Minggu, 20 September 2026
10:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Tailing

Tailing

Bagian dari seri tentang
Polusi
250px-Air_pollution3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polusi udara dari sebuah pabrik
Luar angkasa

Dalam pertambangan, tailing adalah material yang tersisa setelah proses pemisahan fraksi yang bernilai ekonomis dari fraksi yang tidak bernilai ekonomis (gangue) dalam suatu bijih. Tailing berbeda dengan lapisan penutup, yaitu batuan limbah atau material lain yang menutupi suatu endapan bijih atau tubuh mineral dan dipindahkan selama kegiatan penambangan tanpa melalui proses pengolahan. Valorisasi limbah merupakan proses penilaian terhadap limbah dan residu yang dihasilkan dari suatu proses ekonomi untuk menentukan nilai potensialnya bagi penggunaan kembali atau daur ulang, karena material yang pada saat pemisahan dianggap sebagai gangue dapat menjadi bernilai seiring berjalannya waktu atau dengan berkembangnya teknologi pemulihan yang lebih canggih.

Ekstraksi mineral dari bijih dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu penambangan aluvial, yang memanfaatkan air dan gaya gravitasi untuk mengonsentrasikan mineral berharga, atau penambangan batuan keras, yang menghancurkan batuan pembawa bijih, kemudian mengandalkan reaksi kimia untuk mengonsentrasikan mineral yang diinginkan. Pada metode yang terakhir, ekstraksi mineral dari bijih memerlukan kominusi, yaitu proses memperkecil ukuran bijih hingga menjadi partikel-partikel halus guna mempermudah pemisahan unsur target. Akibat proses kominusi ini, tailing terdiri atas sluri partikel halus yang ukurannya berkisar dari sebesar butiran pasir hingga beberapa mikrometer. Tailing tambang umumnya dihasilkan dari pabrik pengolahan dalam bentuk sluri, yaitu campuran antara partikel mineral halus dan air.[1]

Tailing berpotensi menjadi sumber bahan kimia beracun yang berbahaya, seperti logam berat, sulfida, dan bahan radioaktif. Bahan-bahan tersebut menjadi sangat berbahaya apabila disimpan di dalam kolam yang berada di balik bendungan tailing. Kolam-kolam ini juga rentan mengalami jebol atau kebocoran bendungan yang dapat memicu bencana lingkungan, seperti bencana Mount Polley di British Columbia. Akibat permasalahan tersebut, ditambah berbagai isu lingkungan lainnya seperti kebocoran air tanah, emisi zat beracun, dan kematian burung, timbunan serta kolam tailing semakin mendapat perhatian, khususnya di negara-negara maju. Meskipun demikian, standar pengelolaan tailing pertama di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa baru ditetapkan pada tahun 2020.

Terdapat beragam metode untuk memulihkan nilai ekonomis dari tailing, mengisolasinya secara aman, maupun mengurangi dampak yang ditimbulkannya. Namun, secara internasional, penerapan praktik-praktik tersebut masih tergolong kurang memadai, dan dalam beberapa kasus bahkan melanggar hak asasi manusia.

Referensi

  1. Zvereva, V. P.; Frolov, K. R.; Lysenko, A. I. (2021-10-13). "Chemical reactions and conditions of mineral formation at tailings storage facilities of the Russian Far East". Gornye Nauki I Tekhnologii = Mining Science and Technology (Russia). 6 (3): 181–191. doi:10.17073/2500-0632-2021-3-181-191. ISSN 2500-0632. S2CID 243263530.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sampah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan