Senin, 05 Oktober 2026
03:49 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Ekonomi Bahrain

Ekonomi Bahrain

Bagikan:

Ekonomi Bahrain bersifat ekonomi pasar terbuka. Pemerintah Bahrain telah mengubah pembangunan ekonomi di Bahraian dari industri minyak dan gas beralih ke industri jasa. Bidang ekonomi yang dijadikan sebagai kegiatan sekaligus sumber ekonomi adalah keuangan, perbankan, asuransi, konstruksi, pariwisata dan manufaktur. Perubahan kebijakan ekonomi Bahrain dimulai sejak tahun 2000 dengan perkembangan yang positif. Ekonomi Bahrain tergolong stabil. Dari tahun 2000 hingga tahun 2008, produk domestik bruto di Bahrain mengalami pertumbuhan rata-rata 6,5% per tahun. Masyarakatnya hidup dengan pendapatan per kapita sebesar US$. 29.873. Tingkat inflasi mencapai 3,4% dengan peredaran investasi asing langsung sebesar US$ 2,9 miliar. Perekonomian Bahrain merupakan yang tertinggi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Komoditas utama yang menjadi sumber ekonomi Bahrain adalah minyak, aluminium dan tekstil. Ekonomi Bahrain meningkat melalui kegiatan ekspor komoditas tersebut. Dalam kegiatan ekspor, Bahrain bekerja sama dengan Arab Saudi, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab. Bahrain juga melakukan kegiatan impor berupa minyak bumi, mesin dan bahan kimia. Kerja sama impor diadakan dengan negara Arab Saudi, Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Uni Emirat Arab dan Tiongkok. Kerja sama terbesar Bahrain dalam bidang ekonomi diadakan dengan Arab Saudi. Bahrain mengalami hambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 akibat krisis ekonomi global. Selain itu terjadi defisit akibat penurunan harga minyak dan sulitnya mencari kredit internasional dan dana pembiayaan proyek-proyek non-minyak selama krisis ekonomi global.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Baca Selengkapnya di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan