Senin, 09 November 2026
01:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Tarkul

Tarkul

Versi pemuras yang pendek

Bagikan:
250px-Dragon_pistol.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terakul atau ''dragon'', dijumpai di medan tempur di Cerro Gordo, Mexico

Tarkul atau terakul, terakol, dan terkul adalah salah satu senjata yang digunakan di Nusantara. Tarkul pada awalnya menggunakan teknologi wheel lock (kancing roda) yang mana kemajuan teknologi ini memungkinkan ia membakar bubuk mesiu secara otomatis tanpa membutuhkan fuze.[1]

Istilah ini dapat mengacu pada blunderbuss (pemuras) dalam bentuk pistol, tetapi juga dapat merujuk pada senapan flintlock. Tarkul nampaknya lebih disukai oleh kavaleri karena ukurannya.[2]: 211 [3]: 5  Mereka menggunakan mekanisme flintlock, dan mungkin berasal dari senapan flintlock Belanda yang masuk ke daerah tersebut pada abad ke-17.[4]: 64  Tetapi, kemungkinan senjata ini baru populer di prajurit Nusantara pada masa belakangan — terakul baru dicatat dalam Tuhfat al-Nafis dari tahun 1860-an.[2]: 211–212 [5] Naskah tersebut menyebutkan bahwa pasukan Bugis dengan baju rantai dan bersenjatakan terakul pemburas mengalahkan pasukan Raja Kechil yang bersenjatakan meriam dan pedang pada tahun 1721 M.[6]: 318 

Dalam budaya populer

Dalam novel Sengsara Membawa Nikmat (1929), tarkul merupakan senjata yang digunakan oleh tokoh Tuanku Laras, seorang pemimpin daerah.

Ketika ia mendengar bunyi tongtong itu ia terkejut lalu bangun. Tuanku Laras amat heran mendengar bunyi tongtong, karena sudah hampir 5 tahun sampai waktu itu, belum pernah ada bahaya yang terjadi dikampung itu. Maka iapun segera memakai baju malam, diambilnya terkul. Ia terjun ke halaman, diiringkan oleh dua orang dubalang.

— Tulis Sutan Sati (1972) "Sengsara Membawa Nikmat" Jakarta : PN Balai Pustaka. hal 65

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tarkul.

Referensi

  1. ↑ Hassan, Muhammad Saufi (4 Desember 2016). "Istinggar Senjata Api Hebat Orang Melayu Dahulu". Metro Ahad. hlm. 39.
  2. 1 2 Ismail, Norain B.T. (2012). Peperangan dalam Historiografi Johor: Kajian Terhadap Tuhfat Al-Nafis. Kuala Lumpur: Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya.
  3. ↑ Wan Hasbullah, Wan Mohd Dasuki (4 April 2019). Istinggar dalam Manuskrip Melayu: Tradisi Ilmu dan Teknologi Minangkabau. Pusat Dagangan Dunia Putra (PWTC), Kuala Lumpur. A workshop paper in Wacana Manuskrip Melayu Siri 1 (2019).
  4. ↑ Wan Hasbullah, Wan Mohd Dasuki (2014). "Manuskrip Ilmu Bedil Sebagai Sumber EtnosejarahTeknologi Senjata Api Melayu". Kemanusiaan. 21 (1): 53–71.
  5. ↑ Lihat informasi tentang Tuhfat al-Nafis di Malay Concordance Project.
  6. ↑ Winstedt, R. O. (1932). "A Malay History of Riau and Johore". Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society. 10 (2).
Senjata tradisional, pelindung, dan senjata berbasis bubuk mesiu wilayah Indonesia
Senjata tradisional
Pedang
Belati & pisau
Perimbas & parang
Senjata hantam
Senjata galah atau tombak
Senjata lentur
Senjata lainnya
Keris display
Meriam perunggu isian belakang dan garuda kayu
Peurise teumaga
Senjata berbasis Mesiu
Senjata api
Meriam
Dari nama
Pelindung dan pakaian
Perisai
Zirah
Helm


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan