Minggu, 08 November 2026
03:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Arguin

Arguin

pulau terletak di Teluk Arguin, Mauritania

Bagikan:
500px-Fort_of_Arguin_1721.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Benteng Belanda di Arguin pada tahun 1721.
500px-Plan_fo_Arguin_1721.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Arguim (1721).

Arguin (bahasa Portugis:Arguim) adalah sebuah pulau yang terletak di Teluk Arguin, pesisir barat Mauritania. Pulau ini memiliki panjang 6 km dan lebar 2 km dan dikelilingi oleh karang-karang yang berbahaya.[1] Pulau ini kini merupakan bagian dari Taman Nasional Banc d'Arguin.[2]

Sejarah

Pulau ini berganti tangan beberapa kali selama masa penjajahan. Orang Eropa pertama yang mengunjungi pulau ini adalah penjelajah Portugis Nuno Tristão pada tahun 1443.[3] Pada tahun 1445, Pangeran Henri sang Navigator mendirikan pos dagang di pulau ini untuk memperoleh gom arab dan budak. Pada tahun 1455, 800 budak dikirim dari Arguin ke Portugal setiap tahunnya.[4]

Pada tahun 1633, selama perang melawan Spanyol (yang saat itu mengendalikan Portugal), Belanda mengambil alih Arguin. Pulau ini berada di bawah kendali Belanda hingga tahun 1678, dan sempat diambil oleh Inggris pada tahun 1665. Prancis merebut Arguin pada September 1678, tetapi kemudian meninggalkannya pada tahun 1685.[5] Keringnya wilayah Arguin dan sedikitnya tempat pendaratan yang baik mempersulit pendirian permukiman Eropa untuk jangka panjang.[1]

Pada tahun 1685, Kapten Reers dari kapal fregat "Rother Löwe" menduduki benteng kuno Portugal di pulau ini. Ia berhasil menandatangani perjanjian dengan penguasa lokal yang menerima kekuasaan Brandenburg. Traktat ini diratifikasi pada tahun 1687 dan diperbaharui pada tahun 1698.[6] Arguin menjadi koloni Brandenburg hingga tahun 1721 ketika Prancis menyerbu benteng Arguin dan mengambil alih pulau tersebut. Belanda merebut benteng Arguin dari Prancis satu tahun kemudian, tetapi pada tahun 1724 Prancis kembali menjadi penguasa Arguin. Periode kekuasaan Prancis berlangsung selama empat tahun; pada tahun 1728, pulau ini kembali berada di bawah kekuasaan penduduk asli.[5] Pulau ini merupakan bagian dari koloni Prancis di Mauritania dan menjadi bagian dari negara tersebut setelah kemerdekaannya pada tahun 1960.[2]

Referensi

  1. 1 2 "Arguin. 1911 Encyclopedia Britannica, V. 2, p. 482". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-27. Diakses tanggal 2016-10-09.
  2. 1 2 "Le Parc National du Banc d'Arguin". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-07. Diakses tanggal 2016-10-09.
  3. ↑ Huish, John. Travels of Richard and John Lander into the interior of Africa.
  4. ↑ "Slave Routes - Europe Portugal". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-10. Diakses tanggal 2016-10-09.
  5. 1 2
  6. ↑ van der Heyden, Ulrich (1993). Rote Adler an Afrikas Küste: Die brandenburgisch-preußische Kolonie Großfriedrichsburg in Westafrika (Edisi second). Berlin: Selignow. ISBN 3-933889-04-9.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

20°36′N 16°27′W / 20.600°N 16.450°W / 20.600; -16.450

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan