Jumat, 30 Oktober 2026
23:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ebrahim Alkazi

Ebrahim Alkazi

Bagikan:
Ebrahim Alkazi
Ebrahim_Alkazi_getting_awarded_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1925-10-18)18 Oktober 1925
Meninggal4 Agustus 2020(2020-08-04) (umur 94)
PekerjaanSutradara teater
Dikenal karenaAshadh Ka Ek Din

Ebrahim Alkazi (18 Oktober 1925 – 4 Agustus 2020)[1][2] adalah seorang sutradara teater dan guru drama asal India. Alkazi adalah seorang yang mempunyai disiplin ketat, ia melakukan riset mendalam sebelum memproduksi sebuah drama, yang berujung pada kemajuan-kemajuan penting dalam desain skenografi. Standar-standarnya kemudian menjadi sangat berpengaruh.[3] Ia juga merupakan Direktur Sekolah Drama Nasional, New Delhi (1962–1977)[4][5][6] Ia juga seorang penikmat seni, kolektor dan pemilik galeri yang terkenal, dan mendirikan Galeri Warisan Seni di Delhi dengan istrinya, Roshan Alkazi.[7]

Catatan

  1. ↑ Rashtriya Sahara – Band 2, Ausgabe 2, 1991, p. 154
  2. ↑ Indian Express
  3. ↑ Leiter, p.32 - 33
  4. ↑ Meyer, p. 9
  5. ↑ Banham, p. 18
  6. ↑ Rubin, p. 158
  7. ↑ "Theatre is revelation (Interview)". The Hindu. 24 Februari 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Maret 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Referensi

Pranala luar

Seni rupa
Pelayanan Sipil
Urusan Hukum dan Publik
Sastra dan Pendidikan
Kedokteran
Pelayanan Militer
Lain-Lain
Ilmu Pengetahuan dan Teknik
Pelayanan Sosial
Olahraga
Perdagangan dan Industri
Penerima penghargaan Padma Bhushan (1990–99)
1990
1991
1992
1998
1999
1954–1960
1961–1980
1981–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan