Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Benteng Van der Wijck" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
| Benteng Van der Wijck | |
|---|---|
| Nama sebagaimana tercantum dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya | |
Benteng Van der Wijk di Gombong, Kebumen. | |
![]() Peta interaktif Benteng Van der Wijck | |
| Peringkat | Nasional |
| Kategori | Bangunan |
| No. Regnas | CB.1022 |
| Lokasi keberadaan | Gombong, Kebumen, Jawa Tengah |
| No. SK |
|
| Tanggal SK |
|
| Pemilik | TNI Angkatan Darat |
| Pengelola | Indo Power MS, Ltd. |
| Koordinat | 7°35′58″S 109°30′55″E / 7.599324°S 109.5151409°E / -7.599324; 109.5151409 |
Benteng Van Der Wijck adalah benteng pertahanan Hindia Belanda yang dibangun sekitar tahun 1820 atau permulaan abad ke 19. Benteng ini terletak di kota Gombong, sekitar 17,35 km sebelah barat dari Ibukota kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, 8,72 km Barat Kota Karanganyar, atau 96,92 km dari Yogyakarta.[1]
Nama benteng Van Der Wijck ini diambil dari nama salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda Carel Herman Aart Van der Wijck yang bertugas di Jawa pada masa itu yakni sekitar tahun 1893-1899. Nama benteng ini terpampang pada pintu sebelah kanan.[1]
Benteng ini kadang dihubungkan dengan nama Frans David Cochius (1787-1876), seorang Jenderal yang bertugas di daerah barat Bagelen yang namanya juga diabadikan menjadi nama Benteng Generaal Cochius. Benteng ini merupakan benteng persegi delapan satu-satunya di Indonesia.
Jam buka
Buka setiap hari mulai dari Pk. 08.00 sampai dengan Pk. 17.00 WIB.[1]
Harga Tiket
Untuk masuk ke wisata benteng ini hanya perlu membayar tiket sebesar Rp. 25.000.[1]Tiket ini sudah termasuk wisata sejarah benteng, naik kereta, dan masuk kolam renang. Biaya parkirnya Rp 3 ribu per motor dan Rp 5 ribu per mobil.[2]
Data teknis benteng
- Luas Benteng atas 3606,625m2
- Benteng bawah 3606,625 m2
- Tinggi Benteng 9,67 m, ditambang cerobong 3,33 m.
- Terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing 7,5 x 11,32 m.
- Ketinggian: +132,7 s/d 135 m dpl.
Sejarah
Benteng Van der Wijck telah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Namun masih ada perbedaan pendapat mengenai tahun pendiriannya.
Dalam buku Benteng (2023) karya Teguh Purwantari, disebutkan bahwa bangunan ini berdiri sejak 1818, namun masih digunakan sebagai kantor VOC untuk kepentingan perdagangan.
Baru pada masa Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-2830), kantor VOC itu difungsikan sebagai benteng pertahanan dan kantor militer Belanda.
Dalam buku Benteng (2023) karya Teguh Purwantari, disebutkan bahwa bangunan ini berdiri sejak 1818, namun masih digunakan sebagai kantor VOC untuk kepentingan perdagangan.
Baru pada masa Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-2830), kantor VOC itu difungsikan sebagai benteng pertahanan dan kantor militer Belanda.
Hal ini merupakan bagian dari sistem Benteng Stelsel yang sukses mempersempit pergerakan Pangeran Diponegoro, hingga akhirnya Pangeran Diponegoro ditangkap.
Peter Carey melalui catatan kakinya dalam buku Percakapan dengan Diponegoro (2022), menjelaskan Benteng Stelsel diperkenalkan De Kock sebagai strategi perang baru.
Benteng di Kebumen ini dipimpin oleh Frans David Cochius, sehingga kemudian dikenal dengan nama Fort Cochius atau Benteng Cochius.
Benteng ini kemudian dimanfaatkan untuk Pupillen School atau sekolah militer khusus keturunan Belanda. Nama Benteng Cochius kemudian diubah menjadi Benteng Van der Wijck. Van der Wijck adalah jenderal militer Belanda yang menggantikan Frans Cochius sebagai Komandan KNIL.
Dikutip dari laman Pemkab Kebumen, saat Jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia, Benteng Van der Wijck digunakan sebagai tempat latihan tentara PETA (Pembela Tanah Air).
Kemudian saat Agresi Militer Belanda usai kemerdekaan, Belanda kembali menguasai Benteng Van Der Wijck dan menjadikannya sebagai markas pertahanan.[2]
Baru pada tahun 2000, benteng ini dikembangkan bersama investor untuk dijadikan objek wisata dengan merevitalisasinya kembali.[2]
Daya Tarik
Sebagai objek wisata sejarah, Benteng Van der Wijck memiliki fasilitas umum yang sudah lengkap. Adapun sejumlah daya tarik wisatanya antara lain sebagai berikut:
1. Bangunan Ikonik
Benteng Van der Wijck memiliki bangunan dengan desain arsitektur khas Belanda. Dikutip dari laman Kemenparekraf, benteng ini memiliki luas 7.168 meter persegi dan terdiri dari 2 lantai. Tinggi bangunan ini mencapai 10 meter dengan ketebalan dinding 1,4 meter.
Bangunan berwarna merah bata ini berbentuk segi delapan mirip dengan Masjidil Haram. Ada puluhan ruangan di dalam bangunan, antara lain 16 ruangan besar dan 50-an ruangan dengan berbagai ukuran.
Karena keunikannya, Benteng Van der Wijck pernah digunakan sebagai lokasi syuting film The Raid 2: Berandal dan video klip Slank.
2. Kereta di Atas Benteng
Daya tarik kedua yakni adanya kereta mini yang bisa ditumpangi oleh wisatawan. Uniknya kereta ini berada di atas benteng, jadi kamu bisa menikmati pemandangan dari atas. Jika kamu takut, kamu bisa naik kereta mini yang ada di bawah.
3. Wahana Permainan
Selain wahana kereta, ada juga berbagai wahana wisata yang sengaja dibuat untuk menarik wisatawan. Wahana ini misalnya kolam renang, permainan anak, hingga spot foto bersama dinosaurus.
Referensi
- 1 2 3 4 Borobudur, Badan Otorita (2023-02-02). "Benteng Van Der Wijck, Wisata Bersejarah di Kebumen". Badan Otorita Borobudur. Diakses tanggal 2026-09-27.
- 1 2 3 Isnanto, Bayu Ardi. "Benteng Van der Wijck: Sejarah, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute". detikjateng. Diakses tanggal 2026-09-27.
Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
