Minggu, 20 September 2026
19:09 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Kerajaan Matamba

Kerajaan Matamba (1631–1744) adalah negara yang berdiri pada masa pra-kolonial di wilayah Baixa de Cassange di Provinsi Malanje, Angola modern. Kerajaan ini merupakan kerajaan yang kuat dan mampu melawan upaya kolonisasi Portugis selama berpuluh-puluh tahun. Mereka baru teintegrasi dengan Angola pada akhir abad ke-19.

Dokumen pertama yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Matamba adalah pernyataan Raja Kongo Afonso I dari Kongo pada tahun 1530 yang menyebutkan bahwa Matamba membayar upeti kepada Kongo. Pada tahun 1535, Afonso menyebut Matamba sebagai salah satu wilayah yang ia kuasai sebagai raja. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai sejarah awal kerajaan ini dan tradisi lisan sejauh ini belum menunjukannya secara jelas. Namun, kemungkinan Kongo tidak pernah menjajah Matamba dan para penguasa Matamba tetap merdeka.

Pada pertengahan abad ke-16, Matamba dipimpin oleh seorang ratu yang tidak diketahui namanya. Ia menerima misionaris dari Kongo yang saat itu telah menjadi kerajaan Kristen. Walaupun sang ratu menerima para misionaris yang dikirim oleh Raja Diogo I dari Kongo (1545–1561), tidak ada indikasi bahwa Matamba menjadi Kristen sesudahnya.

Referensi

  • David Birmingham, Trade and Conquest in Angola: the Mbundu and their Neighbours under the Influence of the Portuguese (Oxford, 1966)
  • Graziano Saccardo, Congo e Angola con la storia dell'antica missione dei Cappuccini

(3 volumes, Venice, 1982-3)

  • Fernando Campos, "A data da morte de D. Verónica I, Rainha de Ndongo e Matamba," Africa (São Paulo) 1982
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan