Senin, 02 November 2026
17:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Katai subcokelat

Katai subcokelat

Bagikan:
330px-Sol_Cha-110913-773444_Jupiter.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan: Matahari, sub-katai cokelat muda, dan Jupiter. Seiring bertambahnya usia sub-katai cokelat, itu secara bertahap akan mendingin dan menyusut.

Katai subcokelat atau katai cokelat bermassa planet adalah objek astronomi yang terbentuk dengan cara yang sama seperti bintang dan katai cokelat (yaitu melalui runtuhnya sebuah awan gas) tetapi memiliki massa di bawah batas massa bawah untuk fusi termonuklir dari deuterium (yaitu setidaknya 13 MJ).[1]

Daftar kemungkinan katai subcokelat

Tidak ada konsensus mengenai apakah objek-objek ini seharusnya dipertimbangkan sebagai kata subcokelat atau planet.

Mengorbit bintang

Mengorbit katai cokelat

Liar

Juga dikenal sebagai planet pengembara

Referensi

  1. ↑ Working Group on Extrasolar Planets – Definition of a "Planet" Diarsipkan 16 September 2006 di Wayback Machine POSITION STATEMENT ON THE DEFINITION OF A "PLANET" (IAU)
Topik utama
120px-PDS_70.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukuran
dan jenis
Kebumian
Bergas
Jenis lainnya
Pembentukan
dan evolusi
Sistem
Bintang induk
Pendeteksian
Kelaikhunian
Katalog
Daftar
Lainnya
Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan