Minggu, 20 September 2026
17:52 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Bumi super

Bumi super

500px-Exoplanet_Comparison_Kepler-10_b.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi ukuran bumi super Kepler-10 b (kanan) dibandingkan dengan bumi (kiri).

Bumi super atau adibutala adalah planet luar surya dengan massa lebih tinggi dari Bumi, tetapi jauh di bawah raksasa es Tata Surya seperti Uranus dan Neptunus, yang masing-masing memiliki 14,5 dan 17 kali massa Bumi.[1] Istilah "Bumi super" hanya mengacu pada massa planet, dan tidak menyiratkan apa pun tentang kondisi permukaan atau kelaikhunian. Istilah alternatif "katai gas" mungkin lebih akurat untuk mereka yang berada di ujung skala massa yang lebih tinggi, meskipun " Neptunus mini" adalah istilah yang lebih umum.

Definisi

Secara umum, Bumi super ditentukan oleh massanya, dan istilah ini tidak menyiratkan suhu, komposisi, sifat orbit, kelaikhunian, atau lingkungan. Sementara beberapa sumber umumnya setuju dengan batas atas yaitu 10 kali massa Bumi[1][2][3] (~69% dari massa Uranus, yang merupakan planet raksasa Tata Surya dengan massa terkecil) dan batas bawah bervariasi dari 1 [1] atau 1,9 [3] hingga 5 kali massa Bumi[2] diikuti oleh berbagai definisi lain yang muncul di media populer.[4][5][6] Istilah "Bumi super" juga digunakan oleh para astronom untuk merujuk pada planet yang lebih besar dari planet mirip Bumi (dari 0,8 hingga 1,2 jari-jari Bumi), tetapi lebih kecil dari Neptunus mini (dari 2 hingga 4 jari-jari Bumi).[7][8] Definisi ini dibuat oleh operator teleskop luar angkasa Kepler.[9] Beberapa penulis lebih lanjut menyarankan bahwa istilah Bumi super mungkin terbatas pada planet berbatu tanpa atmosfer yang signifikan, atau planet yang tidak hanya memiliki atmosfer tetapi juga permukaan padat atau lautan dengan batas yang tajam antara cairan dan atmosfer, yang tidak dimiliki oleh keempat planet raksasa Tata Surya.[10] Planet di atas 10 kali massa Bumi disebut planet padat masif,[11] mega-Bumi,[12][13] atau planet raksasa gas,[14] bergantung pada apakah mereka terdiri atas sebagian besar batu dan es atau sebagian besar gas.

Referensi

  1. 1 2 3 Valencia, V.; Sasselov, D. D.; O'Connell, R. J. (2007). "Radius and structure models of the first super-earth planet". The Astrophysical Journal. 656 (1): 545–551. arXiv:astro-ph/0610122. Bibcode:2007ApJ...656..545V. doi:10.1086/509800.
  2. 1 2 Fortney, J. J.; Marley, M. S.; Barnes, J. W. (2007). "Planetary Radii across Five Orders of Magnitude in Mass and Stellar Insolation: Application to Transits". The Astrophysical Journal. 659 (2): 1661–1672. arXiv:astro-ph/0612671. Bibcode:2007ApJ...659.1661F. doi:10.1086/512120.
  3. 1 2 Charbonneau, D.; et al. (2009). "A super-Earth transiting a nearby low-mass star". Nature. 462 (7275): 891–894. arXiv:0912.3229. Bibcode:2009Natur.462..891C. doi:10.1038/nature08679. PMID 20016595.
  4. Spotts, P. N. (28 April 2007). "Canada's orbiting telescope tracks mystery 'super Earth'". The Hamilton Spectator. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-06.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Life could survive longer on a super-Earth". New Scientist (2629). 11 November 2007.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "A team of ICE/IEEC astronomers announces the discovery of a possible terrestrial-type exoplanet orbiting a star in the constellation of Leo". Institut de Ciències de l'Espai. 10 April 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Maret 2012. Diakses tanggal 2012-04-28.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Fressin, François; et al. (2013). "The false positive rate of Kepler and the occurrence of planets". Astrophysical Journal. 766 (2): 81. arXiv:1301.0842. Bibcode:2013ApJ...766...81F. doi:10.1088/0004-637X/766/2/81.
  8. Fulton, Benjamin J.; et al. (2017). "The California-Kepler Survey. III. A Gap in the Radius Distribution of Small Planets". The Astronomical Journal. 154 (3): 109. arXiv:1703.10375. Bibcode:2017AJ....154..109F. doi:10.3847/1538-3881/aa80eb.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  9. Borucki, William J.; et al. (2011). "Characteristics of planetary candidates observed by Kepler, II: Analysis of the first four months of data". The Astrophysical Journal. 736 (1): 19. arXiv:1102.0541. Bibcode:2011ApJ...736...19B. doi:10.1088/0004-637X/736/1/19.
  10. Seager, S.; Kuchner, M.; Hier-Majumder, C. A.; Militzer, B. (2007). "Mass–radius relationships for solid exoplanets". The Astrophysical Journal. 669 (2): 1279–1297. arXiv:0707.2895. Bibcode:2007ApJ...669.1279S. doi:10.1086/521346.
  11. Seager, S. (2007). "Mass‐Radius Relationships for Solid Exoplanets". The Astrophysical Journal. 669 (2): 1279–1297. arXiv:0707.2895. Bibcode:2007ApJ...669.1279S. doi:10.1086/521346.
  12. Astronomers find a new type of planet: The 'mega-Earth'
  13. Dimitar Sasselov (2 Juni 2014). "Exoplanets: From Exhilarating to Exasperating, 22:59, Kepler-10c: The 'Mega-Earth'".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) YouTube
  14. Mayor, M.; Pepe, F.; Lovis, C.; Oueloz, D.; Udry, S. (2008). "The quest for very low-mass planets". Dalam Livio, M.; Sahu, K.; Valenti, J. (ed.). A Decade of Extrasolar Planets around Normal Stars. Cambridge University Press. ISBN 978-0521897846.
Topik utama
120px-PDS_70.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukuran
dan jenis
Kebumian
Bergas
Jenis lainnya
Pembentukan
dan evolusi
Sistem
Bintang induk
Pendeteksian
Kelaikhunian
Katalog
Daftar
Lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan