Selasa, 22 September 2026
04:35 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Herman Wayoi

Herman Wayoi

politisi Indonesia asal Papua (1929-2005)

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Herman Wayoi
lossy-page1-250px-Voorzitter_van_de_Partai_Nasional_PARNA_Hermanus_Wajoi%2C_Bestanddeelnr_144-0217.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Herman Wayoi, 1960
Wakil Ketua DPRD-GR Provinsi Irian Barat
Informasi pribadi
Lahir1929 (1929)
Meninggal2005 (umur 7576)
Partai politikPARNA, PNI
Anak3

Herman Wayoi adalah salah satu pendiri dan ketua Partai Nasional (Parna) yang sudah didiskusikan sejak 10 Agustus 1960 dan pertama kali dideklarasikan Lapangan Hamadi, Hollandia pada tanggal 24 Agustus 1960, bersama Frits Kirihio , E.J. Bonay dan Amos Indey (sekretaris). Parna bertujuan untuk mempercepat kemerdekaan Rakyat Papua dan kemudian bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.[1]

Herman Wayoi juga diangkat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Rakyat (DPR-GR) Propinsi Irian Barat dan terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD GR, sebagai wakil dari Partai Nasional Indonesia bersama Eliezer Jan Bonay dan Frits Kirihio. Pada bulan Februari 1963, Wayoi bersama Marthen Indey berangkat ke Jakarta bertemu Sukarno menyampaikan Piagam Kotabaru yang berisi ikrar rakyat Irian Barat untuk tetap setia dan patuh kepada UUD 1945 dan Pancasila serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara RI.[2] Meskipun sudah menduduki jabatan penting di DPR-GR (11 April 1969), Herman Wayoi dan beberapa tokoh muda Papua juga tokoh muda yang kuliah di Universitas Cenderawasih berdemo menuntut satu orang satu suara, yaitu menolak PEPERA (1969) dalam bentuk musyawarah.

Dia juga memimpin mahasiswa dan pemuda Papua berdemo di Gedung DPR-GR Propinsi Irian Barat untuk menuntut Penentuan Pendapat Rakyat agar dijalankan per satu orang.[3] Pada masa periode pertama Gubernur Barnabas Suebu (1988-1993), Herman Wayoi menjabat sebagai Asisten Pemerintahan (AS I), penjabat pemerintah daerah Provinsi Irian Jaya saat itu.[4]

Rujukan

  1. Sitompul, Martin (2020-08-14). "Frits Kirihio, Disekolahkan Belanda lalu Memihak Indonesia". Historia. Diakses tanggal 2022-09-09.
  2. Gunawan, Restu; Leirissa, R.Z.; Haryono, P. Suryo; Lumintang, Onnie; Nurhajirini, Dwi Ratna (1997). Biografi Pahlawan Nasional: Marthin Indey dan Silas Papare. Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta. hlm. 137. Diakses tanggal 11 Oktober 2022.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Herman Wayoi Pendiri Partai Nasional Papua". Jubi. Diakses tanggal 26 Februari 2020.
  4. 25 tahun Trikora. Yayasan Badan Kontak Keluarga Besar Perintis Irian Barat. 1988. hlm. 329. Diakses tanggal 2023-02-25.{{cite book}}: |website= diabaikan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan