Minggu, 20 September 2026
16:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Kerajaan Kent

Kerajaan abad pertengahan awal di Inggris (sekitar 455–825 M)

Kerajaan Kent, atau yang dulunya dikenal sebagai Kerajaan Orang Kent (bahasa Inggris: Kingdom of the Kentish), adalah kerajaan abad pertengahan awal yang terletak di wilayah yang sekarang menjadi Inggris Tenggara. Kerajaan ini diperkirakan berdiri antara abad kelima atau abad keenam Masehi. Keberadaannya berakhir ketika Kerajaan Kent sepenuhnya diserap oleh Kerajaan Wessex pada pertengahan abad ke-9, dan kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Inggris pada awal abad ke-10.

Sebelum kerajaan ini berdiri, wilayah Kent di bawah administrasi Romawi-Britania kerap menghadapi serangan dari laut pada abad ke-4 M. Kemungkinan besar, kelompok tentara bayaran (foederati) berbahasa Jermanik diundang untuk menetap guna menjaga wilayah tersebut. Setelah administrasi Romawi berakhir pada tahun 410, kelompok suku Jermanik lainnya berdatangan, sebagaimana dibuktikan oleh temuan arkeologis dan naskah Anglo-Saxon. Kelompok etnis utama yang menetap tampaknya adalah suku Jutes; mereka mendirikan kerajaan di Kent Timur dan mungkin awalnya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Franka. Terdapat pula dugaan bahwa komunitas Saxon Timur atau Tengah awalnya menetap di Kent Barat sebelum akhirnya melebur dengan kerajaan Kent Timur yang kian meluas pada abad ke-6.

Pada puncak kejayaannya, Kerajaan Kent menjadi salah satu kekuatan penting di Inggris Tenggara. Raja Kent yang paling awal tercatat adalah Æthelberht. Pada akhir abad ke-6, ia memegang pengaruh besar sebagai bretwalda (penguasa tertinggi) atas raja-raja Anglo-Saxon lainnya. Masa pemerintahannya juga menjadi tonggak sejarah penting karena menandai awal Kristenisasi bangsa Anglo-Saxon, yang dimulai dengan kedatangan biarawan Agustinus dari Canterbury beserta misi Gregoriannya pada tahun 597 M.

Sebagai salah satu dari tujuh kerajaan dalam Heptarki Anglo-Saxon, Kent perlahan kehilangan kedaulatannya. Pada abad ke-8, statusnya turun menjadi kerajaan bawahan (sub-kingdom) di bawah kekuasaan Mercia, kemudian beralih menjadi bawahan Wessex pada pertengahan abad ke-9, hingga akhirnya terserap sepenuhnya ke dalam Kerajaan Inggris yang bersatu pada awal abad ke-10. Meskipun kerajaannya runtuh, nama wilayah ini terus dipertahankan hingga kini sebagai county Kent. Seluruh rekam jejak sejarah ini diketahui melalui studi naskah kuno seperti Kronik Anglo-Saxon dan Sejarah Gerejawi Bangsa Inggris (Ecclesiastical History of the English People), serta bukti arkeologis dari pemakaman, permukiman, dan toponimi (nama tempat).

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan