Sabtu, 03 Oktober 2026
21:51 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Distraksi

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Februari 2023)

Distraksi atau kecohan[1] adalah proses mengalihkan perhatian individu atau kelompok dari pandang fokus yang diinginkan dan dengan demikian menghalangi atau mengurangi penerimaan informasi yang diinginkan. Distraksi disebabkan oleh: kurangnya kemampuan memperhatikan; kurangnya minat terhadap objek perhatian; atau intensitas, hal baru, atau daya tarik yang luar biasa dari sesuatu selain dari objek perhatian. Distraksi datang dari sumber eksternal dan sumber internal. Distraksi eksternal mencakup faktor-faktor seperti tanggapan visual, interaksi sosial, musik, pesan teks, dan panggilan telepon. Ada juga gangguan internal seperti kelaparan, kelelahan, penyakit, kekhawatiran, dan melamun. Distraksi dari luar dan dari dalam ini juga berpengaruh terhadap gangguan pumpunan.[2]

Distraksi atau kecohan merupakan memisahkan atau menjauhkan diri kita dari kenyataan atau masalah yang harus kita fokuskan pada saat ini, mengalihkan perhatian kita ke subjek lain yang lebih mengkhawatirkan atau lebih menyenangkan, sehingga dapat diartikan bahwa distraksi adalah hal yang dapat mengalihkan perhatian. Tindakan mengalihkan perhatian atau metode untuk mengalihkan ini dapat diterapkan misalnya untuk mengubah perhatian pasien pada hal lain sehingga pasien melupakan nyeri yang dirasakan.

Peristilahan

Asal kata "distraksi" mengacu pada bahasa Latin distractio yang mengacu pada hasil dari gangguan, dari bahasa Latin distracen. Kata yang dibentuk dari awalan dis yang menunjukkan pemisahan, dan trahere yang mengacu pada tindakan menyeret.

Rujukan

  1. ↑ "Arti kata kecohan". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 20 Oktober 2023.
  2. ↑ Post, Sean; Schumm, Jeanne Shay (1997). Executive Learning: Successful Strategies for College Reading and Studying. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.


Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan