Rabu, 14 Oktober 2026
07:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Celebes Belanda

Celebes Belanda

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Celebes Belanda
Celebes en Onderhoorigheden (nl)
Sulawesi dan Kepulauannya (id)
1699–1946
Bendera Celebes
Bendera
Lambang Celebes
Lambang
StatusKoloni Belanda
Bagian dari Timur Raya
(1938–1946)
Ibu kotaMakassar
Bahasa umumBelanda, Melayu
Gubernur Makassar/Gubernur Celebes 
Panglima 
Era SejarahImperialisme
• Penaklukan Belanda atas Kesultanan Makassar
1699
• Tergabung
1946
Mata uangGulden Hindia Belanda
Didahului olehDigantikan oleh
Imperium Portugal
Negara Indonesia Timur

Celebes Belanda mengacu pada periode pemerintahan kolonial di bagian selatan pulau Sulawesi sebagai wilayah dagang Vereenigde Oostindische Compagnie sejak 1699[1] sampai awal 1800-an, kemudian menjadi bagian dari Hindia Belanda sampai 1945. Keberadaan Belanda di daerah ini diawali dengan perebutan Sulawesi dari Portugal dan berakhir dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Celebes sekarang disebut Sulawesi. Ibu kota Makassar sering ditulis Macassar, Makassar, Macaçar, Mancaçar, atau Goa, Gowa (tidak sama dengan Goa, ibu kota India Portugal).[2] Nama Ujung Pandang juga pernah digunakan.

Sejarah

Sulawesi sebelum masa pemerintahan Belanda merupakan bagian dari Kesultanan Gowa. Pada tahun 1660, armada kapal besar pimpinan Johan van Dam mengebom Makassar. Sejak 1667 sampai seterusnya, VOC berkantor di Fort Rotterdam di pelabuhan Makassar. Benteng ini didirikan tahun 1669.[3] Setelah empat bulan memaksa Sultan Hasanuddin untuk takluk, Perjanjian Bongaya ditandangani pada tanggal 18 November 1667 dan pemerintahan Belanda sah berdiri di daerah itu.[4] Celebes dan Dependensinya ("Celebes en Onderhoorigheden") adalah nama wilayah pemerintahan kolonial ini pada 1847-1924. Tahun 1925, daerah ini menjadi keresidenan Hindia Belanda dan dibagi menjadi beberapa bagian. Ibu kotanya adalah Makassar. Nama Makassar sebelumnya dipakai sebagai nama wilayah pemerintahan kolonial ini.[5][6]

Gubernur

Pembagian Administratif

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-26. Diakses tanggal 2013-10-11.
  2. ↑ http://www.zum.de/whkmla/region/seasia/xmakassar.html
  3. ↑ D. F. Lach, E. J. Van Kley, Asia in the Making of Europe, Volume III: A Century of Advance. Book 3: Southeast Asia. University of Chicago Press, 1993. ISBN 0-226-46754-6
  4. ↑ D. G. E. Hall, A history of South-East Asia. St Martin's Press, New York, 1981. ISBN 0-333-24164-9
  5. ↑ Martinus Nijhoff en E.J. Brill, Encyclopædie van Nederlandsch-Indië. 's-Gravenhage en Leiden, 1917-1939
  6. ↑ Cribb, Robert, Historical Atlas of Indonesia. Richmond Surrey: Curzon Press, 2000. ISBN 0-7007-0985-1
  7. ↑ H. Hägerdal, Hindu rulers, Muslim subjects: Lombok and Bali in the seventeenth and eighteenth centuries. White Lotus Press, 2001. ISBN 974-7534-11-8
  8. ↑ W. Cummings, Makassar Annals. University of Hawaii Press, 2011. ISBN 90-6718-366-0
  9. ↑ A. J. P. Raat, The Life of Governor Joan Gideon Loten (1710 - 1789). A Personal History of a Dutch Virtuoso. Verloren, 2010. ISBN 90-8704-151-9
  10. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-02-20. Diakses tanggal 2022-01-04.{{cite web}}: Periksa nilai |url=
  11. ↑ B. F. Matthes, Boeginesch Heldendicht Op Daeng Kalaboe, Waarin Onder Andere De Dood Van Den Ambtenaar T. Baron Collot D' Escury ... Bezongen Worden: (door Abdoe-r-rasjied.). Nabu Press, 2011. ISBN 1-245-03226-7.
  12. ↑ E. L. Poelinggomangm, Trade policy of the colonial government in Makassar in the 19th century. KPG, 2002. ISBN 979-9023-81-5
  13. 1 2 3 4 K. Sutherland, Jaarboekje Celebes. 1864
  14. ↑ Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië, Part 2. 1931.
Koloni dan pos dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (1602–1798)
Kegubernuran Jenderal
Kegubernuran
Direktorat
Komandemen
Keresidenan
Permukiman Opperhoofd
Koloni dan pos dagang Geoctroyeerde Westindische Compagnie (1621–1792)
Koloni di Amerika
Pos dagang di Afrika
Permukiman Noordsche Compagnie (1614–1642)
Permukiman
Koloni Kerajaan Belanda (1815–1962)
Sampai 1825
Sampai 1853
Sampai 1872
Sampai 1945
Sampai 1954
Sampai 1962
Kerajaan Belanda (1954–sekarang)
Negara konstituen
Munisipalitas khusus Belanda
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan