Minggu, 25 Oktober 2026
11:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Senapan lontak

Senapan lontak

Bagikan:
250px-Grand_Turk%2836%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Senapan lontak dan sangkur

Senapan lontak,[1] senapan lantak, atau musket adalah senjata yang populer antara abad ke-15 sampai pertengahan abad ke-19. Senapan lontak hanya dapat ditembakkan sekali saja, setelah diisi dengan amunisi bola timah dan mesiu, dan diisi dari depan moncong ceropong senapan.

Etimologi dan sejarah

250px-Musketeers.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Muketers

Istilah senapan lontak berasal dari kata senapan dan lantak. Kata "senapan" adalah korupsi dari kata Belanda snappaan.[2] "Lantak" menurut KBBI adalah "memukul kuat-kuat supaya keras atau padat". Ini merujuk pada cara pengisian peluru dan mesiu senapan ini, yaitu memasukkannya dari moncong lalu memukulnya dengan pelantak (ramrod).[3] Istilah "musket", berasal dari bahasa Italia "moschetto" yang berarti elang. Angkatan perang yang menggunakan musket disebut musketir (bahasa Inggris:Musketeer, bahasa Prancis:Mousquetaire). Senapan lontak sangat populer digunakan saat Revolusi Kolonial Amerika dan perang-perang Napoleon. Tidak seperti senjata api modern yang semi-otomatis maupun yang otomatis penuh, senapan lontak harus diisi terlebih dahulu setelah satu tembakan sebelum menembakkan peluru berikutnya. Sistem penyalaan musket bermacam-macam, mulai dari flash pan (abad ke-15), wheel lock (kancing roda, awal abad ke-16), snaphaunce (pertengahan abad ke-16), yang paling populer adalah senapan lontak yang menggunakan metode flintlock dan yang paling modern percussion cap (sejak 1805-an).

Penggunaan

250px-Manual_of_the_Musketeer%2C_17th_Century.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah gambar pedoman pada abad ke-17 menunjukkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengisi peluru senapan lontak.

Mengisi sebuah senapan lontak dengan amunisi adalah pekerjaan yang tidak mudah, kadang kala ada regu penembak yang di dalamnya terdiri dari penembak dan juru pengisi amunisi, dan dipersenjatai dengan tiga pucuk senapan lontak atau lebih, sehingga penembak dapat menembakkan senapan berikutnya sedangkan juru isi mengisinya. Untuk mengisi ulang senapan lontak, pertama-tama masukkan mesiu lewat lubang moncong laras depan, lalu masukkan peluru bola timah dengan kain katun untuk pengapian senapan lontak, terakhir dorong semuanya dengan pelantak agar amunisi sepenuhnya masuk ke dalam senapan lontak. Kebutuhan untuk menyelesaikan proses yang sulit dan berpotensi berbahaya secepat mungkin, menyebabkan lahirnya "Pelatihan Militer" di kalangan militer dunia.[4] Seorang musketir terlatih Inggris atau kesatuan Redcoats pada abad ke-17 dapat menembakkan 2–5 peluru senapan lontak dalam 1 menit. Pada awal abad ke-19, kegunaan senapan lontak sebagai persenjataan utama satuan militer mulai tergusur dengan kemunculan senapan yang lebih akurat dan menawarkan sistem isi-ulang yang lebih cepat. Pada Perang Saudara Amerika tahun 1861–1865, senapan lontak masih sering digunakan,dengan tipe yang paling terkenal dan umum adalah Springfield Model 1861 dan sudah berganti dengan metode penyalaan percussion cap, satuan kavaleri dan perwira sudah lebih banyak menggunakan senapan kopak dengan mekanisme breechloading (pengisian peluru secara sungsang dari belakang) dan pistol Revolver karena harganya yang pada saat itu sangat mahal, sehingga tidak bisa diisukan kepada satuan infanteri, senapan mesin sederhana juga sudah mulai dipakai yang paling terkenal adalah Gatling Gun.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Senapan lontak". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ Crawfurd, John (1856). A Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjacent Countries. Bradbury and Evans.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Departemen Pendidikan Nasional (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  4. ↑ Keegan, John (1993). A History of Warfare. Vintage Books. hlm. 284.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senapan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan