Kamis, 08 Oktober 2026
03:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Eliezer Jan Bonay

Eliezer Jan Bonay

Bagikan:
Ini adalah nama Papua, Serui, marganya adalah Bonay atau Bonai
Eliezer Jan Bonay
250px-Aankomst_Nieuw-Guinese_delegatie_op_Schiphol_Delegatie_op_vliegtuigtrap_M_W_K%2C_Bestanddeelnr_912-8563_%28Eliezer_Jan_Bonay%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gubernur Irian Baratke-3
Masa jabatan
1 Mei 1963 –20 November 1964
PresidenSoekarno
PendahuluPamoedji
PenggantiFrans Kaisiepo
Anggota Dewan Nugini
GubernurPieter Johannes Platteel
Jalal Abdoh
Daerah pemilihanYapen Waropen
Informasi pribadi
Lahir(1924-08-24)24 Agustus 1924
Meninggal14 Maret 1990(1990-03-14) (umur 65)
Partai politikParna
Suami/istriAna (Almh.)
Esther (Almh.)
Djuariah ( Almh.)
Anak
Dari Ana
    • Yuli Bonai
    • Max Bonai
    • Musa Bonai (Alm.)
Dari Ester
    • Heemskerche Bonai[1] ( Alm.)
    • Dirk Bonai ( Alm. )
    • Akon Bonai (Alm.)
    • Godlif Zacheus Bonai
    • Ruben Bonai
    • Agus Bonai (Alm.)
    • Afia Bonai (Alm.)
Dari Djuariah
    • Dian Sundariani Bonai (Almh.)
    • Riyanti Puspita Suriani Bonai

Eliezer Jan Bonay (24 Agustus 1924 –14 Maret 1990) adalah Gubernur Irian Barat (kini Provinsi Papua) yang ketiga. Ia menjabat menjabat antara tahun 1962—1964.[2] Eliezer sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Nugini sekaligus ketua sementara Partai Nasional (Parna) yang bertugas saat Herman Wayoi pergi ke Belanda.[3]

Karier awal

250px-Kruis_Van_Verdienste_award_letter_for_Eliezer_Jan_Bonay_%28in_Indonesian%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Surat Penganugerahan Salib Jasa dari pemerintah Belanda kepada Eliezer Jan Bonay atas jasa-jasanya semasa Perang Dunia II.

Eliezer lahir pada tanggal 24 Agustus 1924 di Serui Laut. Pada tahun 1941, ia mulai bekerja sebagai juru tulis di kantor Distrik Serui.[4] Pada tanggal 20 Oktober 1944, Eliezer yang waktu itu bekerja sebagai juru tulis pembantu bertolak dari Hollandia (kini Jayapura) ke Pulau Rumberpon untuk membantu proses evakuasi penduduk setempat sekaligus secara pribadi mengumpulkan informasi mengenai tentara Jepang dan membantu tentara Sekutu dalam melakukan penjagaan dan pengiriman patroli. Kegiatan itu ia lakukan hingga tanggal 2 Maret 1945. Sebanyak 1.600 penduduk Rumberpon berhasil dievakuasi berkat usahanya, 200 di antaranya dibebaskan dari tawanan Jepang. Atas jasanya, pada tanggal 7 November 1947, pemerintah Belanda menganugerahinya Salib Jasa (Kruis van Verdienste).[4]

Pada tahun 1945, Eliezer ditunjuk menjadi Calon Administrator Pembantu (candidaat-bestuursassistent), di Distrik Demta.[4] Ia juga menjadi juru tulis di Kantor Conica (Commanding Officer NICA) di Hollandia. Eliezer kemudian dipindahkan dari Demta ke berbagai distrik di pedalaman Afdeling Hollandia seperti Arso dan Wembi (keduanya kini bagian dari Kabupaten Keerom) hingga akhir tahun 1949. Ia di sana bertugas sebagai kepala distrik.[4]

250px-Diploma_Van_De_Bestuursschool_Te_Hollandia_Eliezer_Jan_Bonay_%28obverse%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diploma (ijazah) Eliezer dari OSIBA, 25 Juli 1957.

Setahun kemudian, Eliezer menjadi kepala distrik Waropen Hulu (Boven-Waropen) dan diberi tugas untuk meningkatkan status Waropen Hulu menjadi sebuah sub-afdeling (onderafdeeling). Pada tahun 1957, Eliezer lulus dari OSIBA (Opleidingsschool voor Inheemsche Bestuursambtenaren) di Hollandia dan ditugaskan menjadi kepala distrik Biak Timur. Kemudian pada bulan Agustus 1960, Eliezer dipindahtugaskan ke Serui dan menjadi kepala distrik Yapen Selatan.[4]

Kematian dan kehidupan pribadi

Eliezer wafat pada tanggal 14 Maret 1990 di Rumah Sakit Sint-Joseph, Deventer, di usia 65 tahun. Jenazahnya dikremasi pada tanggal 19 Maret 1990 di Zwolle dengan upacara politik dan keagamaan.[5] Selama hidupnya, ia pernah menikah sebanyak tiga kali. Dengan istri pertamanya yang bernama Ana, ia dikaruniai tiga orang anak. Dengan istrinya yang kedua, Ester Airori, Eliezer dikaruniai tujuh orang anak. Terakhir, dengan istrinya yang ketiga, Djuariah, ia dikaruniai dua orang putri.[6]

Penghargaan

Riwayat Jabatan

  • Anggota Dewan Nugini[7]
  • Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Irian Barat (1963-1964)[6]
  • Pegawai Utama Muda Menteri Dalam Negeri RI (1964-1965)
  • Anggota Dewan Pertimbangan Agung Sementara RI (1965)
  • Direktur Perusahaan Daerah Irian Bhakti
  • Direktur PT Jayawijaya Shiping Lines (1972-1975)
  • Direktur Utama PT Catur Andalan (1978-1979)

Referensi

  1. ↑ "Eliezer Yan Bonay, Gubernur Papua Pertama yang Nasionalis". Papua.us. 14 Agustus 2013. Diakses tanggal 22 Mei 2025.
  2. ↑ "Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 71 Tahun 1963 tentang Pengangkatan Eliezer Jan Bonay Sebagai Gubernur Irian Barat". Database Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan. Diakses tanggal 22 Mei 2025.
  3. ↑ "Bonay tijdelijk voorzitter van de Parna". Algemeen Handelsblad. 16 November 1961. Diakses tanggal 22 Mei 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 5 "Wie werden er gekozen?". Nieuw Guinea Koerier. 27 Februari 1961. Diakses tanggal 22 Mei 2025.
  5. ↑ Suryawan, I Ngurah (1 November 2018). "Jalan Berliku Para Elite Papua". IndoProgress. Diakses tanggal 22 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Djamaluddin, Dasman (24 Agustus 2018). "Anak Gubernur Papua Itu Bercerita tentang Ayahnya". Kompasiana.com. Diakses tanggal 22 Mei 2025.
  7. ↑ "Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 13 Tahun 1965 tentang Pengangkatan Eliezer Jan Bonay Sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Agung Wakil Propinsi Irian Barat". Database Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan. Diakses tanggal 22 Mei 2025.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Eliezer Jan Bonay.
Jabatan politik
Didahului oleh:
P. Pamuji
Gubernur Irian Barat
1962–1964
Diteruskan oleh:
Frans Kaisiepo


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan