Selasa, 13 Oktober 2026
20:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Inggris Anglo-Saksen

wilayah historis yang mencakup Inggris modern

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang peristiwa sejarah dalam Inggris Anglo-Saxon. Untuk budaya dan masyarakat Anglo-Saxon, lihat Bangsa Anglo-Saxon. Untuk jurnal akademik, lihat Anglo-Saxon England (jurnal).

Inggris Anglo-Saxon adalah Inggris pada awal abad pertengahan, yang berdiri dari abad ke-5 sampai ke-11 dari akhir Britania Romawi sampai penaklukan Norman pada 1066. Wilayahnya terdiri dari berbagai kerajaan Anglo-Saxon sampai 927 saat disatukan oleh Kerajaan Inggris oleh Raja Æthelstan (memerintah pada 927–939). Wilayah tersebut menjadi bagian dari Kekaisaran Laut Utara dari Cnut Agung, sebuah uni personal antara Inggris, Denmark dan Norwegia pada abad ke-11.

Bangsa Anglo-Saxon adalah anggota dari kelompok pemakai bahasa Jermanik yang bermigrasi ke bagian selatan pulau tersebut dari benua Eropa, dan budaya-budaya keturunan mereka. Sejarah Anglo-Saxon dimulai pada masa Britania Sub-Romawi setelah akhir kekuasaan Romawi, dan bermulanya pendirian kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon pada abad ke-5 dan ke-6 (secara konvensional diifentifikasikan sebagai tujuh kerajaan utama: Northumbria, Mercia, Anglia Timur, Essex, Kent, Sussex, dan Wessex), Kristenisasi mereka pada abad ke-7, ancaman invasi Viking dan pemukim Denmark, penyatuan Inggris bertahap di bawah hegemoni Wessex pada abad ke-9 dan ke-10, dan akhir penaklukan Inggris oleh Norman di bawah pimpinan William sang Penakluk pada 1066.

Identitas Anglo-Saxon menyendatkan penaklukan Norman yang lebih jauh lagi,[1] yang dikenal sebagai Englishry di bawah kekuasaan Norman dan secara mutlak berkembang dalam bangsa Inggris modern.

Kutipan

  1. ↑ Higham, Nicholas J., and Martin J. Ryan. The Anglo-Saxon World. Yale University Press, 2013. p7-19

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan