Jumat, 06 November 2026
15:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Amfiteater

Amfiteater

Tempat hiburan terbuka

Bagikan:
250px-Arlesarena.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah amfiteater Romawi di Arles, amfiteater ini masih digunakan sampai sekarang sebagai lapangan matador.

Amfiteater atau ampiteater adalah sebuah gelanggang terbuka yang digunakan untuk pertunjukan hiburan dan pertunjukan seni. Istilah amfiteater berasal dari bahasa Yunani kuno, ἀμφιθέατρον (amphitheatron),[1] dari kata ἀμφί (amphi), yang berarti "di kedua sisi" atau "di sekitar",[2] dan θέατρον (théātron), yang berarti "tempat untuk menonton".[3][4]

Amfiteater Yunani kuno dibangun membentuk setengah lingkaran, dengan tempat duduk berjenjang di sekitar area pertunjukan. Sedangkan amfiteater Romawi kuno berbentuk oval atau lingkaran dengan tempat duduk yang dibuat di sekelilingnya, serupa dengan stadion olahraga modern. Amfiteater modern bentuknya beraneka ragam; amfiteater yang lokasi tempat duduk penontonnya hanya di satu sisi, amfiteater melingkar atau amfiteater yang menyerupai stadion.

Amfiteater Romawi

Artikel utama: Amfiteater Romawi
250px-Panoramic_photograph_of_interior_of_Colosseum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dalam Colosseum

Amfiteater Romawi merupakan tempat publik, berbentuk lingkaran atau oval, dan digunakan untuk berbagai acara seperti pertempuran gladiator, perlombaan kereta kuda, Venatio (Pembantaian hewan) dan eksekusi. Sekitar 230 Amfiteater Romawi telah ditemukan diseluruh area Kerajaan Romawi. Bentuk, fungsi dan nama mereka, membedakan mereka dengan dari teater Romawi, yang biasanya berbentuk setengah lingkaran; dari Hippodrome yang biasanya merupakan sirkuit yang lebih panjang didesain untuk perlombaan pacuan kuda atau pacuan kereta kuda; dan dari Stadia yang lebih kecil, yang didesain untuk olahraga (Atletik).[5]

Amfiteater Romawi yang paling awal beraal dari pertengahan abad pertama sebelum Masehi, tetapi kebanyakan amfiteater dibuat pada masa Kekaisaran Romawi, dari masa Augustan (27 SM-14M) dan seterusnya.[6] Amfiteater kekaisaran yang terbesar, dibuat untuk menampung 40.000 hingga 60.000 penonton, dan yang paling rinci termasuk diantaranya memiliki beberapa tingkat, fasad yang beratap dan didekorasi dengan marmer, plester dan patung-patung.[7] Setelah berhentinya pertarungan gladiator pada abad ke-5 Masehi dan pembantaian hewan pada abad ke-6, kebanyakan amfiteater menjadi tidak terawat dna bahan bangunan mereka dibongkar dan didaur-ulang. Beberapa diratakan dan yang lainnya diubah menjadi benteng pertahanan. Beberapa tetap menjadi tempat pertemuan terbuka; di beberapa kasus, lokasi amfiteater menjadi lokasi gereja.[8]

Galeri

Catatan kaki

  1. ↑ ἀμφιθέατρον, Henry George Liddell, Robert Scott, An Intermediate Greek-English Lexicon, on Peseus
  2. ↑ ἀμφί, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, on Perseus
  3. ↑ θέατρον, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, on Perseus
  4. ↑ Hoad, T.F. (1996). The Concise Oxford Dictionary of English Etymology. Oxford University Press. hlm. 14, 489. ISBN 0-19-283098-8.
  5. ↑ Bomgardner, 37.
  6. ↑ Bomgardner, 59.
  7. ↑ Bomgardner, 62.
  8. ↑ Bomgardner, 201–223.

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Amphitheatre.
Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan