Minggu, 01 November 2026
00:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Definisi planet IAU

Definisi planet IAU

Bagikan:
500px-Euler_diagram_of_solar_system_bodies.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram Euler yang menunjukkan berbagai jenis benda langit di Tata Surya.

Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada Agustus 2006 mengesahkan definisi planet di Tata Surya sebagai benda langit yang:

  1. berada di orbit mengitari Matahari,
  2. memiliki massa yang cukup agar gravitasinya melebihi gaya benda tegar sehingga memiliki kesetimbangan hidrostatik (nyaris bulat), dan
  3. telah membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya.

Benda langit yang bukan merupakan satelit alami dan hanya memenuhi dua kriteria pertama dapat digolongkan sebagai "planet katai". Menurut IAU, "planet dan planet katai merupakan dua kategori yang berbeda". Sementara itu, benda langit yang bukan merupakan satelit alami dan hanya memenuhi kriteria pertama disebut "Benda Kecil Tata Surya". Terdapat usulan lain yang juga memasukkan planet katai sebagai subkategori planet, tetapi anggota IAU menolak usulan ini. Definisi planet IAU merupakan definisi yang kontroversial dan telah menuai pujian maupun kritikan dari para astronom, tetapi hingga kini masih digunakan sebagai acuan resmi di dunia ilmiah.

Berdasarkan definisi ini, hanya terdapat delapan planet di Tata Surya. Definisi ini membedakan planet dari benda-benda langit yang lebih kecil dan tidak berlaku di luar Tata Surya. Hingga kini masih belum ada definisi eksoplanet yang diterima secara luas. Pada tahun 2007, kelompok kerja IAU mengeluarkan pernyataan yang mengusulkan pemisahan eksoplanet dari katai coklat berdasarkan massanya,[1] tetapi belum ada resolusi yang berlaku di seluruh IAU atau pemungutan suara yang berkaitan dengan pernyataan tersebut. Usulan lain ingin memperluas definisi planet IAU untuk eksoplanet,[2] tetapi usulan ini belum ditinjau secara resmi oleh IAU.

Catatan kaki

  1. ↑ Boss, Alan P.; Butler, R. Paul; Hubbard, William B.; Ianna, Philip A.; Kürster, Martin; Lissauer, Jack J.; Mayor, Michel; Meech, Karen J.; Mignard, Francois; Penny, Alan J.; Quirrenbach, Andreas; Tarter, Jill C.; Vidal-Madjar, Alfred (1 Maret 2007). "Working Group on Extrasolar Planets". Transactions of the International Astronomical Union, Series A. hlm. 183–186. Bibcode:2007IAUTA..26..183B. doi:10.1017/S1743921306004509.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Margot, Jean-Luc (2015-10-15). "A Quantitative Criterion for Defining Planets". The Astronomical Journal. 150 (6): 185. arXiv:1507.06300. Bibcode:2015AJ....150..185M. doi:10.1088/0004-6256/150/6/185.


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan