Sabtu, 24 Oktober 2026
05:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Candrakirti

Candrakirti

Filsuf Buddhis, spesialis perguruan Madhyamaka

Bagikan:
Infobox orangCandrakirti
330px-Candrakirti.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran600 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
India Selatan Suntingan nilai di Wikidata
Kematian650 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (49/50 tahun)
Data pribadi
AgamaBuddhisme Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanfilsuf,penulis,penerjemah Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariŚākyamitra, Lü Changchub (en) Terjemahkan, Nagarjuna, Āryadeva, Ma Tam Gipa (en) Terjemahkan dan Krishnapada (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
MuridRigpé Khujuk Chewa (en) Terjemahkan, Lobpé Dorjé (en) Terjemahkan, Rigpé Khujuk (en) Terjemahkan, Drubchen Pal Dzin (en) Terjemahkan, Ku Sa Li Chewa (en) Terjemahkan, Shyönnu Bum (en) Terjemahkan, Lobpön Rolpé Dorjé (en) Terjemahkan, Q106805472 Terjemahkan dan Krishnapada (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Candrakirti (600—650) (Dewanagari: चन्द्रकीर्ति; ,IAST: Candrakīrti,; Cina: 月称 Yuèchēng; Jepang: 月称 Gesshō; Tibet: ཟླ་བ་གྲགས་པ) adalah sarjana India di Mahawihara Nālandā. Ia merupakan murid Nagarjuna sekaligus penafsir karya gurunya dan murid utamanya, Aryadeva. Candrakirti lahir dalam keluarga brahmana di Samanta, selatan India.[1]

Ajaran dan karya

Candrakirti merupakan salah satu anggota masyhur dari kelompok yang disebut dbU-ma thal-'gyur dalam bahasa Tibet, suatu gerakan dalam menafsirkan filsafat Madhyamaka yang kadang kala diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Sanskerta sebagai Prāsaṅgika Madhyamaka atau dalam bahasa Indonesia sepadan dengan perguruan "konsekuensialis" atau "dialektisis"[2]

Dalam karyanya, Candrakirti mendukung Buddhapalita daripada Bhavaviveka; mengkritik Bhavaviveka yang menerima silogisme mandiri. Ia juga mengutarakan kritik terhadap sejumlah perguruan Buddhis awal seperti Vijñānavāda atau sekolah idealis.[3]

Karya-karya Candrakirti meliputi Prasannapada—bahasa Sanskerta yang berarti "kata-kata yang jelas"—suatu tafsiran terhadap karya Nagarjuna, Mulamadhyamakakarika dan Madhyamakavatara (suplemen bagi tulisan-tulisan Nagarjuna). Madhyamakāvatāra digunakan sebagai buku sumber bagi kebanyakan sekolah pertapaan Tibet dalam mempelajari 'kekosongan' (Sanskerta: śūnyatā) dan filsafat mazhab Madhyamaka.

Referensi

  1. ↑ P. 298 Global History of Philosophy: The Patristic-Sutra Period, Volume 3, By John C. Plott
  2. ↑ Candrakirti - Budda World. Accessed January 29, 2012.
  3. ↑ Fenner, Peter G. (1983). "Chandrakīrti's refutation of Buddhist idealism." Philosophy East and West Volume 33, no.3 (July 1983) University of Hawaii Press. P.251. Source: (accessed: January 21, 2008)
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Buddhis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan