Rabu, 30 September 2026
20:38 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Definisi planet IAU

Definisi planet IAU

Bagikan:
500px-Euler_diagram_of_solar_system_bodies.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram Euler yang menunjukkan berbagai jenis benda langit di Tata Surya.

Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada Agustus 2006 mengesahkan definisi planet di Tata Surya sebagai benda langit yang:

  1. berada di orbit mengitari Matahari,
  2. memiliki massa yang cukup agar gravitasinya melebihi gaya benda tegar sehingga memiliki kesetimbangan hidrostatik (nyaris bulat), dan
  3. telah membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya.

Benda langit yang bukan merupakan satelit alami dan hanya memenuhi dua kriteria pertama dapat digolongkan sebagai "planet katai". Menurut IAU, "planet dan planet katai merupakan dua kategori yang berbeda". Sementara itu, benda langit yang bukan merupakan satelit alami dan hanya memenuhi kriteria pertama disebut "Benda Kecil Tata Surya". Terdapat usulan lain yang juga memasukkan planet katai sebagai subkategori planet, tetapi anggota IAU menolak usulan ini. Definisi planet IAU merupakan definisi yang kontroversial dan telah menuai pujian maupun kritikan dari para astronom, tetapi hingga kini masih digunakan sebagai acuan resmi di dunia ilmiah.

Berdasarkan definisi ini, hanya terdapat delapan planet di Tata Surya. Definisi ini membedakan planet dari benda-benda langit yang lebih kecil dan tidak berlaku di luar Tata Surya. Hingga kini masih belum ada definisi eksoplanet yang diterima secara luas. Pada tahun 2007, kelompok kerja IAU mengeluarkan pernyataan yang mengusulkan pemisahan eksoplanet dari katai coklat berdasarkan massanya,[1] tetapi belum ada resolusi yang berlaku di seluruh IAU atau pemungutan suara yang berkaitan dengan pernyataan tersebut. Usulan lain ingin memperluas definisi planet IAU untuk eksoplanet,[2] tetapi usulan ini belum ditinjau secara resmi oleh IAU.

Catatan kaki

  1. ↑ Boss, Alan P.; Butler, R. Paul; Hubbard, William B.; Ianna, Philip A.; Kürster, Martin; Lissauer, Jack J.; Mayor, Michel; Meech, Karen J.; Mignard, Francois; Penny, Alan J.; Quirrenbach, Andreas; Tarter, Jill C.; Vidal-Madjar, Alfred (1 Maret 2007). "Working Group on Extrasolar Planets". Transactions of the International Astronomical Union, Series A. hlm. 183–186. Bibcode:2007IAUTA..26..183B. doi:10.1017/S1743921306004509.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Margot, Jean-Luc (2015-10-15). "A Quantitative Criterion for Defining Planets". The Astronomical Journal. 150 (6): 185. arXiv:1507.06300. Bibcode:2015AJ....150..185M. doi:10.1088/0004-6256/150/6/185.


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan