Selasa, 20 Oktober 2026
08:22 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Kakao (perusahaan)

perusahaan asal Korea Selatan

Bagikan:
Untuk tanaman budidaya dengan nama yang mirip secara homofonik, lihat Kakao.
Kakao Corporation
250px-Kakao_CI_yellow.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama asli
주식회사 카카오
Nama latin
RR: Jusikhoesa Kakao
MR: Chushikhoesa K'ak'ao
JenisPublik
KRX: 035720
IndustriInternet
PendiriBrian Kim
Kantor pusat
Wilayah yang dilayani
Seluruh dunia
Tokoh kunci
Brian Kim (Pendiri)
Stephan Kim [ko] (Chairman)[a][1]
Namkoong Whon (CEO)[1]
ProdukKakaoTalk, Daum
PendapatanKenaikan KRW₩ 4,16 triliun (2020)[2]
Kenaikan KRW₩ 167,1 miliar (2020)
PemilikBrian Kim (25,66%)
National Pension Service (8,47%)
Tencent (6,35%)
Jumlah karyawan
10.644 (2020)
Kakao
Hangul
카카오
Alih AksaraKakao
McCune–ReischauerK'ak'ao

Kakao (bahasa Korea:카카오) adalah perusahaan Internet asal Korea Selatan yang didirikan pada tahun 2010. Perusahaan ini dibentuk sebagai hasil penggabungan dari Daum Communications dan Kakao Inc. Pada tahun 2014, perusahaan ini mengubah namanya menjadi Daum Kakao, [3] tapi setahun kemudian, perusahaan ini kembali mengubah namanya menjadi Kakao.[4]

Pada bulan Mei 2015, perusahaan ini mengakuisisi Path, sebuah perusahaan media sosial asal Amerika yang sukses di Indonesia.[5] Pada bulan Januari 2016, Kakao mengakuisisi 76,4% saham LOEN Entertainment, sebuah perusahaan hiburan besar asal Korea Selatan, dengan harga $1,5 miliar.[6] Nama perusahaan tersebut kemudian diubah menjadi Kakao M. Perusahaan ini menjadi terkenal berkat KakaoTalk, sebuah aplikasi perpesanan instan gratis untuk ponsel cerdas dengan fitur SMS dan telepon gratis. Hingga bulan Mei 2017, aplikasi tersebut memiliki 220 juta pengguna terdaftar dan 47 juta pengguna aktif bulanan.[7]

Sejarah

2006-2014: Pendirian

Kakao Corp adalah perusahaan di belakang KakaoTalk, yang menjadi aplikasi unggulan dan platform utamanya. Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 2006 saat Kim Bum-soo, mantan CEO NHN Corporation (organisasi hasil penggabungan antara Hangame dan Naver.com) mendirikan Kakao Inc[8] dengan kantor pusat di Seoul, Korea Selatan. Manson Yeo dan Sean Joh bersama-sama menjabat sebagai CEO.[9]

Pada bulan Agustus 2013, tiga dari sepuluh permainan Android teratas versi App Annie dimasukkan ke dalam platform KakaoTalk, yakni Everybody’s Marble, Cookie Run, dan Anipang.[10] Dengan 93% pengguna KakaoTalk berasal dari Korea Selatan, pengunduhan gratis dari permainan Ani Pang dan Dragon Flight, yang hanya dapat dimainkan dengan akun Kakao Talk, pun dianggap sebagai permainan "nasional". Untuk menjaga kesederhanaan pada semua layanannya, aplikasi yang disediakan oleh Kakao dapat dibeli dan diakses dengan tautan ke KakaoTalk.[11] Kakao mencatatkan pendapatan sekitar US$200 juta dari permainan, konten digital, e-commerce, dan kanal pemasarannya untuk merek dan selebritas.[12] Kakao disebut sebagai pengembang teratas pada Android Market, dan KakaoTalk juga dipilih sebagai aplikasi SMS gratis teratas oleh Cnet.[13]

Berdasarkan laporan App Annie pada bulan Desember 2013, Kakao adalah pengembang dengan pendapatan bulanan terbesar ketiga di Google Play. Kakao adalah pengembang teratas pada iOS dan Google Play di Korea Selatan. Sementara KakaoTalk adalah aplikasi dengan pendapatan terbesar pada iOS dan Google Play di Korea Selatan.[14] KakaoTalk juga dinominasikan sebagai aplikasi seluler paling inovatif pada Global Mobile Awards tahun 2014.[15] Kakao lalu setuju untuk membeli Daum Communications Corp, guna mengurangi biaya dan mengurangi waktu untuk tumbuh dan melantai di bursa saham di Seoul, Korea Selatan.[16]

Aplikasi buatan Kakao meliputi KakaoTalk, KakaoStory, KakaoTaxi, KakaoAccount, KakaoMap, KakaoDriver, KakaoBus, KakaoMusic, KakaoGroup, KakaoHome, KakaoPlace, KakaoAlbum, KakaoPage, KakaoStyle, dan KakaoAgit.[17]

2014–2015: Penggabungan

Lihat pula: Daum

Pada tanggal 26 Mei 2014, Kakao mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan untuk bergabung dengan Daum Communications, salah satu portal Internet teratas di Korea, melalui penukaran saham. Setelah selesai, perusahaan hasil penggabungan akan memiliki kapitalisasi pasar sebesar KRW 3 trilliun, sehingga memungkinkannya menjadi pesaing yang relevan untuk Naver, yang merupakan portal web terbesar di Korea Selatan.[18] Nilai perusahaan hasil penggabungan (Daum Kakao) kemudian ditaksir mendekati KRW 10 triliun.[19]

Pada tahun 2015, Daum Kakao mengubah namanya menjadi Kakao. Karena adanya masalah judi dan sensor di dalam ekosistem Kakao, dewan direksi Kakao kemudian memberhentikan Kim-beom-soo dari jabatan CEO, dan menggantikannya dengan Rim Ji-hoon.[20][21][22] Kim Beom-soo lalu menjadi pemegang saham terbesar di Kakao dengan 22,2%.[23]

2015–sekarang: Model bisnis baru

250px-Kakao_Taxi_in_Daejeon_with_license_plates_removed.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kakao Taxi di Daejeon

Pada tanggal 10 Maret 2015, Daum Kakao meluncurkan layanan KakaoTaxi yang memungkinkan pengguna untuk menelepon taksi dengan menggunakan aplikasi KakaoTaxi.[24] Karena banyak operator taksi yang bekerja sama dengan layanan KakaoTaxi,[25] sekitar 600.000 pengguna pun menggunakan KakaoTaxi tiap hari, hanya dalam delapan bulan setelah KakaoTaxi diluncurkan.[26]

Bank Internet

Pada tahun 2017, Kakao disetuju oleh regulator di Korea Selatan untuk menjadi bank daring pertama di sana. Bank daring tersebut bergerak di bidang yang sama seperti bank komersial, termasuk memproses deposito, pinjaman, dan mengirim uang. Nasabah tidak harus datang ke kantor bank untuk membuka rekening baru atau untuk mengajukan pinjaman. Rencana bisnis Kakao dianggap inovatif, dan model bisnis Kakao diharapkan dapat menarik nasabah dengan cukup mudah, didasarkan pada pengguna KakaoTalk, yang merupakan aplikasi perpesanan paling populer di Korea Selatan.[27]

Walaupun K-Bank akhirnya menjadi bank daring pertama di Korea Selatan, Kakao Bank yang diluncurkan beberapa bulan kemudian berhasil menarik lebih banyak nasabah, yakni sebanyak 820.000 nasabah hanya dalam empat hari setelah diluncurkan pada tanggal 27 Juli 2017.[28] Aplikasi Kakao Bank sendiri juga telah diunduh sebanyak 1,5 juta kali pada saat yang sama.[28] Hanya dalam satu bulan setelah diluncurkan, Kakao Bank telah memiliki 3,5 juta nasabah.[29] Sementara itu, K-Bank hanya dapat menarik 400.000 nasabah dalam waktu 100 hari setelah diluncurkan.[29] Hingga tanggal 26 September 2017, Kakao Bank telah meminjamkan dana sebesar ₩1,4 triliun ($1,2 miliar), atau 40% dari total pinjaman yang diberikan di seantero Korea Selatan pada bulan September 2017.[30] Ekspansi Kakao Bank dilihat sebagai keunikan di tengah penutupan kantor-kantor bank, terutama yang berasal dari luar Korea Selatan. Buruknya performa bank-bank tersebut diduga karena tingginya biaya operasional kantor dan makin populernya bank daring di Korea Selatan.[30]

Transportasi

Pada bulan November 2015, Kakao meluncurkan model bisnis taksi Kakao T. Layanan tersebut meliputi Kakao Taxi Black, yang memungkinkan pengguna untuk memesan taksi di Seoul dengan unit mobil yang digunakan adalah yang diimpor dari luar Korea Selatan, seperti Mercedes-Benz, Lexus, dan BMW. Tarif untuk layanan premium dimulai dari ₩8.000. Kakao lalu mengumumkan rencananya untuk mengembangkan operasi Kakao Taxi Black ke kota-kota lain di Korea dalam waktu setahun kedepan.[31] Pada bulan April 2019, Kakao mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan layanan penyewaan sepeda listrik dengan armada awal sejumlah 400 unit sepeda listrik di dua kota besar di Korea.[32]

Amal

Pada bulan Maret 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina 2022, Kakao mendonasikan uang kripto Klay senilai sekitar $3,65 juta ke UNICEF untuk melawan krisis kemanusiaan di Ukraina.[33][34]

Layanan

Korea

Kakao menyediakan berbagai macam layanan.

Komunitas

  • KakaoTalk: layanan perpesanan instan dan VoIP
  • KakaoStory: layanan berbagi foto, video, dan musik
  • KakaoPage: layanan novel dan kartun berbasis web
  • Brunch: layanan penerbitan konten seluler

Hiburan

  • KakaoMusic: aplikasi musik dengan fitur berbagi
  • Melon: layanan streaming musik diakuisisi melalui Kakao M
  • PotPlayer: pemutar media untuk Windows

Mode

  • KakaoStyle: layanan mode seluler
  • KakaoHairshop: layanan pencarian salon kecantikan terdekat

Keuangan

  • KakaoPay: dompet elektronik seluler, terintegrasi dengan KakaoTalk
  • KakaoBank: bank daring di Korea.
  • Klaytn: platform rantai blok konsumen untuk pembayaran seluler (melalui anak usahanya, Ground X)[35]

Investasi

  • Kakao INV: Investasi pada perusahaan rintisan tahap akhir
  • Kakao Ventures: modal ventura untuk perusahaan rintisan tahap awal

Transportasi

  • Kakao T: aplikasi layanan transportasi, menyediakan layanan taksi, layanan pengemudi, dan layanan navigasi.
  • KakaoBus: informasi lalu lintas dan lokasi waktu-nyata dari bus.
  • KakaoMetro: aplikasi kereta metro, menyediakan opsi untuk melihat peta rute metro, merencanakan perjalanan, dan mengecek tarif.

Permainan video

Lainnya

  • KakaoFriends: Berbagai macam produk, termasuk keuangan, distribusi, makanan, dsb
  • KakaoHello: Aplikasi telepon berbasis akun Kakao
  • KakaoTV: interlocks Kakao TV Live broadcasting and KakaoTalk's open chatting
  • KakaoHome: layanan untuk mengelola tampilan beranda ponsel cerdas
  • KakaoPlace: layanan untuk berbagi lokasi terkenal
  • KakaoAlbum: layanan untuk berbagi foto
  • Path: layanan jejaring sosial asal Amerika Serikat (dihentikan)

Catatan

  1. ↑ Juga merupakan CEO dari Kakao Entertainment.

Referensi

  1. 1 2 Yoo, So-yeon (April 4, 2022). "Kakao to build large-scale K-pop performance venue in northern Seoul". Korea JoongAng Daily. Diakses tanggal April 12, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Earning Release 2021". ir.expediagroup.com. 13 Februari 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "kakao > About > History". Kakao Corp. Kakao. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Oktober 2015. Diakses tanggal 9 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Daum Kakao Sets Sail Under New Name". The Chosun Ilbo. Seoul. 24 September 2015. Diakses tanggal 9 Oktober 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Path Sells Its Social Networking App To Daum Kakao". TechCrunch. Diakses tanggal 28 Juni 2015. Path became very popular in some Asian markets – most notably Indonesia, where most of its current active users are today.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Kakao acquires Loen". The Korea Times (dalam bahasa Inggris). 11 Januari 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Kakaotalk: number of monthly active users 2017 - Statistic". Statista.
  8. ↑ Kim, Nam Kyu (2010-03-18). "아이위랩, 아이폰용 메신저 '카카오톡' 출시". Economy Today. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Oktober 2013. Diakses tanggal 1 Mei 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Kakao". kakaocorp.com (dalam bahasa Korean (South Korea)). Diakses tanggal 19 April 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ ACUÑA, ABEL (19 Oktober 2013). "Why is mobile gaming so popular in South Korea?". VentureBeat. Diakses tanggal 13 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "KakaoTalk, a Mobile Social Platform". KoreaMarketing.co=22 December 2013. Diakses tanggal 19 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  12. ↑ "South Korea's Kakao Pushes Boundaries of Social Media". The Wall Street Journal. 26 Februari 2014. Diakses tanggal 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Cnet's No.1 Free SMS app KakaoTalk". Cnet. 26 September 2011. Diakses tanggal 26 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "App Annie Index: Apps – LINE Tops the Revenue Rankings". AppAnnie. 30 Januari 2014. Diakses tanggal 20 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Korean Software Recognition". BusinessKorea. 3 Februari 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-01. Diakses tanggal 19 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ "Kakao Corp Agrees to Buy Daum to Spur Growth, Gain Seoul Listing". Bloomberg. 26 Mei 2014. Diakses tanggal 19 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "Kakao Corp Home". Kakao. 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Daum, Kakao announce merger". The Korea Herald. 26 Mei 2014. Diakses tanggal 11 Juni 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ "Daum and Kakao merge, massive valuation puts them head-to-head with Naver-Line". techinasia. Diakses tanggal 1 Oktober 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Kakao Changes CEO, Name to Highlight Corporate Identity as Leader in Mobile Market". businesskorea. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Januari 2016. Diakses tanggal 24 September 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Daum Kakao to change its name to Kakao". yonhapnews. Diakses tanggal 1 September 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ Russell, Jon. "Korea's Daum Kakao Brings in 34-Year-Old CEO To Grow Its Messaging Business Overseas". TechCrunch. Diakses tanggal 1 Januari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ Lee, Min-Jeong (2014-05-26). "South Korean Messaging-App Maker Kakao to Buy Web Portal Daum". The Wall Street Journal (dalam bahasa American English). ISSN 0099-9660. Diakses tanggal 2018-04-19.
  24. ↑ Shu, Catherine. "Daum Kakao Debuts Uber Rival KakaoTaxi in South Korea". TechCrunch. Diakses tanggal 28 Februari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ "Messaging app Kakao's taxi service already has 84% of Seoul's drivers signed up". The Drum (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 Februari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ Jin-young, Cho (2015-12-17). "Kakao Taxi Draws 600,000 Requests per Day". BusinessKorea (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 Februari 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ "Kakao, KT Surge After South Korea Grants Online Banking Permits". bloomberg. Diakses tanggal 29 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. 1 2 "Kakao Bank attracts 820,000+ clients in four days since launch". FinTech Futures (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-20. Diakses tanggal 19 Juni 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. 1 2 Ray, Stephane (19 Oktober 2017). "Kakao Bank: from 0 to 1,5 millions customers in just one week!" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-19.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. 1 2 Song, Jung-a (5 Oktober 2017). "South Korea web-only banks thrive as traditional lenders struggle". Financial Times. Diakses tanggal 20 Juni 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ "Kakao Launches Luxury Taxi Service". Chosun. 4 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem".
  33. ↑ "카카오, 우크라이나 돕기 클레이 코인 300만개 기부…42억원 규모". 서울신문 (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2022-03-07.
  34. ↑ "Korean companies extend helping hand to Ukraine". koreatimes (dalam bahasa Inggris). 2022-03-06. Diakses tanggal 2022-03-07.
  35. ↑ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem".

32. Naver vs. Kakao: Way of working with startups. https://pickool.net/naver-vs-kakao-way-of-working-with-startups/


Pranala luar

[1]

Korea Selatan Perusahaan Korea Selatan di KRX 100
  1. ↑
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan