Minggu, 27 September 2026
02:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Kelly Kwalik

pemberontak Papua Barat

Kelly Kwalik
Informasi pribadi
Lahir1955
Agimuga, Mimika, Papua, Nugini Belanda
Meninggal16 Desember 2009
Timika, Papua, Indonesia
HubunganTenny Kwalik (adik)
Karier militer
PihakRepublik Papua Barat
PangkatKopral

Kelly Kwalik (lahir di Agimuga, Mimika, Papua, Nugini Belanda, 1955 – meninggal di Timika, Papua, Indonesia, 16 Desember 2009) adalah seorang pemimpin separatis senior dan komandan dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebuah organisasi separatis yang berbasis di Provinsi Papua di Indonesia.[1]

Konflik Papua

Artikel utama: Konflik Papua

Kwalik sebagai pemimpin gerakan separatis militan telah ada di daftar paling dicari di kepolisian Indonesia selama bertahun-tahun.[2] Kepolisian Indonesia menuduh Kwalik bertanggung jawab atas serangkaian insiden penembakan dan serangan yang menargetkan pekerja maupun properti dari perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan, yang mengoperasikan tambang tembaga dan tambang emas besar di Provinsi Papua.[2] Dalam pertemuan 2009 dengan kepolisian, Kwalik berulang kali membantah bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut.[1]

Krisis sandera Mapenduma

Nama Kwalik pertama kali mencuat di dunia internasional setelah pada tanggal 8 Januari 1996, dia dan anak buahnya menyandera 26 anggota Ekspedisi Lorentz 95 yang beranggotakan warga Indonesia maupun internasional, yang mengakibatkan tewasnya 2 dari sandera tersebut dalam Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma oleh Kopassus yang dipimpin Komandan Prabowo Subianto, dan juga berujung terjadinya Insiden Penembakan Timika 1996 yang menewaskan 16 orang.[3]

Kematian

Pada tanggal 16 Desember 2009, Kwalik ditembak dalam serangan polisi di salah satu tempat persembunyiannya di Gorong-Gorong, lingkungan Timika.[1] Kepolisian mengklaim bahwa Kwalik bersenjata ketika ia ditembak ketika mencoba melarikan diri.[1] Kwalik meninggal di rumah sakit di Timika.[1]

Pemakaman Kwalik diadakan di gedung Dewan Perwakilan Daerah pemerintah daerah Papua di Timika.[4] Keluarga dan pendukung Kwalik telah meminta agar mereka diizinkan untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora di pemakaman tersebut. Namun, permintaan itu ditolak oleh Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Daerah Papua, karena bendera yang melambangkan Organisasi Papua Merdeka tersebut dilarang di Papua maupun di Republik Indonesia.[4] Misa pemakaman Katolik Kwalik dipimpin oleh Uskup John Philip Saklil dari Keuskupan Timika.[4] Dia dimakamkan di Timika.[4]

Pada bulan Januari 2010, Organisasi Papua Merdeka (OPM) menunjuk Jack Kemong sebagai Panglima Tertinggi baru dari sayap militernya, Tentara Pembebasan Nasional (TNP) dan komandan regional Nemang Kawi setelah kematian Kwalik tersebut.[5]

Referensi

Konflik Papua (1963–sekarang)
Latar belakang
Pihak terlibat
Operasi militer
Insiden/pelanggaran HAM
Tokoh Papua
Tokoh non-Papua
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan