Selasa, 22 September 2026
11:48 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Alkalida

anion yang terdiri dari atom logam alkali dengan muatan/keadaan oksidasi –1

Alkalida adalah senyawa kimia di mana atom logam alkali bertindak sebagai anion (ion negatif) dengan muatan atau keadaan oksidasi −1. Hingga penemuan alkalida pertama pada tahun 1970-an,[1][2][3] logam alkali diketahui muncul dalam garam hanya sebagai kation (ion positif) dengan muatan atau keadaan oksidasi +1.[4] Jenis senyawa ini menarik secara teoretis karena stoikiometrinya yang tidak biasa dan potensial ionisasi yang rendah. Senyawa alkalida secara kimia terkait dengan elektrida, garam di mana elektron yang terperangkap secara efektif adalah anion.[5]

Senyawa logam alkali "normal"

Logam alkali membentuk banyak garam stabil yang terkenal. Natrium klorida (garam dapur biasa), Na+Cl, menggambarkan peran biasa dari logam alkali seperti natrium. Dalam rumus empiris untuk senyawa ionik ini, natrium yang bermuatan positif diseimbangkan dengan ion klorida yang bermuatan negatif. Penjelasan tradisional mengapa Na+ stabil adalah karena hilangnya satu elektron dari natrium elemental untuk menghasilkan kation dengan muatan +1 akan menghasilkan konfigurasi elektron kulit tertutup yang stabil.

Garam logam terbalik akan lebih sulit terbentuk karena reaktivitas yang tinggi oleh alkalida. Dengan ukuran ini sebagai contoh, garam terbalik dari natrium klorida, dikenal sebagai kloranium natrida atau kloranium sodida, [ClH2]+Na, akan sangat sulit untuk disintesis, bukan hanya karena sifat kloranium yang sangat elektrofilik, tetapi juga reduktivitas ion natrida (sodida).

Tata nama dan kasus yang diketahui

Terdapat alkalida yang dikenal untuk beberapa logam alkali:[3]

Alkalida dari logam alkali lainnya belum ditemukan:

Contoh

Biasanya, alkalida bersifat labil secara termal karena reaktivitas anion alkalida yang tinggi, yang secara teoretis mampu memutuskan sebagian besar ikatan kovalen termasuk ikatan karbon–oksigen dalam kriptan yang khas. Pengenalan ligan kriptan khusus yang mengandung amina bukan ikatan eter telah memungkinkan isolasi kalida dan natrida yang stabil pada suhu kamar.[6]

Beberapa alkalida telah disintesis:

  • Suatu senyawa di mana ion hidrogen dikapsulkan oleh adamanzana, dikenal sebagai hidrogen natrida atau "natrium hidrida terbalik" (hidrogen natrida atau hidrogen sodida H+Na), telah teramati.[7]
  • Natrium-kript natrida, [Na(kriptan[2.2.2])]+Na, telah teramati. Garam ini mengandung Na+ dan Na. Kriptan tersebut akan mengisolasi dan menstabilkan Na+, mencegahnya tereduksi oleh Na.
  • Barium azakriptan-natrida, Ba2+[H5Azakriptan[2.2.2]]Na⋅2CH3NH2, telah disintesis.[5]
  • Beberapa dimer natrium kationik dan anionik telah teramati.[5]

Referensi

  1. J. L. Dye; J. M. Ceraso; Mei Lok Tak; B. L. Barnett; F. J. Tehan (1974). "Crystalline salt of the sodium anion (Na)". J. Am. Chem. Soc. 96 (2): 608–609. doi:10.1021/ja00809a060.
  2. F. J. Tehan; B. L. Barnett; J. L. Dye (1974). "Alkali anions. Preparation and crystal structure of a compound which contains the cryptated sodium cation and the sodium anion". J. Am. Chem. Soc. 96 (23): 7203–7208. doi:10.1021/ja00830a005.
  3. 1 2 J. L. Dye (1979). "Compounds of Alkali Metal Anions". Angew. Chem. Int. Ed. Engl. 18 (8): 587–598. doi:10.1002/anie.197905871.
  4. Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. ISBN0-12-352651-5.
  5. 1 2 3 M. Y. Redko; R. H. Huang; J. E. Jackson; J. F. Harrison; J. L. Dye (2003). "Barium azacryptand sodide, the first alkalide with an alkaline Earth cation, also contains a novel dimer, (Na2)2−". J. Am. Chem. Soc. 125 (8): 2259–2263. doi:10.1021/ja027241m. PMID 12590555.
  6. J. Kim; A. S. Ichimura; R. H. Huang; M. Redko; R. C. Phillips; J. E. Jackson; J. L. Dye (1999). "Crystalline Salts of Na and K (Alkalides) that Are Stable at Room Temperature". J. Am. Chem. Soc. 121 (45): 10666–10667. doi:10.1021/ja992667v.
  7. M. Y. Redko; M. Vlassa; J. E. Jackson; A. W. Misiolek; R. H. Huang RH; J. L. Dye (2002). ""Inverse sodium hydride": a crystalline salt that contains H+ and Na". J. Am. Chem. Soc. 124 (21): 5928–5929. doi:10.1021/ja025655+. PMID 12022811.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan