Selasa, 13 Oktober 2026
22:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Brandenburg-Prusia

Brandenburg-Prusia

Bagikan:
Brandenburg-Prusia
Brandenburg-Preußen  (Jerman)
1618–1701
Lambang Margraviat Brandenburg
Lambang Kadipaten Prusia
Brandenburg-Prusia di dalam dan di luar Kekaisaran Romawi Suci (1618)
Brandenburg-Prusia di dalam dan di luar Kekaisaran Romawi Suci (1618)
StatusUni personal antara Margraviat Brandenburg dan Kadipaten Prusia
Ibu kotaBerlin dan Königsberg
Agama Populasi: Lutheran
Elektor-Adipati: Kalvinis
PemerintahanMonarki feodal
Elektor-Adipati 
• 1618–1619
Johann Sigismund
• 1619–1640
Georg Wilhelm
• 1640–1688
Friedrich Wilhelm
• 1688–1701
Friedrich III (Friedrich I)
Era SejarahZaman Modern Awal
27 Agustus 1618
19 September 1657
18 Januari 1701
Didahului olehDigantikan oleh
Kadipaten Prusia
Margraviat Brandenburg
Kadipaten Kleve
Keuskupan-Pangeran Minden
Kadipaten Pomerania
Grafschaft Mark
Grafschaft Ravensberg
Keuskupan Halberstadt
Keuskupan Agung Magdeburg
Wilayah Lauenburg dan Bütow
Draheim
krjKerajaan
Prusia
Sekarang bagian dariJerman
Polandia
Lituania
Rusia
Belanda

Brandenburg-Prusia (bahasa Jerman:Brandenburg-Preußen) adalah istilah dalam bidang historiografi yang mengacu kepada wilayah kerajaan Hohenzollern Brandenburg yang berdiri dari tahun 1618 hingga 1701. Wilayahnya berpusat di Elektorat Brandenburg. Cabang utama Wangsa Hohenzollern menikah dengan cabang Hohenzollern yang menguasai Kadipaten Prusia dan menjadi pewaris kadipaten tersebut setelah wangsa tersebut tidak lagi memiliki penerus laki-laki pada tahun 1618. Dampak lain dari pernikahan tersebut adalah pengambilalihan wilayah Cleves-Mark dan Ravensberg setelah ditandatanganinya Traktat Xanten pada tahun 1614. Meletusnya Perang Tiga Puluh Tahun (1618–48) mengakibatkan kehancuran karena sang Elektor berganti sekutu sebanyak tiga kali, sehingga pasukan Protestan dan Katolik silih berganti memasuki wilayah Brandenburg dan melakukan pembunuhan, pembakaran, penangkapan dan penjarahan. Lebih dari setengah penduduk tewas atau terpaksa pengungsi. Berlin dan kota-kota besar lainnya hancur, dan proses pemulihan memakan waktu selama beberapa dasawarsa.

Berdasarkan Perdamaian Westphalia yang mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun pada tahun 1648, Brandenburg memperoleh Keuskupan Minden dan Kepangeranan Halberstadt dan menjadi penerus Pommern Timur / Pommern Jauh (terinkorporasi tahun 1653) dan Kadipaten Magdeburg (terinkorporasi tahun 1680). Dengan ditandatanganinya Traktat Bromberg (1657) selama Perang Utara Kedua, Elektorat Brandenburg mendapat kekuasaan penuh atas Kadipaten Prusia setelah pembebasan status vassal oleh Kerajaan Polandia serta memperoleh wilayah Lauenburg–Bütow dan Draheim. Traktat Saint-Germain-en-Laye (1679) memperluas wilayah Pommern Brandenburg ke Oder hilir.

Pada pertengahan akhir abad ke-17, Prusia menjadi salah satu kekuatan besar dalam politik Eropa. Potensi militer Brandenburg-Prusia ditunjukkan secara nyata oleh pendirian angkatan bersenjata pada tahun 1653 dan kemenangan di Warsawa (1656) dan Fehrbellin (1675) serta manuver Die große Schlittenfahrt untuk mengusir pasukan Swedia dari Prusia (1678). Brandenburg-Prusia juga mendirikan angkatan laut dan koloni Jerman di Pantai Emas Brandenburg dan Arguin. Friedrich Wilhelm yang dikenal sebagai "Elektor Agung" memperbolehkan imigrasi berskala besar ("Peuplierung") dan menerima pengungsi-pengungsi Protestan dari berbagai wilayah Eropa ("Exulanten"), terutama imigran Huguenot setelah dikeluarkannya Maklumat Potsdam. Friedrich Wilhelm juga mulai mensentralisasi pemerintahan Brandenburg-Prusia.

Pada tahun 1701, Friedrich III, Elektor Brandenburg, berhasil mengangkat statusnya menjadi Raja Prusia. Hal ini dimungkinkan oleh status kedaulatan Kadipaten Prusia di luar Kekaisaran Romawi Suci dan persetujuan dari kaisar Habsburg dan raja-raja Eropa lainnya selama proses pembentukan aliansi yang saling berperang dalam Perang Penerus Spanyol dan Perang Utara Besar. Semenjak tahun 1701, wilayah Hohenzollern disebut Kerajaan Prusia atau Prusia saja. Secara hukum, uni personal antara Brandenburg dan Prusia masih berlanjut hingga pembubaran Kekaisaran Romawi Suci pada tahun 1806. Namun, kekuasaan kaisar atas wilayah Kekaisaran Romawi Suci merupakan fiksi hukum. Maka dari itu, semenjak tahun 1701, secara de facto Brandenburg merupakan bagian dari Kerajaan Prusia. Friedrich dan penerusnya terus mensentralisasi negara dan mentransformasi uni personal antara kepangeranan-kepangeranan yang berbeda menjadi provinsi-provinsi yang tunduk kepada Berlin.

Referensi

52°31′N 13°24′E / 52.517°N 13.400°E / 52.517; 13.400

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan