Jumat, 06 November 2026
08:52 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Herman Wayoi

Herman Wayoi

politisi Indonesia asal Papua (1929-2005)

Bagikan:
artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Tidak ada alasan pembersihan diberikan. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Herman Wayoi
lossy-page1-250px-Voorzitter_van_de_Partai_Nasional_PARNA_Hermanus_Wajoi%2C_Bestanddeelnr_144-0217.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Herman Wayoi, 1960
Wakil Ketua DPRD-GR Provinsi Irian Barat
Informasi pribadi
Lahir1929 (1929)
Meninggal2005 (umur 75–76)
Partai politikPARNA, PNI
Anak3

Herman Wayoi adalah salah satu pendiri dan ketua Partai Nasional (Parna) yang sudah didiskusikan sejak 10 Agustus 1960 dan pertama kali dideklarasikan Lapangan Hamadi, Hollandia pada tanggal 24 Agustus 1960, bersama Frits Kirihio , E.J. Bonay dan Amos Indey (sekretaris). Parna bertujuan untuk mempercepat kemerdekaan Rakyat Papua dan kemudian bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.[1]

Herman Wayoi juga diangkat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Rakyat (DPR-GR) Propinsi Irian Barat dan terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD GR, sebagai wakil dari Partai Nasional Indonesia bersama Eliezer Jan Bonay dan Frits Kirihio. Pada bulan Februari 1963, Wayoi bersama Marthen Indey berangkat ke Jakarta bertemu Sukarno menyampaikan Piagam Kotabaru yang berisi ikrar rakyat Irian Barat untuk tetap setia dan patuh kepada UUD 1945 dan Pancasila serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara RI.[2] Meskipun sudah menduduki jabatan penting di DPR-GR (11 April 1969), Herman Wayoi dan beberapa tokoh muda Papua juga tokoh muda yang kuliah di Universitas Cenderawasih berdemo menuntut satu orang satu suara, yaitu menolak PEPERA (1969) dalam bentuk musyawarah.

Dia juga memimpin mahasiswa dan pemuda Papua berdemo di Gedung DPR-GR Propinsi Irian Barat untuk menuntut Penentuan Pendapat Rakyat agar dijalankan per satu orang.[3] Pada masa periode pertama Gubernur Barnabas Suebu (1988-1993), Herman Wayoi menjabat sebagai Asisten Pemerintahan (AS I), penjabat pemerintah daerah Provinsi Irian Jaya saat itu.[4]

Rujukan

  1. ↑ Sitompul, Martin (2020-08-14). "Frits Kirihio, Disekolahkan Belanda lalu Memihak Indonesia". Historia. Diakses tanggal 2022-09-09.
  2. ↑ Gunawan, Restu; Leirissa, R.Z.; Haryono, P. Suryo; Lumintang, Onnie; Nurhajirini, Dwi Ratna (1997). Biografi Pahlawan Nasional: Marthin Indey dan Silas Papare. Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta. hlm. 137. Diakses tanggal 11 Oktober 2022.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Herman Wayoi Pendiri Partai Nasional Papua". Jubi. Diakses tanggal 26 Februari 2020.
  4. ↑ 25 tahun Trikora. Yayasan Badan Kontak Keluarga Besar Perintis Irian Barat. 1988. hlm. 329. Diakses tanggal 2023-02-25.{{cite book}}: |website= diabaikan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan