Senin, 02 November 2026
13:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Zhu Rong

Zhu Rong

Bagikan:
Untuk istri Meng Huo (fiksi), lihat Nyonya Zhurong.
250px-Classic_of_Mountains_and_Seas%2C_1597%2C_plate_XLIII.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zhurong mengendarai dua naga, ditampilkan pada Shan Hai Jing edisi tahun 1597

Zhurong (Hanzi:祝融; Pinyin:Zhùróng), yang juga dikenal dengan nama Chongli (Hanzi:重黎; Pinyin:Chónglí), merupakan salah satu figur penting dalam mitologi dan kepercayaan tradisional Tionghoa. Menurut Huainanzi dan naskah-naskah filosofi Mo Tzu beserta para pengikutnya, Zhurong adalah dewa api dan arah selatan. Sementara itu, Shan Hai Jing memberikan genealogi berbeda untuk Zhurong, bahwa dirinya merupakan keturunan dari Kaisar Yan dan Kaisar Kuning. Sebagian sumber mengaitkan Zhurong dengan beberapa mitologi kuno Tiongkok, seperti mitologi banjir besar Gun-Yu dan Nuwa; dalam hal ini ia muncul bersama dengan Gong Gong.[1]

Mitologi Tiongkok dipercaya, setidaknya meskipun sebagian, sebagai catatan sejarah yang sebenarnya. Kisah-kisah kuno diceritakan dalam dua tradisi, sebagian dalam bentuk yang lebih berdasarkan kepada sejarah sementara yang lain lebih bersifat mitologis.[1] Demikian pula yang terjadi pada Zhurong. Sima Qian dalam tulisannya Catatan Sejarah Agung (Shiji) menggambarkan Zhurong sebagai tokoh historis yang menjabat sebagai Menteri Api. Ia disebut-sebut sebagai putra dari Gaoyang (juga dikenal sebagai Zhuanxu), sesosok dewa langit.[2] Gaoyang juga memiliki putra lain, yaitu Gun (ayah dari Yu yang Agung). Sementara itu, Zhurong diklaim sebagai leluhur dari delapan garis keturunan bangsawan di negara Chu.[3]

Genealogi

Genealogi aksara

Salah satu aspek dari aksara Tionghoa yang digunakan pada nama Zhurong adalah bahwa aksara 融 (róng) disusun dengan aksara 鬲 (lì) yang merujuk pada suatu kaldron berkaki tiga untuk ritual; cukup dikenal dalam laporan-laporan arkeologis sebagai karakteristik zaman Neolitikum akhir atau zaman perunggu awal, sebagaimana ditemukan pada situs-situs arkeologis di Tiongkok utara. David Hawkes (sinologis) menyatakan bahwa penggunaan radikal lì dalam nama Zhurong berkaitan erat dengan istilah untuk budaya dan teknologi pembuatan keramik sebagaimana disebutkan dalam naskah-naskah Chuci. Aksara ini dikombinasikan dengan aksara 虫 (chóng); yang jika dikombinasikan sebagai aksara kompleks lainnya akan merepresentasikan kata dengan makna yang berhubungan dengan cacing, ular, atau serangga.[2]

Leluhur mitologis

Shan Hai Jing menampilkan Zhurong sebagai putra dari seseorang yang namanya jika diterjemahkan menjadi "Bermain dengan belanga"; sementara kakeknya memiliki nama yang jika diterjemahkan menjadi "Belanga yang cekatan", konon puncak kepalanya berbentuk bujur sangkar. Pada bagian "Pendahuluan Umum" antologi Chuci, Hawkes menggunakan observasi ini untuk mendukung spekulasinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bukti-bukti arkeologis dengan latar belakang budaya dari naskah-naskah Chuci.[2]

Kultur

Zhurong muncul dalam dua kisah yang berkaitan dengan banjir besar Tiongkok. Pada mitologi pertama dalam Huainanzi, ia terlibat perkelahian dengan Gong Gong yang akhirnya dimenangkan olehnya, tetapi diakhiri dengan kerusakan bumi dan langit. Dewi Nuwa akhirnya turun tangan dengan menambal langit dan menyelesaikan semua kekacauan dan kerusakan yang diakibatkan oleh pertempuran tersebut.[4] Kisah lain mengaitkan Zhurong sebagai ekskutor Gun di Gunung Bulu atas kegagalannya dalam mengatasi air bah sekaligus karena dirinya mencuri Xirang.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Yang, Lihui, et al. (2005). Handbook of Chinese Mythology. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-533263-6
  2. 1 2 3 Hawkes, David, translator and introduction (2011 [1985]). Qu Yuan et al., The Songs of the South: An Ancient Chinese Anthology of Poems by Qu Yuan and Other Poets. London: Penguin Books. ISBN 978-0-14-044375-2.
  3. ↑ Lagerwey, John; Kalinowski, Marc (2008). Early Chinese Religion: Part One: Shang Through Han (1250 BC-220 AD). Leiden: BRILL. hlm. 246. ISBN 9789004168350.
  4. ↑ "The Nuwa Sacrificial Ceremonies". Beijing: Confucius Institute Online. 26 Oktober 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-17. Diakses tanggal 15 November 2015.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Chinese Mythology. Feltham: Hamlyn Publishing. 1968. ISBN 0-600-00637-9.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan

Pranala luar

Tokoh dalam Kisah Tiga Negara
Ningrat
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Penasihat
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Jenderal
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan