Senin, 19 Oktober 2026
00:45 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Loango-Angola Belanda

Loango-Angola Belanda

Bagikan:
Loango-Angola Belanda
Loango-Angola
1641–1648
Bendera Loango-Angola
Bendera
Lambang Loango-Angola
Lambang
Kota Luanda oleh Johannes Vingboons (1665)
Kota Luanda oleh Johannes Vingboons (1665)
StatusKoloni
Ibu kotaLuanda
Bahasa umumBelanda (resmi)
Kongo, Chokwe, Umbundu, Kimbundu, Ngangela, Kwanyama, Lingala
Agama Reformasi Belanda, Agama tradisional Afrika
Gubernur 
• 1641–1642
Pieter Moorthamer
• 1642–1648
Cornelis Hendrikszoon Ouman
Sejarah 
26 Agustus 1641
21 Agustus 1648
Mata uangGuilder Belanda
Didahului olehDigantikan oleh
Angola Portugis
Angola Portugis
Sekarang bagian dari Angola
 Republik Kongo

Loango-Angola merupakan nama bagi kepemilikan Perusahaan Hindia Barat Belanda di kawasan yang saat ini adalah Angola dan Republik Kongo. Utamanya, nama ini merujuk pada koloni yang diduduki dari Portugis antara tahun 1641 dan 1648. Setelah Angola direbut kembali oleh Portugis pada tahun 1648, perdagangan yang dilakukan Belanda dengan Loango-Angola, tetapi, tidak berhenti begitu saja. Sejak sekitar tahun 1670 dan seterusnya, Perusahaan Hindia Barat Belanda mengakuisisi budak dari wilayah Loango secara teratur, dan pedagang bebas dari Belanda terus melakukan praktik ini sampai dengan setelah tahun 1730.[1]

Karena jauhnya jarak antara Luanda dan Elmina, ibu kota Pantai Emas Belanda, pemerintahan tersendiri bagi "Selatan Afrika" didirikan di Luanda selama periode pendudukan Belanda.[2]

Sejarah

Upaya awal (1624)

Sebagai bagian dari rencana Groot Desseyn, Perusahaan Hindia Barat Belanda yang telah didirikan pada tahun 1621, mencoba untuk merebut Luanda setelah mereka berhasil merebut Salvador da Bahia, ibu kota Brasil. Di bawah kepemimpinan Piet Hein, armada Belanda mencoba untuk merebut Luanda pada tahun 1624, tetapi gagal, karena Filips van Zuylen juga telah mencoba untuk merebut kota itu beberapa bulan sebelumnya, yang menyebabkan Portugis untuk membangun pasukan bantuan.

Setelah Piet Hein berhasil merebut harta armada Spanyol pada tahun 1628, Perusahaan Hindia Barat Belanda sekali lagi mencoba untuk mengatur rencana pergerakan Groot Desseyn. Dengan banyaknya sumber daya untuk membayar pengeluaran militer mereka, Belanda berhasil merebut Recife dan Olinda, wilayah inti perkebunan tebu Brasil, di awal tahun 1630.

Perebutan Luanda (1641)

Artikel utama: Perebutan Luanda

Pada tahun 1641, armada Belanda di bawah komando Cornelis Jol, merebut Luanda dari Portugis. pasukan Belanda menguasai Luanda dan menandatangani perjanjian dengan Ratu Nzinga dari Kerajaan Ndongo. Nzinga berhasil menyerang Portugis di Massangano. Ia merekrut pejuang baru dan bersiap untuk ikut serta bersama Portugis kembali dalam pertempuran, tetapi Salvador Correia de Sá memimpin pasukan Portugis dari Brasil dalam mengusir Belanda, dan menegaskan kembali kendalinya di Angola. Pasukan Nzinga tersebut mundur kembali ke Matamba.[3]

Belanda memerintah Angola dari 26 Agustus 1641 sampai 21/24 Agustus, 1648, menempati daerah pesisir (di bawah gubernur Perusahaan Hindia Barat Belanda) dari Angola. Serangan ini merupakan puncak dari rencana yang pertama kali diusulkan oleh Raja Pedro II dari Kongo pada tahun 1622. Setelah armada Belanda di bawah Laksamana Cornelis Jol merebut Luanda, Portugis menarik diri ke Sungai Bengo, tetapi setelah pembaharuan aliansi Kongo-Belanda, Bengo diserang dan kemudian pasukan Portugis mundur ke Massangano. Belanda tidak tertarik dalam menaklukkan Angola, karena kecewa terhadap Raja Garcia II dari Kongo dan Ratu Nzinga karena keduanya menekan mereka untuk membantu dalam mengusir Portugis dari koloni tersebut. Namun, pemerintah Belanda menyadari bahwa mereka tidak dapat memonopoli perdagangan budak dari Angola hanya dengan memegang Luanda dan beberapa tempat di dekatnya, dan terlebih lagi, Portugis mengirimkan beberapa bantuan ekspedisi ke Massangano dari Brasil. Akibatnya, pada tahun 1647, Belanda menyetujui untuk memperkuat pasukan Nzinga menyusul kekalahan oleh pasukan Portugis pada tahun 1646. Pada Pertempuran Kombi Belanda dan tentara Nzinga menghancurkan tentara Portugis dan setelahnya mengepung Ambaca, Massangano dan Muxima.

Catatan

  1. ↑ Postma 1990, hlm. 101.
  2. ↑ Postma 1990, hlm. 60.
  3. ↑ Fage 1986, hlm. 354. sfn error: tanpa target: CITEREFFage1986 (bantuan)

Referensi

Koloni dan pos dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (1602–1798)
Kegubernuran Jenderal
Kegubernuran
Direktorat
Komandemen
Keresidenan
Permukiman Opperhoofd
Koloni dan pos dagang Geoctroyeerde Westindische Compagnie (1621–1792)
Koloni di Amerika
Pos dagang di Afrika
Permukiman Noordsche Compagnie (1614–1642)
Permukiman
Koloni Kerajaan Belanda (1815–1962)
Sampai 1825
Sampai 1853
Sampai 1872
Sampai 1945
Sampai 1954
Sampai 1962
Kerajaan Belanda (1954–sekarang)
Negara konstituen
Munisipalitas khusus Belanda
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan