Minggu, 20 September 2026
10:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Ekonomi Brunei Darussalam

Ekonomi Brunei Darussalam

250px-Bank_Islam_Brunei_Darussalam_%28Seria%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah bank di Seria, Belait.

Ekonomi Brunei Darussalam berpusat pada sektor minyak bumi dan gas serta perdagangan. Pendapatan nasional Brunei Darussalam termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Ekonomi Brunei Darussalam dilaksanakan menggunakan satuan mata uang Dolar Brunei Darussalam dengan nilai yang sama dengan Dolar Singapura. Sumber-sumber ekonomi Brunei Darussalam terletak di sektor alam, pariwisata, dan industri. Sumber ekonomi di bidang hasil alam meliputi kondisi geografi yang berbentuk dataran rendah dan bukit, minyak bumi dan gas yang berlimpah serta perkebunan kelapa, karet, dan kelapa sawit. Sumber ekonomi di bidang pariwisata berupa wisata budaya masyarakat pasar terapung dan istana Kesultanan Brunei. Di bidang industri, sumber ekonomi berasal dari industri minyak dan gas serta penambangan di daratan dan lepas pantai. Ekonomi Brunei Darussalam sebagian besar dibangun oleh tenaga kerja di bidang jasa (77,2%) dan sebagian kecil di sektor industri (21,4%) dan perkebunan (1,4%). Ekonomi Brunei Darussalam dikembangkan oleh masyarakat lokal melalui pembangunan sosial dan pembangunan ekonomi yang didukung oleh pemerintah. Masyarakat Brunei Darussalam diarahkan oleh pemerintah untuk menjadi wirausahawan dengan mendirikan sebuah asosiasi atau organisasi ekonomi. Masyarakat lokal bekerja dalam bidang produksi kerajinan lokal yang dibantu oleh pemerintah melalui promosi dalam bentuk ekspo dan pameran. Pembangunan ekonomi Brunei Darussalam dikelola oleh Dewan Pengembangan Ekonomi Brunei. Brunei Darussalam mengembangkan ekonomi melalui hibah usaha mikro bagi pemuda yang bekerja di sektor swasta.[1] Dana Moneter Internasional menetapkan bahwa produk domestik bruto per kapita merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.[2]

Produk domestik bruto

Ekonomi Brunei Darussalam berada pada urutan keseratus empat puluh sembilan berdasarkan produk domestik bruto. Berdasarkan produk domestik bruto per kapita, Brunei Darussalam berhasil menduduki peringkat kedelapan. Sebagian besar pendapatan negara ini berasal dari industri terutama industri minyak bumi dan pengolahannya. Mitra ekspor utamanya adalah Jepang, Indonesia, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat. Brunei Darussalam tergabung dalam beberapa organisasi ekonomi internasional seperti Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Organisasi Perdagangan Dunia.

Kerja sama

Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur (BIMP-EAGA)

Brunei Darussalam telah mengadakan kerja sama ekonomi dalam Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur. Dalam kerja sama ekonomi ini, negara yang tergabung di dalamnya ialah Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina. Masing-masing negara mengajukan kawasan kerja sama dari wilayahnya masing masing. Brunei Darussalam mengajukan seluruh wilayah negaranya sebagai kawasan kerja sama. Sedangkan Indonesia mengajukan 15 provinsi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Malaysia mengajukan dua negara bagian yaitu Sabah, Sarawak, dan satu wilayah teritorial federal yaitu Labuan. Sedangkan Filipina mengajukan Pulau Mindano dan Provinsi Palawan.[3]

Kawasan Perdagangan Bebas Perbara

Brunei Darussalam turut bergabung dalam Kawasan Perdagangan Bebas Perbara sejak tahun 1993. Dalam kawasan ini perdagangan dilakukan dengan aliran bebas barang di ASEAN. Dalam kerja sama ini, Brunei Darussalam menerima salah satu dari dua jenis kerja sama. Dalam Kawasan Perdagangan Bebas Perbara, negara anggota ASEAN terbagi dua, yaitu ASEAN 6 dan CLMV. ASEAN 6 terdiri dari Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sedangkan CLMV merupakan gabungan dari Laos, Kamboja, Myanmar dan Vietnam. Dalam ASEAN 6, tarif jalur masuk dikurangi hingga 99,65% dari skema Tarif Preferensi Efektif Umum. Sedangkan dalam CLMV, tarif dikurangi sebesar 98,96% tarif menjadi antara 0-5%. Tarif lama hanya diizinkan pada beberapa produk yang tergolong dalam Daftar Sensitif, Daftar Sensitif Tinggi dan Daftar Ekspresi Umum.[4]

Pranala luar

Referensi

  1. Jaelani, Aan (2015). Manajemen Zakat di Indonesia dan Brunei Darussalam (PDF). Cirebon: Nurjati Press. hlm. 102–103. ISBN 978-602-9074-35-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Abidin, Yumetri (2020). Pengantar Budaya Masyarakat Asia Tenggara (PDF). Jakarta: Lembaga Penerbitan UNAS. hlm. 117.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Raharjo, S.N.I. (2019). Membangun Konektivitas di Perbatasan: Kerja Sama Subregional Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia dan Filipina (PDF). Jakarta: LIPI Press. hlm. 88. ISBN 978-602-496-075-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Tavares, dkk. (2017). ASEAN Selayang Pandang (PDF) (Edisi 22). Jakarta Pusat: Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN. hlm. 36. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-07-10. Diakses tanggal 2021-07-11.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
Sejarah
Geografi
Pemerintah
Politik
Ekonomi
Sosial
Simbol
Ekonomi Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan