Senin, 26 Oktober 2026
19:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Æthelstan

Æthelstan

Raja Wessex dan raja Inggris pertama (b. 925-941)

Bagikan:
Æthelstan
merujuk pada keterangan gambar
Æthelstan menyerahkan sebuah buku kepada Santo Kutbertus, sebuah ilustrasi dalam manuskrip karya Beda yang berjudul Life of Saint Cuthbert, kemungkinan dipersembahkan ke makam sang santo di Chester-le-Street, County Durham, oleh Æthelstan saat ia mengunjungi tempat suci tersebut dalam perjalanannya ke Skotlandia pada tahun 934.[1] Ia mengenakan mahkota berdesain serupa pada koin-koin bertipe crowned bust miliknya.[2] Lukisan ini merupakan potret raja Inggris tertua yang masih bertahan, dan manuskrip tersebut merupakan naskah buatan untuk raja Inggris tertua yang masih ada.[3]
Raja Bangsa Anglo-Saxon
Berkuasa924–927
Penobatan4 September 925
Kingston upon Thames
PendahuluEdward si Tua
Raja Bangsa Inggris
Berkuasa927 – 27 Oktober 939
PenerusEdmund I
Lahirca 894
Winchester, Wessex
Meninggal27 Oktober 939 (umur sekitar 45)
Gloucester, Kerajaan Inggris
Pemakaman
AyahEdward si Tua
IbuEcgwynn
WangsaWessex

Æthelstan atau Athelstan (/ˈæθəlstæn/; Old English: Æðelstān [ˈæðelstɑːn]; Old Norse: Aðalsteinn; terj. har. 'batu mulia';[4] ca 894 – 27 Oktober 939) adalah Raja Bangsa Anglo-Saxon dari tahun 924 hingga 927 dan Raja Bangsa Inggris dari tahun 927 sampai kematiannya pada tahun 939.[a] Ia merupakan putra dari Raja Edward si Tua dan istri pertamanya, Ecgwynn. Para sejarawan modern memandangnya sebagai Raja Inggris pertama sekaligus salah satu "raja Anglo-Saxon terbesar".[6] Ia tidak pernah menikah dan tidak memiliki keturunan; jabatannya digantikan oleh saudara seayahnya, Edmund I.

Ketika Edward meninggal pada bulan Juli 924, Æthelstan diakui sebagai raja oleh rakyat Mercia. Saudara seayahnya, Ælfweard, kemungkinan sempat diakui sebagai raja di Wessex, tetapi meninggal dalam kurun waktu tiga minggu setelah kematian ayah mereka. Æthelstan menghadapi penolakan di Wessex selama beberapa bulan, dan baru dimahkotai pada bulan September 925. Pada tahun 927, ia menaklukkan kerajaan Viking terakhir yang tersisa, York, menjadikannya penguasa Anglo-Saxon pertama atas seluruh Inggris. Pada tahun 934, ia menginvasi Skotlandia dan memaksa Konstantinus II untuk tunduk kepadanya. Kekuasaan Æthelstan dibenci oleh bangsa Skotlandia dan Viking, hingga pada tahun 937 mereka menginvasi Inggris. Æthelstan mengalahkan mereka dalam Pertempuran Brunanburh, sebuah kemenangan yang memberinya prestise besar, baik di Kepulauan Britania maupun di Eropa Daratan. Setelah kematiannya pada tahun 939, bangsa Viking merebut kembali kendali atas York, dan wilayah tersebut baru benar-benar ditaklukkan kembali secara permanen pada tahun 954.

Æthelstan memusatkan jalannya pemerintahan; ia meningkatkan kendali atas penerbitan piagam dan menghimpun tokoh-tokoh terkemuka dari wilayah-wilayah jauh ke dalam dewan-dewannya. Pertemuan-pertemuan ini juga dihadiri oleh para penguasa dari luar wilayah kekuasaannya, khususnya raja-raja Wales, yang dengan demikian mengakui ketuanannya. Naskah-naskah hukum yang bertahan dari masa pemerintahannya berjumlah lebih banyak daripada dari raja Inggris abad ke-10 mana pun. Naskah-naskah tersebut menunjukkan keprihatinannya terhadap perampokan yang merajalela serta ancaman yang ditimbulkannya terhadap tatanan sosial. Reformasi hukum yang dijalankannya dibangun di atas landasan yang diletakkan oleh kakeknya, Alfred yang Agung. Æthelstan merupakan salah satu raja Saxon Barat yang paling saleh, serta dikenal atas kegemarannya mengumpulkan relik dan mendirikan gereja-gereja. Rumah tangganya menjadi pusat pembelajaran Inggris selama masa pemerintahannya, dan meletakkan dasar bagi reformasi biara Benediktin pada paruh belakangan abad tersebut. Tidak ada raja Saxon Barat lainnya yang memainkan peran sekrusial Æthelstan dalam perpolitikan Eropa, dan ia mengatur pernikahan beberapa saudara perempuannya dengan para penguasa Eropa Daratan.

Pemerintahan

250px-Saxon_Coronation_Stone%28_Athelstan%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
AÐELSTAN DCCCCXXV di atas alas tiang modern dari Batu Penobatan, Kingston upon Thames

Athelstan merupakan putra Edward Tua, dan cucu Alfred yang Agung. Ayahnya, setelah beberapa kesulitan, meneruskan Kerajaan Anglo-Saxon yang dibentuk oleh Raja Alfred. Bibinya, saudara perempuan Edward, Æthelflæd, memerintah Mercia Barat atas nama Edward setelah dengan kematian suaminya, Ealdorman Æthelred. Segera setelah mangkatnya Æthelflæd, Edward dengan cepat mengambil alih kekuasaan Mercia, dan pada saat kematiannya ia dapat dibilang memimpin semua kerajaan-kerajaan Inggris di sebelah selatan sungai Humber. Athelstan diasuh oleh bibinya di Mercia, mungkin sebagai cara untuk memberikan semangat kepada kesetiaan Mercia kepada dinasti Saxon Barat. Segera setelah mangkatnya Edward, Athelstan menjadi Raja Mercia, meskipun kelihatannya membutuhkan waktu yang lama baginya untuk diakui di Wessex dimana saudara tirinya Ælfweard dan Edwin mendapat dukungan.

Aliansi politik tampak sangat diutamakan oleh Athelstan. Hanya setahun setelah ia ditabalkan, ia menikahkan satu dari saudara perempuannya dengan Sihtric Cáech, Raja Northumbria di Tamworth,[7] yang mengakui Æthelstan sebagai adhiraja, dan menganut iman Kristiani. Dalam waktu setahun ia mungkin menanggalkan kepercayaan barunya dan mengabaikan istrinya, tetapi sebelum ia dan Æthelstan sempat bertempur, Sihtric tiba-tiba mati mendadak pada tahun 927. Kerabatnya, mungkin saudara laki-lakinya, Gofraid, yang tinggal sebagai wakilnya di Dublin, datang dari Irlandia untuk mengambil kekuasaan di York, tetapi gagal. Æthelstan dengan cepat bergerak, merebut sebagian besar wilayah Northumbria. Tindakan yang berani ini menjadikan seluruh wilayah Inggris di bawah satu pemimpin untuk pertama kalinya, meskipun persatuan ini belum permanen sampai tahun 954. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, kerajaan Inggris telah menjadi suatu kekuatan yang terbesar di dalam kepulauan Britania.[8]

250px-Aethelstan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uang logam Æthelstan.

Pada mulanya para pemimpin lainnya di Britania Raya kelihatannya telah tunduk kepada Athelstan di Bamburgh: "Pertama-tama Hywel, Raja Wales Barat, dan Konstantinus II, Raja Skotlandia, dan Owain, Raja rakyat Gwent, dan Ealdred...dari Bamburgh" catatan Riwayat Anglo-Saxon. William dari Malmesbury menambahkan bahwa Owain dari Strathclyde juga hadir.[9]

Brunanburh dan setelah itu

250px-Athelstan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Athelstan mempersembahkan sebuah buku kepada St Cuthbert (934), kepala santo dari utara jauh Inggris; potret Anglo-Saxon (Corpus Christi MS 183, fol. 1v)

Brunanburh, walaupun merupakan pertempuran yang terkenal dan berdarah, tidak menyelesaikan apapun. Pada tanggal 27 Oktober 939 Æthelstan, yang disebut "pilar martabat dunia barat" di dalam Tawarikh Ulster, wafat di Malmesbury. Ia digantikan oleh saudara laki-lakinya Edmund Tua, yang berusia delapan belas tahun. Kerajaan milik Æthelstan yang kelihatannya diselamatkan dengan kemenangan di Brunanburh, runtuh kurang dari setahun dari kematiannya ketika Amlaíb kembali dari Irlandia dan merebut Northumbria dan wilayah Mercia yang diduduki orang Denmark. Edmund menghabiskan sisa-sisa dari pemerintahan Konstantinus untuk membangun kembali kerajaan itu.[10]

Athelstan biasanya dianggap sebagai raja pertama Inggris dan pemerintahannya dilihat sebagai yang pertama kali mempersatukan kerajaan-kerajaan Inggris, Wales dan Skotlandia di bawah satu pemimpin sebagai "Raja dari seluruh Britania".[11] Ia mencapai keberhasilan militer yang cukup atas saingan-saingannya, termasuk bangsa Viking, dan mengembangkan pimpinannya untuk bagian-bagian Wales dan Cornwall.

Administrasi dan hukum

Dengan tumbuhnya kerajaan Athelstan kerajaan itu mendapat tantangan baru soal administrasi. Menjelang akhir pemerintahannya kita mendengar Athelstan, arti 'setengah raja', yang adalah Ealdorman untuk kebanyakan Mercia timur dan Anglia Timur. Ian Walker memperdebatkan bahwa, karena tingkat kekuatan Athelstan tumbuh, tingkat kepastian royalti pada tingkat berikutnya harus tumbuh juga. Poin ini menunjuk pada suatu stratifikasi peningkatan lingkungan Inggris, sebuah perkembangan yang dapat diusut dari masa terawal Anglo-Saxon sampai dengan Penaklukan Norman dan seterusnya.

Athelstan dan Welsh

250px-Athelstan_from_All_Souls_College_Chapel_detail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar Athelstan dari kaca patri di kapel All Souls College, Oxford

Pemerintahan Athelstan menandai selang antar kerusuhan sporadik antara Kerajaan Inggris dan Wales. Menurut Asser, seorang biarawan dari St David, Dyfed, beberapa kerajaan Wales menyerah (termasuk akhirnya yang diperintah oleh putra-putra Rhodri Mawr) kepada Alfred. Tidak ada pertempuran antara Inggris dan Wales yang dicatat selama masa pemerintahan Athelstan, tetapi piagam-piagam menunjukkan raja-raja Wales mengunjungi istananya, kemungkinan datang dengannya pada saat kampanye. D.P. Kirby memperdebatkan bahwa Athelstan menekan raja-raja Welsh, mengawasi mereka dengan dekat untuk menjaga kesetiaan mereka. Juga kemungkinan bahwa beberapa raja Welsh, terutama Hywel Dda, mendapatkan keuntungan dari hubungan ini. Hywel mungkin dipengaruhi oleh ide kedudukan raja Inggris - ia merupakan raja Welsh yang pertama yang berasosiasi dengan kode hukum Wales utama, dan uang logam yang dicetak di Chester, berisi namanya.

Hubungan luar negeri

Seperti para pendahulunya, istana Athelstan berhubungan dengan negara-negara Eropa lainnya. Saudara tirinya menikah ke dalam keluarga ningrat Eropa. Ædgyth menikahi calon Kaisar Romawi Suci Otto, putra Henry I dari Sachen. Alan II, Adipati Britania dan Haakon, putra Harald dari Norwegia, keduanya dibesarkan di istana Æthelstan, dan ia menyediakan sebuah rumah untuk Louis, putra Charles yang Sederhana yang diasingkan.

Meskipun ia membangun banyak aliansi lewat keluarganya, ia tidak memiliki keturunan sendiri.

Athelstan seorang yang religius dan banyak menyumbang untuk gereja di Wessex, dan ketika ia wafat pada tahun 939 di Gloucester ia dimakamkan di biara kesukaanya, Biara (Malmesbury) daripada bersama dengan keluarganya di Winchester. Meskipun makamnya masih ada disana, tubuhnya telah hilang berabad-abad kemudian. Makam di bawah patung yang ada sekarang tidak ada isinya sama sekali, peninggalan dari raja tersebut telah hilang sewaktu Pembubaran Biara pada tahun 1539 oleh Raja Henry VIII. Sisa-sisanya mungkin telah dihancurkan oleh Komisaris Raja atau disembunyikan sebelum para Komisaris tersebut tiba untuk menutup Biara. Di Malmesbury, namanya hidup pada abad ke-20 dan 21, mulai dari segalanya dari perusahaan bus dan toko barang bekas sampai beberapa jalanan dan jalan raya, juga Rumah Panti yang dibuka pada tahun 2008, dinamakan sepertinya. Pelindung biara, dan hadiahnya atas status kota juga hidup dengan Warden dan Freemen dari Malmesbury.

Ia digantikan oleh adik tirinya, Raja Edmund I dari Inggris.

Silsilah Keluarga

Silsilah Keluarga Athelstan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
16. Egbert dari Wessex
 
 
 
 
 
 
 
8. Æthelwulf dari Wessex
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
17. Redburga
 
 
 
 
 
 
 
4. Alfred yang Agung
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
18. Oslac
 
 
 
 
 
 
 
9. Osburga
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2. Edward Tua
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
10. Æthelred Mucil
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
5. Ealhswith
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
1. Athelstan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3. Ecgwynn
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lihat pula

Bibliografi

  • Wessex dan Inggris dari Alfred ke Edgar: six essays on political, cultural, and ecclesiastical revival, David Dumville, (Woodbridge, 1992)
  • "England, c.900-1016", Simon Keynes, in The New Cambridge Medieval History, vol. II. ed. R. McKitterick, (Cambridge University Press, 1999)
  • The Age of Athelstan: Britain's Forgotten History, Paul Hill, (Tempus Publishing, 2004). ISBN 0-7524-2566-8

Atas Athelstan dan Welsh:

  • D.P. Kirby, 'Hywel Dda: Anglophil?', Welsh Historical Review, 8 (1976-7)
  • H.R. Loyn, 'Wales and England in the tenth century: the context of the Athelstan Charters', Welsh History Review 10, (1980-1)

Untuk hukum pada masa pemerintahan Athelstan:

  • Patrick Wormald, The Making of English Law: King Alfred to the Twelfth Century, vol. 1, (Blackwell, 1999)
  • Simon Keynes, 'Royal government and the written word in late Anglo-Saxon England' in The Uses of Literacy in Early Medieval Europe. ed. R. McKitterick, (Cambridge University Press, 1990)

Kompilasi dari sumber-sumber tersebut dapat ditemukan di:

  • The Laws of the Earliest English Kings, F.L. Attenborough, (Cambridge University Press, 1922)
  • English Historical Documents c.500-1042, 2nd ed., D. Whitelock, (Eyre and Spottisoode, 1980)

Catatan

  1. ↑ Raja-raja Wessex pada abad kesembilan hingga masa pemerintahan Alfred yang Agung menggunakan gelar Raja Bangsa Saxon Barat. Pada dekade 880-an, Æthelred, Penguasa Bangsa Mercia, mengakui ketuanan Saxon Barat, dan Alfred kemudian mengadopsi gelar baru, yaitu raja bangsa Anglo-Saxon, yang mewakili gagasannya mengenai entitas politik baru bagi seluruh rakyat Inggris yang tidak berada di bawah kekuasaan Viking. Gelar ini bertahan hingga tahun 927, ketika Æthelstan menaklukkan benteng terakhir Viking, York, dan mengadopsi gelar raja bangsa Inggris.[5]

Referensi

  1. ↑ Foot 2011, hlm. 120–121. sfn error: tanpa target: CITEREFFoot2011 (bantuan)
  2. ↑ Blunt 1974, hlm. 47–48. sfn error: tanpa target: CITEREFBlunt1974 (bantuan)
  3. ↑ Parker Library 2015. sfn error: tanpa target: CITEREFParker_Library2015 (bantuan)
  4. ↑ Foot 2011, hlm. 110. sfn error: tanpa target: CITEREFFoot2011 (bantuan)
  5. ↑ Keynes 2014, hlm. 534–536. sfn error: tanpa target: CITEREFKeynes2014 (bantuan)
  6. ↑ Wood 2005, hlm. 7. sfn error: tanpa target: CITEREFWood2005 (bantuan)
  7. ↑ Everything2.com
  8. ↑ Higham, Kingdom of Northumbria, pp. 186–190; Stenton, Anglo-Saxon England, pp. 339–340; Woolf, Pictland to Alba, pp.148–151; Swanton, Anglo-Saxon Chronicle, pp. 105 & 107, Ms. D, s.a. 925, 926, Ms. E, F, s.a. 927.
  9. ↑ Litencyc.com
  10. ↑ Woolf, Pictland to Alba, p. 174; Stenton, Anglo-Saxon England, pp. 356–359; Higham, Kingdom of Northumbria, p. 193; Blair, Anglo-Saxon England, pp. 87–89.
  11. ↑

Pranala luar

Didahului oleh:
Edward Tua
or
Ælfweard
Raja Inggris
924–939
Diteruskan oleh:
Edmund
Kepala Negara Monarki Inggris, Skotlandia dan Britania Raya
Kepala Negara Monarki Inggris Pra-1603Kepala Negara Monarki Skotlandia Pra-1603
  • Tokoh yang namanya ditulis miring masih diperdebatkan.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan