Jumat, 16 Oktober 2026
13:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Amrita Pritam

Amrita Pritam

Bagikan:
Amrita Pritam
ਅੰਮ੍ਰਿਤਾ ਪ੍ਰੀਤਮ
Amrita_Pritam_%281919_%E2%80%93_2005%29_%2C_in_1948.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1919-08-31)31 Agustus 1919
Gujranwala, India Britania
(sekarang di Punjab, Pakistan)
Meninggal31 Oktober 2005(2005-10-31) (umur 86)
Delhi, India
PekerjaanNovelis, penyair, esayis
Pasangan menikahPritam Singh
Karier kepenulisan
Periode1936–2004
Genrepuisi, prosa, autobiografi
Subjekpartisi India, wanita, mimpi
Karya terkenalPinjar (novel)
Ajj aakhaan Waris Shah nu (puisi)
Suneray (puisi)
Gerakan sastra
Romansa-Progresivisme

Amrita Pritam simakⓘ (31 Agustus 1919 – 31 Oktober 2005) adalah seorang penulis dan penyair asal India yang menulis dalam bahasa Punjab dan bahasa Hindi.[1] Ia dianggap penyair, novelis, dan esayis Punjabi wanita berpengaruh pertama, dan penyair abad ke-20 utama dari bahasa Punjabi, yang dicintai pada dua sisi perbatasan India–Pakistan. Berkarier selama lebih dari enam dekade, ia memproduksi lebih dari 100 buku puisi, fiksi, biografi, esai, kumpulan lagu rakyat Punjabi dan sebuah autobiografi yang diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa India dan asing.[2][3]

Referensi

  1. ↑ Amrita Pritam, The Black Rose by Vijay Kumar Sunwani, Language in India, Volume 5: 12 December 2005.
  2. ↑ Amrita Pritam – Obituary The Guardian, 4 November 2005.
  3. ↑ Amrita Pritam: A great wordsmith in Punjab’s literary history Diarsipkan 19 Juni 2006 di Wayback Machine Daily Times (Pakistan), 14 November 2005.

Bacaan tambahan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Amrita Pritam.
Video links
1965–1985
1986–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan