Minggu, 25 Oktober 2026
08:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Non compos mentis

Bagikan:
Frasa hukum Latin yang berarti "berjiwa tidak sehat"Templat:SHORTDESC:Frasa hukum Latin yang berarti "berjiwa tidak sehat"

Non compos mentis adalah sebuah frasa hukum bahasa Latin yang diterjemahkan sebagai "berjiwa tidak sehat": nōn ("tidak") mendahului compos mentis, yang berarti "memiliki kendali atas akal pikirannya." Frasa ini telah digunakan dalam Hukum Inggris sejak awal abad ketujuh belas untuk menggambarkan orang-orang yang terserang kegilaan, kehilangan ingatan, atau kehilangan kemampuan bernalar.[1]

Penggunaan

Status non compos mentis berlaku bagi mereka yang tidak gila sejak lahir, melainkan menjadi gila pada kemudian hari tanpa adanya kesalahan dari diri mereka sendiri. Harta kekayaan dan kepentingan orang tersebut dapat ditempatkan di bawah pengawasan negara demi melestarikannya untuk kepentingan orang itu sendiri. Pertanggungjawaban pidana mereka juga dibatasi, kecuali dalam kasus pengkhianatan tingkat tinggi. Hal ini berlainan dengan "orang idiot sejak lahir" (natural fools) yang gila sejak lahir dan harta bendanya dikuasai demi kepentingan mahkota, serta para pemabuk berat yang tidak dapat mengajukan pembelaan atas dasar kegilaan.[2]

Penuntutan atas tindakan bunuh diri

Non compos mentis dan felo de se (istilah Latin untuk "pembunuhan diri sendiri") menghadirkan dua putusan yang berbeda dalam kasus bunuh diri. Dalam temuan sebuah dewan juri, almarhum yang mendapat stigma felo de se akan dilarang dimakamkan di tanah yang disucikan dan seluruh harta kekayaannya akan disita oleh Mahkota, sementara sanksi-sanksi ini tidak berlaku bagi almarhum yang dinyatakan non compos mentis.[3][4]

Bunuh diri merupakan kejahatan berat di Inggris pada era Tudor dan era Stuart awal serta dianggap sebagai suatu bentuk pembunuhan; sebuah dosa tidak hanya di mata Gereja, tetapi juga didefinisikan oleh hukum pidana. Keadaan mental pelaku bunuh diri pada saat mereka melakukan tindakan fatal tersebut sangatlah krusial. Untuk dinyatakan bersalah atas "pembunuhan diri sendiri", seseorang harus berada dalam keadaan berakal sehat. Pria dan wanita yang membunuh diri mereka sendiri ketika gila atau mengalami ketidakmampuan mental dianggap tidak bersalah. Putusan tersebut ditentukan oleh dewan juri. Hukuman atas tindakan bunuh diri di Inggris berakar dari dunia kuno dan berkembang secara bertahap hingga menjadi bentuknya pada era modern awal; hukum dan adat istiadat serupa juga ada di berbagai wilayah Eropa. Berakar dari kepercayaan setempat,[yang mana?] ritual penghukuman atas bunuh diri, yang biasanya berkaitan dengan jasad pelaku, mencerminkan anggapan bahwa tindakan bunuh diri itu mencemarkan, dan bahwa pelaku bunuh diri harus dikucilkan dari komunitas masyarakat yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Ketegasan dari segi teologis dan hukum meningkat pada Abad Pertengahan Tinggi. Teolog abad pertengahan Tomas Aquinas memperluas argumen-argumen Augustinus yang menentang tindakan bunuh diri, serta menambahkan penafsiran baru berupa "pelanggaran hukum alam" ke dalamnya. Sebagian besar pemerintah Eropa Barat mulai mengundangkan hukum untuk menyita sebagian harta kekayaan dari orang yang melakukan bunuh diri.[5]

Namun, sikap terhadap tindakan bunuh diri berubah secara mendasar setelah tahun 1660, menyusul pecahnya Revolusi Inggris. Setelah perang saudara, perubahan politik dan sosial serta ketegasan peradilan dan gereja memberi jalan bagi kelonggaran resmi bagi sebagian besar orang yang meninggal akibat bunuh diri. Putusan non compos mentis meningkat drastis, sedangkan putusan felo de se menjadi serangkap yang sebelumnya dialami oleh non compos mentis dua abad sebelumnya.[6] Kendati demikian, hukum yang melarang bunuh diri serta putusan felo de se dan non compos mentis tidak pudar hingga akhir abad kesembilan belas.

Referensi

  1. ↑ "Non Compos Mentis". Oxford English Dictionary. Diakses tanggal 2016-11-15.
  2. ↑ Byrdall, John (1635). Non compos mentis.
  3. ↑ Houston, Rab (2009). 'Medicalization of Suicide: Medicine and the Law in Scotland and England, circa 1750-1850' in Histories of suicide : international perspectives on self-destruction in the modern world. eds. John C. Weaver and David Wright. Toronto: University of Toronto Press. 91-94
  4. ↑ Merrick, Jeffrey, ed. (2013). The history of suicide in England, 1650-1850, vol. 5. London: Pickering & Chatto. hlm. xi.
  5. ↑ MacDonald, Michael; Murphy, Terency R. (1990). Sleepless Souls: Suicide in Early Modern England. Oxford: Oxford University press. hlm. 15–18.
  6. ↑ MacDonald and Murphy, Sleepless Souls, hlm. 109–110.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan