Minggu, 27 September 2026
06:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Trilobozoa

Trilobozoa

Trilobozoa
Rentang waktu: Ediacaran, sekitar 558–550 jtyl Ediacaran
250px-Tribrachiidae.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Trilobozoa
Keluarga dan Genera

Lihat artikel

Artikel takson sembarang

Trilobozoa ("hewan bercuping tiga") adalah sebuah filum punah dari hewan-hewan sesil yang tinggal di dasar laut, serta sempat diklasifikasikan sebagai bagian dari filum Cnidaria. Anggota dari Trilobozoa memiliki bentuk tubuh dasar yaitu berbentuk lingkaran pipih dengan simetri tri-radial. Selain itu, anggota Trilobozoa memiliki "cuping-cuping" yang bertemu di tengah organisme-organisme tersebut. Bukti catatan fosil dari Trilobozoa hanya dapat ditemukan pada strata laut Ediakara Akhir.

Sejarah dan Interpretasi

Awalnya, M.A. Fedonkin dan B.N. Runnegar menduga bahwa ada 2-3 famili yang masuk kedalam golongan Trilobozoa, yaitu Albumaresidae (Fedonkin, 1985) dan Tribrachididae (Runnegar, 1992).[1] Afinitas dengan Conulariida dari Trias Akhir pernah dibuat karena memiliki kesamaan bentuk tubuh tri-radial. Fedonkin kemudian mengklasifikasikan hewan-hewan ini sebagai kelas dalamn filum Coelenterata.[butuh rujukan]

Kebanyakan dari anggota-anggota filum ini awalnya diteorikan sebagai ubur-ubur perenang bebas (free-swimming).[2] Tribrachidium awalnya diinterpretasikan sebagai anggota dari Echinodermata Edrioasteroid. Bagaimanapun, dengan penemuan Trilobozoa lainnya seperti Albumares dan Anfesta (beserta dengan spesimen-spesimen Laut Putih lainnya), sudah jelas bagi Fedonkin bahwa semua organisme tersebut membentuk sebuah filum (awalnya kelas) dari organisme Ediakara dengan simetri tri-radial.[3] Perpisahan antara Coelenterata menjadi filum Cnidaria dan Ctenophora membuat Fedonkin berkesimpulan bahwa Trilobozoa memiliki afinitas setingkat filum.[4]

Sekarang, anggota dari Trilobozoa diteorikan sebagai organisme sesil, bentik dengan afinitas yang tidak diketahui, yang masih terbuka untuk interpretasi dan perdebatan yang beragam.

Deskripsi

Trilobozoa memiliki tubuh berbentuk lingkaran pipih bersimetri tri-radial dengan tiga antimere yang terdiri dari kumpulan galur-galur pada permukaan dan dalam tubuh.[3] Kebanyakan dari anggota filum ini memiliki area dalam berbentuk cekung yang terbifurkasi, masing-masing terpisah dengan bubungan runcing.[5] Struktur-struktur tersebut kemungkinan besar bersifat kaku.[5]

Taksonomi

Berbagai anggota Trilobozoa disusun pada genera monofilik dan beberapa dikelompokkan ke dalam tingkatan famili.

Famili Albumaresidae Fedonkin, 1985

  • Albumares, Fedonkin 1976, Suz'ma, Laut Putih. Wilayah; Lembah Reaphook of Pegunungan Flinders.
  • Anfesta, Fedonkin 1984, Zimnii Bereg dan Sungai Kharakta, Laut Putih; Pegunungan Flinders.

Keluarga Tribrachididae Runnegar 1992

  • Tribrachidium, Glaessner 1959, Pegunungan Flinders; Cekungan Sungai Dniester, Podolia, Ukraina; Suz'ma dan Sungai Solza, Lokalitas Laut Putih

Trilobozoa Incertae sedis

Genera berikutnya adalah makhluk ediakara dengan simetri tri-radial yang belum diklasifikasikan secara sempurna menjadi Albumaresidae atau Tribrachididae, atau keluarga baru.

  • Skinnera Wade, 1969, Gunung Skinner; Pegunungan Flinders
  • Hallidaya Wade, 1969, Gunung Skinner
  • ?Triforillonia Gehlinget al. 2000, keliru titik
  • ?Rugoconites Glaessner et Wade, 1966, Pegunungan Flinders

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Fedonkin, M.A.; Gehling, James G.; Gehling, James G.; Grey, Kathleen; Narbonne, Guy M.; Vickers-Rich, Patricia; Vickers-Rich, Patricia (16 Maret 2007). The Rise of Animals: Evolution and diversification of the kingdom Animalia. Johns Hopkins Univ. Press. hlm. 241. ISBN 9780801886799. Diakses tanggal 1 Juli 2022 – via Google Books.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Minelli, Alessandro (2009). Perspectives in Animal Phylogeny and Evolution. Oxford University Press. hlm. 25. ISBN 978-0-19-856620-5.
  3. 1 2 Ivantsov, A. Yu.; Zakrevskaya, M. A. (2021). "Trilobozoa, Precambrian Tri-Radial Organisms". Paleontological Journal. 55 (7): 727–741. doi:10.1134/S0031030121070066. S2CID 245330736.
  4. ↑ Runnegar, B.N.; Fedonkin, M.A. (1992). "Proterozoic metazoan body fossils". Dalam Schopf, J.W.; Klein, C. (ed.). The Proterozoic Biosphere: A multidisciplinary study. Cambridge University Press. hlm. 373. ISBN 9780521366151.
  5. 1 2 Dzik, Jerzy (2003). "Anatomical Information Content in the Ediacaran Fossils and Their Possible Zoological Affinities". Integrative and Comparative Biology. 43 (1): 114–126. doi:10.1093/icb/43.1.114. PMID 21680416.
Filum yang masih hidup dalam kerajaan Animalia
A
n
i
m
a
l
i
a
Diploblast
(Eumetazoa)
ParaHoxozoa
Planulozoa
Bilateria
(Triploblast)
  • (lihat di bawah↓)
Bilateria
Xenacoelomorpha
N
e
p
h
r
o
z
o
a
Deuterostomia
Ambulacraria
P
r
o
t
o
s
t
o
m
i
a
Ecdysozoa
Scalidophora
N+L+P
Nematoida
L+P
Panarthropoda
Tactopoda
S
p
i
r
a
l
i
a
Gnathifera¹
Platytrochozoa
R+M
Mesozoa
Rouphozoa¹
Lophotrochozoa
A+N
Lophophorata
Bryozoa
Brachiozoa
----
Kelompok utama
dalam filum
Filum dengan ≥5000 spesies yang masih hidup dicetak tebal
Lihat pula
Diploblast
Monoblastozoa (nomen dubium)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan