Senin, 28 September 2026
22:42 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Hipodrom

Hipodrom

330px-Aphrodisias_stadium.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hipodrom Romawi di kota kuno Aphrodisias, Turki.
250px-Chariot_terma_Staatliche_Antikensammlungen_1452.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Biga mengitari terma: Amfora Attika, sekitar 500 SM, ditemukan di Vulci.

Hipodrom (bahasa Yunani:ἱππόδρομος) adalah sebuah stadion Yunani untuk pacuan kuda dan balap kereta. Nama ini berasal dari kata Yunani "hippos" (ἵππος; "kuda") dan "dromos" (δρόμος; "balap" atau "lomba"). Beberapa trek balap kuda masa kini juga disebut hipodrom, misalnya Hipodrom Moskow Tengah.

Hipodrom Yunani mirip dengan Circus Romawi, kecuali hanya empat kereta berlari pada saat yang sama,[1] sementara sepuluh atau lebih bertanding dalam perlombaan Yunani, sehingga lebar jalur jauh lebih besar, sekitar 400 ft (120 m), panjang mencapai 600 hingga 700 ft (210 m). Hipodrom bukan "amfiteater Romawi" yang digunakan untuk olahraga, permainan, dan pameran, atau teater setengah lingkaran zaman Yunani dan Romawi yang digunakan untuk pertunjukan teater.

Hipodrom Yunani biasanya diselenggarakan di lereng bukit, dan tanah yang diambil dari satu sisi berfungsi untuk membentuk tanggul di sisi lain. Salah satu ujung dari hippodrom itu berbentuk setengah lingkaran, dan persegi ujung lain dengan serambi yang luas, di depan yang pada tingkat yang lebih rendah, adalah istal (kandang) untuk kuda-kuda dan kereta. Pada kedua ujung tempat perlombaan kuda ada pos (termai) tempat kereta berbelok. Ini adalah bagian paling berbahaya dari lintasan pacu, dan orang Yunani menempatkan mezbah bagi Taraxippus (pengganggu dari kuda) untuk menunjukkan tempat di mana banyak kereta rusak.

Salah satu hipodrom kuno besar adalah Hipodrom Konstantinopel, dibangun antara tahun 203 dan 330. Namun, arena yang dibangun dengan desain Roma ini, sebenarnya arena sirkus.

Lokasi hipodrom Yunani

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan