Rabu, 21 Oktober 2026
12:41 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Bentuk terikat

Bagikan:
Bagian dari seri
Linguistik
Portal

Bentuk terikat dalam bahasa Indonesia adalah kelompok morfem terikat atau unsur leksikal yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata mandiri dan secara gramatikal harus dilekatkan langsung pada kata dasar atau bentuk lainnya.[1] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring, terdapat 137 lema yang digolongkan ke dalam kelas kata bentuk terikat.[2] Jumlah itu dihitung per lema, sehingga bentuk homonim yang bernomor (misalnya bi-¹ dan bi-²) dihitung terpisah.

Sebagian besar bentuk terikat dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Sanskerta, Jawa Kuno, Yunani Kuno, serta Latin. Berdasarkan makna gramatikal dan semantisnya, bentuk terikat dapat diklasifikasikan ke dalam sebelas kelompok utama sebagaimana diuraikan pada bagian Klasifikasi Semantis di bawah, setelah aturan penulisannya.

Aturan Penulisan

Ketentuan penulisan bentuk terikat diatur dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V, yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 dan berlaku sejak 16 Agustus 2022.[3] Pokok-pokok ketentuannya:[4]

  1. Kata yang mendapat bentuk terikat ditulis serangkai jika mengacu pada konsep keilmuan tertentu (misalnya pascasarjana, antargolongan, swadaya, ekstrakurikuler).
  2. Kata yang diawali huruf kapital dan mendapat bentuk terikat dirangkaikan dengan tanda hubung (misalnya non-ASEAN, pro-Barat, anti-PKI, pan-Afrika).
  3. Kata bercetak miring yang mendapat bentuk terikat juga dirangkaikan dengan tanda hubung (misalnya anti-mainstream dan pasca-reshuffle).
  4. Bentuk terikat maha- ditulis terpisah dengan huruf awal kapital apabila diikuti kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan sebagai pengkhususan (misalnya Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengasih). Untuk acuan selain Tuhan, maha- ditulis serangkai (misalnya mahasiswa, mahakarya).
  5. Berbeda dari bentuk terikat lain, kata sandang si ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya,[5] sedangkan partikel -kah dan -lah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.[6]

Klasifikasi Semantis

1. Negasi, Penyangkalan, dan Ketiadaan

Bentuk terikat yang menyatakan arti "tidak", "bukan", "bebas dari", atau "tanpa".

Bentuk TerikatAsal BahasaMakna SemantisContoh Penggunaan
a- / an-YunaniTidak, tanpa, bukanamoral, aseksual, anorganik, anarki
awa-Melayu/NusantaraMenghilangkan, membebaskan dari, membuangawahama, awaracun, awabusana
de-LatinPenurunan, pembalikan proses, penghilangandehidrasi, degradasi, dekolonisasi
dis-Latin/YunaniKetidakberesan, kebalikan, penyimpangandisharmoni, disfungsi, diskualifikasi
in- / im- / il- / ir-LatinTidak, nir-inkonsisten, imatur, ilegal, irasional
nir-SanskertaTanpa, tidak ber-nirkabel, nirlaba, nirwana
non-LatinBukan, tidaknonformal, nonteknis, nonblok
tan-Melayu/Jawa KunoTanpa, tidaktansuara, tanwujud
tuna-SanskertaMengalami cacat/kekurangan, kehilangantunanetra, tunawisma, tunakarya

2. Kuantitas, Jumlah, dan Bilangan

Bentuk terikat yang menunjukkan angka, pembagian, atau jumlah nominal.

Asal Sanskerta dan Nusantara

Bentuk TerikatNilai / MaknaContoh Penggunaan
eka-Satu (1)ekabahasa, ekamatra
dwi-Dua (2)dwifungsi, dwiwarna, dwibahasa
tri-Tiga (3)tridarma, triwulan, trikora
catur-Empat (4)caturwulan, caturjalma
panca-Lima (5)Pancasila, pancaindra, pancalomba
sad-Enam (6)sadrasa
sapta-Tujuh (7)Saptamarga, saptapesona
asta-Delapan (8)astabrata, astagatra
nawa-Sembilan (9)Nawacita, nawasanga
dasa-Sepuluh (10)dasawarsa, dasadarma
manca-Beragam, luarmancanegara, mancawarna
se-Satu, seluruh, samaseorang, sekelas, setara
serba-Segala macam, beranekaserbaguna, serbaneka, serbabisa

Asal Yunani dan Latin

Bentuk TerikatNilai / MaknaContoh Penggunaan
uni- / mono-Satu, tunggalunilateral, monopoli, monoton
bi-Duabikamera, biseksual
tetra-Empattetralogi, tetrahedron
penta-Limapentagon, pentagram
heksa-Enamheksagon, heksameter
hepta-Tujuhheptagon
okto-Delapanoktagon, oktaf
deka-Sepuluhdekagram, dekaliter
multi- / poli-Banyak, beraneka ragammultilateral, multikultural, poligami, politeknik
hemi- / semi-Setengah, separuhhemisfer, semifinal, semikonduktor
pan-Semua, seluruhpandemi, panorama, panteisme

3. Ukuran, Skala, dan Dimensi

Bentuk terikat yang menyatakan taraf perbandingan besar-kecil atau kelipatan ukuran.

Bentuk TerikatAsal BahasaMakna SemantisContoh Penggunaan
makro-YunaniBesar, luas, berskala penuhmakrokosmos, makroekonomi
mikro-YunaniKecil, renik, sepersejuta (10⁻⁶)mikroorganisme, mikroskop, mikroekonomi
mini-LatinBerukuran kecilminibus, miniatur
zeta-Latin (septem, diubah)Sekstiliun (10²¹)zetabita
mega-YunaniSangat besar, satu juta (10⁶)megabintang, megawatt, megalopolis
giga-YunaniSangat besar, satu miliar (10⁹)gigabita, gigawatt
tera-YunaniSatu triliun (10¹²)terabita, terawatt
kilo-YunaniSeribu (10³)kilogram, kilometer
hekto-YunaniSeratus (10²)hektoliter, hektometer, hektogram
desi-LatinSepersepuluh (10⁻¹)desiliter, desimeter
senti-LatinSeperseratus (10⁻²)sentimeter, sentiliter
mili-LatinSeperseribu (10⁻³)miligram, mililiter
nano-YunaniSangat kecil, sepermiliar (10⁻⁹)nanoteknologi, nanodetik
piko-Italia/YunaniSepertriliun (10⁻¹²)pikofarad, pikodetik
femto-Skandinavia (femten)Seperkuadriliun (10⁻¹⁵)femtometer
ato-Skandinavia (atten)Seperkuintiliun (10⁻¹⁸)atodetik, atometer

4. Ruang, Tempat, dan Posisi Relatif

Bentuk terikat yang menerangkan letak, orientasi ruang, batas, atau lingkungan relatif.

Bentuk TerikatPosisiAsal BahasaMakna SemantisContoh Penggunaan
ab-AwalanLatinDari, menjauhiabnormal, abduksi
ana-AwalanYunaniKe atas, kembali, ulanganabolisme, anakronisme
ante-AwalanLatinSebelum, di depanantenatal, anteseden
antar-AwalanMelayu/NusantaraDi antara, perantaraantarkota, antarbangsa, antarpulau
apo-AwalanYunaniJauh dari, terpisahapogee, apostasi
dia-AwalanYunaniMelalui, menembus, antaradiameter, diagonal, dialog
endo-AwalanYunaniDi bagian dalam, internalendoskopi, endotermik
ekso-AwalanYunaniDi bagian luar, eksternaleksosfer, eksotermik
ekstra-AwalanLatinDi luar, di atas kebiasaanekstrakurikuler, ekstrateritorial
epi-AwalanYunaniDi atas, pada, di luarepidermis, epidemi, episentrum
infra-AwalanLatinDi bawah tingkatan umuminfrastruktur, inframerah
inter-AwalanLatinAntara, saling berhubunginternasional, interdisipliner
intra-AwalanLatinDi dalam batas tertentuintrakampus, intraseluler
intro-AwalanLatinKe dalam, di dalamintrospeksi, introver
kata-AwalanYunaniTurun, ke bawah, menurutkatabolisme, katalog, katalis
meta-AwalanYunaniMelampaui, di balik, berubahmetafisika, metamorfosis, metafora
para-AwalanYunaniDi samping, sejajar, menyerupaiparamedis, paranormal, paralel
pari-AwalanSanskertaSekeliling, sepenuhnyaparipurna, pariwisata, pariwara
peri-AwalanYunaniDi sekeliling, di dekatperimeter, periferi
sub-AwalanLatinDi bawah, bagian darisubbagian, subsistem, subsektor
supra-AwalanLatinDi atas, melebihi tingkatansupranatural, suprastruktur
trans-AwalanLatinMelintasi, menembus, melampauitransmigrasi, transnasional, transparan
-sentrisAkhiranLatin/InggrisBerpusat padaetnosentris, egosentris, antroposentris

5. Waktu, Urutan, dan Kronologis

Bentuk terikat yang menyatakan runtutan fase waktu atau periode masa tertentu.

Bentuk TerikatAsal BahasaMakna SemantisContoh Penggunaan
pra-SanskertaSebelum, pendahuluanprasejarah, prakata, prasyarat
pre-LatinSebelum, di mukapremilenial, preposisi
pasca-SanskertaSesudah, setelahpascabencana, pascapanen, pascasarjana
purna-SanskertaSelesai, sudah habis, penuhpurnabakti, purnawirawan, purnawaktu
purba- / purwa-SanskertaKuno, awal, dahulu kalapurbakala, purwarupa
proto-YunaniBentuk awal, purba, primerprototipe, protozoologi
neo-YunaniBaru, modernneokolonialisme, neolitikum
retro-LatinMengarah ke masa lalu, mundurretrospektif, retrograd
re-LatinKembali, ulangreproduksi, restorasi, revisi
eks-LatinBekas, mantaneksmenteri, eksnarapidana

6. Hubungan, Afiliasi, dan Sikap

Bentuk terikat yang menyatakan arah hubungan, persetujuan, pertentangan, kesetaraan, atau kemitraan.

Bentuk TerikatAsal BahasaMakna SemantisContoh Penggunaan
pro-LatinBerpihak pada, menyetujuipropemerintah, prodemokrasi
kontra-LatinMenentang, berlawanan dengankontraindikasi, kontraproduktif
anti-YunaniMelawan, menentang, menangkalantibodi, antivirus, antikorupsi
ko-LatinBersama-sama, penyertakopilot, koedukasi
sin- / sim-YunaniBersama, serentak, terpadusinkronisasi, simfoni
homo-YunaniSejenis, samahomogen, homonim
hetero-YunaniBerlainan, berbedaheterogen, heteroseksual
iso-YunaniSama rata, seimbangisobar, isoterm

7. Keunggulan, Kualitas, dan Derajat

Bentuk terikat yang menyatakan mutu tinggi, kelebihan tingkat, keburukan, atau derajat.

Bentuk TerikatAsal BahasaMakna SemantisContoh Penggunaan
adi-SanskertaUnggul, utamaadidaya, adibusana, adikuasa
maha-SanskertaSangat besar, paling tinggimahasiswa, mahakarya, mahaguru
hiper-YunaniBerlebihan, melampaui batashipertensi, hiperaktif
hipo-YunaniDi bawah kadar, kekuranganhipotermia, hipoglikemia
super- / ultra-LatinMelebihi batas umum, luar biasasuperkomputer, supervisi, ultramodern, ultraviolet
su-SanskertaBaik, indah, berkebajikansusila, sujana, susastra
mala-LatinBuruk, cacat, gagalmalapraktik, malanutrisi, malafungsi
pseudo-YunaniSemu, tiruan, palsupseudonim, pseudosains
upa-SanskertaBawahan, pembantu, tambahanupacara, upakarti

8. Identitas Diri, Kepeloporan, dan Pelaku

Bentuk terikat yang merujuk pada ketokohan, pengarahan diri, atau profesi/pelaku.

Bentuk TerikatAsal BahasaMakna SemantisContoh Penggunaan
swa-SanskertaSendiri, mandiriswalayan, swasembada, swapraja
oto- / auto-YunaniSendiri, bekerja otomatisotodidak, otobiografi, autopsi
nara-SanskertaManusia, orang, personelnarasumber, narapidana
pramu-Sanskerta/Jawa KunoPelayan, penyedia jasapramugari, pramusaji, pramuwisata
daktilo-YunaniTerkait keterampilan/penggunaan jaridaktiloskopi, daktilologi

9. Ranah Keilmuan dan Objek Alam

Bentuk terikat yang bertindak sebagai pemarkah cabang pengetahuan, unsur alam, atau objek material kajian ilmiah.

Bentuk TerikatAsal BahasaMakna SemantisContoh Penggunaan
aero-YunaniUdara, penerbanganaerodinamika, aeronautika
bio-YunaniKehidupan, organismebiologi, biodiversitas
etno-YunaniSuku bangsa, budayaetnografi, etnosentris
geo-YunaniBumi, batuan, daratangeologi, geografi
-glosiaYunaniBahasa, lidahdiglosia, poliglosia
hidro-YunaniAir, cairan, fluidahidrologi, hidroponik
Indo-Yunani/LatinHindia, India; IndonesiaIndocina, Indo-Eropa
neuro-YunaniSaraf biologisneurologi, neuropsikologi
piezo-YunaniTekanan fisikpiezoelektrik
sosio-LatinMasyarakat, kemasyarakatansosiologi, sosioekonomi
tele-YunaniJauh, jarak jauhtelekomunikasi, teleskop

10. Karakteristik Fisik, Bentuk, dan Sifat

Bentuk terikat yang menerangkan karakteristik wujud, sifat geometris, orientasi perputaran, atau keadaan zat.

Bentuk TerikatPosisiAsal BahasaMakna SemantisContoh Penggunaan
alo-AwalanYunaniBerbeda, variasialofon, alomorf
ambi-AwalanLatinDua arah, menduaambivalen, ambigu
amfi-AwalanYunaniDi dua sisi/alamamfibi, amfiteater
eko-AwalanYunaniLingkungan hidup, habitatekosistem, ekologi
hagio-AwalanYunaniKudus, sucihagiografi
kuasi-AwalanLatinSeolah-olah, menyerupaikuasinegara, kuasikontrak
levo-AwalanLatinPutar kiri, kidallevorotasi
lir-AwalanNusantaraMirip, seakan-akanlirintan, liremas
meso-AwalanYunaniTengah, lapisan tengahmesosfer, mesozoikum
orto-AwalanYunaniLurus, tepat, tegakortodoks, ortografi
paleo-AwalanYunaniKuno, tua zaman purbapaleolitikum, paleontologi
-hedral / -hedronAkhiranYunaniBidang permukaan geometrispolihedral, tetrahedron

11. Partikel Terikat dan Klitika

Unsur gramatikal terikat yang berfungsi sebagai pemarkah tuturan, penegas intonasi, penghormatan, atau personifikasi. Menurut EYD V, -kah dan -lah ditulis serangkai dengan kata di depannya, sedangkan si ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.[6][5]

Bentuk TerikatPosisiFungsi GramatikalContoh Penggunaan
-andaAkhiranHonorifik kekerabatan/penghormatanayahanda, ibunda, kakanda
-kahAkhiranPartikel penegas kalimat tanyaadakah, apakah, siapakah
-lahAkhiranPartikel afirmatif / pelembut perintahinilah, duduklah, bacalah
si-AwalanPemarkah orang / julukansi pengirim, si pembeli, si Pitung

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Moeliono, Anton M.; Lapoliwa, Hans; Alwi, Hasan; Sasangka, Sry Satria Tjatur Wisnu; Sugiyono (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. ↑ "Daftar Kelas Kata Bentuk Terikat". KBBI VI Daring (versi 6.1.0.0). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2026-10-13.
  3. ↑ "Surat Keputusan". Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi Kelima (EYD V). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2026-10-13.
  4. ↑ "Kata Turunan". Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi Kelima (EYD V). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2026-10-13.
  5. 1 2 "Kata Sandang si dan sang". Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi Kelima (EYD V). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2026-10-13.
  6. 1 2 "Partikel". Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi Kelima (EYD V). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2026-10-13.

Pranala luar

Tentang
Ortografi
Huruf
Pembaruan ejaan
Ragam
Akademik
Tata bahasa
Otoritas
Awalan
Sisipan
Akhiran
Bentuk terikat
Dasar hukum
Penghargaan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan