Sabtu, 07 November 2026
08:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Angkatan Darat Militer Indonesia

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (November 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Tentara Nasional Indonesia
Angkatan Darat
250px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang TNI Angkatan Darat
Dibentuk15 Desember 1945 (1945-12-15)
(80 tahun, 10 bulan)
Negara Indonesia
AliansiTentara Nasional Indonesia
Tipe unitAngkatan Darat
PeranMenegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Jumlah personel
  • 304.000 personel aktif
  • 42.186 personel cadangan
Bagian dari Tentara Nasional Indonesia
Markas BesarGambir, Jakarta Pusat
MotoKartika Eka Paksi
(Bahasa Sanskerta: "Burung gagah perkasa dengan satu cita-cita yang mulia")
Warna
HimneMars Kartika Eka Paksi
Ulang tahun15 Desember (Hari Juang Kartika)[1]
Pertempuran
Situs webtniad.mil.id
Tokoh
Panglima Tertinggi40px-Indonesian_Presidential_Seal_gold.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Presiden Prabowo Subianto
Kepala Staf Jenderal TNI Tandyo Budi Revita
Wakil Kepala Staf Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo
Inspektur Jenderal Letnan Jenderal TNI Erwin Djatniko
Koordinator Staf Ahli Letnan Jenderal TNI Muhammad Zamroni
Insignia
Bendera250px-Flag_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Roundel120px-Roundel_of_Indonesia_%E2%80%93_Army_Aviation.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 120px-Roundel_of_Indonesia_%E2%80%93_Army_Aviation_%E2%80%93_Low_Visibility.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fin Flash250px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (atau biasa disingkat TNI Angkatan Darat atau TNI-AD) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di darat, menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan negara lain, melaksanakan pembangunan dan pengembangan kekuatan di darat dan melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat.[2]

Kekuatan TNI-AD saat ini terdiri dari 4 komando utama pembinaan (Kotama Bin) yaitu Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad), Komando Daerah Militer (Kodam) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).[2]

Selain komando utama operasi, TNI-AD juga memiliki komando pendidikan yang mendidik para perwira dan calon perwira di Akademi Militer (Akmil), Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapaad), dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Sejarah

Cikal bakal lahirnya TNI pada awal kemerdekaan Indonesia dimulai dari penggabungan kekuatan bersenjata yang berasal dari para tokoh pejuang bersenjata, baik dari hasil didikan Kekaisaran Jepang (PETA), Belanda (KNIL), maupun mereka yang berasal dari laskar rakyat. Hasil penggabungan ini menghasilkan sebuah lembaga yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian berturut-turut berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (juga TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).[3]

Pada masa Orde Baru, Tentara Nasional Indonesia (TNI) digabung dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penggabungan ini membentuk sebuah badan dengan nama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Berdasarkan Ketetapan MPR No. VI/MPR/2000 kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah pemisahan peran antara TNI dan Polri.[4][5]

Sejak kelahirannya, TNI menghadapi berbagai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, [6]mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945,[7] serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.[8]

Mempertahankan kemerdekaan

Segera setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menghadapi Sekutu/Belanda yang berusaha menjajah kembali bangsa Indonesia. Kedatangan kembali Sekutu/Belanda mendapat perlawanan kekuatan TNI bersama rakyat. Perlawanan tersebut menimbulkan pertempuran yang terjadi di mana-mana, seperti di Semarang (1945), Ambarawa (1945), Surabaya (1945), Bandung (1946), Medan (1947), Palembang (1947), Margarana (1946), Manado (1946), Sanga-Sanga (1947), Agresi Militer Belanda I (1947), Agresi Militer Belanda II (1948), dan Serangan Umum 1 Maret 1949.

Pada saat menghadapi Agresi Militer Belanda II,[9] walaupun Pemerintah RI yang saat itu berpusat di Yogyakarta[10][11] telah menyerah, Panglima Besar Jenderal Soedirman tetap melanjutkan perjuangannya, yaitu dengan cara gerilya karena berpegang teguh pada prinsip kepentingan negara dan bangsa.

Akibat dari perlawanan tersebut akhirnya bangsa Indonesia mampu mempertahankan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949. Perjuangan ini berhasil berkat adanya kepercayaan diri yang kuat, semangat pantang menyerah, berjuang tanpa pamrih dengan tekad

Menjaga keutuhan bangsa dan negara

TNI bersama rakyat melaksanakan operasi dalam negeri seperti penumpasan terhadap PKI di Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965,[12][13] terhadap pemberontakan DI/TII di Jawa Barat,[14][15] Pemberontakan DI/TII di Aceh, Sulawesi Selatan, terhadap PRRI di Sumatera Barat, Permesta di Manado, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan dan Tenggara, PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, Republik Maluku Selatan di Ambon, Gerakan Aceh Merdeka di Aceh, Dewan Garuda di Sumatera Selatan, dan Organisasi Papua Merdeka di Papua. Perjuangan ini dilaksanakan demi kepentingan menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpegang teguh pada prinsip demi kepentingan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Operasi pengamanan dilaksanakan terhadap kegiatan kenegaraan seperti Pemilu, Sidang Umum MPR/Sidang Istimewa MPR, dan pengamanan terhadap terjadinya konflik komunal. Operasi pengamanan ini didasarkan pada kepentingan negara dan bangsa, penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara indonesia

Organisasi

TNI Angkatan Darat adalah bagian dari Tentara Nasional Indonesia dan disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019,[16] di mana Markas Besar Tentara Nasional Indonesia membawahi Markas Besar TNI Angkatan Darat.[2]

Unsur Pimpinan TNI AD[2]

Unsur Pembantu Pimpinan[2]

Seluruh unsur pembantu pimpinan dijabat oleh perwira tinggi bintang tiga dengan pangkat Letnan Jenderal dan perwira tinggi bintang dua dengan pangkat Mayor Jenderal

Unsur Pelayanan[2]

Komando Utama Pembinaan[2]

Badan Pelaksana Pusat[2]

Pangkalan

Artikel utama: Komando Resor Militer
Artikel utama: Komando Rayon Militer

Kecabangan

Tanda Kepangkatan

Di TNI Angkatan Darat, sebagaimana di kecabangan lainnya, kepangkatan terdiri dari, Perwira, Bintara dan Tamtama. Adapun pangkat tertinggi di Angkatan Darat adalah Jenderal Besar dengan bintang lima. Sampai saat ini ada 3 orang perwira TNI Angkatan Darat yang dianugerahi pangkat tersebut. Mereka adalah:

Kepala

TNI Angkatan Darat dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad). Kasad saat ini Jenderal TNI Tandyo Budi Revita

Kekuatan

Pada era awal kemerdekaan, alutsista yang dimiliki angkatan darat didominasi oleh buatan Jepang dan Amerika Serikat, mulai dari persenjataan infanteri, roket/misil, artileri, kendaraan tempur hingga pesawat. Memasuki era 60an, yakni masa Orde Lama, Indonesia kedatangan sejumlah alutsista buatan Uni Soviet serta negara-negara Pakta Warsawa, seperti:

  • BRDM-1
  • BTR-152
  • BTR-50
  • RM-51
  • PT-76

Setelah Suharto mengambil alih pemerintahan dan mulainya era Orde Baru, angkatan darat kembali memperoleh alutsista buatan Amerika Serikat beserta negara-negara NATO, seperti persenjataan infanteri BM-59, M14, M16, G3, FAL, termasuk FNC yang kemudian menjadi senapan serbu standar dengan nama SS1 pada era 90an. Tak hanya itu, kendaraan tempur beserta perlengkapan penunjang juga didatangkan bersamaan dengan roket/misil serta alutsista udara.

Saat ini, angkatan darat memiliki berbagai jenis persenjataan infanteri, roket/misil, artileri, kendaraan tempur, pesawat angkut hingga helikopter multifungsi dan tempur baik buatan negara-negara NATO dan negara-negara CSTO, maupun buatan lokal pabrikan PT. Pindad, PT Komodo Armament hingga PTDI.

Galeri

Referensi

  1. ↑ Oktaviani, Tari (2023-12-13). "Tanggal 15 Desember 2023 Memperingati Hari Apa?". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-01-26.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "PERPRES No. 66 Tahun 2019 Tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia". Peraturan.go.id. 2019-10-18. Diakses tanggal 2024-01-26.
  3. ↑ "Sejarah TNI". TNI.MIL.ID. Diakses tanggal 2024-01-24.
  4. ↑ "Tap MPR Nomor VI/MPR/2000 Tentang Pemisahan TNI dan Polri". Kompaspedia. 2021-01-27. Diakses tanggal 2025-12-03.
  5. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-10-06). "Saat Polri dan TNI Dipisahkan, Sebelumnya Bernaung dalam ABRI... Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  6. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-10-04). "TNI, Sejarah dan Tugas Pokoknya Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-03.
  7. ↑ Fandy. "Sejarah TNI: Pengertian, Tugas, dan Angkatan". Diakses tanggal 2025-12-03.
  8. ↑ Hasan, Letjend TNI Mohamad. "TNI sebagai Anak Kandung Rakyat". tirto.id. Diakses tanggal 2025-12-03.
  9. ↑ ptj. "Sejarah Agresi Militer Belanda II: Tujuan dan Kronologi". edukasi. Diakses tanggal 2025-12-03.
  10. ↑ "Peristiwa 4 Januari 1946: Pemindahan Ibu Kota RI ke Yogyakarta". merdeka.com. {publish_date}. Diakses tanggal 2025-12-03.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  11. ↑ Azizah, Ulvia Nur. "Kilas Balik 5 September 1945: Bergabungnya Jogja dengan NKRI". detikjogja. Diakses tanggal 2025-12-03.
  12. ↑ Media, Kompas Cyber (2023-09-05). "Gerakan Operasi Militer I, Operasi untuk Menumpas PKI Madiun 1948". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  13. ↑ Zulfikar, Fahri. "Pemberontakan PKI Madiun: Latar Belakang, Tujuan, dan Tokoh yang Jadi Korban". detikedu. Diakses tanggal 2025-12-03.
  14. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-04-10). "Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  15. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-04-10). "Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-03.
  16. ↑ Humas (2019-11-07). "Perpres No. 66/2019: Ada Wakil Panglima Dalam Struktur Organisasi TNI". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-03.
  17. 1 2 3 4 "SK KSAD No. Kep/747/IX/2022 - Alih Kodal Pussen dari Kodilatad menjadi Balakpus TNI AD". tniad.mil.id. 2022-10-14. Diakses tanggal 2024-01-27.

Pranala luar

Pimpinan
120px-Insignia_of_the_Indonesian_National_Armed_Forces.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Organisasi
Unsur Pembantu Pimpinan
Unsur Pelayanan
Badan Pelaksana Pusat
Komando Utama Operasi
Sejarah dan Operasi
Personel
Pendidikan dan Pelatihan
Seragam
Pangkat
Kecabangan
Komponen Cadangan
Satuan tugas
Staf
Pimpinan
Pembantu Pimpinan
Pelayanan
120px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Komando Utama Pembinaan
Komando Utama Operasi
    • Kotama Ops
Komando Pembinaan Doktrin,Pendidikan dan Latihan
Badan Pelaksana Pusat
Pusat
Direktorat
Dinas Militer
Pendidikan
Angkatan Bersenjata Kerajaan Brunei


Peta Asia Tenggara
Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja
Tentara Nasional Indonesia
Angkatan Bersenjata Rakyat Lao
Angkatan Tentara Malaysia
Angkatan Bersenjata Myanmar
Angkatan Bersenjata Filipina
Angkatan Bersenjata Singapura
Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand
Tentara Rakyat Vietnam
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan