Sabtu, 31 Oktober 2026
01:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Katai subcokelat

Katai subcokelat

Bagikan:
330px-Sol_Cha-110913-773444_Jupiter.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan: Matahari, sub-katai cokelat muda, dan Jupiter. Seiring bertambahnya usia sub-katai cokelat, itu secara bertahap akan mendingin dan menyusut.

Katai subcokelat atau katai cokelat bermassa planet adalah objek astronomi yang terbentuk dengan cara yang sama seperti bintang dan katai cokelat (yaitu melalui runtuhnya sebuah awan gas) tetapi memiliki massa di bawah batas massa bawah untuk fusi termonuklir dari deuterium (yaitu setidaknya 13 MJ).[1]

Daftar kemungkinan katai subcokelat

Tidak ada konsensus mengenai apakah objek-objek ini seharusnya dipertimbangkan sebagai kata subcokelat atau planet.

Mengorbit bintang

Mengorbit katai cokelat

Liar

Juga dikenal sebagai planet pengembara

Referensi

  1. ↑ Working Group on Extrasolar Planets – Definition of a "Planet" Diarsipkan 16 September 2006 di Wayback Machine POSITION STATEMENT ON THE DEFINITION OF A "PLANET" (IAU)
Topik utama
120px-PDS_70.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukuran
dan jenis
Kebumian
Bergas
Jenis lainnya
Pembentukan
dan evolusi
Sistem
Bintang induk
Pendeteksian
Kelaikhunian
Katalog
Daftar
Lainnya
Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan