Minggu, 27 September 2026
09:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Era Victoria

Era Victoria

Era Victoria
1837–1901
250px-Queen_Victoria_-_Winterhalter_1859.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PenguasaVictoria
Pemimpin
Kronologi
20px-Arrleft.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Era George Era Edward 20px-Arrright.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Periode dan era dalam sejarah Inggris
Periode Anglo-Saxon20px-King_Alfred_%28The_Great%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (927–1066)
Periode Norman20px-King_William_I_%28%27The_Conqueror%27%29_from_NPG.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1066–1154)
Periode Plantagenet20px-Richard_I_of_England.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1154–1485)
Periode Tudor20px-Henry-VIII-kingofengland_1491-1547.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1485–1603)
Era Elizabeth20px-Elizabeth_I_%28Armada_Portrait%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1558–1603)
Periode Stuart20px-James_I_of_England_by_Daniel_Mytens.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1603–1714)
Era Jacob20px-James_I_of_England_by_Daniel_Mytens.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1603–1625)
Era Charles20px-After_Anthony_van_Dyck_-_King_Charles_I_-_Wallace_Collection.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1625–1649)
Interregnum20px-Oliver_Cromwell_by_Samuel_Cooper.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1649–1660)
Era Restorasi20px-Charles_II_of_England.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1660–1688)
Era George20px-George_II_by_Thomas_Hudson.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1714–1830)
Era Victoria20px-Queen_Victoria_1887.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1837–1901)
Era Edward20px-Edward_vii_england.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1901–1910)
Perang Dunia I20px-Daddy_in_the_great_war.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1914–1918)
Periode Antar Perang20px-Bundesarchiv_Bild_102-10246%2C_England%2C_Arbeitslose_vor_Gewerkschaftshaus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1918–1939)
Perang Dunia II20px-HMS_Royal_Oak_%2808%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1939–1945)
Britania Modern20px-Elizabeth_and_Philip_1953.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail (1945–Sekarang)

Era Victoria dalam sejarah Britania Raya adalah periode pemerintahan Ratu Victoria dari 20 Juni 1837 sampai kematiannya pada 22 Januari 1901. Era ini ditandai oleh periode panjang perdamaian, kemakmuran, kejayaan Britania di kancah internasional, dan tingginya rasa percaya diri nasional warga Britania.[1] Beberapa pakar berpendapat bahwa kejayaan politik Britania pada era Victoria dimulai setelah disahkannya Undang-Undang Reformasi 1832. Era ini didahului oleh era George dan dilanjutkan oleh era Edward. Setengah periode era Victoria bertepatan dengan era Belle Époque Eropa dan Gilded Age Amerika Serikat.

Dalam bidang kebudayaan, terjadi transisi dari rasionalisme pada era George menuju romantisisme dan mistisisme yang berkaitan dengan agama, nilai sosial, dan seni.[2] Dalam hubungan internasional, era Victoria ditandai dengan periode panjang perdamaian, yang dikenal dengan Pax Britannica, serta kemakmuran ekonomi, sosial, industri, dan kejayaan kolonial Britania Raya di kancah internasional. Namun, hal-hal ini terganggu oleh pecahnya Perang Krimea pada tahun 1854. Pada akhir periode, terjadi Perang Boer di Afrika Selatan. Di dalam negeri, kebijakan pemerintah semakin liberal dengan pegeseran ke arah reformasi politik, reformasi industri, dan perluasan hak pilih. Dua tokoh penting yang muncul pada era ini adalah perdana menteri Edward Gladstone dan Benjamin Disraeli, yang secara tidak langsung turut berperan dalam perubahan sejarah Britania. Disraeli, yang menjadi favorit ratu, tergabung ke dalam faksi Tory, sedangkan saingannya, Gladstone, adalah seorang tokoh liberal yang juga dipercayai oleh Ratu. Ia turut berperan dalam proses pembuatan hukum pada era tersebut.[3]

Jumlah penduduk Inggris meningkat hampir dua kali lipat pada periode ini, dari yang sebelumnya berjumlah 16,8 juta pada 1851 menjadi 30,5 juta pada 1901. Pada saat ini juga London menjadi kota terbesar di dunia, sebelum dikalahkan oleh New York City pada 1935.[4] Sedangkan penduduk Skotlandia juga meningkat pesat dari 2,8 juta pada 1851 menjadi 4,5 juta pada 1901, sebagian besar adalah warga Irlandia (saat itu masih bagian dari Britania Raya), yang berbondong-bondong pindah ke Pulau Britania setelah Wabah Kelaparan Besar pada tahun 1850-an.[5] Pada waktu yang bersamaan, sekitar 15 juta emigran meninggalkan Kepulauan Britania dan menetap di Amerika Serikat dan jajahan Britania lainnya seperti Kanada dan Australia.[6]

Pada awal era Victoria, House of Commons dipimpin oleh dua faksi, yakni Whig dan Tory. Sejak 1850-an, faksi Whig jadi lebih condong ke arah Liberal; sedangkan Tory condong ke arah Konservatif. Partai-partai ini dipimpin oleh sejumlah negarawan terkemuka, termasuk Lord Melbourne, Sir Robert Peel, Lord Derby, Lord Palmerston, William Ewart Gladstone, Benjamin Disraeli, dan Lord Salisbury. Masalah politik yang belum terpecahkan sehubungan dengan kemerdekaan Irlandia berperan penting dalam kestabilan politik pada era Victoria di kemudian hari, terutama mengenai tindakan penyelesaian yang dilakukan oleh Gladstone. Akibat kebijakan politik pada era Victoria, Irlandia bagian selatan memperoleh kemerdekaan pada tahun 1922.

Kebudayaan

Pernikahan

Pada Era Victoria, pernikahan masih bersifat tradisional. Pernikahan tidak didasarkan kepada pengalaman pribadi yang didasarkan oleh cinta semata. Suatu pernikahan diatur oleh adat dan pertimbangan sosial seperti keluarga terpandang. Selain itu, terkadang ada perantara perjodohan sebelum pernikahan diadakan. Persoalan cinta dianggap akan timbul setelah pernikahan.[7]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ John Wolffe (1997). Religion in Victorian Britain: Culture and empire. Volume V. Manchester University Press. hlm. 129–30.
  2. ↑ Dixon, Nicholas (2010). "From Georgian to Victorian". History Review. 2010 (68): 34–38.
  3. ↑ "Is this what Labour's next Clause four should say?". Fabians.org.uk. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-22. Diakses tanggal 10 Agustus 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ The UK and future, statistics.gov.uk
  5. ↑ "Ireland – Population Summary". Homepage.tinet.ie. Diakses tanggal 10 Agustus 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Exiles and Emigrants Diarsipkan 2009-06-22 di Wayback Machine.. National Museum of Australia
  7. ↑ Haricahyono, Cheppy (1987). Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: Usaha Nasional. hlm. 29.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

  • Altick, Richard Daniel. Victorian People and Ideas: A Companion for the Modern Reader of Victorian Literature. W.W. Norton & Company: 1974. ISBN 0-393-09376-X.
  • Burton, Antoinette (editor). Politics and Empire in Victorian Britain: A Reader. Palgrave Macmillan: 2001. ISBN 0-312-29335-6.
  • Gay, Peter, The Bourgeois Experience: Victoria to Freud, 5 volumes, Oxford University Press, 1984–1989
  • Heilmann, Ann, and Mark Llewellyn, eds. Neo-Victorianism: The Victorians in the Twenty-First Century, 1999–2009 (Palgrave Macmillan; 2011) 323 pages; looks at recent literary & cinematic, interest in the Victorian era, including magic, sexuality, theme parks, and the postcolonial
  • Flanders, Judith. Inside the Victorian Home: A Portrait of Domestic Life in Victorian England. W.W. Norton & Company: 2004. ISBN 0-393-05209-5.
  • Mitchell, Sally. Daily Life in Victorian England. Greenwood Press: 1996. ISBN 0-313-29467-4.
  • Wilson, A. N. The Victorians. Arrow Books: 2002. ISBN 0-09-945186-7
  • A Victorian Childhood, Annabel Jackson, 1932 (memoir)

Pranala luar

Topik Britania Raya 
Sejarah
Kronologi
Menurut topik
Geografi
Administratif
Fisik
Politik
Pemerintahan
Militer
Ekonomi
Masyarakat
Kebudayaan
Inggris
Irlandia Utara
Skotlandia
Wales
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Victorian era.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan