Minggu, 20 September 2026
22:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Thaha Alhamid

Thaha Alhamid
Lahir11 Desember 1958 (umur 67)
PekerjaanAktivis
Dikenal karenaSekjen Dewan Presidium Papua, YAPIS

Thaha Alhamid (lahir 11 Desember 1958) adalah seorang aktivis Papua di bidang politik (GSP/P). Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Presidium Dewan Papua.[1] Selain itu Thaha menjadi salah satu pendiri Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) di Papua, dan sekarang menjabat menjadi Ketua Dewan Pembina.

Ia bersama Tom Beanal, Socrates Sofyan Yoman, Willy Mandowen, dan Terrianus Yoku juga pernah ke Amerika Serikat untuk melobi Kongres AS dan PBB agar sejarah Papua diluruskan dan diadakan referendum untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.[2] Thaha Alhamid pada tahun 1999 bergabung dalam tim 100 untuk bertemu Presiden Abdurrahman Wahid untuk membahas tentang Papua. Lalu pihaknya mengadakan Mubes Papua pada 2000 di mana mereka kemudian bertemu lagi dengan Presiden Abdurrahman Wahid, yang kemudian malah mendanai Rp 1 miliar untuk diadakan Kongres Rakyat Papua pada Mei-Juni 2000 di GOR Jayapura. Thaha Alhamid terpilih menjadi ketua pimpinan sidang kongres. Kongres kemudian membentuk komisi-komisi. Hasil dari Komisi Hak Papua kemudian diadopsi oleh tim asistensi Otsus untuk kemudian dijabarkan dan menjadi UU Otonomi Khusus Papua.[3]

Referensi

  1. Ken Miryam Vivekananda Fadlil (31 Desember 2011). "'Siapa Makan Daging, Siapa Berebut Tulang'". Lentera Timur. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-09. Diakses tanggal 9 Januari 2014.
  2. Faisal Assegaf (4 Juli 2012). "Intaian serius pasukan khusus". Merdeka.com. Diakses tanggal 9 Januari 2014.
  3. "Sekjen Dewan PapuaThaha Alhamid: Otsus Jalan Menuju Perubahan". SINDOnews.com. 2020-11-04. Diakses tanggal 2023-01-29.
Konflik Papua (1963–sekarang)
Latar belakang
Pihak terlibat
Operasi militer
Insiden/pelanggaran HAM
Tokoh Papua
Tokoh non-Papua
Lihat pula


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan