Jumat, 09 Oktober 2026
01:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Ashapoorna Devi

Bagikan:
Ashapoorna Devi
Lahir(1909-01-08)8 Januari 1909
Potoldanga, Kalkuta, India
Meninggal13 Juli 1995(1995-07-13) (umur 86)
PekerjaanNovelis, Penyair
Karier kepenulisan
BahasaBengali
Periode1939–1995
GenreFiksi
Karya terkenalPrathom Protishruti
Subarnolata
Bakul Katha
Penghargaan terkenalPenghargaan Jnanpith
Padma Shri
Sahitya Akademi Fellowship

Ashapoorna Devi (8 Januari 1909 – 13 Juli 1995) juga Ashapurna Debi atau Asha Purna Devi, adalah seorang novelis dan penyair Bengali. Ia dihargai dengan sejumlah penghargaan. Pada 1976, ia dianugerahi Penghargaan Jnanpith dan Padma Shri oleh Pemerintah India; D.Litt oleh Universitas Jabalpur, Rabindra Bharati, Burdwan dan Jadavpur. Universitas Vishwa Bharati menganugerahinya dengan Deshikottama pada 1989. Atas jasa-jasanya sebagai novelis dan penulis cerita pendek, Sahitya Akademi memberikannya penghargaan tertingginya, Fellowship, pada 1994.[1] Selama 70 tahun, Ashapurna Devi menulis sebanyak 300 buku tanpa pernah menempuh pendidikan formal apapun.

Selama 70 tahun, Ashapurna Devi menulis sebanyak 300 buku tanpa pernah menembuh pendidikan formal bentuk apapun. Melalui buku trilogi Pratham Pratishruti (1964), Subarnalata (1967), dan Bakul Katha (1974), Ashapurna Devi menceritakan tentang tiga generasi wanita di India. Narasinya mengenai patriarki dimulai dengan cerita tentang kultur antahpur yang “mencegah wanita untuk terekspos di publik”, di mana ia justru dengan tegas menggunakan suara wanita untuk menyiarkan hal tersebut. Tulisannya menginspirasi pergerakan feminisme di India, di mana budaya patriarki sangat kental di sana.[2]

Pada masa-masa menulisnya, Ashapurna Devi menyempatkan diri untuk menulis di tengah-tengah tugas domestiknya sebagai seorang wanita, seperti memasak dan mengurus anak. Dalam melancarkan strategi melawan patriarki di India, Ashapurna Devi menggunakan pendekatan yang berbeda dibanding kebanyakan feminis di Inggris maupun negara Eropa lainnya. Gaya menulis Ashapurna Devi lebih menempatkan dirinya sebagai seorang “saksi” patriarki dibanding seorang reformis sosial. Seperti Thucydides menceritakan Perang Peloponnesia, seperti itu pula Ashapurna Devi menceritakan posisi subversif wanita dalam struktur sosial di India. Di mana, ia lebih memosisikan dirinya sebagai seseorang yang mengharapkan adanya emansipasi wanita di generasi Bakul. Melalui cara itu, pembaca dibiarkan untuk memiliki refleksi tersendiri tentang fenomena sosial yang ada.

Referensi

  1. ↑ Diarsipkan 13 Maret 2008 di Wayback Machine
  2. ↑ Lal, Malashri (September 16, 2017). "Ashapurna Devi and the Feminist Consciousness in Bengal: A Biocritical Reading". The Daily Star Net. Diakses tanggal Maret 10, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

1965–1985
1986–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan