Minggu, 20 September 2026
22:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Blanet

Blanet atau Planet lubang hitam adalah adalah anggota dari sebuah kelas eksoplanet hipotesis yang terbentuk dan mengorbit lubang hitam.[1][2]

Blanet pada dasarnya mirip dengan planet; mereka memiliki cukup massa untuk menjadi bulat oleh gravitasi mereka sendiri, tetapi tidak cukup masif untuk memulai fusi termonuklir, seperti planet yang mengorbit bintang.

Etimologi

Tim yang dipimpin oleh Keiichi Wada dari Universitas Kagoshima, Jepang, memberikan nama tersebut kepada kelas ini.[3] Kata blanet merupakan gabungan (portmanteau) dari kata black holes (lubang hitam) dan planet.

Pembentukan

Blanet diduga terbentuk dari Piringan akresi yang mengorbit lubang hitam.[4]

Referensi

  1. Letzter, R. (6 Agustus 2020). "Thousands of Earthlike 'blanets' might circle the Milky Way's central black hole". Space.com. Diakses tanggal 2020-08-08.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Wada, Keiichi; Tsukamoto, Yusuke; Kokubo, Eiichiro (2020-07-29). "Formation of "Blanets" from Dust Grains around the Supermassive Black Holes in Galaxies". arXiv:2007.15198 [astro-ph].
  3. Starr, M. (3 Agustus 2020). "We Have Ploonets. We Have Moonmoons. Now Hold Onto Your Hats For... Blanets". ScienceAlert. Diakses tanggal 2020-08-08.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Greene, T. (2020-08-04). "Scientists: What if black holes had a safe zone where little planets could live? Let's call them 'blanets'". The Next Web. Diakses tanggal 2020-08-08.


Topik utama
120px-PDS_70.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukuran
dan jenis
Kebumian
Bergas
Jenis lainnya
Pembentukan
dan evolusi
Sistem
Bintang induk
Pendeteksian
Kelaikhunian
Katalog
Daftar
Lainnya
Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan