Jumat, 06 November 2026
01:18 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Gladiator

Gladiator

pertarungan bersenjata untuk tujuan hiburan di Kekaisaran Romawi

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang petarung pada masa Romawi Kuno. Untuk film berjudul Gladiator, lihat Gladiator (film).
500px-Gladiators_from_the_Zliten_mosaic_3.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari mosaik Zliten dari Libya (Leptis Magna), sekitar abad ke-2 M. Dari kiri ke kanan: seorang thraex melawan seorang murmillo, seorang hoplomachus berdiri bersama murmillo lainnya (yang menunjukkan kepada wasit bahwa dia menyerah), dan seorang gladiator lainnya yang sedang bertarung.

Gladiator (bahasa Latin:gladiator, "ahli pedang", dari kata [gladius] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan), "pedang") adalah petarung bersenjata yang melakukan pertarungan untuk menghibur para penonton di Republik Romawi dan Kekaisaran Romawi. Mereka bertarung melawan sesama gladiator, binatang buas dan narapidana. Beberapa gladiator merupakan sukarelawan yang mempertaruhkan kehidupan sosial dan nyawa mereka di arena. Sementara sebagian besar gladiator direndahkan sebagai budak, dididik secara keras, terpinggirkan secara sosial, dan dipisahkan bahkan setelah mati.

Terlepas dari asal-usul mereka, gladiator memberikan contoh etika pertarungan Romawi kepada para penonon, dan, ketika bertarung ataupun ketika mati, mereka dapat menimbulkan kekaguman dan pujian. Mereka digambarkan dalam seni kelas atas maupun kelas bawah, dan nilai mereka sebagai penghibur dikenang dalam objek-objek berharga dan biasa di penjuru dunia Romawi.

Asal mula pertarungan gladiator tidak diketahui secara pasti. Ada bukti mengenai pertarungan ini dalam ritus pemakaman selama Perang Punisia pada abad ke-3 SM, dan setelah itu dengan cepat menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan politik di dunia Romawi. Ketenarannya membuatnya berkembang menjadi tontonan yang jauh lebih mahal dan mewah yang disebut "pertandingan gladiator."

Pertandingan ini mencapai puncaknya antara abad ke-1 SM dan ke-2 SM, dan mulai menurun pada awal abad ke-5 M setelah diterimanya Kristen sebagai agama negara pada tahun 390-an, meskipun "perburuan hewan buas" (venationes) terus dilakukan hingga abad ke-6 M.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan