Minggu, 01 November 2026
22:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Inggris Anglo-Saksen

wilayah historis yang mencakup Inggris modern

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang peristiwa sejarah dalam Inggris Anglo-Saxon. Untuk budaya dan masyarakat Anglo-Saxon, lihat Bangsa Anglo-Saxon. Untuk jurnal akademik, lihat Anglo-Saxon England (jurnal).

Inggris Anglo-Saxon adalah Inggris pada awal abad pertengahan, yang berdiri dari abad ke-5 sampai ke-11 dari akhir Britania Romawi sampai penaklukan Norman pada 1066. Wilayahnya terdiri dari berbagai kerajaan Anglo-Saxon sampai 927 saat disatukan oleh Kerajaan Inggris oleh Raja Æthelstan (memerintah pada 927–939). Wilayah tersebut menjadi bagian dari Kekaisaran Laut Utara dari Cnut Agung, sebuah uni personal antara Inggris, Denmark dan Norwegia pada abad ke-11.

Bangsa Anglo-Saxon adalah anggota dari kelompok pemakai bahasa Jermanik yang bermigrasi ke bagian selatan pulau tersebut dari benua Eropa, dan budaya-budaya keturunan mereka. Sejarah Anglo-Saxon dimulai pada masa Britania Sub-Romawi setelah akhir kekuasaan Romawi, dan bermulanya pendirian kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon pada abad ke-5 dan ke-6 (secara konvensional diifentifikasikan sebagai tujuh kerajaan utama: Northumbria, Mercia, Anglia Timur, Essex, Kent, Sussex, dan Wessex), Kristenisasi mereka pada abad ke-7, ancaman invasi Viking dan pemukim Denmark, penyatuan Inggris bertahap di bawah hegemoni Wessex pada abad ke-9 dan ke-10, dan akhir penaklukan Inggris oleh Norman di bawah pimpinan William sang Penakluk pada 1066.

Identitas Anglo-Saxon menyendatkan penaklukan Norman yang lebih jauh lagi,[1] yang dikenal sebagai Englishry di bawah kekuasaan Norman dan secara mutlak berkembang dalam bangsa Inggris modern.

Kutipan

  1. ↑ Higham, Nicholas J., and Martin J. Ryan. The Anglo-Saxon World. Yale University Press, 2013. p7-19

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan