauberley menandai perpisahannya dengan London, dan menjelang bulan Desember pasangan Pound menyewakan kembali apartemen mereka serta bersiap-siap pindah ke Prancis.[202] Terdiri atas 18 bagian pendek, Mauberley menggambarkan seorang penyair yang hidupnya telah menjadi hampa dan tak bermakna. Puisi ini diawali dengan analisis satir terhadap dunia sastra London sebelum beralih ke kritik sosial, ekonomi, dan perang. Di sinilah kata usury (riba) pertama kali muncul dalam karyanya. Sebagaimana Eliot membantah bahwa dirinya adalah Prufrock, Pound pun membantah bahwa dirinya adalah Mauberley.[203] Pada tahun 1932, kritikus F. R. Leavis, yang saat itu menjabat sebagai direktur studi bahasa Inggris di Downing College, Cambridge, menyebut Mauberley sebagai "puisi agung, yang sekaligus tradisional dan orisinal. Kedudukan Tuan Pound sebagai seorang penyair bersandar padanya, dan bersandar dengan kokoh".[204]
Pada 13 Januari 1921, Orage menulis dalam New Age: "Tuan Pound telah mengibaskan debu London dari kakinya tanpa isyarat kejijikan yang terlalu tegas, tetapi, setidaknya, tanpa rasa terima kasih kepada negeri ini.... [Ia] telah menjadi pengaruh yang menggairahkan bagi kebudayaan di Inggris; ia telah meninggalkan jejaknya pada lebih dari satu cabang seni, pada sastra, musik, puisi, dan seni patung; serta tidak sedikit tokoh dan gerakan yang berutang awal mula pergerakannya pada dorongan penuh pengorbanan dirinya...".[205]
Namun dengan semua ini, Tuan Pound, seperti begitu banyak orang lain yang telah berjuang demi kemajuan kecerdasan dan kebudayaan di Inggris, telah menciptakan lebih banyak musuh daripada teman, dan musuh yang jauh lebih berkuasa daripada teman. Sebagian besar pers secara sengaja ditutup baginya oleh komplotan rahasia; buku-bukunya selama beberapa waktu telah diabaikan atau diremehkan; dan ia sendiri terpaksa hidup dengan penghasilan yang jauh lebih kecil daripada yang dibutuhkan untuk membiayai seorang kuli bangunan. Nasibnya, seperti yang telah saya katakan, bukanlah hal yang tidak biasa... Secara keseluruhan, Inggris membenci orang-orang berbudaya hingga mereka meninggal dunia.[205][p]
Pasangan Pound menetap di Paris sekitar bulan April 1921 dan pada bulan Desember pindah ke sebuah apartemen lantai dasar yang terjangkau di Rue Notre-Dame-des-Champs[fr] 70 bis.[207] Pound bersahabat dengan Marcel Duchamp, Fernand Léger, Tristan Tzara, dan tokoh-tokoh lain dari gerakan Dada serta Surealis, serta Basil Bunting.[208] Ia diperkenalkan kepada penulis Amerika Gertrude Stein, yang tinggal di Paris. Bertahun-tahun kemudian, Stein menulis bahwa ia menyukai Pound tetapi tidak menganggapnya menarik; menurutnya Pound adalah "penjelas desa, sangat bagus jika Anda adalah sebuah desa, tetapi jika tidak, tidak".[209]
Kumpulan puisi Pound Poems 1918–1921 diterbitkan di New York oleh Boni and Liveright pada tahun 1921. Pada bulan Desember tahun itu, Ernest Hemingway, yang saat itu berusia 22 tahun, pindah ke Paris bersama istrinya, Hadley Richardson, membawa surat-surat pengantar dari Sherwood Anderson.[210] Pada Februari 1922, pasangan Hemingway berkunjung ke tempat pasangan Pound untuk minum teh.[211] Meskipun Pound berusia 14 tahun lebih tua, keduanya bersahabat; Hemingway menempatkan dirinya sebagai murid dan meminta Pound menyunting cerita-cerita pendeknya.[212] Pound memperkenalkannya kepada kenalan-kenalannya, termasuk Lewis, Ford, John Peale Bishop, Malcolm Cowley, dan Derek Patmore, sementara Hemingway mencoba mengajari Pound bertinju.[213] Berbeda dari Hemingway, Pound bukanlah peminum dan lebih suka menghabiskan waktunya di salon-salon[214] atau membuat perabot untuk apartemennya serta rak buku untuk toko buku Shakespeare and Company milik Sylvia Beach.[215]
Eliot mengirimkan naskah The Waste Land kepada Pound pada tahun 1922. Pound menyuntingnya dengan memberikan komentar-komentar seperti "make up yr. mind" (bulatkan tekadmu),[215] serta memangkas panjangnya hingga hampir separuhnya. Eliot menulis pada tahun 1946: "Saya ingin berpikir bahwa naskah tersebut, beserta bagian-bagian yang dihapus, telah hilang tak berbekas; namun, di sisi lain, saya berharap coretan pensil biru di atasnya tetap terlestari sebagai bukti tak terbantahkan atas kejeniusan kritis Pound."[216] Dedikasinya dalam The Waste Land berbunyi "Untuk Ezra Pound / il miglior fabbro" ("pengerajin yang lebih baik"), dari Canto 26 Purgatorio karya Dante.[217]
Bertemu Olga Rudge
Pound berusia 36 tahun ketika ia bertemu dengan pemain biola asal Amerika Serikat berusia 26 tahun, Olga Rudge, di Paris pada musim panas tahun 1922.[218] Mereka diperkenalkan dalam sebuah salon yang diadakan oleh ahli waris kaya asal Amerika Serikat, Natalie Barney, di rumahnya yang berusia 300 tahun di Rue Jacob No. 20, dekat Boulevard Saint-Germain.[219] Keduanya bergerak di lingkaran sosial yang berbeda: Rudge adalah putri dari keluarga pengusaha baja kaya asal Youngstown, Ohio, yang tinggal di apartemen ibunya di Paris di kawasan Tepi Kanan (Right Bank) serta bergaul dengan kaum bangsawan, sementara teman-teman Pound sebagian besar merupakan penulis miskin di kawasan Tepi Kiri (Left Bank).[220]
Dua kali lebih panjang dari Paradise Lost dan 50 kali lebih panjang dari The Waste Land, karya Pound setebal 800 halaman The Cantos ("Canto I" hingga "Canto CXVI", ca1917–1962) menjadi karya seumur hidupnya.[q] Obituarinya dalam The Times menggambarkannya bukan sebagai puisi agung, karena ketiadaan struktur, melainkan sebuah improvisasi yang luar biasa: "[B]entuknya yang menjengkelkan memungkinkan munculnya sesekali, dan dalam Cantos awal serta dalam The Pisan Cantos tidak terlalu jarang, letupan bagian-bagian puisi agung, lava panas membara yang menerobos celah-celah di antara tumpukan puing batu yang membosankan."[222]
Canto CXVI
Telah kubawa bola kristal besar itu; Siapa yang dapat mengangkatnya?
Bisakah engkau memasuki biji oak cahaya yang agung itu? Namun keindahan bukanlah kegilaan
Meski kesalahan dan kehancuranku terhampar di sekelilingku.
Dan aku bukanlah seorang manusia setengah dewa,[r]
Aku tak dapat membuatnya menyatu.
Tiga canto pertama telah diterbitkan dalam majalah Poetry pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 1917,[182] tetapi pada tahun 1922 Pound meninggalkan sebagian besar karyanya dan memulainya kembali dari awal.[224] Canto-canto awal, yaitu "Ur-Cantos", menjadi "Canto I" dari karya baru tersebut.[225] Dalam surat-surat kepada ayahnya pada tahun 1924 dan 1927, Pound menyatakan bahwa The Cantos bagaikan rampai suara yang terdengar saat seseorang memutar kenop radio,[t] serta "[c]enderung mirip atau tidak mirip dengan subjek, respons, dan kontrasubjek dalam fuga":
A.A. Manusia hidup turun ke dunia Orang Mati.
C.B. 'Pengulangan dalam sejarah'.
B.C. 'Momen ajaib' atau momen metamorfosis, menerobos dari hal sehari-hari ke 'dunia ilahi atau abadi.' Para dewa., dll.[227]
Dengan merujuk pada seni, sejarah, dan sastra Amerika, Eropa, serta Timur, karya ini juga bersifat otobiografis.[228] Dalam pandangan pakar Pound, Carroll F. Terrell, karya tersebut merupakan sebuah puisi keagamaan yang agung, yang menggambarkan perjalanan umat manusia dari neraka menuju surga, sebuah "penyingkapan tentang bagaimana keilahian dimanifestasikan di alam semesta ... sejenis kecerdasan yang membuat biji ceri tumbuh menjadi pohon ceri."[229] Penyair Allen Tate berpendapat pada tahun 1949 bahwa puisi tersebut "tidak bercerita tentang apa pun ... sebuah suara tanpa subjek".[230] Menanggapi A Draft of XXX Cantos (1930), F. R. Leavis mengkritik "ketiadaan bentuk, tata bahasa, prinsip, dan arah" di dalamnya.[231] Ketiadaan bentuk ini menjadi kritik yang umum dilontarkan.[232][u] Pound menulis dalam canto lengkap terakhir, "Canto CXVI" (116, pertama kali diterbitkan dalam The Paris Review pada tahun 1962), bahwa ia tidak dapat "membuatnya menyatu",[234] meskipun beberapa baris kemudian, ketika merujuk pada alam semesta: "ia menyatu dengan baik / meskipun catatan-catatanku tidak menyatu."[235] Menurut pakar Pound Walter Baumann, sosok demigod (manusia setengah dewa) dalam "Canto CXVI"—"And I am not a demigod"—adalah Herakles dari lakon Para Wanita Trachis karya Sofokles (450–425 SM), yang menyeru sebelum wafatnya (berdasarkan terjemahan Pound): "KEMELELANGAN, / SEMUANYA MENYATU".[r] "Canto CXVI" diakhiri dengan baris-baris "secercah cahaya, seperti lilin alang-alang / untuk menuntun kembali pada kemelelangan."[237]
Italia (1924–1939)
Kelahiran anak-anak
Pasangan Pound merasa tidak bahagia di Paris. Dorothy mengeluhkan musim dingin di sana dan kesehatan Ezra memburuk.[238] Dalam suatu acara makan malam di Place de l'Odéon, seorang tamu penganut Surealisme yang sedang di bawah pengaruh obat-obatan mencoba merajam Pound dari belakang; Robert McAlmon bergelut dengan penyerang tersebut, dan para tamu berhasil pergi sebelum polisi tiba.[239] Bagi Pound, peristiwa tersebut makin menegaskan bahwa masa tinggal mereka di Prancis telah berakhir.[240] Mereka memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih tenang, lalu berangkat pada Oktober 1924 menuju kota tepi laut Rapallo di Italia utara.[241] Hemingway menulis dalam sebuah surat bahwa Pound sempat "mengalami sedikit gangguan saraf" saat berkemas, yang membuatnya dirawat selama dua hari di Rumah Sakit Amerika di Paris di Neuilly.[242] Selama periode ini, pasangan Pound hidup dari penghasilan Dorothy, yang ditambah dengan dividen saham investasinya.[243]
Kediaman Olga Rudge di Venesia sejak tahun 1928, di Calle Querini 252. Plakat tersebut dapat diterjemahkan sebagai: Tanpa pernah berhenti mencintai Venesia, Ezra Pound, sang raksasa puisi, tinggal di rumah ini selama setengah abad.
Dalam keadaan mengandung anak dari Pound, Olga Rudge menyusul pasangan tersebut ke Italia, dan pada Juli 1925 ia melahirkan seorang putri bernama Maria di sebuah rumah sakit di Brixen (bahasa Italia: Bressanone). Rudge dan Pound menitipkan bayi tersebut kepada seorang wanita petani berbahasa Jerman di Gais, Tyrol Selatan, yang anaknya sendiri telah meninggal dunia dan bersedia membesarkan Maria dengan imbalan 200 lira per bulan.[244] Pound dilaporkan percaya bahwa para seniman tidak seharusnya memiliki anak, karena menurut pandangannya, menjadi ibu akan merusak wanita. Menurut Hadley Richardson, Pound mengandengnya ke samping sebelum ia dan Hemingway meninggalkan Paris menuju Toronto untuk melahirkan anak mereka, lalu berkata kepadanya: "Baguslah, sebaiknya saya mengucapkan selamat tinggal kepadamu di sini dan saat ini juga karena [bayi itu] akan mengubahmu sepenuhnya."[245]
Pada akhir Desember 1925, Dorothy berlibur ke Mesir dan kembali pada 1 Maret,[246] lalu pada bulan Mei pasangan Pound dan Olga Rudge meninggalkan Rapallo menuju Paris untuk menghadiri pertunjukan konser semi-privat di Salle Pleyel membawakan Le Testament de Villon, sebuah opera satu babak yang digubah oleh Pound ("hampir tanpa nada", menurut Carpenter) bersama musisi Agnes Bedford dan George Antheil.[247][v] Pound menyewa dua penyanyi untuk pertunjukan tersebut; Rudge bermain biola, Pound memainkan perkusi, serta Joyce, Eliot, dan Hemingway duduk di kursi penonton.[249]
Pasangan tersebut tetap tinggal di Paris setelah pertunjukan; Dorothy sedang hamil dan ingin bayinya lahir di rumah sakit Amerika. Hemingway mendampinginya ke sana menggunakan taksi hingga lahirnya seorang putra, Omar Pound, pada 10 September 1926.[250] (Ezra adalah pengagum terjemahan Omar Khayyam karya FitzGerald.)[251] Ezra menandatangani akta kelahiran pada hari berikutnya di balai kota Neuilly dan menulis surat kepada ayahnya, "generasi berikutnya (laki-laki) telah tiba. D & dirinya tampak sehat-sehat saja."[250] Ezra sendiri akhirnya masuk ke rumah sakit Amerika untuk menjalani pemeriksaan dan, seperti yang dikatakannya kepada Olga, sebuah "operasi kecil".[252] Dorothy membawa Omar ke Inggris, tempat ia menetap selama setahun dan setelah itu mengunjunginya setiap musim panas. Omar mula-mula dikirim untuk tinggal di Felpham, Sussex, bersama seorang mantan pengawas dari Norland College, yang melatih pengasuh anak,[253] dan kemudian menjadi siswa berasrama di Charterhouse.[254] Ketika Dorothy berada di Inggris bersama Omar selama musim panas, Ezra akan menghabiskan waktu bersama Olga.[255] Ayah Olga membantunya membeli rumah di Venesia pada tahun 1928,[256] dan sejak tahun 1930 ia juga menyewa lantai atas sebuah rumah di Sant'Ambrogio, Caso 60, dekat kediaman pasangan Pound di Rapallo.[257]
Pada tahun 1925, sebuah majalah sastra baru, This Quarter, mendedikasikan terbitan pertamanya untuk Pound, termasuk penghormatan dari Hemingway dan Joyce.[258] Dalam kontribusi Hemingway, "Homage to Ezra", ia menulis bahwa Pound "mencurahkan mungkin seperlima dari waktu kerjanya untuk menulis puisi dan dalam dua puluh persen usahanya ini, ia melahirkan bagian yang besar dan terkemuka dari puisi-puisi yang benar-benar agung yang pernah ditulis oleh orang Amerika mana pun, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat—atau orang Inggris mana pun yang masih hidup atau telah wafat, atau orang Irlandia mana pun yang pernah menulis dalam bahasa Inggris."[259]
Dengan sisa waktunya, ia berusaha memajukan nasib teman-temannya, baik secara materi maupun artistik. Ia membela mereka saat diserang, membantu memuat karya mereka di majalah dan mengeluarkan mereka dari penjara. Ia meminjamkan uang kepada mereka. Ia menjual lukisan-lukisan mereka. Ia mengatur konser untuk mereka. Ia menulis artikel tentang mereka. Ia memperkenalkan mereka kepada wanita-wanita kaya. Ia membujuk penerbit untuk mengambil buku-buku mereka. Ia terjaga sepanjang malam bersama mereka ketika mereka mengaku akan mati dan ia menjadi saksi surat wasiat mereka. Ia membayar di muka biaya rumah sakit mereka dan mencegah mereka dari bunuh diri. Dan pada akhirnya, beberapa dari mereka menahan diri untuk tidak merajamnya pada kesempatan pertama.[259]
Berlawanan dengan pandangan positif Hemingway mengenai Pound, Richard Aldington memberi tahu Amy Lowell pada tahun itu bahwa Pound hampir dilupakan di Inggris: "sementara kita semua menanjak naik, ia justru merosot," tulisnya.[260] Di AS, Pound memenangkan penghargaan puisi The Dial senilai $2.000 pada tahun 1927[261] atas terjemahannya dari karya klasik Konfusius, Ajaran Agung.[262] Menggunakan uang hadiah tersebut, ia meluncurkan majalah sastranya sendiri, The Exile, pada bulan Maret, tetapi hanya empat edisi yang sempat terbit. Majalah tersebut berhasil dengan baik pada tahun pertama, dengan kontribusi dari Hemingway, E. E. Cummings, Basil Bunting, Yeats, William Carlos Williams, dan Robert McAlmon.[263] Beberapa karya terburuk di antaranya berupa tajuk rencana bertele-tele karya Pound mengenai Konfusianisme atau pujian bagi Lenin, menurut biografer J.J.Wilhelm.[264] Orang tuanya mengunjunginya di Rapallo pada tahun itu, menemui dirinya untuk pertama kali sejak tahun 1914. Ayahnya telah pensiun, sehingga mereka sendiri pindah ke Rapallo dan menempati sebuah rumah kecil, Villa Raggio, di atas bukit di atas kota tersebut.[265]
Antisemitisme Pound dapat ditelusuri setidaknya sejak tahun 1910, ketika ia menulis dalam Patria Mia, kumpulan esainya untuk New Age: "Hanya orang Yahudi yang dapat mempertahankan sifat-sifatnya yang penuh kebencian, terlepas dari kondisi iklim." Kalimat tersebut dihapus dari edisi tahun 1950.[86] Pada tahun 1922, ia rupanya tidak menyukai banyaknya orang Yahudi yang berkontribusi pada The Dial,[266] dan pada tahun 1939, ketika ia membacakan puisinya di Harvard, ia disebut memasukkan puisi-puisi antisemit dalam susunan acara karena ia percaya ada orang Yahudi di antara para penonton.[267][w]
Seorang sahabat Pound, penulis Lina Caico, menulis surat kepadanya pada Maret 1937 untuk memintanya memanfaatkan kenalan-kenalan musiknya demi membantu seorang pianis Yahudi Jerman di Berlin yang tidak memiliki cukup uang untuk bertahan hidup akibat Hukum Nuremberg. Meskipun biasanya bersedia membantu sesama seniman, Pound membalas (secara panjang lebar): "Anda menyentuh bagian yang sangat sensitif ... Biarkan ia mencoba Rothschild dan beberapa bajingan yang membunuh 10 juta orang Anglo-Saxon di Inggris."[270] Kendati demikian, ia membantah sebagai seorang antisemit; ia mengaku menyukai Baruch Spinoza, Michel de Montaigne, dan Alexander del Mar. "Maksud utama saya," tulisnya kepada Jackson Mac Low, "adalah bahwa beberapa si Yahudi mungkin bisa menempelkan label antisemit padaku JIKA ia mengabaikan sebagian besar tulisanku."[271][x]
Pound mulai percaya bahwa Perang Dunia I disebabkan oleh kapitalisme finansial, yang ia sebut sebagai "riba",[3] dan bahwa orang-orang Yahudilah yang patut disalahkan. Ia percaya solusinya terletak pada gagasan kredit sosial milik C. H. Douglas.[97] Pound beberapa kali menggunakan istilah Leihkapital (modal pinjaman), menyamakannya dengan orang Yahudi.[273] Hitler pernah menggunakan istilah yang sama dalam Mein Kampf (1926).[274][y] "Musuhmu adalah Das Leihkapital," tulis Pound dalam naskah siaran radio tahun 1942 yang ditujukan ke Britania Raya, "Modal Pinjaman internasional yang berkeliaran. Musuhmu bukanlah Jerman, musuhmu adalah uang pinjaman. Dan akan lebih baik terinfeksi tipus ... daripada terinfeksi oleh kebutaan ini yang mencegahmu memahami BAGAIMANA kamu digerogoti ... Tokoh besar Yahudi sangat terikat dengan Leihkapital ini sehingga tidak ada seorang pun yang mampu memisahkannya kembali."[276] Argumen tersebut beranggapan bahwa tanpa "riba" dan orang-orang Yahudi, tidak akan ada konflik kelas.[277]
Selain menyampaikan gagasan-gagasan ekonominya dalam ratusan artikel dan dalam The Cantos, Pound menulis lebih dari 1.000 surat per tahun sepanjang dasawarsa 1930-an.[278] Sejak tahun 1932, ia menulis 180 artikel untuk The New English Weekly, sebuah jurnal kredit sosial yang didirikan oleh A. R. Orage, serta 60 artikel untuk Il Mare, sebuah surat kabar di Rapallo.[279] Ia menulis kepada Bill Bird bahwa pers di Paris dikendalikan oleh Comité des forges. Ia juga terpengaruh oleh Charles Maurras, yang memimpin organisasi sayap kanan jauh Action Française.[280]
Pada tahun 1935, Pound menulis sebuah esai berjudul "What is Money For?" tempat ia mengadvokasi konsep uang bebas milik Silvio Gesell. Dalam esai tersebut, ia mengkritik riba dan berargumen bahwa "uang nabati" (vegetable money) diperlukan untuk menempatkan orang-orang yang mata pencahariannya bergantung pada produksi pangan pada kedudukan yang setara dengan orang-orang yang telah memiliki banyak uang tersimpan di bank.[281]
Pada bulan Desember 1932, Pound mengajukan permohonan untuk bertemu dengan Benito Mussolini setelah disewa untuk menggarap naskah film tentang fasisme Italia. Pound sebelumnya pernah meminta untuk bertemu dengan Mussolini (Olga Rudge sempat tampil membawakan musik secara privat untuk Mussolini pada 19 Februari 1927), tetapi kali ini ia diberi kesempatan untuk bertatap muka.[282] Mereka bertemu pada 30 Januari 1933 di Palazzo Venezia di Roma, pada hari saat Adolf Hitler diangkat menjadi Kanselir Jerman.[283]
Ketika Pound menyerahkan salinan A Draft of XXX Cantos kepada Mussolini, Mussolini dilaporkan mengomentari kutipan yang ditandai oleh Pound bahwa bagian tersebut bukanlah bahasa Inggris. Pound menjawab: "Bukan, itu adalah gagasan saya mengenai cara seorang Yahudi Eropa Daratan berbicara bahasa Inggris", yang ditanggapi oleh Mussolini dengan ucapan "Sangat menghibur" (divertente).[284] Pound mencoba membahas draf 18 poin dari teori-teori ekonominya.[284] (Daniel Swift menulis bahwa cerita ini telah "diceritakan berulang kali, dan dalam setiap versinya, rinciannya bergeser".)[285] Pound mengabadikan pertemuan tersebut dalam "Canto XLI".[286]
Pound menulis kepada C.H.Douglas bahwa ia "tidak pernah bertemu dengan siapa pun yang tampaknya begitu cepat memahami gagasan-gagasan saya seperti sang bos".[287] Pertemuan tersebut membuatnya merasa telah menjadi sosok yang berpengaruh, tulis Redman, seseorang yang dimintai pendapat oleh seorang kepala negara.[288] Ketika kembali ke Rapallo, ia disambut di stasiun oleh korps musik kota tersebut.[284]
Canto XLI
A QVESTO," said the Boss, "è divertente." catching the point before the aesthetes had got there;
Having drained off the muck by Vada
From the marshes, by Circeo, where no one else wd. have drained it.
Waited 2000 years, ate grain from the marshes:
Water supply for ten million, another one million "vani"
that is rooms for people to live in. XI of our era.
Segera setelah pertemuan tersebut, Pound mulai menulis The ABC of Economics dan Jefferson and/or Mussolini: L'Idea Statale Fascism as I Have Seen It (1935). Buku yang sebutkan belakangan telah siap pada akhir Februari,[290] meskipun ia kesulitan menemukan penerbit. Pada tahun 1942, Pound memberi tahu Kantor Keuangan Kerajaan Italia bahwa ia menulis buku tersebut untuk tujuan propaganda demi kepentingan Italia.[291] Ia menulis artikel-artikel yang memuji Mussolini dan fasisme untuk majalah The Criterion milik T.S.Eliot pada Juli 1933, New York World Telegram pada November 1933, Chicago Tribune pada 9 April 1934,[292] serta dalam 65 artikel untuk British-Italian Bulletin yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar Italia di London.[293]
Sikap antisemitisme Pound makin mendalam dengan diberlakukannya hukum rasial Italia pada tahun 1938,[z] yang didahului oleh penerbitan Manifesto Ras pada bulan Juli tahun itu. Mussolini menerapkan pembatasan-pembatasan terhadap orang Yahudi, yang diwajibkan untuk mendaftarkan diri. Orang-orang Yahudi asing kehilangan kewarganegaraan Italia mereka, dan pada 18 September 1938 Mussolini menyatakan Yudaisme sebagai "musuh fasisme yang tak terrekonsiliasi".[295]
Kunjungan ke Amerika Serikat
Ketika Olivia Shakespear meninggal dunia pada Oktober 1938 di London, Dorothy meminta Ezra untuk mengurus pemakamannya. Di sanalah ia bertemu dengan putra mereka yang berusia 12 tahun, Omar, untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. Ia mengunjungi Eliot dan Wyndham Lewis, yang melukis sebuah potret terkenal Pound yang sedang berbaring.[296]
Karena percaya bahwa ia dapat mencegah keterlibatan Amerika dalam Perang Dunia II, Pound berlayar menuju New York pada April 1939 menumpangi SS Rex dengan kamar kelas utama.[297][aa] Saat memberikan wawancara di atas geladak dengan mengenakan jaket bahan wol tuid, ia memberi tahu para wartawan bahwa Mussolini menginginkan perdamaian.[297] Di Washington, D.C., ia menghadiri sidang Kongres dan duduk di bagian galeri yang diperuntukkan bagi kerabat pejabat (karena hubungan kekerabatannya dengan Thaddeus Coleman Pound).[298] Ia melobi para senator dan anggota dewan,[299] menyantap makan siang bersama duta besar Polandia seraya memperingatkannya agar tidak mempercayai orang Inggris atau Winston Churchill,[300] serta meminta untuk bertemu dengan Presiden, meskipun diberitahu bahwa hal itu tidak dapat dilakukan.[298]
Ia berpartisipasi dalam pembacaan puisi di Harvard dan bersedia direkam oleh Departemen Pidato,[301] lalu pada bulan Juli ia menerima gelar doktor kehormatan dari Hamilton College bersama komentator radio H. V. Kaltenborn. Kaltenborn, yang disebut Pound pada saat itu sebagai Kaltenstein, menyampaikan pidato antifasis seusai makan siang ("kediktatoran akan mati, tetapi demokrasi akan tetap hidup"), yang disela oleh Pound dengan suara keras hingga, menurut sebuah catatan, rektor perguruan tinggi tersebut harus turun tangan.[302] Bertahun-tahun kemudian, Pound menggambarkan kejadian ini kepada Wyndham Lewis: "Hari itu terasa seperti di gedung pertunjukan musik, dengan panggung yang ditata/ hanya pada Upacara Kelulusan Perguruan Tinggi seseorang bisa berteriak pada si pembeber omong kosong/ si tong kosong Kaltenbourne itu."[303][ab] Pound berlayar kembali ke Italia beberapa hari kemudian menumpangi SS Conte di Savoia.[305]
Antara Mei dan September 1939, Pound menulis 12 artikel untuk The Japan Times (ia menjadi "koresponden Italia" untuk surat kabar tersebut),[306] yang mencakup klaim bahwa "Demokrasi saat ini didefinisikan di Eropa sebagai 'sebuah negara yang dijalankan oleh orang Yahudi'".[307] Ia membahas mengenai "keadilan hakiki dari tujuan perang Hitler" dan menulis bahwa Churchill hanyalah kedok pikun bagi keluarga Rothschild.[308]
Perang Dunia II dan siaran radio fasis (1939–1945)
Kampanye surat-menyurat
Ketika perang pecah pada September 1939, Pound memulai kampanye surat-menyurat kepada para politisi yang telah ia temui beberapa bulan sebelumnya.[309] Pada 18 Juni 1940, setelah jatuhnya Prancis, ia menulis surat kepada Senator Burton K. Wheeler: "Saya membaca sebuah peraturan bahwa hanya orang asing yang dianggap berguna dll/ yang diizinkan masuk ke AS. Orang-orang Yahudi terkotor dari Paris, Blum??" Ia menjelaskan bahwa mereka semua adalah wabah penyakit.[310] Kepada penerbitnya, James Laughlin, ia menulis bahwa "Roosevelt mewakili kaum Yahudi" dan menutup suratnya dengan salam "Heil Hitler".[300] Ia mulai menjuluki Roosevelt "Jewsfeldt" atau "Stinky Rooosenstein".[307] Dalam Meridiano di Roma, ia membandingkan Hitler dan Mussolini dengan Konghucu.[308] Dalam surat kabar milik Oswald Mosley, Action, ia menulis bahwa bangsa Inggris adalah "ras budak yang diperintah oleh Keluarga Rothschild sejak Perang Waterloo".[307] Menjelang Mei 1940, menurut sejarawan Matthew Feldman, pemerintah Britania Raya menganggap Pound sebagai "pemasok utama informasi kepada BUF [British Union of Fascists] dari luar negeri".[311] Agen sastranya di New York, John J. Slocum, mendesaknya untuk kembali menulis puisi dan kritik sastra; alih-alih menuruti, Pound justru mengirimi Slocum manifesto-manifesto politik, yang ditolak oleh Slocum untuk diterbitkan di Amerika Serikat.[312]
Antara 23 Januari 1941[314] hingga 28 Maret 1945, termasuk selama masa berlangsungnya Holokaus di Italia, Pound merekam atau menggubah ratusan siaran untuk radio Italia, sebagian besar untuk EIAR (Radio Roma) dan kemudian untuk sebuah stasiun radio di Republik Sosial Italia, sebuah negara bonekaJerman Nazi di Italia bagian utara dan tengah.[315] Disiarkan dalam bahasa Inggris, serta terkadang dalam bahasa Italia, Jerman, dan Prancis,[316] program EIAR dipancarkan ke Inggris, Eropa Tengah, dan Amerika Serikat.[317]
Dengan menggelari dirinya "Dr Ezra Pound" (satu-satunya gelar doktor yang dimilikinya adalah gelar kehormatan dari Hamilton College),[318] ia menyerang Amerika Serikat, Roosevelt, keluarga Roosevelt, Churchill, dan orang-orang Yahudi. Ia memuji Hitler, merekomendasikan eugenetika untuk "melestarikan yang terbaik dari ras tersebut",[319] serta menyebut orang Yahudi sebagai "sampah".[320] Siaran-siaran tersebut dipantau oleh Dinas Pemantau Siaran Luar Negeri Amerika Serikat, dan pada 26 Juli 1943 Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Columbia mendakwa Pound in absentia atas tuduhan pengkhianatan.[321] Menurut Feldman, arsip Pound di Yale memuat resi pembayaran sebanyak 195 kali dari Kementerian Kebudayaan Populer Italia sejak 22 April 1941 hingga 26 Januari 1944. Selama 33 bulan, Pound menerima 250.000 lira (saat itu setara dengan $12.500; atau $185.000 per tahun 2013).[322]
Pada 9–10 September 1943, angkatan bersenjata Jerman Wehrmacht menduduki Italia bagian utara dan tengah. Hitler menunjuk Mussolini sebagai kepala negara boneka fasis, Republik Sosial Italia atau Republik Salò.[323] Pound menyebutnya sebagai "Republik Utopia".[324] Perwira-perwira SS mulai mengumpulkan orang-orang Yahudi di kamp-kamp transit sebelum mengasingkan mereka ke Auschwitz-Birkenau.[325] Saat berada di Roma ketika pendudukan Jerman dimulai, Pound berjalan kaki dan naik kereta menuju ke utara ke Gais untuk mengunjungi putrinya, sebuah perjalanan sejauh sekitar 450 mile[convert: unit tak dikenal].[326][ac] Pada atau sekitar 23 November 1943, ia bertemu dengan Fernando Mezzasoma, Menteri Kebudayaan Populer yang baru, di Salò. Pound menulis surat kepada Dorothy dari Salò untuk menanyakan apakah ia dapat memperoleh radio yang disita dari orang-orang Yahudi untuk diberikan kepada Rudge, agar Rudge dapat membantu pekerjaannya.[328]
Sejak 1 Desember 1943, Pound mulai menulis naskah untuk stasiun radio baru negara tersebut.[329] Pada hari berikutnya, ia mengusulkan kepada Alessandro Pavolini, sekretaris Partai Fasis Republik, agar toko-toko buku diwajibkan secara hukum untuk memajang buku-buku tertentu, termasuk Protokol Para Tetua Sion (1903), sebuah dokumen hoaks buatan Okhrana yang diklaim sebagai rencana Yahudi untuk menguasai dunia. "Penangkapan orang Yahudi akan menimbulkan gelombang rasa iba yang tidak berguna," tulis Pound, "oleh karena itu Protokol tersebut perlu disebarluaskan. Kaum intelektual mampu merasakan gairah yang lebih tahan lama daripada sekadar emosional, tetapi mereka perlu memahami alasan di balik suatu konflik."[330] Pada 26 Januari 1945, dalam naskah berjudul "Corpses of Course" untuk program Jerry's Front Calling, Pound menulis: "Mengapa tidak diadakan satu pesta pora besar; memusnahkan Sieff dan Kuhn dan Loeb dan Guggenheim dan Stinkenfinger serta kawanan penderita sengau sisanya?"[331]
Pada Mei 1944, militer Jerman, yang berusaha mengamankan pesisir pantai dari Pasukan Sekutu, memaksa pasangan Pound mengevakuasi apartemen tepi laut mereka di Rapallo. Sejak saat itu hingga akhir perang, pasangan tersebut tinggal bersama Rudge di rumahnya yang terletak di atas bukit Rapallo di Sant'Ambrogio.[332] Terjadi kelangkaan pangan, serta tidak ada kopi, surat kabar, telepon, maupun surat-menyurat.[333] Menurut Rudge, Ezra dan Dorothy menghabiskan malam-malam mereka dengan mendengarkan BBC.[334] Selain naskah-naskah radio, Pound juga menulis untuk surat kabar Il Popolo di Alessandria. Ia berkeinginan untuk menulis bagi surat kabar yang lebih bereputasi, Corriere della Sera di Milan, tetapi redakturnya menganggap bahasa Italia buatan Pound "tidak dapat dipahami".[335]
Diambil di Pusat Pelatihan Disiplin
Pound menghabiskan waktu tiga minggu di dalam kandang berlapis di paling kiri.[336]
Mussolini dan kekasihnya, Clara Petacci, ditembak mati oleh milisi partisan Italia pada 28 April 1945. Jenazah mereka dipajang di Piazzale Loreto di Milan, dianiaya oleh kerumunan warga, lalu dibiarkan tergantung terbalik.[337] Pound menulis dalam "Canto LXXIV" (The Pisan Cantos), "Demikianlah Ben dan la Clara a Milano / digantung pada tumitnya di Milano".[338] Pada 3 Mei, milisi partisan bersenjata tiba di rumah Rudge dan mendapati Pound sendirian. Ia mengambil teks Konfusius Empat Buku serta sebuah kamus bahasa Mandarin–Inggris, lalu dibawa ke markas mereka di Zoagli,[339] dan kemudian atas permintaannya sendiri dibawa ke markas Korps Kontraintelijen AS di Genoa, tempat ia diinterogasi oleh agen FBI Frank L. Amprin.[340]
Pound meminta untuk mengirimkan telegram kepada Harry S. Truman guna membantu merundingkan "perdamaian yang adil" dengan Jepang. Ia ingin membuat siaran terakhir berjudul "Ashes of Europe Calling", yang di dalamnya ia tidak hanya menyarankan perdamaian dengan Jepang, tetapi juga pengelolaan Italia oleh Amerika Serikat, pembentukan negara Yahudi di Palestina, serta perlakuan lunak terhadap Jerman. Permintaannya ditolak dan naskah tersebut diteruskan kepada J. Edgar Hoover.[341] Beberapa hari kemudian, Amprin menyita lebih dari 7.000 surat, artikel, dan dokumen lainnya dari rumah Rudge sebagai barang bukti.[342] Pada 8 Mei, hari saat Jerman menyerah, Pound memberikan pernyataan lanjutan kepada pihak Amerika:
fotoKertas toilet yang menunjukkan permulaan Canto LXXIV[343]
Saya bukanlah seorang antisemit, dan saya membedakan antara lintah darat Yahudi dengan orang Yahudi yang bekerja secara jujur sehari-hari untuk menyambung hidup.
Hitler dan Mussolini adalah pria-pria sederhana dari desa. Saya menganggap Hitler sebagai seorang Santo, dan tidak menginginkan apa pun untuk dirinya sendiri. Saya rasa ia terkecoh hingga terjerumus ke dalam antisemitisme dan hal itu menghancurkannya. Itulah kesalahannya. Ketika Anda melihat "kekacauan" yang dialami Italia akibat menghabisi Mussolini, Anda akan memahami mengapa seseorang dapat mempercayai beberapa upayanya.[344]
Belakangan pada hari itu, ia memberi tahu seorang wartawan Amerika, Edd Johnson, bahwa Hitler adalah "seorang Jeanne d'Arc ... Seperti kebanyakan martir, ia memegang pandangan-pandangan ekstrem". Mussolini adalah "sosok yang sangat manusiawi, tidak sempurna, yang kehilangan kendali diri".[345] Pada 24 Mei, ia dipindahkan ke Pusat Pelatihan Disiplin Angkatan Darat Amerika Serikat di sebelah utara Pisa, tempat ia ditempatkan di salah satu kandang baja terbuka berukuran 6-x-6-kaki (1,8 x 1,8m) milik kamp tersebut, yang beratap kertas tar, serta diterangi oleh lampu sorot pada malam hari. Para insinyur memperkuat kandangnya pada malam sebelum ia tiba karena khawatir kalau-kalau para simpatisan fasis mencoba membebaskannya.[346]
Pound hidup dalam isolasi di tengah cuaca panas, tidur di atas lantai beton, dilarang berolahraga dan berkomunikasi, kecuali akses harian untuk menemui pastor militer.[347] Setelah tiga minggu, ia berhenti makan.[346] Ia mencatat apa yang tampak sebagai gangguan kesehatan mental dalam "Canto LXXX", tempat Odiseus diselamatkan dari tenggelam oleh Lefkotea: "pernahkah kau berenang di lautan udara telanjang / melintasi keabadian ketiadaan, / ketika rakit hancur dan air melingkupi diriku".[348] Staf medis memindahkannya keluar dari kandang tersebut pada minggu berikutnya. Pada 14 dan 15 Juni, ia diperiksa oleh psikiater, dan setelah itu ia dipindahkan ke tendanya sendiri.[349] Ia mulai menulis, menyusun draf dari karya yang kelak dikenal sebagai The Pisan Cantos.[350] Keberadaan dua lembar kertas toilet yang memuat sepuluh baris pertama "Canto LXXIV" dalam tulisan pensil mengindikasikan bahwa ia memulainya saat masih berada di dalam kandang.[351]
Pound tiba kembali di Washington, D.C. pada 18 November 1945, dua hari sebelum dimulainya Pengadilan Nuremberg.[352] Letkol P. V. Holder, salah satu perwira pengawal, menulis dalam sebuah afidavit bahwa Pound adalah seorang "orang aneh berkebutuhan intelektual (crackpot)" yang berniat melakukan pembelaan diri sendiri.[353] Dorothy tidak mengizinkannya; Pound menulis dalam sebuah surat: "Beri tahu Omar bahwa saya menyukai pengacara yang telah menulis biografi J. Adams dan menerjemahkan Konghucu. Kalau tidak, bagaimana ia BISA tahu tentang apa semua ini?".[354]
Ia didakwa di pengadilan pada 27 November atas tuduhan pengkhianatan,[ad] dan pada 4 Desember ia ditempatkan di kamar terkunci di bangsal psikiatri Rumah Sakit Gallinger.[356] Tiga psikiater yang ditunjuk pengadilan, termasuk Winfred Overholser, kepala Rumah Sakit St. Elizabeths, memutuskan bahwa ia secara mental tidak layak untuk diadili. Mereka mendapatinya "mengalami megalomania yang tidak normal... bersikap luap-luap dan berlebihan, menunjukkan bicara tertekan (pressure of speech), penyimpangan alur pembicaraan, serta mudah teralih perhatiannya."[357] Psikiater keempat yang ditunjuk oleh pengacara Pound awalnya menganggapnya sebagai seorang psikopat, yang akan membuatnya tidak layak untuk diadili.[358]
Pada 21 Desember 1945, sebagai kasus no. 58.102, ia dipindahkan ke Howard Hall, bangsal dengan pengamanan maksimum di St. Elizabeths, tempat ia ditahan di sel tunggal bermata pengintai (peepholes).[359] Pengunjung diizinkan masuk ke ruang tunggu selama 15 menit setiap kali kunjungan, sementara pasien-pasien berkeliaran sambil berteriak-teriak.[360] Persidangan pada 13 Februari 1946 menyimpulkan bahwa ia berjiwa "tidak sehat"; ia berteriak di pengadilan: "Sama sekali saya tidak pernah percaya pada Fasisme, persetan; saya menentang Fasisme."[361] Pengacara Pound, Julien Cornell, mengajukan permohonan pembebasannya pada persidangan bulan Januari 1947.[362] Sebagai jalan tengah, Overholser memindahkannya ke Bangsal Cedar yang lebih nyaman di lantai tiga sayap timur Gedung Pusat St. Elizabeths.[363] Pada awal tahun 1948, ia dipindahkan lagi, kali ini ke ruangan yang lebih luas di Bangsal Chestnut.[364]
John Tytell menulis bahwa Pound merasa sangat kerasan di Bangsal Chestnut.[365] Setelah akhirnya semua kebutuhannya terpenuhi, ia diizinkan membaca, menulis, dan menerima tamu, termasuk Dorothy selama beberapa jam sehari.[366] (Pada Oktober 1946, Dorothy telah diserahi tanggung jawab atas "diri dan harta benda" Pound.)[367] Ruangannya dilengkapi mesin tik, rak buku setinggi langit-langit, serta serpihan-serpihan kertas berisi gagasan untuk The Cantos yang digantung dengan tali dari langit-langit.[365] Ia telah mengubah sebuah ceruk kecil di bangsal menjadi ruang tamunya, tempat ia menjamu teman-temannya dan tokoh-tokoh sastra.[366][ae] Hal ini mencapai titik tempat ia menolak untuk membahas segala upaya pembebasan dirinya.[370]
Selama di St. Elizabeths, Pound sering menolak berbicara dengan psikiater yang nama-namanya ia anggap berbau Yahudi (ia menyebut psikiater sebagai "kikiatris"),[371] dan ia rupanya pernah memberi tahu Charles Olson: "Saya seorang Zionis di Italia, tetapi sekarang saya mendukung pogrom, setelah apa yang saya alami di sini (SLiz)."[372] Ia menyarankan para pengunjung untuk membaca Protokol Para Tetua Sion, dan menyebut pengunjung mana pun yang kebetulan tidak ia sukai sebagai orang Yahudi.[373] Pada November 1953, ia menulis surat kepada Olivia Rossetti Agresti bahwa Hitler "terjangkit mania Yahudi kotor untuk Penguasaan Dunia, seperti yang pernah kau tunjukkan/ penyakit Jerman TERBURUK ini didapat dari para bajingan alkitabiah yang kau dewa-dewakan dan kotor itu. Adolf paham betul akan basil kikisme/ yakni pada hampir semua racun lainnya.[sic] tetapi gagal mendapatkan vaksin untuk melawannya."[374]
dan Serpentine akan tampak persis sama
dan burung-burung camar sama rapinya di atas kolam
dan taman yang tenggelam tak berubah
dan Tuhan tahu apa lagi yang tersisa dari London kita
James Laughlin dari New Directions telah menyiapkan Cantos LXXIV–LXXXIV, yang dikenal sebagai The Pisan Cantos, untuk diterbitkan pada tahun 1946 dan memberikan salinan awal kepada Pound,[376] tetapi Laughlin menahannya, menunggu waktu yang tepat untuk menerbitkannya. Sekelompok teman Pound—T. S. Eliot, E. E. Cummings, W. H. Auden, Allen Tate, dan Joseph Cornell—bertemu dengan Laughlin pada Juni 1948 untuk membahas cara membebaskan Pound. Mereka merencanakan agar ia dianugerahi Hadiah Bollingen yang pertama, sebuah penghargaan puisi nasional baru dengan uang hadiah senilai $1.000 yang didonasikan oleh keluarga Mellon.[365]
Komite penghargaan tersebut terdiri dari 15 anggota majelis Perpustakaan Kongres, termasuk beberapa pendukung Pound, seperti Eliot, Tate, Conrad Aiken, Katherine Anne Porter, dan Theodore Spencer.[af] Gagasannya adalah bahwa Departemen Kehakiman akan berada dalam posisi yang serba salah jika Pound memenangkan penghargaan besar namun tidak dibebaskan.[365] Laughlin menerbitkan The Pisan Cantos pada 20 Juli 1948,[378] dan pada bulan Februari berikutnya penghargaan tersebut jatuh kepada Pound.[379][ag] Terdapat dua suara yang menolak, yaitu Katherine Garrison Chapin dan Karl Shapiro; Shapiro menyatakan bahwa ia tidak dapat memberikan suara bagi seorang antisemit karena ia sendiri adalah seorang Yahudi.[381] Pound kabarnya telah menyiapkan sebuah pernyataan—"Tidak ada komentar dari Rumah Gila"—tetapi akhirnya memutuskan untuk tetap bungkam.[382]
Kehebohan pun terjadi.[383] Surat kabar Pittsburgh Post-Gazette mengutip para pengkritik yang menyatakan bahwa puisi tidak dapat "mengubah kata-kata menjadi belatung yang menggerogoti martabat manusia dan tetap dianggap sebagai puisi yang baik".[384]Robert Hillyer, seorang pemenang Hadiah Pulitzer dan presiden Poetry Society of America, menyerang komite tersebut dalam The Saturday Review of Literature,[385] dengan memberi tahu para wartawan bahwa ia "tidak pernah melihat apa pun untuk dikagumi, tidak satu baris pun, dalam karya Pound".[386] Anggota Kongres Jacob K. Javits menuntut diadakannya penyelidikan terhadap komite penghargaan tersebut. Itu menjadi kali terakhir Perpustakaan Kongres mengelola penghargaan itu.[381]
Diagnosis
Dalam suatu konferensi kasus di St. Elizabeths pada 28 Januari 1946, enam psikiater menyimpulkan bahwa Pound mengidap gangguan kepribadian psikopatik, tetapi tidak mengalami psikosis. Hadir dalam pertemuan tersebut, ia memutuskan untuk berbaring di lantai saat para psikiater menginterogasinya.[387] Pada tahun 1952, Asosiasi Psikiatri Amerika menerbitkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-1) pertamanya, dan St. Elizabeths mulai mendiagnosis pasien berdasarkan definisi-definisi di dalamnya. Pada Juli 1953, seorang psikiater menambahkan catatan pada rekam medis Pound bahwa ia kemungkinan mengidap gangguan kepribadian narsistik. Ciri utama dari kepribadian Pound, tulisnya, adalah "narsisme yang mendalam, luar biasa, dan sangat berlebihan (sic)". Suatu gangguan kepribadian, tidak seperti kondisi yang memicu psikosis, tidak dianggap sebagai penyakit mental, dan diagnosis ini sebenarnya akan membuat Pound dianggap layak untuk diadili. Pada 31 Mei 1955, atas permintaan kepala rumah sakit Winfred Overholser, diagnosis tersebut diubah menjadi "gangguan psikotik yang tidak terdeferensiasi" (psychotic disorder, undifferentiated), yang diklasifikasikan sebagai penyakit mental.[388] Pada tahun 1966, setelah dibebaskan dari St. Elizabeths, Pound didiagnosis mengidap gangguan bipolar.[389]
Kegiatan politik selama dirawat
Pound menjalin persahabatan dengan Eustace Mullins, yang tampaknya terkait dengan Aryan League of America dan penulis biografi tahun 1961 berjudul This Difficult Individual, Ezra Pound.[390] Ia juga dikunjungi di rumah sakit oleh pemimpin Nazi Amerika Matt Koehl,[391] serta berteman dengan John Kasper, seorang anggota Ku Klux Klan yang, setelah putusan Brown v. Board of Education (keputusan Mahkamah Agung AS tahun 1954 yang mewajibkan desegregasi rasial di sekolah-sekolah negeri), mendirikan cabang Dewan Warga, yaitu Seaboard White Citizens' Council di Washington.[392] Para anggotanya harus berkulit putih, mendukung segregasi rasial, serta percaya pada keilahian Yesus.[393] Kasper menulis surat kepada Pound setelah mengaguminya semasa kuliah, dan keduanya pun menjalin persahabatan.[394] Pada tahun 1953, Kasper membuka toko buku sayap kanan jauh, "Make it New", di Bleecker Street No. 169, Greenwich Village,[395] yang memajang karya Pound di etalasenya.[396] Dengan kerja sama Pound, ia dan pengagum Pound lainnya, T. David Horton, mendirikan Square Dollar Series, sebuah lini penerbitan yang mencetak ulang buku-buku Pound dan buku-buku lain yang disetujuinya.[397]
Makin terlihat jelas bahwa Pound membimbing Kasper dalam aktivisme pro-segregasi yang dilakukannya.[398] Pada Januari dan Februari 1957, New York Herald Tribune memuat serangkaian artikel tentang hubungan mereka, yang setelahnya membuat FBI mulai memotret para pengunjung Pound.[399] Satu artikel menyebutkan bahwa beberapa pamflet Kasper, seperti yang diungkapkan oleh John Tytell, memiliki "nada khas Pound" di dalamnya.[400][ah] Kasper dipenjara pada tahun 1956 akibat pidato yang disampaikannya di Clinton, Tennessee,[401] dan ia diinterogasi mengenai pengeboman Sekolah Hattie Cotton tahun 1957 di Nashville.[402] Setelah Pound keluar dari rumah sakit pada tahun 1958, keduanya tetap saling berkabar; ia menulis kepada Kasper pada 17 April 1959: "Antisemitisme adalah kartu dalam program musuh, jangan memainkannya. ... Mereka MENGANDALKAN DIRIMU MEMAINKANNYA."[403]
Artikel New Times
Antara akhir tahun 1955 hingga awal 1957,[404] Pound menulis setidaknya 80 artikel tanpa nama atau menggunakan nama samaran—"sering kali buruk", catat Swift—untuk surat kabar New Times asal Melbourne, sebuah surat kabar yang berhubungan dengan gerakan kredit sosial. Noel Stock, salah seorang koresponden dan biografer awal Pound, bekerja untuk surat kabar tersebut dan menerbitkan artikel-artikel Pound di sana.[405] Sebagai seorang reporter radio berusia 24 tahun saat itu, Stock pertama kali menulis surat kepada Pound di rumah sakit setelah membaca The Pisan Cantos.[406]
Dalam New Times pada April 1956, Pound menulis: "Nenek moyang era Victoria kita akan sangat tersinggung oleh gagasan bahwa seseorang mungkin tidak bebas untuk mempelajari karakteristik rasial yang diwariskan", dan "Beberapa ras bersifat mempertahankan, terutama bagian-bagian yang paling tidak diinginkan dari masa lalu biadab mereka." Terdapat sebuah "konspirasi Yahudi-Komunis", yang ia bandingkan dengan sifilis. Kesetaraan ditolak sebagai "omong kosong anti-biologis".[407] "Tidak ada oven gas di Italia", tulisnya pada April 1956; sebulan kemudian ia merujuk pada "keributan tentang Hitler".[408] Pada 10 Agustus 1956: "Sangat diketahui dengan baik bahwa keributan mengenai 'desegregasi' di Amerika Serikat telah dimulai oleh orang-orang Yahudi." Sebaliknya, Amerika membutuhkan "kebanggaan ras".[407] Dengan menggunakan nama samaran, ia mengirimkan artikel-artikelnya secara langsung kepada Stock, sehingga redaktur surat kabar tersebut mungkin tidak menyadari bahwa semua artikel itu ditulis oleh Pound. Stock mengirimi Pound salinan artikel yang telah diterbitkan, yang kemudian didistribusikan Pound kepada para pengikutnya.[409] Ia menyumbangkan materi serupa ke publikasi-publikasi lain, termasuk Edge,[410] yang didirikan oleh Stock pada Oktober 1956.[411] Stock menyebut Edge sebagai majalah "gerakan bawah tanah internasional pengagum Pound" (international Poundian underground).[406]
Pembebasan
Pound difoto saat berjalan-jalan di Venesia, 1963
Teman-teman Pound terus berusaha membebaskannya dari St. Elizabeths. Pada tahun 1948, dalam upaya menyajikan siaran radionya sebagai hal yang tak berbahaya, Olga Rudge menerbitkan sendiri enam di antaranya (khusus topik kebudayaan) dengan judul If This Be Treason.[412] Ia mengunjunginya dua kali, pada tahun 1952 dan 1955, tetapi tidak dapat meyakinkannya untuk bersikap lebih tegas mengenai pembebasannya.[413] Pada tahun 1950, ia telah menulis surat kepada Hemingway untuk mengeluhkan bahwa teman-teman Pound belum berbuat cukup banyak. Hemingway dan Rudge tidak menyukai satu sama lain.[414] Ia[ambigu] memberi tahu Dorothy pada tahun 1951 bahwa "orang yang paling tidak masuk akal ... dalam semua hal ini adalah Olga Rudge".[415] Dalam apa yang disebut John Cohassey sebagai "jawaban yang terkontrol dan sambil menahan geram", Hemingway membalas Rudge bahwa ia akan mengampuni Pound jika ia bisa, tetapi Pound telah "membuat kesalahan yang cukup serius dengan menjadi pengkhianat bagi negaranya, dan untuk sementara waktu ia harus menanggung akibat dari perbuatannya sendiri". Ia mengakhiri balasannya dengan menyatakan "Agar lebih terang-terangan lagi, saya selalu mencintai Dorothy, dan masih mencintainya hingga kini."[414]
Empat tahun kemudian, tak lama setelah ia memenangkan Hadiah Nobel Sastra pada tahun 1954, Hemingway memberi tahu majalah Time, "Saya percaya ini akan menjadi tahun yang baik untuk membebaskan para penyair."[416] Penyair Archibald MacLeish memintanya pada Juni 1957 untuk menulis surat atas nama Pound. Hemingway percaya Pound tidak akan berhenti membuat pernyataan dan menjalin persahabatan yang tidak pantas, tetapi ia tetap menandatangani surat MacLeish dan menjanjikan $1.500 untuk diserahkan kepada Pound setelah dibebaskan.[417] Dalam sebuah wawancara untuk The Paris Review pada awal tahun 1958, Hemingway menyatakan bahwa Pound harus dibebaskan dan Kasper dipenjarakan.[418]
Beberapa publikasi mulai berkampanye pada tahun 1957. Surat kabar Prancis Le Figaro menerbitkan seruan berjudul "Orang Gila di St. Elizabeths". The New Republic, Esquire, dan The Nation mengikuti langkah tersebut. The Nation berargumen bahwa Pound adalah "seorang pria tua yang sakit dan jahat", tetapi ia memiliki hak-haknya.[419] Pada tahun 1958, MacLeish menyewa Thurman Arnold, seorang pengacara bereputasi tinggi yang akhirnya tidak mengenakan biaya sama sekali, untuk mengajukan mosi membatalkan dakwaan tahun 1945. Overholser, kepala rumah sakit tersebut, mendukung permohonan tersebut dengan sebuah afidavit yang menyatakan bahwa Pound mengalami gangguan jiwa secara permanen dan tidak dapat disembuhkan, serta bahwa penahanannya tidak memiliki tujuan terapi.[420] Mosi tersebut disidangkan pada 18 April 1958 oleh Ketua Hakim Bolitha Laws, yang telah memasukkan Pound ke St. Elizabeths pada tahun 1945. Departemen Kehakiman tidak menentang mosi tersebut,[421] dan Pound dibebaskan pada 7 Mei.[422]
Italia (1958–1972)
Depresi
Pound bersama Anggota Kongres Usher Burdick tak lama setelah pembebasannya dari St. Elizabeths pada tahun 1958. Burdick membantu mengupayakan pembebasannya.[423]
Pound dan Dorothy tiba di Napoli menumpangi SSCristoforo Colombo pada 9 Juli 1958, tempat Pound difoto sedang memberikan hormat fasis kepada awak pers yang menunggu.[424] Ketika ditanya kapan ia dibebaskan dari rumah sakit jiwa, ia menjawab: "Saya tidak pernah dibebaskan. Ketika meninggalkan rumah sakit, saya masih berada di Amerika, dan seluruh Amerika adalah rumah sakit jiwa."[425] Mereka didampingi oleh seorang guru muda yang ditemui Pound di rumah sakit, Marcella Spann, yang berpura-pura bertindak sebagai sekretarisnya.[426] Setelah turun di Genova, rombongan tersebut tiba tiga hari kemudian di Kastel Brunnenburg, dekat Merano di Tyrol Selatan, untuk tinggal bersama putrinya Maria,[427] tempat Pound bertemu dengan cucu-cucunya untuk pertama kalinya.[428][ai] Dorothy biasanya mengabaikan perselingkuhannya, tetapi ia menggunakan wewenang hukumnya atas royalti Pound untuk memastikan Spann diusir kembali ke Amerika Serikat pada Oktober 1959.[430]
Menjelang Desember 1959, Pound terjerat dalam depresi.[431] Menurut penulis Michael Reck, yang beberapa kali mengunjunginya di St. Elizabeths,[432] Pound telah berubah; ia sedikit berbicara dan menyebut karyanya "tidak berguna".[433] Dalam sebuah wawancara tahun 1960 di Roma bersama Donald Hall untuk The Paris Review, ia berkata: "Anda—mendapati saya—terpecah-pecah." Ia berjalan bolak-balik selama tiga hari yang dibutuhkan untuk menyelesaikan wawancara tersebut, tidak pernah menyelesaikan kalimat, bergelora penuh energi pada satu menit, lalu terkulai, dan pada satu titik tampak hampir pingsan. Hall menyatakan bahwa jelas Pound "meragukan nilai dari segala sesuatu yang telah ia lakukan sepanjang hidupnya".[434]
Pada tahun 1958 Ezra dan Dorothy tinggal bersama Mary di Brunnenburg.
Orang-orang terdekatnya mengira ia mengidap demensia, dan pada pertengahan tahun 1960 ia menghabiskan waktu di klinik ketika berat badannya menurun drastis. Kondisinya sempat membaik, tetapi pada awal tahun 1961 ia mengidap infeksi saluran kemih. Dorothy merasa tidak sanggup lagi merawatnya, sehingga ia pergi untuk tinggal bersama Olga Rudge, pertama di Rapallo lalu di Venesia; setelah itu Dorothy sebagian besar tinggal di London bersama Omar.[435] Pada tahun 1961, Pound menghadiri pertemuan di Roma untuk menghormati Oswald Mosley, yang sedang mengunjungi Italia.[436][aj]
Pada tahun 1966, ia dirawat di rumah sakit jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Genova untuk menjalani evaluasi pascaoperasi prostat. Catatan medisnya menyebutkan bahwa ia mengalami retardasi psikomotor, insomnia, depresi, serta percaya bahwa ia telah "terkontaminasi oleh mikroba".[439] Menurut psikiater yang merawatnya, Pound sebelumnya pernah menjalani terapi elektrokonvulsif. Kali ini ia diberi imipramin dan memberikan respons yang baik. Para dokter mendiagnosisnya mengidap gangguan bipolar.[389] Dua tahun kemudian, ia menghadiri pembukaan pameran di New York yang menampilkan naskah The Waste Land karya Eliot yang dipenuhi coretan tinta birunya.[440] Ia melanjutkan perjalanan ke Hamilton College dan disambut dengan tepuk tangan berdiri.[441]
Klaim Reck
Biografer Pound, Michael Reck, mengklaim pernah bertemu dengan Pound di restoran Pensione Cici di Venesia pada tahun 1967,[432] yang di dalamnya Pound memberi tahu Allen Ginsberg dan Peter Russell bahwa puisi-puisinya sendiri adalah "banyak omong kosong yang membingungkan" dan tidak masuk akal, serta bahwa tulisannya adalah "sebuah kekacauan", "bodoh dan dungu dari awal sampai akhir". Reck menulis tentang pertemuan tersebut dalam Evergreen Review pada tahun berikutnya. "Pada usia tujuh puluh tahun saya menyadari bahwa alih-alih menjadi orang gila, saya adalah orang bodoh," dilaporkan kata Pound. Ia "tampak sangat pemuram" dan hampir tidak berbicara: "Tidak ada yang lebih sulit daripada bercakap-cakap dengan Pound saat ini," tulis Reck.[442]
Menurut Reck, Pound memberikan penolakan dengan kata-kata yang tersusun hati-hati terhadap antisemitisme dirinya. Ketika Ginsberg menenangkan Pound dengan mengatakan bahwa ia telah "menunjukkan jalan kepada kami", Pound dikabarkan menjawab: "Kebaikan apa pun yang telah kubuat telah dirusak oleh niat buruk—keterikatan pada hal-hal yang tidak relevan dan bodoh." Reck melanjutkan: "Kemudian dengan sangat perlahan, dengan penekanan, dan tentu saja sadar bahwa Ginsberg adalah seorang Yahudi: 'Namun kesalahan terburuk yang kubuat adalah prasangka antisemitisme yang bodoh dan picik itu.'"[443][ak]
Tak lama sebelum kematiannya pada tahun 1972, sebuah komite Akademi Seni dan Ilmu Pengetahuan Amerika (American Academy of Arts and Sciences), yang mencakup penerbitnya James Laughlin, mengusulkan agar Pound dianugerahi Medali Emerson-Thoreau. Setelah gelombang protes yang meluas, dewan akademi menolaknya dengan pemungutan suara 13 banding 9.[446] Dalam kata pengantar jilid prosa karyanya yang diterbitkan oleh Faber & Faber, ia menulis pada bulan Juli: "Dalam kalimat yang merujuk pada kelompok atau ras 'mereka' harus digunakan dengan sangat hati-hati. re RIBA: / Saya kehilangan fokus, menganggap gejala sebagai penyebab. / Penyebabnya adalah KERAKUSAN."[447]
Pada ulang tahunnya yang ke-87, tanggal 30 Oktober 1972, ia terlalu lemah untuk meninggalkan kamar tidurnya. Malam berikutnya ia dilarikan ke Rumah Sakit Sipil San Giovanni e Paolo di Venesia, tempat ia meninggal dalam tidurnya pada 1 November akibat "penyumbatan usus mendadak".[448] Diberitahu melalui telegram, Dorothy Pound, yang tinggal di sebuah panti jompo di dekat Cambridge, Inggris, meminta upacara pemakaman Protestan di Venesia. Telegram dikirimkan melalui kedutaan besar Amerika Serikat di Roma dan London, serta konsulat di Milan, tetapi Rudge tidak bersedia mengubah rencana yang telah dibuatnya untuk pagi hari tanggal 3 November. Omar Pound terbang ke Venesia secepat yang ia bisa, bersama Peter du Sautoy dari Faber & Faber, tetapi ia tiba terlambat.[449] Empat pengemudi gondola berpakaian hitam mendayung jenazah Pound ke pemakaman umum Venesia, Pemakaman San Michele, tempat ia dimakamkan di bagian Protestan pemakaman tersebut seusai ibadat Protestan, di dekat Diaghilev dan Stravinsky yang bersemayam di bagian Ortodoks di sebelahnya, bersama umat Kristen non-Katolik lainnya.[450] Menurut Hugh Kenner, Pound sejatinya ingin dimakamkan di Idaho dengan patung dadanya karya Henri Gaudier-Brzeska diletakkan di atas makamnya.[451] Dorothy Pound meninggal dunia di Inggris pada tahun berikutnya dalam usia 87 tahun. Olga Rudge meninggal dunia pada tahun 1996 dalam usia 100 tahun, dan dimakamkan di samping Pound.[440]
Setelah penganugerahan Hadiah Bollingen pada tahun 1949, teman-teman Pound berupaya merhabilitasi namanya.[452] Penerbit milik James Laughlin, New Directions Publishing, menerbitkan Selected Poems karyanya, dengan pengantar oleh Eliot, serta seleksi The Cantos yang telah disensor. Ralph Fletcher Seymour menerbitkan Patria Mia (ditulis sekitar tahun 1912) untuk menunjukkan bahwa Pound adalah seorang patriot Amerika.[453] Dalam iklan, artikel majalah, dan pengantar kritis, teman-teman serta penerbit Pound mengaitkan antisemitisme dan fasismenya dengan gangguan jiwa.[454]
Pakar sastra Betsy Erkkila menulis bahwa tidak ada orang yang lebih penting bagi rehabilitasi nama Pound selain Hugh Kenner,[455] yang diperkenalkan kepada Pound oleh Marshall McLuhan di St. Elizabeths pada Mei 1948, ketika Kenner berusia 25 tahun.[456] Buku Kenner The Poetry of Ezra Pound (1951) mengadopsi pendekatan Kritik Baru (New Criticism), tempat satu-satunya hal yang penting adalah karya itu sendiri.[457]
New Directions dan Faber & Faber menerbitkan Ezra Pound: Translations pada tahun 1953 dengan pengantar oleh Kenner, dan pada tahun berikutnya menerbitkan Literary Essays of Ezra Pound dengan pengantar oleh Eliot.[453] Disertasi doktor pertama mengenai Pound diselesaikan pada tahun 1948, dan menjelang tahun 1970 terdapat sekitar sepuluh disertasi per tahun. Buku Kenner The Pound Era (1971), yang mengabaikan fasisme, antisemitisme, Perang Dunia II, pengkhianatan, dan Hadiah Bollingen, secara efektif menyamakan Pound dengan modernisme.[458]
Pakar Pound Leon Surette berargumen bahwa pendekatan Kenner bersifat hagiografis. Ia memasukkan jurnal karya Caroll F. Terrell, Paideuma: A Journal Devoted to Ezra Pound Scholarship,[459] yang didirikan pada tahun 1972 dan disunting oleh Kenner dan Eva Hesse,[460][455][al] serta karya dua jilid Terrell A Companion to the Cantos of Ezra Pound (1980–1984) ke dalam pendekatan tersebut.[459] Pada tahun 1971 Terrell mendirikan National Poetry Foundation untuk berfokus pada Pound, dan mengorganisasi konferensi-konferensi tentang Pound pada tahun 1975, 1980, 1985, dan 1990.[462]
Menyusul biografi karya Eustace Mullins, This Difficult Individual, Ezra Pound (1961), diterbitkan buku Life of Ezra Pound (1970) karya Noel Stock. Mantan reporter tersebut, Stock, adalah salah satu penerbit artikel-artikel surat kabar Pound pada dasawarsa 1950-an, termasuk pandangan antisemitismenya.[463] Buku Ronald Bush The Genesis of Ezra Pound's Cantos (1976) menjadi studi kritis pertama mengenai The Cantos.[464] Beberapa biografi penting bermunculan pada dasawarsa 1980-an: karya tiga jilid J. J. Wilhelm (1985–1994), diawali dengan The American Roots of Ezra Pound; buku John TytellEzra Pound: The Solitary Volcano (1987); serta buku Humphrey Carpenter setebal 1.005 halaman A Serious Character (1988). Karya tiga jilid A. David Moody Ezra Pound: Poet (2007–2015) menggabungkan biografi dengan kritik sastra.[465]
Studi-studi yang memeriksa hubungan Pound dengan kelompok sayap kanan jauh meliputi The Genealogy of Demons (1988) karya Robert Casillo; Ezra Pound and Italian Fascism (1999) karya Tim Redman; Pound in Purgatory (1999) karya Leon Surette;[466]Ezra Pound's Fascist Propaganda, 1935–45 (2013) karya Matthew Feldman; serta John Kasper and Ezra Pound (2015) karya Alec Marsh.
Warisan
Canto CXVI
Secercah cahaya, seperti lilin gelagah Untuk menuntun kembali pada kecemerlangan.
Sebagian besar warisan Pound terletak pada upayanya dalam memajukan karya beberapa penulis modernis paling terkenal pada awal abad ke-20, khususnya antara tahun 1910 dan 1925.[467] Selain Eliot, Joyce, Lewis, Frost, Williams, Hemingway, H.D., Aldington, dan Aiken, ia berteman dengan dan membantu Cummings, Bunting, Ford, Marianne Moore, Louis Zukofsky, Jacob Epstein, Margaret Anderson, George Oppen, dan Charles Olson.[468]
Di luar hal tersebut, warisannya memicu pandangan yang beragam. Ia merupakan seorang lirikus yang ulung dengan kepekaan bahasa yang tajam;[469] obituarinya di The Times menyatakan bahwa ia memiliki "kepekaan irama yang tanpa cela".[222] Menurut Ira Nadel, ia "mula-mula merombak matra puitis, gaya sastra, dan keberadaan puisi panjang". Nadel mengutip pentingnya peran Pound dalam penyuntingan The Waste Land, penerbitan Ulysses, serta perannya dalam mengembangkan Imajisme.[470] Hugh Witemeyer berargumen bahwa Imajisme "mungkin merupakan satu gerakan paling penting" dalam puisi berbahasa Inggris abad ke-20, karena mempengaruhi semua penyair terkemuka pada generasi Pound dan dua generasi setelahnya.[471] Menurut Hugh Kenner pada tahun 1951, meskipun tidak ada penulis kontemporer hebat yang karyanya paling sedikit dibaca selain Pound, tidak ada orang yang mampu "secara berulang-ulang memikat dengan lebih pasti, melalui keindahan bahasa yang murni" bagi orang-orang yang biasanya lebih suka membicarakan para penyair ketimbang membaca karya mereka.[472]
Di sisi lain, Robert Conquest berargumen pada tahun 1979 bahwa para pengkritik bertanggung jawab atas promosi Pound meskipun ia memiliki "bakat yang sangat minim", yang "dibesar-besarkan secara berlebihan".[473] "Ini bukanlah tuduhan terhadap keangkuhan Pound yang luar biasa," tulisnya, "melainkan terhadap obskurantisme berpikiran sempit dari departemen-departemen bahasa Inggris dan lembaga-lembaga kritik yang telah membangun sistem apologetika yang bahkan akan dihindari oleh Yesuit paling licik pada abad ketujuh belas."[474] Menurut Samuel Putnam, mereka yang menghargai puisi Pound kecil kemungkinan menghargai prosanya atau karyanya sebagai seorang pengkritik.[475]
Kemarahan atas kolaborasinya dengan kekuatan Poros begitu mendalam sehingga mendominasi perdebatan. "Bencana yang lebih besar tidak dapat menimpa seni," tulis Arthur Miller pada Desember 1945, "selain jika Ezra Pound, sang corong Mussolini, disambut kembali sebagai penentu arah kesusasteraan Amerika".[476] Selama berdasawarsa-dasawarsa, menurut Redman, para pengkritik berdebat bahwa Pound tidak benar-benar seorang penyair atau tidak benar-benar seorang fasis, atau bahwa ia seorang fasis tetapi puisinya tidak bersifat fasistis, atau bahwa terdapat sosok Pound yang jahat dan Pound yang baik.[477] Penyair Amerika Elizabeth Bishop, pemenang Hadiah Pulitzer tahun 1956 dan salah seorang pengunjungnya di rumah sakit—Pound menjulikinya "Liz Bish"—mencerminkan ambivalensi tersebut dalam puisinya "Visits to St. Elizabeths" (1957).[478] "Inilah masa / sang pria tragis / yang terbaring di rumah Bedlam." Seiring berjalannya puisi tersebut, sang pria tragis, yang tak pernah disebutkan namanya, menjadi sang pria yang suka bicara; sang pria yang dihormati; sang pria tua yang pemberani; sang pria pemarah; sang pria yang kejam; sang pria yang sibuk; sang pria yang membosankan; sang penyair, sang pria; dan akhirnya, sang pria yang malang.[479]
Karya pilihan
(1908). A Lume Spento. Venesia: A. Antonini (puisi, dicetak secara pribadi).
(1908). A Quinzaine for This Yule. London: Pollock (puisi, dicetak secara pribadi); dan Elkin Mathews.
(1910). Provenca. Boston: Small, Maynard and Company (puisi).
(1911). Canzoni. London: Elkin Mathews (puisi).
(1912). The Sonnets and Ballate of Guido Cavalcanti. Boston: Small, Maynard and Company (terjemahan; edisi yang lebih murah hancur akibat kebakaran, London: Swift & Co).
(1912). Ripostes. S. Swift, London (puisi; penyebutan pertama Imajisme).
(1933). ABC of Economics. London: Faber & Faber (esai).
(1934). Eleven New Cantos: XXXI–XLI. New York: Farrar & Rinehart (puisi).
(1934). Homage to Sextus Propertius. London: Faber & Faber (puisi).
(1934). ABC of Reading. New Haven: Yale University Press (esai).
(1934). Make It New. London: Faber & Faber (esai).
(1935). Alfred Venison's Poems: Social Credit Themes by the Poet of Titchfield Street. London: Stanley Nott, Ltd. Pamphlets on the New Economics, No. 9 (esai).
(1935). Jefferson and/or Mussolini. London: Stanley Nott (esai).
(1935). Social Credit: An Impact. London: Stanley Nott (esai). Cetak ulang: Peter Russell (1951). Money Pamphlets by Pound, no. 5, London.
(1936) bersama Ernest Fenollosa. The Chinese Written Character as a Medium for Poetry. London: Stanley Nott.
(1937). The Fifth Decad of Cantos. New York: Farrar & Rinehart (puisi).
(1937). Konfusius: Digest of the Analects, disunting dan diterbitkan oleh Giovanni Scheiwiller (terjemahan).
(1938). Guide to Kulchur. New York: New Directions.
(1939). What Is Money For?. Greater Britain Publications (esai). Money Pamphlets by Pound, no. 3. London: Peter Russell.
(1940). Cantos LXII–LXXI. New Directions, New York (Cantos 62–71 John Adams).
(1942). Carta da Visita di Ezra Pound. Edizioni di lettere d'oggi. Roma. Terjemahan bahasa Inggris oleh John Drummond: A Visiting Card. Money Pamphlets by Pound, no. 4. London: Peter Russell, 1952 (esai).
(1944). L'America, Roosevelt e le cause della guerra presente. Casa editrice della edizioni popolari, Venesia. Terjemahan bahasa Inggris oleh John Drummond: America, Roosevelt and the Causes of the Present War, Money Pamphlets by Pound, no. 6, Peter Russell, London 1951.
(1944). Introduzione alla Natura Economica degli S.U.A.. Casa editrice della edizioni popolari. Venesia. Terjemahan bahasa Inggris An Introduction to the Economic Nature of the United States oleh Carmine Amore. Cetak ulang: Peter Russell, Money Pamphlets by Pound, London 1950 (esai).
(1944). Orientamenti. Casa editrice dalla edizioni popolari. Venesia (prosa).
(1944). Oro et lavoro: alla memoria di Aurelio Baisi. Moderna, Rapallo. Terjemahan bahasa Inggris: Gold and Work, Money Pamphlets by Pound, no. 2, Peter Russell, London 1952 (esai).
(1948). If This Be Treason. Siena: dicetak secara pribadi untuk Olga Rudge oleh Tip Nuova (draf asli dari enam siaran Radio Roma milik Pound).
(1948). The Pisan Cantos. New York: New Directions Publishing (Cantos 74–84).
(1948). The Cantos of Ezra Pound (mencakup The Pisan Cantos). New Directions, puisi.
(1949). Elektra (dimulai pada 1949, pertama kali dipentaskan pada 1987), sebuah sandiwara karya Ezra Pound dan Rudd Fleming.
(1950). Patria Mia. Chicago: R. F. Seymour (pengerjaan ulang artikel New Age, 1912–1913). OCLC230706458
(1951). Confucius: The Great Digest and Unwobbling Pivot. New York: New Directions (terjemahan). OCLC334011927.[480](John) Kaspar & (David) Horton, Square $ Series, New York (terjemahan).
(1951). Konfusius: Analects(John) Kaspar & (David) Horton, Square $ Series, New York (terjemahan).
(1954). The Classic Anthology Defined by Confucius. Harvard University Press (terjemahan).
(1954). Lavoro ed Usura. All'insegna del pesce d'oro. Milano (esai).
(1955). Section: Rock-Drill, 85–95 de los Cantares. All'insegna del pesce d'oro, Milano (puisi).
(1956). Sophocles: The Women of Trachis. A Version by Ezra Pound. Neville Spearman, London (terjemahan).
(1957). Brancusi. Milano (esai).
(1959). Thrones: 96–109 de los Cantares. New York: New Directions (puisi).
(1968). Drafts and Fragments: Cantos CX–CXVII. New York: New Directions (puisi).[481]
Catatan penjelas
↑Pada 21 November 1932, Hemingway menulis ("Pernyataan tentang Ezra Pound", The Cantos of Ezra Pound: Some Testimonies, New York: Farrar & Rinehart, 1933): "Setiap penyair yang lahir pada abad ini atau dalam sepuluh tahun terakhir abad sebelumnya yang secara jujur dapat mengatakan bahwa ia tidak terpengaruh oleh atau belajar banyak dari karya Ezra Pound patut dikasihani alih-alih dicerca. Hal itu sama halnya jika seorang penulis prosa yang lahir pada masa itu tidak belajar dari atau terpengaruh oleh James Joyce, atau seorang pengembara yang melintasi badai salju dahsyat tanpa merasakan dinginnya, atau badai pasir tanpa merasakan pasir dan anginnya. Karya terbaik Pound, yaitu yang terdapat dalam CANTOS, akan bertahan selama sastra itu sendiri masih ada."[2]
↑"Ada seorang pemuda dari Barat,/ Melakukan yang ia bisa demi hasil terbaik;/ Namun pemilu pun tiba;/ Ia mendapati dirinya tenggelam,/ Dan surat kabar akan memberi tahu Anda sisanya."[13]
↑Dalam "How I Began", T.P.'s Weekly (6 Juni 1913), Pound menulis: "Saya bertekad bahwa pada usia tiga puluh tahun saya akan tahu lebih banyak tentang puisi daripada siapa pun yang masih hidup, bahwa saya akan memahami isi yang dinamis dari cangkangnya, bahwa saya akan tahu apa yang dianggap sebagai puisi di mana pun, bagian puisi mana yang 'tidak terancam hancur', bagian mana yang tidak dapat hilang akibat penerjemahan, serta, yang tak kalah pentingnya, efek-efek apa saja yang hanya dapat diperoleh dalam satu bahasa dan sama sekali tidak dapat diterjemahkan."Dalam pencarian ini saya mempelajari kurang lebih sembilan bahasa, membaca materi-materi Timur dalam bentuk terjemahan, dan menentang setiap peraturan Universitas serta setiap profesor yang mencoba membuat saya mempelajari apa pun di luar hal ini, atau yang mengganggu saya dengan 'persyaratan untuk meraih gelar'."[23]
21 Januari 1909: "Kuliah Pengantar. Pencarian Kualitas-Kualitas Utama Sastra".
28 Januari: "Bangkitnya Nyanyian di Provens".
4 Februari: "Perasaan Keagamaan Abad Pertengahan".
11 Februari: "Perdagangan dengan Timur".
18 Februari: "Lirikis Latin Abad Pembaharuan".
25 Februari: "Buku dan Pembuatnya selama Abad Pertengahan".[60]
↑Personae (1909) didedikasikan untuk Mary Moore: "Buku ini untuk Mary Moore dari Trenton, jika ia menghendakinya."[74] Ia meminang Moore, tetapi pinangannya ditolak.[75]
↑Pound tinggal di lantai satu Church Walk No. 10, Kensington, sejak September 1909– Juni 1910 dan November 1911– April 1914. Menurut Moody, dua jendela lantai satu di sebelah kiri adalah milik Pound.[101] Menurut Humphrey Carpenter, Pound berada di lantai paling atas di balik jendela paling kiri.[102]
↑"Hal yang membingungkan saya bukanlah bahasa Italia, melainkan kerak bahasa Inggris mati, endapan yang ada dalam kosakata yang saya miliki, yang mudah-mudahan berhasil saya singkirkan beberapa tahun kemudian. Anda tidak bisa menghindari hal semacam ini. Butuh waktu enam atau delapan tahun untuk terdidik dalam seni seseorang, dan sepuluh tahun lagi untuk lepas dari pendidikan itu."Tidak ada pula orang yang dapat mempelajari bahasa Inggris, seseorang hanya dapat mempelajari serangkaian variasi bahasa Inggris. Rossetti menciptakan bahasanya sendiri. Pada tahun 1910, saya belum menciptakan suatu bahasa, maksud saya bukan bahasa untuk digunakan, melainkan bahasa bahkan untuk berpikir."[107]
↑Doolittle dan Aldington menyatakan bahwa mereka tidak ingat akan diskusi ini.[114]
↑W. B. Yeats, "The Peacock": "Apa arti kekayaan baginya / Yang telah membuat seekor merak agung / Dengan kebanggaan matanya?"
↑Pound (1914): "Citraan adalah simpul atau gugusan yang bersinar...oleh Pound. sebuah VORTEKS, yang dengannya, melaluinya, dan dengannya gagasan-gagasan terus mengalir deras."[141] "Seluruh pengalaman mengalir ke dalam vorteks ini," tulisnya dalam Blast pada Juni 1914. "Seluruh masa lalu yang berenergi... RAS, INGATAN RAS, naluri yang mengisi MASA DEPAN YANG TENANG DAN TANPA ENERGI."[142]
↑Pound (1914): "Citraan adalah simpul atau gugusan yang bersinar...oleh Pound. sebuah VORTEKS, yang dengannya, melaluinya, dan dengannya gagasan-gagasan terus mengalir deras."[141] "Seluruh pengalaman mengalir ke dalam vorteks ini," tulisnya dalam Blast pada Juni 1914. "Seluruh masa lalu yang berenergi... RAS, INGATAN RAS, naluri yang mengisi MASA DEPAN YANG TENANG DAN TANPA ENERGI."[155]
↑Steven Yao tidak memandang keterbatasan bahasa Mandarin Pound sebagai hambatan, dan menyatakan bahwa penelusuran sang penyair selama berabad-abad atas interpretasi para sarjana menghasilkan pemahaman yang sejati tentang puisi aslinya.[174] Penyair Tiongkok An Qi mengakui utang budi kepada Pound dalam puisinya "Pound or the Rib of Poetry".[175]
↑Dalam kumpulan puisi berikutnya pada tahun 1921, Pound mengubah namanya menjadi Homage to Sextus Propertius sebagai tanggapan atas kritik tersebut.
↑Homer, Odisseia 12.189: "Sebab kami tahu segala yang [terjadi] di Troya"[196]
↑Pada 13 Januari 1921, tak lama sebelum atau sesudah ia berangkat ke Prancis, New Age menerbitkan pernyataan panjang mengenai filsafat Pound, yang ia sebut sebagai Axiomata karyanya dan mencakup:
(1) Hakikat karib dari alam semesta tidak sejenis dengan kesadaran kita sendiri.
(2) Kesadaran kita sendiri tidak mampu menghasilkan alam semesta.
(3) Oleh karena itu, Tuhan ada. Artinya, tidak ada alasan untuk tidak menerapkan istilah Tuhan, Theos, pada hakikat karib tersebut...[206]
↑Mengenai sekitar 23.000 baris, 800 halaman, serta perbandingan dengan Milton dan Eliot, lihat Beach (2003), 32; mengenai 116 bagian, lihat Stoicheff (1995), 6
Mengenai tahun penerbitan: canto-canto pertama diterbitkan pada tahun 1917, dan canto lengkap terakhir pertama kali diterbitkan pada tahun 1962. Peter Stoicheff menganggap jilid Stone Wall/New Directions/Faber & Faber tahun 1968 sebagai edisi resmi pertama.[221]
12Walter Baumann (Paideuma, 1983): "...Eva Hesse telah memberi tahu kita, kemungkinan atas wewenang Pound, bahwa kata 'demigod' merujuk pada Herakles dalam lakon Para Wanita Trachis karya Sofokles. Penonjolan yang diberikan Pound pada momen dalam lakon tersebut ketika Herakles akhirnya memahami makna penuh dari ramalan tentang dirinya—bahwa ia akan 'dibebaskan dari masalah,' bukan melalui 'kehidupan yang nyaman,' melainkan oleh kematian—jauh lebih merupakan penyingkapan atas keadaan pikirannya saat membuat versinya tentang Trachiniae daripada niat Sofokles sendiri, dan improvisasi yang ia lakukan pada titik krusial dalam teks Sofokles tersebut secara harfiah merupakan antisipasi ringkas dari Canto 116: 'KEMELELANGAN, / SEMUANYA MENYATU'".[236]
↑Mengenai versi paling awal (dengan satu baris hilang), lihat Pound (1962), 14–16. Mengenai informasi lebih lanjut tentang Canto 116, lihat Baumann (1983). Mengenai sejarah penerbitan bagian-bagian akhir, lihat Stoicheff (1986) dan Stoicheff (1995). Lihat pula Drafts and Fragments of Cantos CX–CXVII (1969).[223]
↑Richard Sieburth (Poetry, 1979): "Sejak tahun 1924, dalam surat kepada ayahnya, Pound membandingkan Cantos karyanya dengan rampai suara yang dihasilkan dengan memutar kenop radio. Para pembicara tidak perlu diidentifikasi, jelasnya, karena 'Anda dapat mengetahui siapa yang berbicara dari suara yang mereka buat'—yang perlu dilakukan pembaca hanyalah mendengarkan dengan saksama saat satu warna suara memotong warna suara lainnya, terkadang dengan batas yang jelas, terkadang dengan sebuah letupan."[226]
↑George Kearns menulis bahwa kecintaan Pound terhadap proses pembuatannyalah yang menyatukan karya tersebut; menurut pandangannya, Pound sedang berbicara kepada puisi itu sendiri dalam fragmen terakhir: "M'amour, m'amour".[233]
↑Richard Taruskin (2003): "Bermusik ala Pound, seperti halnya Wagner, terutama berbentuk opera-opera yang khas. Yang pertama, berdasarkan karya Villon, diselesaikan pada tahun 1923 dan dipentaskan baik di depan umum maupun melalui radio selama masa hidup Pound. Dua karya lainnya, berdasarkan Cavalcanti dan Catullus, direncanakan dan sebagian telah direalisasikan. Namun menyebutnya sebagai opera sama khasnya dengan hal-hal lain tentang karya-karya tersebut. Karya-karya itu merupakan rampai puisi yang terhubung secara samar oleh aksi, atau sekadar narasi, berdasarkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan para penyair."[248]
↑Pada tahun 1939, menurut Samuel Putnam, Pound menolak memasuki toko buku Gotham Book Mart milik Frances Steloff di New York karena Steloff adalah seorang Yahudi, meskipun wanita itu telah membantu menjual karya-karyanya. Menulis pada tahun 1947, Putnam menyatakan bahwa ia mendengar hal ini secara langsung dari Steloff.[268] Menurut Carpenter, hal ini tidak pernah terjadi. Ia menyatakan bahwa Steloff menyebutnya sebagai "kebohongan mutlak".[269]
↑Perpustakaan Buku Langka & Naskah Beinecke (2012): "Dengan membaca korespondensi Pound, para peneliti dapat mendalami hubungannya dengan, serta pengaruhnya terhadap, para penyair muda. Hal ini terlihat pada surat-surat Pound kepada penyair, komponis, dan seniman pertunjukan Jackson Mac Low. Selain membahas sastra dan politik, Pound membela dirinya dari tuduhan antisemitisme dengan ucapan provokatif bahwa 'beberapa si Yahudi mungkin bisa menempelkan label antisemit padaku JIKA ia mengabaikan sebagian besar tulisanku.'"[272]
↑Mein Kampf diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris secara lengkap pada tahun 1939, tetapi pada tahun 1931 Chatto & Windus menerbitkan buku Hitler, karya sahabat Pound Wyndham Lewis, yang memuat terjemahan fragmen-fragmen dari Mein Kampf.[275] Lewis kemudian berbalik menentang fasisme.[100]
↑Tim Redman (2001): "Antisemitisme Pound, yang telah terlihat secara sporadis sejak penerbitan 'Patria Mia' pada tahun 1912, makin ganas seiring dengan keganasan rezim Italia. Dengan disahkannya hukum rasial pada tahun 1938, pecahnya Perang Dunia Kedua pada tahun 1939, serta berdirinya Republik Salò, luapan antisemitik Pound tumbuh dalam kekejaman dan frekuensinya hingga akhir perang, ketika kesadaran publik akan Holokaus memaksa timbulnya kesadaran atas konsekuensi mengerikan dari ujaran kebencian."[294]
↑Tytell menulis bahwa kamar tersebut kabarnya dibayar oleh pemerintah Italia,[297] tetapi Carpenter menulis bahwa Pound hanya ingin bepergian dengan gaya mewah.[298]
↑William Carlos Williams, sahabatnya sejak masa kuliah, menulis kepada penerbit Pound, James Laughlin, pada Juni 1939: "Menurut pendapat saya, pria itu telah hancur, kecuali jika ia mampu membuang kabut fasisme dari otaknya...".[304]
↑Menurut putrinya, pada kunjungan inilah Pound pertama kali memberi tahu dirinya bahwa ia memiliki seorang istri di Rapallo dan seorang putra di Inggris.[327]
↑19 dakwaan tersebut terdiri dari siaran-siaran yang disaksikan oleh dua teknisi; tuduhannya adalah bahwa Pound telah melanggar kesetiaannya kepada Amerika Serikat dengan mendukung Kerajaan Italia secara ilegal.[355]
↑"Pada pertemuan [pertama komite] mereka [pada bulan November 1948], dan tanpa mengejutkan siapa pun, mengingat manuver di balik layar [Allen] Tate serta kehadiran peraih Penghargaan Nobel T. S. Eliot yang disegani, The Pisan Cantos muncul sebagai kandidat utama..."[380]
↑Sebagai contoh, satu selebaran dibuat berdasarkan manifesto Blast tahun 1914: "PENJARAKAN NAACP, asing, tidak bersih, tidak kristiani / HANCURKAN PEMIMPIN yang tidak relevan dan tak bertuhan".[394]
↑Para wanita tersebut segera berselisih; "Canto CXIII" mungkin menyindir hal itu: "Kesombongan, kecemburuan, dan rasa memiliki / 3 penderitaan neraka."[429]
↑Pada tahun 1988 Christopher Ricks mempermasalahkan penggunaan kata mistake (kesalahan) oleh Pound, yang ia tulis "hampir tidak sepadan dengan kejahatan politik dan spiritual" dari antisemitisme Pound.[444]Anthony Julius berargumen pada tahun 1995 bahwa penggunaan istilah suburban oleh Pound merupakan hasil dari "kearoganan yang merenungi kemerosotan dari suatu ideal keagungan alih-alih kerugian yang ditimbulkan oleh kemerosotan tersebut bagi orang lain".[445]
↑Mulai tahun 2001 Paideuma mulai menerbitkan materi tentang puisi modernis secara umum, tidak hanya tentang Pound.[461]
Catatan kaki
↑Stoicheff (1995), 6; Beach (2003), 32. Canto-canto pertama diterbitkan pada tahun 1917, dan canto lengkap terakhir diterbitkan pada tahun 1962.
↑Ridler, Keith (25 Mei 2008). "Poet's Idaho home is reborn". Seattle Times. Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Maret 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
↑Moody (2007), 19, 28; Tytell (1987), 30; mengenai pengumuman beasiswa bagi Ezra Weston Pound, lihat "Old Penn gives out honor list". The Philadelphia Inquirer, 10 June 1906, 2
↑Holmes (2015), 209, mengutip Douglas, C. H. (26 Agustus 1938). "The Jews". Social Credit, 8. Holmes juga mengutip Finlay, J. L. (1972). Social Credit: The English Origins. Montreal: McGill-Queens University Press.
↑Doyle (2016), 32–33; beberapa detail dalam Doolittle (1979), 5; mengenai kedatangan Pound ke apartemen tanpa memberi tahu, Doyle, 332, n.27, mengutip "H.D. to Amy Lowell, 23 November 1914 (Harvard)".
↑Pound (1914), 5–6; mengenai Joyce, lihat Thacker (2018), 5–6
↑"BLAST". Poetry: A Magazine of Verse. 4 (2): Advertising Section. Mei 1914. Diakses tanggal 7 Februari 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
↑Rainey, Lawrence (1998). Institutions of Modernism. New Haven and London: Yale University Press. hlm.37–38. ISBN0300070500. Diakses tanggal 7 Februari 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
↑Kenner, Hugh (1971). The Pound Era. Berkeley and Los Angeles: University of California Press. hlm.191. ISBN0520024273. Diakses tanggal 7 Februari 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
↑"'Vorticist' Art". The Times. 13 June 1914. Issue 40549, 5.
↑Doyle (2016), 31–32; Moody (2007), 225; untuk baris puisi tersebut, lihat Lowell (1955), 74
↑Pound (1914), 5–6; mengenai Joyce, lihat Thacker (2018), 5–6
↑"BLAST". Poetry: A Magazine of Verse. 4 (2): Advertising Section. Mei 1914. Diakses tanggal 7 Februari 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
↑Rainey, Lawrence (1998). Institutions of Modernism. New Haven and London: Yale University Press. hlm.37–38. ISBN0300070500. Diakses tanggal 7 Februari 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
↑Kenner, Hugh (1971). The Pound Era. Berkeley and Los Angeles: University of California Press. hlm.191. ISBN0520024273. Diakses tanggal 7 Februari 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
↑"'Vorticist' Art". The Times. 13 June 1914. Issue 40549, 5.
↑Doyle (2016), 31–32; Moody (2007), 225; untuk baris puisi tersebut, lihat Lowell (1955), 74
↑Julius (1995), 182, mengutip Corrigan (1977), 466, dan catatan 17, 479; Corrigan mengutip surat dari Pound kepada Jeanne Robert Foster, 2 Februari 1922, Perpustakaan Houghton, Universitas Harvard.
↑Baynham, Jacob (14 November 2023). "What If Money Expired?". Noema Magazine. Berggruen Institute. Diakses tanggal 26 April 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
↑Jackson, Paul; Šechovcov, Anton (2014). The Post-War Anglo-American Far Right: A Special Relationship of Hate. Basingstoke: Palgrave Macmillan. ISBN978-1-137-39621-1.
↑Tytell (1987), 306; Bird, Robert S. (31 Januari 1957). "Pound's Ideology Permeates Kasper Speeches, Writing". The Nashville Banner. New York Herald Tribune News Service. hlm.3.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
↑"Ezra Pound Bibliography". The Center for Programs in Contemporary Writing, University of Pennsylvania. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-10-13.
Albright, Daniel (2001) [1999]. "Early Cantos: I–XLI", in Ira Nadel (ed.). The Cambridge Companion to Ezra Pound. Cambridge: Cambridge University Press. 59–91. ISBN978-0-521-64920-9
Bacigalupo, Massimo (2001) [1999]. "Pound as Critic". In Ira Nadel (ed.). The Cambridge Companion to Ezra Pound. Cambridge: Cambridge University Press. 188–203. ISBN978-0-521-64920-9
Bacigalupo, Massimo (2020). Ezra Pound, Italy, and the Cantos. Clemson, SC: Clemson University Press. ISBN978-1-949979-00-8
Barnhisel, Greg (September 1998). "'Hitch Your Wagon to a Star': The Square Dollar Series and Ezra Pound". The Papers of the Bibliographical Society of America. 92 (3): 273–295. doi:10.1086/pbsa.92.3.24304448. JSTOR24304448. S2CID111416528.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Baumann, Walter (Fall & Winter 1983). "But to affirm the gold thread in the patten [116/797]: An examination of Canto 116". Paideuma: Modern and Contemporary Poetry and Poetics. 12(2/3), 199–221. JSTOR24726005
Baumann, Walter (Winter 1984). "Ezra Pound's Metamorphosis during his London Years: From Late-Romanticism to Modernism". Paideuma: Modern and Contemporary Poetry and Poetics. 13(3), 357–373. JSTOR24722956
Bishop, Elizabeth (Spring 1957). "Visits to St. Elizabeths". Partisan Review, 185–187. Also in Bishop, Elizabeth (1965). Questions of Travel. New York: Farrar, Straus and Giroux, 92–95. Courtesy link, Poetry Foundation.
Bornstein, George (2001) [1999]. "Pound and the making of modernism". Dalam Ira B. Nadel (ed.). The Cambridge Companion to Ezra Pound. Cambridge: Cambridge University Press. hlm.22–42. ISBN978-0-521-64920-9.
Carswell, John (1978). Lives and Letters: A. R. Orage, Beatrice Hastings, Katherine Mansfield, John Middleton Murry, S. S. Koteliansky, 1906–1957. New York: New Directions Publishing. ISBN0-8112-0681-5
Casillo, Robert (1988). The Genealogy of Demons: Anti-Semitism, Fascism, and the Myths of Ezra Pound. Evanston: Northwestern University Press. ISBN978-0810107106
Coats, Jason M. (Spring 2009). "'Part of the War Waste': Pound, Imagism, and Rhetorical Excess". Twentieth Century Literature. 55(1), 80–113. JSTOR40599965
Cohassey, John (2014). Hemingway and Pound: A Most Unlikely Friendship. Jefferson, NC: McFarland & Company. ISBN978-0-7864-7640-4
Dennis, Helen May (2001) [1999]. "Pound, Women and Gender". In Ira Nadel (ed.) The Cambridge Companion to Ezra Pound. Cambridge: Cambridge University Press, 264–283. ISBN978-0-521-64920-9
Feldman, Matthew (2013). Ezra Pound's Fascist Propaganda, 1935–45. New York: Palgrave Macmillan. ISBN978-1-137-34550-9
Feldman, Matthew (2016). [2014]. "Pound and Radio Treason: An Empirical Reassessment". In Matthew Feldman, Henry Mead, Erik Tonning (eds.). Broadcasting in the Modernist Era. London and New York: Bloomsbury, 213–244. ISBN978-1-4742-7558-3
Gill, Jonathan P. (2005). "Ezra Pound Speaking: Radio Speeches on World War II". In Demetres P. Tryphonopoulos and Stephen Adams (eds.). The Ezra Pound Encyclopedia. Westport, CT: Greenwood, 115–116. ISBN978-0-313-30448-4
Hillyer, Robert (11 June 1949). "Treason's Strange Fruit: The Case of Ezra Pound and the Bollingen Award". The Saturday Review of Literature. xxxii/24, 9–11, 28.
Hillyer, Robert (18 June 1949). "Poetry's New Priesthood". The Saturday Review of Literature, 7–9, 38.
Houen, Alex (2010). "Antisemitism". In Ira B. Nadel (ed.). Ezra Pound in Context. New York: Cambridge University Press. ISBN978-0-521-51507-8
Huang, Michelle Ling-Ying (2015). "Chinese Artistic Influences on the Vorticists in London". In Anne Witchard (ed.). British Modernism and Chinoiserie. Edinburgh: Edinburgh University Press. ISBN978-0-7486-9095-4
Hutchins, Patricia (1965). Ezra Pound's Kensington: An Exploration 1885–1913. London: Faber and Faber.
Ingham, Michael (2001) [1999]. "Pound and Music". In Ira Nadel (ed.). The Cambridge Companion to Ezra Pound. Cambridge: Cambridge University Press, 236–248. ISBN978-0-521-64920-9
Johnson, Edd (9 May 1945). "Confucius and Kindred Subjects/Pound, Accused of Treason, Calls Hitler, Saint, Martyr". Chicago Sun. Also in Philadelphia Record as "Poet-Prisoner Pound Calls Hitler Saint".
Karachalios, Evan R. (Spring 1995). "Sacrifice and Selectivity in Ezra Pound's First Canto". Paideuma: Modern and Contemporary Poetry and Poetics. 24(1), 95–106. JSTOR24726328
Kavka, Jerome (Spring & Fall 1991). "Ezra Pound's Personal History: A Transcript". Paideuma: Modern and Contemporary Poetry and Poetics. 20(1/2), 143–185. JSTOR24724838
Kearns, George (1989). Pound: The Cantos. Cambridge and New York: Cambridge University Press. ISBN978-0521336499
Kenner, Hugh. (Winter 1949). "Review: In the Caged Panther's Eyes". The Hudson Review. 1(4), 580–586. JSTOR3847824
McGuire, William (2020) [1982]. Bollingen: An Adventure in Collecting the Past. Princeton and Guilford: Princeton University Press. ISBN978-0-691-21833-5
Moody, A. David (2007). Ezra Pound: Poet. A Portrait of the Man and His Work. I: The Young Genius 1885–1920. Oxford: Oxford University Press. ISBN978-0-19-957146-8
Moody, A. David (2014). Ezra Pound: Poet. A Portrait of the Man and His Work. II: The Epic Years 1921–1939. Oxford: Oxford University Press. ISBN978-0-19-921558-4
Moody, A. David (2015). Ezra Pound: Poet. A Portrait of the Man and His Work. III: The Tragic Years 1939–1972. Oxford: Oxford University Press. ISBN978-0-19-870436-2
Nadel, Ira (2001) [1999]. "Introduction". In Ira Nadel (ed.). The Cambridge Companion to Ezra Pound. Cambridge: Cambridge University Press. 1–21. ISBN978-0-521-64920-9
Nadel, Ira (2005). "Introduction". In Ira Nadel (ed.). Ezra Pound. Early Writings: Poems and Prose. London: Penguin Books. ISBN0-14-218013-0
Nadel, Ira (2010). "The Lives of Pound". In Ira Nadel (ed.). Ezra Pound in Context. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN978-0-521-51507-8
Nicholls, Peter (2001) [1999]. "Beyond The Cantos: Ezra Pound and recent American poetry". In Ira Nadel (ed.) The Cambridge Companion to Ezra Pound. Cambridge: Cambridge University Press. 139–160.ISBN978-0-521-64920-9
Olson, Charles (1991) [1975]. Charles Olson & Ezra Pound: An Encounter at St. Elizabeths. Edited by Catherine Seelye. New York: Paragon House. ISBN978-1557783455
Pound, Ezra (Summer Fall 1962). "Canto 116". The Paris Review. 28, 14–16.
Pound, Ezra (1970) [1967]. Pound/Joyce: The Letters of Ezra Pound to James Joyce. Edited by Forrest Read. New York: New Directions Publishing. ISBN0-8112-0159-7
Pound, Ezra (1990) [1926]. Personae: The Shorter Poems of Ezra Pound. Revised edition. Edited by Lea Baechler and A. Walter Litz. New York: New Directions Publishing.
Pound, Ezra (1996) [1970]. The Cantos of Ezra Pound. New York: New Directions Publishing. ISBN978-0811203500
Pound, Omar and Litz, A. Walton (1984). Ezra Pound and Dorothy Shakespear. Their Letters: 1909–1914. New York: New Directions Publishing. ISBN0-8112-0900-8
Pound, Omar and Spoo, Robert (1999). Ezra and Dorothy Pound: Letters in Captivity, 1945–1946. Oxford: Oxford University Press. ISBN978-0195107937
Qian, Zhaoming (2000). "Pound and Chinese Art in the 'British Museum Era'". In Dennis, Helen M. (ed). Ezra Pound and Poetic Influence. The Official Proceedings of the 17th International Ezra Pound Conference. Amsterdam and Atlanta: Rodopi, pp.100–113. ISBN978-90-420-1523-4
Reck, Michael (June 1968). "A Conversation between Ezra Pound and Allen Ginsberg". Evergreen Review. 12 (55): 27–29, 84.
Redman, Tim (2001) [1999]. "Pound's politics and economics". In Ira Nadel (ed.). The Cambridge Companion to Ezra Pound. Cambridge: Cambridge University Press, 249–263. ISBN978-0-521-64920-9
Reynolds, Michael (2000) [1999]. Hemingway: The Final Years. New York: W. W. Norton & Company. ISBN978-0-393-04748-6
Sarfatti, Michele (2006). The Jews in Mussolini's Italy: From Equality to Persecution. Madison, WI: The University of Wisconsin Press. ISBN978-0299217341
Stoicheff, Peter (Spring 1986)."The Composition and Publication History of Ezra Pound's Drafts & Fragments"]. Twentieth Century Literature. 32(1), 78–94. JSTOR441307
Swift, Daniel (2017). The Bughouse: The Poetry, Politics, and Madness of Ezra Pound. New York: Farrar, Straus and Giroux. ISBN978-0-374-28404-6
Tate, Allen (1955). "Ezra Pound and the Bollingen Prize". In Allen Tate (ed.). The Man Of Letters In The Modern World. New York: Meridian Books, 264–267.
Terrell, Carroll F. (1993) [1980–1984]. A Companion to The Cantos of Ezra Pound. Berkeley: University of California Press. ISBN978-0-520-08287-8
Thacker, Andrew (2018) [2010]. The Imagist Poets. Tavistock: Northcote House Publishers. ISBN978-0-7463-1002-1
Tremblay, Tony (Fall & Winter 1998). "The Literary Occult in the Letters of Marshall McLuhan and Ezra Pound"]. Paideuma: Modern and Contemporary Poetry and Poetics. 27(2/3), 107–127. JSTOR24726190
Tryphonopoulous, Demetres; Surette, Leon, ed. (1998). 'I Cease not to Yowl': Ezra Pound's Letters to Olivia Rossetti Agresti. Chicago: University of Illinois Press. ISBN978-0-252-02410-8.
Tryphonopoulous, Demetres and Dunton, Sara (2019). "To Translate or Not To Translate? Pound's Prosodic Provocations in Hugh Selwyn Mauberley". In Lynn Kozak, Miranda Hickman (eds.). The Classics in Modernist Translation. London and New York: Bloomsbury. ISBN978-1350177468
Twitchell-Waas, Jeffrey (2020). "Ezra Pound and Chinese Poetry". Dalam Byron, Mark (ed.). The New Ezra Pound Studies. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN978-1-108-49901-9.
Wallace, Emily Mitchell (2010). "America". In Ira B. Nadel (ed.). Ezra Pound in Context. New York: Cambridge University Press, 202–220. ISBN978-0-521-51507-8
Webb, Clive (2011). Rabble Rousers: The American Far Right in the Civil Rights Era. Athens: University of Georgia Press.
Wilhelm, James J. (1985b). "Pounds's four fascinating grandparents". Paideuma: Modern and Contemporary Poetry and Poetics. 14(2/3), Fall & Winter, 377–384. JSTOR24725013
Wilhelm, James J. (1990). Ezra Pound in London and Paris, 1908–1925. University Park, PA: Pennsylvania State University Press. ISBN978-0-271-02798-2
Wilhelm, James J. (1994). Ezra Pound: The Tragic Years 1925–1972. University Park, PA: Pennsylvania State University Press. ISBN0-271-01082-7
Wilson, Peter (2014) [1997]. A Preface to Ezra Pound. Abingdon and New York: Routledge. ISBN978-0-582-25867-9
Witemeyer, Hugh (2001) [1999]. "Early Poetry 1908–1920". In Ira Nadel (ed.). The Cambridge Companion to Ezra Pound. Cambridge: Cambridge University Press. 43–58. ISBN978-0-521-64920-9
Bronnikov, Andrei (Бронников, Андрей) (2023). В поисках рая. «Кантос» Эзры Паунда (In Search of Paradise: The Cantos of Ezra Pound). St. Petersburg, Russia: Владимир Даль. ISBN978-5-93615-280-1