Rabu, 21 Oktober 2026
12:34 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Abdul Kahar Muzakkar

Abdul Kahar Muzakkar

Pemimpin gerakan separatisme DI/ TII

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Abdul Kahar Muzakkar" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Kahar Muzakkar
Kaharmuzakkar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1921-03-24)24 Maret 1921
Meninggal3 Februari 1965(1965-02-03) (umur 43)
Penyebab kematian
Gugur dalam tugas

Abdul Kahar Muzakkar (24 Maret 1921 – 3 Februari 1965) adalah pemimpin gerakan Islam di Sulawesi Selatan dari tahun 1950 hingga kematiannya pada tahun 1965. Dia memimpin kelompoknya dalam perang gerilya melawan pemerintah pusat Indonesia, dan akhirnya dibunuh oleh tentara di hutan. Ia juga merupakan pemimpin gerakan Darul Islam cabang Sulawesi Selatan.

Pergerakan

Kahar menyelesaikan pendidikan di Standarschool milik Muhammadiyah dan lulus pada 1935. Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke Mualimin Solo, sebuah sekolah guru yang juga milik Muhammadiyah.

Pada awal tahun 1950, dia memimpin para bekas gerilyawan Sulawesi Selatan dan Tenggara dan mendirikan Tentara Islam Indonesia (TII), yang kemudian bergabung dengan Darul Islam (DI), dan di kemudian hari dikenal dengan nama DI/TII di Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Pada tahun 1950 terjadi konflik internal antara Angkatan Darat (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) dengan pihak gerilyawan (Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan) di Sulawesi Selatan. Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) saat itu menginginkan tempat di tubuh Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS).

Pada Juni 1950, Kahar sebagai mantan pemimpin pasukan KGSS datang ke Makassar untuk menyelesaikan konflik internal ini. Pada 1 Juli 1950, ia mengungkapkan maksud KGSS agar diakomodir menjadi Resimen Hasanuddin di dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), tetapi usulan itu ditolak oleh pihak TNI. Pada 7 Agustus 1953, bersama pasukan KGSS, Kahar memutuskan untuk bergabung bersama NII Kartosoewirjo untuk wilayah Sulawesi Selatan.

Kematian

Pada tanggal 3 Februari 1965, melalui Operasi Tumpas yang dipimpin langsung oleh Jenderal M. Jusuf, Kahar Muzakkar dinyatakan tertembak mati dalam pertempuran antara pasukan TNI dari satuan Divisi Siliwangi Kujang I 330 dan anggota pengawal Kahar Muzakkar di Lasolo. Kahar tewas setelah butir Peluru dari Kopral Ili Sadeli bersarang di tubuhnya. Namun makamnya tidak pernah diberitakan dan hingga saat ini masih dirahasiakan. Hanya sedikit pejabat militer yang menyaksikan pemakaman Kahar Muzakkar.

Pada tahun 1965, kabar kematian Kahar Muzakkar itu telat sampai ke Jakarta karena lokasi tertembaknya Kahar sangat sulit terjangkau. Jenazahnya dibawa ke Makassar, Kolonel M. Jusuf memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyaksikan jenazah itu, dan memastikan sendiri bahwa yang mati adalah benar Kahar Muzakkar.

Meski sudah dinyatakan tertembak mati, terdapat sebagian orang yang memercayai bahwa Kahar Muzakkar belum mati. Hal ini diperkuat karena masyarakat tidak mengetahui di mana keberadaan makam Kahar Muzakkar, pemerintah merahasiakan demi menghindari pemujaan terhadap Kahar Muzakkar.

Referensi

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan