Jumat, 25 September 2026
17:03 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Sun Yat-sen

Sun Yat-sen

politikus, fisikawan, dan tokoh revolusioner Tiongkok (1866–1925)

Sun Yat-sen
孫逸仙
250px-%E5%AD%99%E4%B8%AD%E5%B1%B1%E8%82%96%E5%83%8F.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sun pada tahun 1922
Presiden Sementara Republik Tiongkok Ke-1
Masa jabatan
1 Januari 1912 –10 Maret 1912
Wakil PresidenLi Yuanhong
PendahuluJabatan baru dibentuk
(Puyi sebagai Kaisar)
PenggantiYuan Shikai
Ketua Kuomintang
Masa jabatan
10 Oktober 1919 –12 Maret 1925
PendahuluJabatan baru dibentuk
PenggantiZhang Renjie
(sebagai ketua)
Informasi pribadi
LahirSun Te-ming
(1866-11-12)12 November 1866
Cuiheng, Guangdong, Tiongkok
Meninggal12 Maret 1925(1925-03-12) (umur 58)
Beijing, Tiongkok
MakamMausoleum Sun Yat-sen
Partai politikKuomintang
Afiliasi politik
lainnya
Suami/istri
​
​
(m. 1885;c. 1915)​
​
​
(m. 1905;ditinggalkan 1906)​
​
(m. 1915)​
Pasangan serumah
Anak4, termasuk Sun Fo
Orang tua
PendidikanSekolah Tinggi Kedokteran Tiongkok-Barat Hong Kong (MD)
ProfesiDokter
Tanda tangan (Mandarin)
孫文, Sun's signature in Chinese, from a piece of calligraphy in the National Palace Museum
Tanda tangan
Karier militer
Dinas/cabangAngkatan Darat Republik Tiongkok
Masa dinas
1917–1925
PangkatDa yuan shuai
Pertempuran/perang

Sun Yat-Sen (Hanzi: 孫逸仙, Pinyin: Sūn Yì-xian, 12 November 1866 – 12 Maret 1925) [1][2] adalah seorang pemimpin kunci revolusi Tiongkok dan diakui secara luas sebagai Bapak Negara Tiongkok Modern, baik di Republik Tiongkok (Taiwan) maupun di Republik Rakyat Tiongkok (Tiongkok Daratan).

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Tiongkok masih diperintah oleh seorang kaisar Dinasti Qing. Dinasti Qing cenderung ingin mempertahankan nilai-nilai tradisional dan enggan beradaptasi dengan nilai modern. Sun Yat-sen yakin bahwa Tiongkok perlu ditata dengan cara baru melalui revolusi, yakni dengan mengubah sistem monarki absolut menjadi republik. Pada 1894, ia meninggalkan praktik kedokteran dan beralih ke politik, meski tak memiliki pendidikan di bidang politik. Ia pergi ke Hawaii dan membentuk organisasi Xinzhonghui (Masyarakat Tiongkok Bangkit). Organisasi ini menjadi cikal bakal pemberontakan melawai Dinasti Qing yang ia organisir pada tahun-tahun berikutnya.[3]

Pada tahun 1895, ia memimpin suatu pemberontakan di Kanton, tetapi dapat diredam. Secara keseluruhan, ia memimpin sebelas kali revolusi terhadap Dinasti Qing dan akhirnya berhasil menumbangkan kekaisaran, sehingga kaisar harus turun takhta.[4] Tiongkok selanjutnya menjadi Republik Tiongkok pada tahun 1911 yang didirikan oleh Sun Yat-sen. Ia juga merupakan pendiri Partai Kuomintang (KMT), menjadi pejabat presiden pada 1911-1912 dan presiden pada 1923–1925.[3]

Sun dianggap sebagai salah satu pemimpin terbesar Tiongkok modern, tetapi dalam kehidupan politiknya dia selalu berjuang terus-menerus dan sering diasingkan. Setelah keberhasilan Revolusi Xinhai pada tahun 1911, ia dengan cepat mengundurkan diri sebagai Presiden Republik Tiongkok yang baru didirikan dan menyerahkannya kepada Yuan Shikai. Sun pergi ke pengasingan di Jepang untuk keselamatan dirinya, tetapi kembali lagi ke Tiongkok untuk membentuk pemerintahan revolusioner sementara di Tiongkok Selatan sebagai pemerintahan tandingan selama Era Panglima Perang yang menguasai sebagian besar Tiongkok.[3]

Pada tahun 1923, ia mengundang perwakilan Komunis Internasional ke Kanton guna mengorganisasi kembali partainya dan membentuk aliansi rapuh dengan Partai Komunis Tiongkok. Dia tidak sempat menyaksikan partainya (KMT) menyatukan Tiongkok di bawah pimpinan Chiang Kai-shek, yang menjadi penggantinya, dalam Ekspedisi Utara. Sun meninggal di Beijing karena kanker kandung empedu pada 12 Maret 1925.[5]

Warisan utama Sun adalah filosofi politiknya yang dinamakan Tiga Prinsip Rakyat: Mínzú (民族主義, Mínzú Zhǔyì) atau nasionalisme (merdeka dari dominasi asing), Mínquán (民權主義, Mínquán Zhǔyì) atau "hak rakyat" (sering diartikan menjadi "demokrasi") dan (民生主義, Mínshēng Zhǔyì) atau mata pencaharian rakyat (terkadang diterjemahkan menjadi "komunitarianisme" atau "kesejahteraan").[6][7][8]

Nama

250px-1_yuan_-_Sun_Yat_Sen_-_1927.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin perak: 1 yuan - Sun Yat Sen, tahun 1927.

Nama silsilah keluarga (谱名, pǔ míng) Sun adalah Sun Deming (Syūn Dāk-mìhng; 孫德明).[1][9] Sewaktu kecil nama timangannya (乳名, rǔ míng) yaitu Tai Tseung (Dai-jeuhng; 帝象).[1] Ketika di sekolah, gurunya memberi nama Sun Wen (Kanton: Syūn Màhn; 孫文), nama ini digunakan Sun untuk menyebut dirinya sendiri hampir sepanjang hidupnya. Nama kehormatan Sun adalah Zaizhi (Jai-jī; 載之) dan nama baptisnya yaitu Rixin (Yaht-sān; 日新).[10] Saat sekolah di Hong Kong, dia menggunakan nama samaran Yat-sen (Hanzi:逸仙; Pinyin:Yìxiān).[11] Sūn Zhōngshān (孫中山), nama Tionghoanya yang paling populer, berasal dari nama Jepang Nakayama Shō (中山樵), nama samaran yang diberikan oleh Tōten Miyazaki saat Sun bersembunyi di Jepang.[1]

Masa Awal

250px-Sun_Yat_Sen%27s_family.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sun Yat-sen (belakang, kelima dari kiri) dan keluarganya.

Tempat lahir dan masa muda

Sun Yat-sen lahir pada 12 November 1866,[2] anak dari Sun Dacheng dan Nyonya Yang.[2] Tempat lahirnya berada di desa Cuiheng, Xiangshan (sekarang kota setingkat prefektur Zhongshan), provinsi Guangdong.[2] Dia beretnis Hakka[12] dan Kanton. Ayahnya hanya memiliki sebidang tanah yang kecil dan bekerja sebagai penjahit di Makau merangkap pekerja harian dan pramuantar.[13] Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, dia pindah ke Honolulu, Hawaii dan hidup nyaman berkat dukungan finansial dari kakaknya, Sun Mei.[14] Sun kemudian sekolah menengah di Hawaii.[15]

Masa Pendidikan

Pada umur 10 tahun, Sun Yat-sen mulai masuk sekolah,[1] dan untuk pertama kalinya bertemu dengan Lu Haodong, yang menjadi teman masa kecilnya.[1] Tahun 1878, pada usia 13 tahun, setelah belajar beberapa tahun di sekolah lokal, Sun tinggal bersama kakak lelakinya, Sun Mei (孫眉) di Honolulu.[1] Sun Mei membiayai pendidikan Sun Yat-sen yang pada akhirnya menjadi kontributor utama penggulingan dinasti Qing.[16][17][18][19]

Selama tinggal di Honolulu, Sun Yat-sen sekolah di ʻIolani, tempat ia belajar berbahasa Inggris, Sejarah Britania Raya, Matematika, Sains dan Kekristenan.[1] Awalnya tidak bisa berbahasa Inggris, Sun Yat-sen kemudian belajar bahasa Inggris dengan sangat cepat yang membuatnya menerima hadiah karena prestasinya itu dari Raja David Kalakaua.[20] Sun lulus dari ʻIolani tahun 1882, lalu belajar di Oahu College (sekarang bernama sekolah Punahou), selama satu semester saja,[1][21] karena pada tahun 1883 dia dikirim kembali ke Tiongkok karena kakaknya mulai khawatir Sun Yat-sen akan memeluk agama Kristen.[1]

Saat ia kembali ke Tiongkok, umurnya 17 tahun dan Sun bertemu lagi dengan teman masa kecilnya, Lu Haodong di Beijidian (北極殿), sebuah kuil di desa Cuiheng.[1] Mereka melihat banyak penduduk desa menyembah Beiji (secara harfiah berarti Kutub Utara), Raja-Dewa di kuil itu dan mereka merasa tidak cocok dengan kepercayaan serta cara pengobatan kuno mereka.[1] Kedunya lantas menghancurkan patung-patung yang ada di kuil tersebut, sehingga menimbulkan kemarahan warga desa dan akhirnya mereka kabur ke Hong Kong.[1][22][23] Saat berada di Hong Kong, masih pada tahun 1883, ia belajar di Sekolah Keuskupan Putra dan dari tahun 1884 sampai 1886, dia sekolah di Akademi Pemerintah Pusat (中央書院) (saat ini bernama Queen's College, Hong Kong).[24]

Pada tahun 1886, Sun belajar tentang pengobatan di Rumah Sakit Kanton di bawah bimbingan misionaris Kristen John G. Kerr.[1] Menurut bukunya "Kidnapped in London", Sun pada tahun 1887, mendengar berita akan dibukanya Sekolah Tinggi Kedokteran Tiongkok-Barat Hong Kong (sekarang menjadi Fakultas Kedokteran Li Ka Shing, Universitas Hong Kong) dan ia segera mengambil kesempatan yang ditawarkan untuk menjadi siswa di sekolah ini.[25] Akhirnya, dia mendapatkan lisensi praktik Kristen sebagai dokter medis pada tahun 1892.[1][11] Di kelasnya terdapat 12 siswa dan Sun adalah salah satu dari hanya dua siswa yang lulus.[26][27][28]

Pembaptisan

Diawal 1880-an, Sun Mei menyekolahkan adiknya di Sekolah ʻIolani, yang berada di bawah pengawasan Anglikan Britania Raya dan dipimpin oleh uskup Anglikan yang bernama Willis. Bahasa pengantar yang dignakan adalah bahasa Inggris. Meskipun Uskup Willis menekankan bahwa tidak ada yang dipaksa untuk memeluk agama Kristen, tetapi para siswa diminta untuk hadir di kapel pada hari Minggu. Di sekolah ʻIolani, Sun Wen pertama kali mengetahui ajaran kekristenan dan memberi kesan yang mendalam pada dirinya. Schriffin menulis bahwa Kristen memiliki pengaruh besar pada seluruh kehidupan politik Sun ke depannya.[29] Selanjutnya Sun dibaptis di Hong Kong oleh misionaris Amerika dari Gereja Kongregasional Amerika Serikat, mengabaikan kakaknya yang tidak setuju. Uskup Willis juga menjalin persahabatan dengan Sun.[30][31] Sun menjadi jemaat gereja To Tsai (道濟會堂, yang didirikan oleh London Missionary Society pada tahun 1888)[32] saat ia belajar pengobatan barat di Sekolah Tinggi Kedokteran Tiongkok-Barat (香港華人西醫書院). Sun menyatakan revolusi mirip dengan misi penyelamatan Gereja Kristen. Konversinya menjadi umat Kristen terkait dengan cita-cita revolusionernya guna mendorong kemajuan.[30]

Sun Yat-sen menikah dengan istri keduanya, Soong Ching-ling. Adik Soong Ching-ling bernama Soong May-ling, menikah dengan Chiang Kai-shek, sehingga kedua pemimpin ini menjadi saudara ipar melalui pernikahan dengan kakak beradik Soong. Ayah Soong Ching-ling adalah Charlie Soong, yang meraup keuntungan besar di bidang perbankan dan pencetakan Alkitab. Meskipun secara pribadi ia adalah teman Sun, tetapi ia marah ketika Sun mengumumkan niatnya untuk menikahi Ching-ling, karena Sun sudah menjadi seorang Kristen dan telah menikah serta memiliki tiga anak. Charlie menilai tindakan Sun berlawan dengan agama tradisional mereka.

Transformasi menuju Revolusioner

250px-Si_Da_Kou.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Sun Yat-sen (duduk, kedua dari kiri) dan teman-teman revolusionarisnya, Empat Bandit yang terdiri dari Yeung Hok-ling (kiri), Chan Siu-bak (duduk, kedua dari kanan), Yau Lit (kanan) dan Guan Jingliang (關景良) (berdiri) di Sekolah Tinggi Kedokteran Tiongkok-Barat Hong Kong.

Empat Bandit

Selama pemberontakan terhadap Dinasti Qing sekitar tahun 1888, Sun berada di Hong Kong bersama dengan kelompok pemikir revolusioner yang dijuluki Empat Bandit di Sekolah Tinggi Kedokteran Tiongkok-Barat.[33] Sun, menjadi semakin frustasi oleh pemerintahan Qing yang konservatif dan menolak untuk mengadopsi pengetahuan dari negara-negara barat yang berteknologi lebih maju, sehingga ia berhenti dari praktik medisnya dalam rangka untuk mengabdikan waktunya guna fokus mengubah Tiongkok.

Furen dan Xingzhonghui

Pada tahun 1891 Sun bertemu teman-teman revolusionernya di Hong Kong termasuk Yeung Ku-wan yang merupakan pemimpin dan pendiri Perhimpunan Sastra Furen,[34] yang menyebarkan gagasan untuk menggulingkan dinasti Qing. Pada tahun 1894, Sun menulis sebuah petisi berisi 8.000 karakter ke Raja Muda Zhili Li Hongzhang untuk mempresentasikan ide-idenya yang memodernisasi Tiongkok.[35][36][37] Ia pergi ke Tianjin, secara pribadi menyerahkan petisi itu kepada Li, tetapi tidak diizinkan untuk bertemu.[38] Setelah pengalamannya ini, Sun tidak ada pilihan lain kecuali kembali fokus meluncurkan revolusi. Ia meninggalkan Tiongkok menuju Hawaii dan mendirikan Xingzhonghui, yang berkomitmen untuk merevolusi kemakmuran di Tiongkok. Anggota Xingzhonghui terutama dari kalangan ekspatriat kelas bawah Tiongkok. Pada tahun 1894, Perhimpunan Sastra Furen bergabung ke dalam Xingzhonghui cabang Hong Kong.[34] Sun menjadi sekretaris dan Yeung Ku-wan menjabat sebagai presiden.[39] Mereka menyamarkan kegiatan mereka di Hong Kong dengan menggunakan nama perusahaan Qianheng (乾亨行).[40]

Perang Tiongkok-Jepang Pertama

Pada tahun 1895, Tiongkok menderita kekalahan serius selama Perang Tiongkok-Jepang Pertama. Ada dua jenis tanggapan. Salah satu tanggapan yaitu dari organisasi intelektual yang berpendapat bahwa pemerintah Manchu Qing dapat mengembalikan legitimasinya dengan melakukan modernisasi.[41] Menekankan bahwa menggulingkan Manchu akan mengakibatkan kekacauan dan Tiongkok akan dipecah-belah oleh imperialis. Kaum intelektual seperti Kang Youwei dan Liang Qichao mendukung tanggapan dengan inisiatif melakukan Reformasi Seratus Hari.[41] Di faksi lain, Sun Yat-sen dan tokoh lainnya seperti Zou Rong, menginginkan revolusi untuk menggantikan sistem dinasti dengan sistem negara modern berbentuk republik.[41] Reformasi Seratus Hari ternyata gagal pada tahun 1898.[42]

Dari pemberontakan ke pengasingan

Pemberontakan Guangzhou yang pertama

250px-Sun_Yat-Sen_plaque.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Plakat di London yang menandai lokasi sebuah rumah di 4 Warwick Court, WC1, tempat Sun Yat-sen pernah tinggal saat berada di pengasingan.
250px-Letter_sun_yat_sen.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Surat dari Sun Yat-sen kepada James Cantlie, memberitahukan kepadanya bahwa ia telah menjadi Presiden Pemerintahan Republik Sementara Tiongkok, tertanggal 21 Januari 1912.

Pada 26 Oktober 1895, bertepatan dengan tahun kedua berdirinya Xingzhonghui, kelompok itu merencanakan untuk melakukan Pemberontakan Guangzhou Pertama terhadap pemerintahan Qing di Guangzhou.[36] Yeung Ku-wan yang akan memimpin pemberontakan mulai dari Hong Kong.[39] Namun, rencana tersebut bocor dan lebih dari 70 orang anggota, termasuk Lu Haodong, ditangkap oleh pemerintahan Qing. Pemberontakan itu gagal. Sun menerima bantuan keuangan dari kakak lelakinya yang tertua Sun Mei, yang menjual sebagian besar lahan peternakannya seluas 48,5 km² termasuk ternak-ternaknya di Hawaii.[16] Selain itu, anggota keluarga dan kerabat dekat Sun juga berlindung di rumah Sun Mei di Kamaole, Kula, Maui.[16][17][18][19]

Pengasingan di Jepang

Sun Yat-sen menjalani masa pengasingannya di Jepang. Dia didukung oleh seorang politisi Jepang bernama Tōten Miyazaki. Sebagian besar orang Jepang yang secara aktif bekerja dengan Sun karena termotivasi oleh Pan-Asianisme yang berlawanan dengan Imperialisme Barat.[43] Sewaktu di Jepang, Sun bertemu dan berteman dengan Mariano Ponce, yang di kemudian hari menjadi diplomat Republik Filipina Pertama.[44] Selama Revolusi Filipina dan Perang Filipina-Amerika, Sun membantu Ponce mendapatkan senjata dari Tentara Kekaisaran Jepang dan mengirimkannya ke Filipina. Dengan membantu Republik Filipina, Sun berharap bahwa rakyat Filipina akan menang dalam perang merebut kemerdekaannya sehingga ia dapat menggunakan negara kepulauan itu sebagai titik awal revolusinya nanti. Namun, ketika perang berakhir pada Juli 1902, Amerika muncul sebagai pemenang dalam perang 3 tahun yang pahit melawan Republik Filipina. Oleh sebab itu, mimpi kemerdekaan rakyat Filipina lenyap bersamaan dengan harapan Sun untuk berkolaborasi dengan Filipina guna melakukan revolusi di Tiongkok.[45]

Pemberontakan Huizhou di Tiongkok

Pada 22 Oktober 1900, Sun melakukan Revolusi Huizhou dengan menyerang kota Huizhou dan para pejabat otoritas di provinsi Guangdong.[46] Pemberontakan ini terjadi lima tahun setelah pemberontakan Guangzhou yang gagal. Kali ini, Sun meminta bantuan dari pihak Triad.[47] Akhirnya pemberontakan ini juga gagal. Miyazaki, yang turut serta dalam pemberontakan dengan Sun, menulis catatan berkenaan dengan upaya revolusioner ini dengan judul "Mimpi 33 tahun"(三十三年之夢) pada tahun 1902.[48][49]

Pengasingan berikutnya

Sun menjalani masa pengasingan bukan hanya di Jepang tetapi juga di Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Dia mengumpulkan uang untuk partai revolusionernya guna mendukung pemberontakan-pemberontakan yang dilakukannya di Tiongkok. Sementara aksi-aksi yang mengarah ke sana tidak jelas, pada tahun 1896 Sun Yat-sen ditahan di Kedutaan Besar Tiongkok di London. Dinas rahasia Kekaisaran Qing berencana untuk menyelundupkannya kembali ke Tiongkok untuk dieksekusi karena tindakan-tindakan revolusionernya.[50] Dia dibebaskan 12 hari kemudian setelah melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh James Cantlie, surat kabar The Globe dan The Times serta Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan, sehingga Sun dianggap sebagai pahlawan di Britania Raya.[51] James Cantlie adalah mantan guru Sun di Sekolah Tinggi Kedokteran Tiongkok-Barat, ia tetap bersahabat dengan Sun hingga akhir hayat dan sempat menulis biografi awal tentang Sun.[52]

Tiandihui dan perjalanan ke luar negeri

Sekte "Paguyuban Langit dan Bumi" atau yang disebut Tiandihui sudah ada sejak lama.[53] Sun Yat-sen menggunakan organisasi ini terutama untuk meningkatkan aktvitas perjalanan ke luar negeri guna mendapatkan dukungan keuangan dan sumber daya lebih banyak untuk meluncurkan aksi-aksi revolusinya.[53] Menurut New York Times "Sun Yat-sen meninggalkan desanya di Guangdong, Tiongkok selatan, pada tahun 1879 dan tinggal bersama kakak lelakinya di Hawaii. Dia akhirnya kembali ke Tiongkok dan tinggal Hong Kong pada tahun 1883. Di sanalah dia menerima pendidikan Barat, iman Kristiani, dan uang untuk revolusi."[54] Sun Yat-sen menyadari bahwa Tiongkok perlu berubah. Dia tahu bahwa satu-satunya cara agar Tiongkok bisa berubah dan menjadi modern adalah dengan menggulingkan Dinasti Qing.

Menurut Lee Yun-ping, ketua masyarakat sejarah Tiongkok, Sun membutuhkan akta lahir untuk bisa masuk ke Amerika Serikat karena pada saat itu diberlakukan Undang-Undang Eksklusi Tionghoa dan dia bisa ditolak masuk.[55] Dalam upayanya yang pertama untuk memasuki Amerika Serikat, ia ditahan. Ia dibebaskan dengan jaminan 17 hari kemudian.[55] Pada bulan Maret 1904, ketika tinggal di Kula, Maui, Sun Yat-sen memperoleh akta lahir Hawaii yang dikeluarkan oleh Territory of Hawaii. Akta tersebut menyatakan bahwa "ia dilahirkan di Kepulauan Hawaii pada tanggal 24 Nopember 1870".[56][57] Dia membuang akta lahir itu yang telah berhasil membantunya menghindari Undang-Undang Eksklusi Tionghoa.[57] Data resmi Amerika Serikat menunjukkan bahwa Sun memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat, dia pindah ke Tiongkok bersama keluarganya pada usia 4 tahun, setelah itu kembali lagi ke Hawaii 10 tahun kemudian.[58]

Revolusi 1911

250px-Wuchangqiyi_paobing.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Revolusi Pemberontakan Wuchang saat Pertempuran Yangxia

Untuk mendukung lebih banyak pemberontakan, Sun mengajukan permohonan pribadi untuk bantuan keuangan pada konferensi Penang, yang diadakan pada tanggal 13 November 1910 di Malaya.[59] Pertemuan para pendukung Sun kemudian diadakan di Ipoh, Singapura tepatnya di vila Teh Lay Seng, ketua Tungmenghui, untuk mengumpulkan dana bagi Pemberontakan Huanghuagang, yang juga dikenal sebagai Pemberontakan Gundukan Bunga Kuning. Para pentolan di Ipoh antara lain Teh Lay Seng, Wong I Ek, Lee Guan Swee, dan Lee Hau Cheong.[81] Para pemimpin ini meluncurkan penggalangan dana besar-besaran di seluruh Semenanjung Malaya[60] dan mengumpulkan HK$187.000.

Pada tanggal 27 April 1911, revolusioner Huang Xing memimpin Pemberontakan Gundukan Bunga Kuning melawan Qing. Pemberontakan tersebut gagal dan berakhir dengan bencana. Hanya 72 jenazah revolusioner yang teridentifikasi dari 86 jenazah yang ditemukan. Kaum revolusioner ini dikenang sebagai martir. Meski pemberontakan yang disebabkan oleh kebocoran ini gagal, tetapi berhasil memicu tren pemberontakan nasional.[61]

Pada tanggal 10 Oktober 1911, Pemberontakan militer Wuchang terjadi dan dipimpin kembali oleh Huang Xing. Pemberontakan meluas hingga Revolusi Xinhai yang nantinya dikenal sebagai "Revolusi Tiongkok", untuk menggulingkan kaisar terakhir, Puyi.[84] Sun tidak terlibat langsung di dalamnya, karena dia berada di Denver, Colorado untuk untuk mencari dukungan dari orang Tionghoa-Amerika di Amerika Serikat. Hal ini membuat Huang bertanggung jawab atas revolusi yang mengakhiri kekuasaan kekaisaran di Tiongkok selama lebih dari 2000 tahun. Pada tanggal 12 Oktober, ketika Sun mengetahui keberhasilan pemberontakan melawan kaisar Qing dari laporan pers, dia kembali ke Tiongkok dari Amerika Serikat dan ditemani oleh penasihat asing terdekatnya, "Jenderal" Homer Lea, seorang petualang yang pernah ditemui Sun di London ketika mereka berusaha mengatur pendanaan Inggris untuk republik Tiongkok pada masa depan. Keduanya berlayar ke Tiongkok, tiba di sana pada 21 Desember 1911.

Republik China dengan Banyak Pemerintahan

Pemerintahan Sementara

250px-%E6%9D%8E%E9%90%B5%E5%A4%AB%E5%AD%AB%E4%B8%AD%E5%B1%B112345.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar Sun Yat-sen (1921) oleh Li Tiefu

Pada tanggal 29 Desember 1911, pertemuan perwakilan dari tiap provinsi di Nanjing memilih Sun sebagai presiden sementara.[62] 1 Januari 1912 ditetapkan sebagai zaman kalender republik yang baru. Li Yuanhong diangkat menjadi wakil presiden sementara dan Huang Xing menjadi menteri angkatan darat. Pemerintahan sementara baru untuk Republik Tiongkok telah dibentuk, bersama dengan konstitusi sementara. Sun dipuji karena mendanai revolusi dan menjaga semangat revolusioner tetap hidup, walaupun melalui serangkaian pemberontakan yang gagal. Penggabungan kelompok-kelompok revolusioner yang lebih kecil menjadi satu partai yang koheren memberikan landasan yang lebih baik bagi mereka yang memiliki cita-cita revolusioner yang sama. Di bawah pemerintahan sementara Sun, beberapa inovasi diperkenalkan, seperti sistem kalender yang disebutkan di atas, dan pakaian Zhongshan yang modis.

Pemerintahan Beiyang

Yuan Shikai yang mengendalikan Tentara Beiyang, telah dijanjikan posisi presiden Republik Tiongkok jika dia bisa menggulingkan kekuasaan Qing.[88] Pada 12 Februari 1912, Kaisar turun tahta. Sun mengundurkan diri sebagai presiden, dan Yuan menjadi presiden sementara yang baru di Beijing pada 10 Maret 1912. Pemerintahan sementara tidak memiliki kekuatan militer sendiri. Kekuasaannya atas unsur-unsur tentara baru yang memberontak sangat terbatas, dan kekuatan-kekuatan besar masih belum menyatakan perlawanan terhadap Qing.

Sun Yat-sen mengirimkan telegram kepada para pemimpin seluruh provinsi untuk meminta mereka memilih dan membentuk Majelis Nasional Republik Tiongkok pada tahun 1912.[63] Pada bulan Mei 1912, dewan legislatif pindah dari Nanjing ke Beijing, dengan 120 anggotanya terbagi antara anggota Tongmenghui dan partai republik yang mendukung Yuan Shikai.[90] Banyak anggota revolusioner sudah khawatir dengan ambisi Yuan dan pemerintahan Beiyang yang berbasis di utara.

Partai Nasionalis baru pada tahun 1912, kegagalan Revolusi Kedua dan pengasingan baru

Anggota Tongmenghui, Song Jiaoren dengan cepat mencoba menguasai majelis nasional. Ia memobilisasi Tongmenghui lama sebagai inti dengan penggabungan sejumlah partai kecil baru untuk membentuk partai politik baru, Kuomintang (Partai Nasionalis Tiongkok, biasa disingkat "KMT") pada tanggal 25 Agustus 1912 di Huguang Guild Hall, Beijing. Pemilihan umum Majelis Nasional tahun 1912–1913 dianggap sebagai kesuksesan besar bagi KMT, yang memenangkan 269 dari 596 kursi di majelis rendah dan 123 dari 274 kursi di majelis tinggi. Sebagai pembalasan, pemimpin KMT Song Jiaoren dibunuh, hampir pasti atas perintah rahasia Yuan, pada tanggal 20 Maret 1913. Revolusi Kedua terjadi ketika pasukan militer Sun dan KMT mencoba menggulingkan pasukan Yuan yang berjumlah sekitar 80.000 orang dalam konflik bersenjata pada bulan Juli 1913. Pemberontakan melawan Yuan tidak berhasil. Pada bulan Agustus 1913, Sun melarikan diri ke Jepang, di mana ia kemudian meminta bantuan keuangan dari politisi dan industrialis Fusanosuke Kuhara.[64]

Kekacauan Panglima perang

Pada tahun 1915, Yuan memproklamirkan Kekaisaran Tiongkok dengan dirinya sebagai Kaisar Tiongkok. Sun mengambil bagian dalam Perang Perlindungan Nasional dari Gerakan Perlindungan Konstitusi dan juga mendukung para pemimpin bandit seperti Bai Lang selama Pemberontakan Bai Lang, yang menandai dimulainya Era Panglima Perang. Pada tahun 1915, Sun menulis surat kepada Second Interntaional, sebuah organisasi berbasis sosialis di Paris, dan meminta mereka mengirimkan tim spesialis untuk membantu Tiongkok mendirikan republik sosialis pertama di dunia. Pada tahun yang sama, Sun menerima komunis India M.N. Roy sebagai tamu.[65] Ada banyak teori dan usulan mengenai apa yang bisa dilakukan Tiongkok. Dalam kekacauan politik, Sun Yat-sen dan Xu Shichang diumumkan sebagai presiden Republik Tiongkok.[66]

Aliansi dengan Partai Komunis dan Ekspedisi Utara

Informasi lebih lanjut: Ekspedisi ke Utara

Pemerintahan Militer Guangzhou

250px-Whampoa3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
(ki-ka): Liao Zhongkai, Chiang Kai-shek, Sun Yat-sen dan Soong Ching-ling saat peresmian Akademi Militer Whampoa tahun 1924

Tiongkok telah terpecah di antara para pemimpin militer daerah. Sun melihat bahaya dan kembali ke Tiongkok pada tahun 1916 untuk menganjurkan reunifikasi Tiongkok. Pada tahun 1921, ia memulai pemerintahan militer yang memproklamirkan diri di Guangzhou dan terpilih sebagai Grand Marshal.[67] Antara tahun 1912 dan 1927, tiga pemerintahan dibentuk di Tiongkok Selatan: Pemerintahan Sementara di Nanjing (1912), Pemerintahan Militer di Guangzhou (1921–1925), dan Pemerintahan Nasional di Guangzhou dan kemudian di Wuhan (1925–1927). Pemerintahan di selatan dibentuk untuk menyaingi pemerintahan Beiyang di utara.[67] Yuan Shikai telah melarang KMT. Partai Revolusioner Tiongkok yang berumur pendek adalah pengganti sementara KMT. Pada 10 Oktober 1919, Sun menghidupkan kembali KMT dengan nama baru Chung-kuo Kuomintang, atau "Partai Nasionalis Tiongkok".

Front Persatuan Pertama

250px-Sun_Yat-sen_and_Chiang_Kai-shek.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sun Yat-sen (duduk) dan Chiang Kai-shek

Sun sekarang yakin bahwa satu-satunya harapan bagi Tiongkok yang bersatu terletak pada penaklukan militer dari basisnya di selatan, diikuti dengan periode pengawasan politik [zh], yang akan mencapai puncaknya pada transisi menuju demokrasi. Untuk mempercepat penaklukan Tiongkok, ia memulai kebijakan kerja sama aktif dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT). Sun dan Adolph Joffe dari Uni Soviet menandatangani Manifesto Sun-Joffe pada Januari 1923. Sun menerima bantuan dari Komintern atas penerimaan anggota komunis ke dalam KMT-nya. Sun juga mendapat bantuan dari penasihat Soviet Mikhail Borodin, yang digambarkan Sun sebagai "Lafayette"-nya. Pemimpin revolusioner dan sosialis Rusia Vladimir Lenin memuji Sun dan KMT atas ideologi, prinsip, upaya reformasi sosial dan perjuangan melawan imperialisme asing. Sun juga membalas pujian tersebut dengan menyebut Lenin sebagai "orang hebat" dan menyatakan bahwa ia ingin mengikuti jalan yang sama seperti Lenin. Pada tahun 1923, setelah berhubungan dengan Lenin dan komunis Moskow lainnya, Sun mengirimkan perwakilan untuk mempelajari sistem Tentara Merah Soviet, dan pada gilirannya Soviet mengirimkan perwakilan untuk membantu mengatur ulang KMT atas permintaan Sun.[68]

Dengan bantuan Soviet, Sun mampu mengembangkan kekuatan militer yang diperlukan untuk Ekspedisi Utara melawan militer di utara. Ia mendirikan Akademi Militer Whampoa dekat Guangzhou dengan Chiang Kai-shek sebagai komandan Tentara Revolusioner Nasional (NRA).[69] Pemimpin Whampoa lainnya termasuk Wang Jingwei dan Hu Hanmin sebagai instruktur politik. Kolaborasi penuh ini disebut Front Persatuan Pertama.

Masalah Keuangan

Pada tahun 1924 Sun menunjuk saudara iparnya T.V. Soong untuk mendirikan bank sentral Tiongkok pertama, Bank Sentral Canton. Membangun kapitalisme nasional dan sistem perbankan adalah tujuan utama KMT.[70] Namun, Sun mendapat tentangan dari Pemberontakan Korps Relawan Pedagang Kanton yang menentang rencananya.

Tahun-tahun Terakhir

Pidato terakhir

250px-Sun_and_Soong_in_Kobe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sun (duduk, kanan) dan istrinya Soong Ching-ling (duduk di sebelahnya) di Kobe, Jepang (1924)

Pada bulan Februari 1923, Sun memberikan presentasi di hadapan Perkumpulan Mahasiswa di Universitas Hong Kong dan menyatakan bahwa korupsi di Tiongkok dan perdamaian, ketertiban dan pemerintahan yang baik di Hong Kong telah mengubahnya menjadi seorang revolusioner. Pada tahun yang sama, ia menyampaikan pidato yang menyatakan Tiga Prinsip Rakyat sebagai dasar negara dan Konstitusi Lima Yuan sebagai pedoman sistem politik dan birokrasi. Sebagian pidatonya dijadikan lirik dalam Lagu Kebangsaan Republik Tiongkok.

Pada 10 November 1924, Sun melakukan perjalanan ke utara menuju Tianjin dan menyampaikan pidato yang menyarankan pertemuan "konferensi nasional" bagi rakyat Tiongkok. Dia menyerukan dihentikannya aturan panglima perang dan penghapusan semua perjanjian yang tidak setara dengan negara-negara Barat. Dua hari kemudian, dia melakukan perjalanan ke Beijing untuk membahas masa depan negaranya meskipun kesehatannya memburuk dan perang saudara para panglima perang yang sedang berlangsung. Di antara orang-orang yang ditemuinya adalah panglima perang Muslim Jenderal Ma Fuxiang, yang memberi tahu Sun bahwa dia akan menyambut kepemimpinan Sun. Pada tanggal 28 November 1924 Sun melakukan perjalanan ke Jepang dan memberikan pidato tentang Pan-Asianisme di Kobe, Jepang.[71]

Penyakit dan Kematian

Selama bertahun-tahun, Sun diyakini meninggal karena kanker hati. Pada tanggal 26 Januari 1925, Sun menjalani laparotomi eksplorasi di Rumah Sakit Peking Union Medical College (PUMCH) untuk menyelidiki penyakit jangka panjang. Hal ini dilakukan oleh kepala Departemen Bedah, Adrian S. Taylor, yang menyatakan bahwa prosedur tersebut "mengungkapkan keterlibatan hati yang luas oleh karsinoma" dan menyatakan Sun hanya memiliki waktu sekitar sepuluh hari untuk hidup. Sun dirawat di rumah sakit, dan kondisinya diobati dengan radium. Sun bertahan dalam periode sepuluh hari awal, dan pada tanggal 18 Februari, bertentangan dengan saran dokter, dia dipindahkan ke markas KMT dan dirawat dengan pengobatan tradisional Tiongkok. Cara itu juga tidak berhasil, dan dia meninggal pada tanggal 12 Maret, di usia 58 tahun. Laporan kontemporer di The New York Times, Time dan surat kabar Tiongkok Qun Qiang Bao semuanya melaporkan penyebab kematian sebagai kanker hati, berdasarkan pengamatan Taylor. Ia juga meninggalkan surat wasiat politik singkat (總理遺囑), yang ditulis oleh Wang Jingwei, yang memiliki pengaruh luas dalam perkembangan selanjutnya di Republik Tiongkok dan Taiwan.

Jenazahnya kemudian diawetkan dalam minyak mineral dan dibawa ke Kuil Awan Azure, sebuah kuil Buddha di Perbukitan Barat beberapa mil di luar Beijing. Peti mati baja berlapis kaca dikirim oleh Uni Soviet ke Balai Peringatan Sun Yat-sen di Kuil Awan Azure sebagai tempat penyimpanan permanen jenazah tersebut tetapi akhirnya ditolak oleh keluarga karena tidak sesuai dengan budaya mereka.[72] Jenazahnya dibalsem untuk diawetkan oleh Peking Union Medical College yang dilaporkan menjamin pengawetannya selama 150 tahun.[72]

Pada tahun 1926, pembangunan makam megah dimulai di kaki Gunung Ungu di Nanjing, yang selesai pada musim semi tahun 1929. Pada tanggal 1 Juni 1929, jenazah Sun dipindahkan dari Beijing dan dikebumikan di Mausoleum Sun Yat-sen.

Pandangan

Kebudayaan Barat

Sun Yat-sen adalah seorang Kristen seumur hidup,[73] dan memandangnya sebagai cara terbaik untuk mengembangkan bangsa Tiongkok. Ia melakukan perjalanan ke luar negeri untuk menggalang dukungan dan sumber daya dari negara-negara Barat dan negara-negara Kristen.[74] Ia sangat kritis terhadap segala sesuatu dari Tiongkok kuno yang tidak sesuai dengan standar dan cita-cita Barat. Hal ini mendorongnya dan kelompoknya untuk menghancurkan berhala serta mengecam pengobatan Tiongkok, di antara berbagai hal lainnya.[75][76]

Pembangunan ekonomi

Sun Yat-sen menghabiskan beberapa tahun di Hawaii sebagai pelajar pada akhir 1870-an dan awal 1880-an dan sangat terkesan oleh perkembangan ekonomi yang dilihatnya di sana. Ia menggunakan Kerajaan Hawaii sebagai model untuk mengembangkan visinya tentang Tiongkok yang modern secara teknologi, merdeka secara politik, dan secara aktif anti-imperialis.[77] Sun, seorang pelopor penting dalam pembangunan internasional, mengusulkan pada 1920-an lembaga-lembaga internasional seperti yang kemudian muncul setelah Perang Dunia II. Ia berfokus pada Tiongkok, dengan potensi yang sangat besar dan basis yang lemah berupa sebagian besar pengusaha lokal.[78]

Usulan utamanya adalah sosialisme. Ia mengusulkan:

Negara akan mengambil alih semua perusahaan besar; kita akan mendorong dan melindungi perusahaan-perusahaan yang secara wajar dapat dipercayakan kepada rakyat; bangsa akan memiliki kedudukan yang setara dengan bangsa-bangsa lain; setiap orang Tiongkok akan memiliki kesetaraan dengan orang Tiongkok lainnya, baik secara politik maupun dalam kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonominya.[79]

Ia juga mengusulkan, "Jika kita menggunakan modal asing yang ada untuk membangun masyarakat komunis di Tiongkok pada masa depan, separuh pekerjaan akan menghasilkan dua kali lipat hasil."[80][81][82] Ia juga mengatakan, "Gagasan saya adalah menjadikan kapitalisme menciptakan sosialisme di Tiongkok."[83][84]

Sun mempromosikan gagasan ekonom Henry George dan dipengaruhi oleh gagasan Georgisme mengenai kepemilikan tanah dan pajak atas nilai tanah.[85][86]

Kebudayaan

Sun mendukung natalisme dan memiliki gagasan eugenika.[87]: 41  Ia mendukung pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, sterilisasi terhadap orang-orang yang dianggap tidak layak, serta program-program lainnya untuk merekayasa populasi Tiongkok secara sosial.[87]: 41–42  Menurut pandangan Sun, Tiongkok hanya mampu bertahan dari invasi Barat dan pemerintahan kolonial karena jumlah penduduknya yang besar.[87]: 41  Pandangan tersebut membuatnya menentang penggunaan pengendalian kelahiran.[87]: 41 

Pan-Asianisme

Sun merupakan pendukung Pan-Asianisme. Ia mengatakan bahwa Asia adalah "tempat lahir peradaban tertua di dunia" dan bahwa "bahkan peradaban kuno Barat, yaitu Yunani dan Roma, berasal dari tanah Asia." Menurutnya, baru pada masa-masa belakangan orang-orang Asia "secara bertahap mengalami kemunduran dan menjadi lemah."[88] Bagi Sun, "Pan-Asianisme didasarkan pada prinsip Pemerintahan Kebenaran, dan membenarkan pembalasan atas kesalahan yang dilakukan terhadap orang lain." Ia menyerukan penggulingan "Pemerintahan Kekuatan" Barat dan "mencari suatu peradaban yang berlandaskan perdamaian dan kesetaraan serta pembebasan semua ras."[89]

Hubungan dengan Jepang

Restorasi Meiji dan Pandangan Revolusioner Sun Yat-sen

Menurut Hosaka Masayasu [ja], salah satu alasan tokoh-tokoh seperti Miyazaki Toten, Yamada Yoshimasa [ja], dan Yamada Junzaburo [ja] mendukung gerakan revolusioner Sun Yat-sen adalah karena cita-cita Restorasi Meiji atau Gerakan Kebebasan dan Hak-Hak Rakyat tidak dapat diwujudkan di Jepang, sehingga mereka berusaha menebus kegagalan tersebut.[90]

Namun, Sun Yat-sen sendiri menyatakan hal berikut pada 1919:

Partai Nasionalis Tiongkok pada akhirnya merupakan kaum revolusioner Jepang 50 tahun yang lalu. Jepang, sebuah negara lemah di Timur, beruntung memiliki kaum revolusioner dari Restorasi Meiji yang, untuk pertama kalinya, menghimpun dan mengubah Jepang dari negara lemah menjadi negara kuat. Kaum revolusioner kami juga mengikuti jalan yang ditempuh para revolusioner Jepang, dengan berusaha mengubah Tiongkok.[91]

Pada 1923, ia juga mengatakan:

Restorasi Meiji Jepang merupakan penyebab revolusi Tiongkok, dan revolusi Tiongkok merupakan hasil dari Restorasi Meiji Jepang. Keduanya sejak awal saling berkaitan dan bekerja sama untuk mewujudkan kebangkitan Asia Timur.[92]

Berdasarkan simpatinya terhadap Restorasi Meiji, Sun Yat-sen mengupayakan kerja sama antara Jepang dan Tiongkok. Baginya, Dua Puluh Satu Tuntutan Jepang terhadap Tiongkok merupakan pengkhianatan terhadap "aspirasi revolusioner" para patriot Meiji dan memperkuat kebijakan agresi Jepang terhadap Tiongkok.[93]

Hubungan dengan Orang Jepang

Sepanjang hidupnya, Sun Yat-sen memiliki berbagai hubungan dengan orang-orang Jepang.[94] Istri keduanya, Kaoru Otsuki, adalah seorang Jepang. Melalui perantaraan Inukai Tsuyoshi, ia berkenalan dengan Miyazaki Toten,[95] Tōyama Mitsuru, dan Uchida Ryōhei, dengan siapa ia juga melakukan pertukaran gagasan ideologis dan menerima dukungan keuangan.[96] Selain itu, ia menerima bantuan keuangan dari para pengusaha seperti Matsukata Kōjirō, Yasukawa Keiichirō [ja], pedagang saham Suzuki Kugorou [ja], dan Umeya Shōkichi.[97][98] Salah seorang pendukungnya selama berada di Jepang juga merupakan kakek buyut seniman manga Shibata Ami [ja].

Selain itu, Sasaki Tōichi dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang bertugas sebagai penasihat militer bagi Sun. Ia juga berteman dengan Minakata Kumagusu, dan persahabatan mereka semakin erat setelah keduanya bertemu ketika Sun berada dalam pengasingan di London.[99]

Pidato Pan-Asianisme Raya

Pidato Pan-Asianisme Raya merujuk pada pidato yang disampaikan oleh Sun Yat-sen pada 29 November 1924, sehari setelah pertemuannya dengan Tōyama Mitsuru di Kobe. Pidato tersebut disampaikan di aula Sekolah Menengah Atas Putri Prefektur Kobe, yang terletak di lokasi yang kini menjadi Kantor Pemerintah Prefektur Hyogo, di hadapan lima organisasi, termasuk Kamar Dagang Kobe. Dalam pidato ini, Sun membedakan antara "jalan raja" di Timur dan "jalan hegemoni" di Barat, memuji jalan raja di Timur serta mengecam kecenderungan Jepang menuju jalan hegemoni akibat sikap berlebihan, sekaligus memuji modernisasi Jepang sebagai negara yang menjadi pelopor dalam hal tersebut.[100][101]

Kalian, orang-orang Jepang, telah mengadopsi cara-cara kebudayaan hegemonik dari Barat, sekaligus tetap memiliki hakikat dari jalan raja dalam kebudayaan Asia. Namun, ketika kalian memandang masa depan kebudayaan dunia, pertanyaannya adalah: pada akhirnya, apakah kalian akan menjadi alat bagi jalan hegemoni Barat, ataukah kalian akan berdiri sebagai penghalang bagi jalan raja Timur? Hal ini bergantung pada pertimbangan kalian yang cermat dan pilihan yang kalian buat dengan penuh kesadaran.[102]

Pidato ini mengkritik kolonialisme Barat sekaligus memuji modernisasi dan peradaban Jepang. Pidato tersebut juga mengkritik Jepang karena menjadi pengikut kolonialisme Barat dan menyerukan kerja sama di antara bangsa-bangsa Asia.

Referensi budaya

Monumen dan bangunan di Asia

250px-Sun_Yat_Sen_Nanyang_Memorial_Hall.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan udara Sun Yat Sen Nanyang Memorial Hall di pusat Singapura, diambil pada 2016

Di sebagian besar kota-kota besar di Tiongkok, salah satu jalan utama bernama Zhongshan Lu (中山路) untuk mengenang Sun. Selain itu, terdapat banyak taman, sekolah, dan kenampakan geografis yang dinamai menurut namanya. Xiangshan, kampung halaman Sun di Guangdong, diubah namanya menjadi Zhongshan untuk menghormatinya, dan terdapat sebuah aula yang didedikasikan untuk mengenang dirinya di Kuil Awan Biru di Beijing. Terdapat pula serangkaian prangko Sun Yat-sen.

Referensi lain terhadap Sun antara lain Sun Yat-sen University di Guangzhou dan National Sun Yat-sen University di Kaohsiung. Bangunan-bangunan lainnya mencakup Mausoleum Sun Yat-sen, stasiun kereta bawah tanah Sun Yat-sen Memorial Hall, rumah Sun Yat-sen di Nanjing, Museum Dr. Sun Yat-sen di Hong Kong, Chung-Shan Building, Sun Yat-sen Memorial Hall di Guangzhou, Sun Yat-sen Memorial Hall di Taipei, dan Sun Yat Sen Nanyang Memorial Hall di Singapura. Zhongshan Memorial Middle School juga merupakan nama yang digunakan oleh banyak sekolah. Zhongshan Park juga merupakan nama umum yang digunakan untuk sejumlah tempat yang dinamai menurut dirinya. Jalan raya pertama di Taiwan disebut Jalan Tol Sun Yat-sen. Dua kapal juga dinamai menurut namanya, yaitu kapal meriam Tiongkok Chung Shan dan kapal penjelajah Tiongkok Yat Sen. Pecinan lama di Calcutta (sekarang dikenal sebagai Kolkata), India, memiliki Sun Yat-sen Street yang terkenal.

Di Rusia, sebuah desa di Distrik Mikhaylovsky di Primorsky Krai diberi nama Sunyatsenskoe untuk menghormatinya. Terdapat jalan yang dinamai menurut namanya di Astrakhan, Ufa, dan Aldan. Di kota Omsk di Rusia, pernah terdapat sebuah jalan yang dinamai menurut Sun hingga 2005, ketika jalan tersebut diubah namanya untuk menghormati penerima gelar Pahlawan Uni Soviet, Mikhail Ivanovich Leonov.[103][104][105][106]

Di George Town, Penang, Malaysia, Penang Philomatic Union berkantor di 120 Armenian Street pada 1910, sementara Sun menghabiskan lebih dari empat bulan di Penang dan mengadakan "Konferensi Penang" yang bersejarah untuk meluncurkan kampanye penggalangan dana bagi Pemberontakan Huanghuagang serta mendirikan Kwong Wah Yit Poh. Rumah tersebut, yang telah dilestarikan sebagai Museum Sun Yat-sen (sebelumnya disebut Sun Yat Sen Penang Base), dikunjungi oleh Presiden-terpilih Hu Jintao pada 2002. Penang Philomatic Union kemudian pindah ke sebuah bangunan bungalow di 65 Macalister Road, yang telah dilestarikan sebagai Sun Yat-sen Memorial Centre Penang.

Sebagai bentuk penghormatan, Kebangkitan Kebudayaan Tiongkok tahun 1966 diluncurkan pada hari ulang tahun Sun, 12 November.[107]

Wan Qing Yuan Nanyang di Singapura kemudian dilestarikan dan diubah namanya menjadi Sun Yat Sen Nanyang Memorial Hall.[108] Jalur warisan Sun Yat-sen juga diresmikan pada 20 November 2010 di Penang.[109]

Akta kelahiran Sun yang diterbitkan di Hawaii, yang menyatakan bahwa ia tidak lahir di Tiongkok melainkan di Amerika Serikat, dipamerkan untuk umum di American Institute in Taiwan pada Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli 2011.[110]

Sebuah jalan di Medan, Indonesia, dinamai "Jalan Sun Yat-Sen" untuk menghormatinya.[111]

Sebuah jalan bernama "Tôn Dật Tiên" (nama Sino-Vietnam untuk Sun Yat-sen) terletak di Phú Mỹ Hưng urban area, Ho Chi Minh City, Vietnam.

"Jalur Dr. Sun Yat Sen dan Para Rekannya di Ipoh"[112] didirikan pada 2019, berdasarkan buku Road to Revolution: Dr. Sun Yat Sen and His Comrades in Ipoh.[113]

Galeri

Monumen dan bangunan di luar Asia

250px-Los_Angeles%2C_California_%28September_9%2C_2022%29_-_161.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monumen Sun Yat-Sen di Pecinan Los Angeles, California
250px-Joe_Rosenthal_Sun_Yat-sen_Toronto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Sun Yat-Sen karya Joe Rosenthal di Riverdale Park, Toronto

St. John's University di New York City memiliki sebuah fasilitas yang dibangun pada 1973, yaitu Sun Yat-Sen Memorial Hall, yang dibangun menyerupai bangunan tradisional Tiongkok untuk menghormati Sun.[114] Dr. Sun Yat-Sen Classical Chinese Garden, yang terletak di Vancouver, merupakan taman Tiongkok klasik terbesar di luar Asia. Dr. Sun Yat-sen Memorial Park terletak di Pecinan Honolulu.[115] Di pulau Maui, Sun Yat-sen Park yang kecil di Kamaole terletak dekat dengan tempat kakaknya pernah memiliki sebuah peternakan di lereng Haleakala di wilayah Kula.[17][18][19][116]

Di Los Angeles, terdapat patung dirinya dalam posisi duduk di Central Plaza.[117] Di Sacramento, California, terdapat patung perunggu Sun di depan Chinese Benevolent Association of Sacramento. Patung Sun lainnya, karya Joe Rosenthal, dapat ditemukan di Riverdale Park di Toronto, Ontario, Kanada, dan terdapat patung lainnya di kawasan Pecinan pusat kota Toronto. Terdapat pula Moscow Sun Yat-sen University. Di Pecinan San Francisco, terdapat patung Sun setinggi 12 kaki di Saint Mary's Square.[118]

Pada akhir 2011, Chinese Youth Society of Melbourne, dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya Republik Tiongkok, meresmikan patung peringatan Sun di luar Museum Tiongkok di kawasan Pecinan Melbourne, melalui upacara pemberkatan tari barongsai. Patung tersebut didirikan di tempat yang selalu menjadi titik akhir pertunjukan barongsai Tahun Baru Imlek tradisional mereka.[119]

250px-Montr%C3%A9al_-_Place_Sun_Yat-Sen_20170814.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Plaza Sun Yat-Sen plaza in di Kawasan Pecinan Montreal, Quebec

Pada 1993, Lily Sun, salah seorang cucu perempuan Sun Yat-sen, menyumbangkan buku, foto, karya seni, dan berbagai memorabilia lainnya kepada perpustakaan Kapiʻolani Community College sebagai bagian dari Sun Yat-sen Asian Collection.[120] Setiap tahun selama Oktober dan November, seluruh koleksi tersebut dipamerkan.[120] Pada 1997, Dr Sun Yat-sen Hawaii Foundation dibentuk secara daring sebagai perpustakaan virtual.[120] Pada 2006, NASA Mars Exploration Rover Spirit menamai salah satu bukit yang dieksplorasinya "Zhongshan".[121]

Pada 2019, patung Dr. Sun Yat-sen karya Lu Chun-Hsiung dan Michael Kang dipasang secara permanen di plaza utara Columbus Park di Manhattan.[122][123]

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sun Yat-sen.
Sun Yat-sen
Jabatan politik
Didahului oleh:
-
Presiden Republik China
1 Januari 1912–1 April 1912
Diteruskan oleh:
Yuan Shi-kai
Didahului oleh:
-
Ketua Partai Kuomintang
1894–1925
Diteruskan oleh:
Zhang Renjie

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Singtao daily. Saturday edition. 23 October 2010. 特別策劃 section A18. Sun Yat-sen Xinhai revolution 100th anniversary edition 民國之父.
  2. 1 2 3 4 "Chronology of Dr. Sun Yat-sen". National Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-23. Diakses tanggal 15 Maret 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 "Sun Yat-sen | Biography, Achievements, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-08.
  4. ↑ "1925: Sun Yat-sen Wafat". Media Indonesia. Media Indonesia. Diakses tanggal 04 April 2018.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. ↑ Barth, Rolf F.; Chen, Jie (2 September 2016). "What did Sun Yat-sen really die of? A re-assessment of his illness and the cause of his death". Chinese Journal of Cancer. 35 (1): 81. doi:10.1186/s40880-016-0144-9. PMC 5009495. PMID 27586157.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Three Principles of the People". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 15 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Schoppa, Keith R. [2000] (2000). The Columbia Guide to Modern Chinese History. Columbia university press. ISBN0231500378, ISBN9780231500371. p 73, 165, 186.
  8. ↑ Sun Yat-sen (3 Agustus 1924). "三民主義:民生主義 第一講 [Three Principles of the People : People's living]". 國父全集 [Father of the nation's scripts] (dalam bahasa Tionghoa). hlm. 0129–0145. Diakses tanggal 30 Desember 2019. 我們國民黨提倡民生主義,已經有了二十多年,不講社會主義,祇講民生主義。社會主義和民生主義的範圍是甚麼關係呢?近來美國有一位馬克思的信徒威廉氏,深究馬克思的主義,見得自己同門互相紛爭,一定是馬克思學說還有不充分的地方,所以他便發表意見,說馬克思以物質為歷史的重心是不對的,社會問題才是歷史的重心;而社會問題中又以生存為重心,那才是合理。民生問題就是生存問題......{{cite book}}: |work= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Wang, Ermin (王爾敏) (April 2011). 思想創造時代:孫中山與中華民國. Showwe Information Co., Ltd. hlm. 274. ISBN 978-986-221-707-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Wang, Shounan (王壽南) (2007). Sun Zhong-san. Commercial Press Taiwan. hlm. 23. ISBN 978-957-05-2156-6.
  11. 1 2 游梓翔 (2006). 領袖的聲音: 兩岸領導人政治語藝批評, 1906–2006. Wu-Nan Book Inc. hlm. 82. ISBN 978-957-11-4268-5.
  12. ↑ 作者:门杰丹 (4 Desember 2003). "浓浓乡情系中原—访孙中山先生孙女孙穗芳博士" [Interview with Dr. Sun Yat-granddaughter of Dr. Sun Suifang]. chinanews.com (dalam bahasa Chinese). Diakses tanggal 30 Juli 2012.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |work=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)Templat:Google translation
  13. ↑ Sun Yat-sen. Stanford University Press. 1998. hlm. 24. ISBN 978-0-8047-4011-1.
  14. ↑ "Sun Yat Sen Biography - Dr Sun Yat- Sen Childhood, Life, Timeline". Famous People. 2012 [last update]. Diakses tanggal 15 September 2012.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |year=; Tautan eksternal dalam |work=Pemeliharaan CS1: Tahun (link)[butuh sumber yang lebih baik]
  15. ↑ Gonschor, Lorenz (2 Januari 2017). "Revisiting the Hawaiian Influence on the Political Thought of Sun Yat-sen". The Journal of Pacific History. 52 (1): 52–67. doi:10.1080/00223344.2017.1319128. ISSN 0022-3344. S2CID 157738017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. 1 2 3 Kubota, Gary (20 Agustus 2017). "Students from China study Sun Yat-sen on Maui". Star-Advertiser. Honolulu. Diakses tanggal 21 Agustus 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. 1 2 3 KHON web staff (3 Juni 2013). "Chinese government officials attend Sun Mei statue unveiling on Maui". KHON2. Honolulu. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Agustus 2017. Diakses tanggal 21 Agustus 2017.
  18. 1 2 3 "Sun Yat-sen Memorial Park". Hawaii Guide. Diakses tanggal 21 Agustus 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. 1 2 3 "Sun Yet Sen Park". County of Maui. Diakses tanggal 21 Agustus 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  20. ↑ "Dr. Sun Yat-Sen (class of 1882)". Iolani School website. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-20. Diakses tanggal 2014-01-01.
  21. ↑ Brannon, John (16 Agustus 2007). "Chinatown park, statue honor Sun Yat-sen". Honolulu Star-Bulletin. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-04. Diakses tanggal 17 Agustus 2007. Sun graduated from Iolani School in 1882, then attended Oahu College—now known as Punahou School—for one semester.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ "基督教與近代中國革命起源:以孫中山為例". Big5.chinanews.com:89. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-28. Diakses tanggal 26 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ "歷史與空間:基督教與近代中國革命的起源──以孫中山為例 – 香港文匯報". Paper.wenweipo.com. 2 April 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-27. Diakses tanggal 26 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ "中山史蹟徑一日遊". Lcsd.gov.hk. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-02. Diakses tanggal 26 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ Yat-sen, Sun. Kidnapped in London.
  26. ↑ HK university. [2002] (2002). Growing with Hong Kong: the University and its graduates: the first 90 years. ISBN 962-209-613-1, ISBN 978-962-209-613-4.
  27. ↑ Singtao daily. 28 February 2011. 特別策劃 section A10. Sun Yat-sen Xinhai revolution 100th anniversary edition.
  28. ↑ South China morning post. Birth of Sun heralds dawn of revolutionary era for China. 11 November 1999.
  29. ↑ Diarsipkan 2019-05-03 di Wayback Machine.,Sun Yat-sen and Christianity.
  30. 1 2 Soong, (1997) p. 151-178
  31. ↑ Bergère: 26
  32. ↑ 中西區區議會 [Central & Western District Council] (November 2006), "孫中山先生史蹟徑 [Dr Sun Yat-sen Historical Trail]" (PDF), Dr. Sun Yat-sen Museum (dalam bahasa Chinese [& some English]), Hong Kong, China: Dr. Sun Yat-sen Museum, hlm. 30, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-02-24, diakses tanggal 15 September 2012{{citation}}: Tautan eksternal dalam |work=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ Bard, Solomon. Voices from the past: Hong Kong, 1842–1918. [2002] (2002). HK university press. ISBN 962-209-574-7, ISBN 978-962-209-574-8. pg 183.
  34. 1 2 Curthoys, Ann. Lake, Marilyn. [2005] (2005). Connected worlds: history in transnational perspective. ANU publishing. ISBN 1-920942-44-0, ISBN 978-1-920942-44-1. pg 101.
  35. ↑ Wei, Julie Lee. Myers Ramon Hawley. Gillin, Donald G. [1994] (1994). Prescriptions for saving China: selected writings of Sun Yat-sen. Hoover press. ISBN 0-8179-9281-2, ISBN 978-0-8179-9281-1.
  36. 1 2 王恆偉. (2005) (2006) 中國歷史講堂#5 清. 中華書局. ISBN 962-8885-28-6. p 146.
  37. ↑ Bergère: 39–40
  38. ↑ Bergère: 40–41
  39. 1 2 (Chinese) Yang, Bayun; Yang, Xing'an (November 2010). Yeung Ku-wan – A Biography Written by a Family Member. Bookoola. p. 17. ISBN 978-988-18-0416-7
  40. ↑ "孫中山第一次辭讓總統並非給袁世凱 – 文匯資訊". Info.wenweipo.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-22. Diakses tanggal 26 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. 1 2 3 Bevir, Mark. [2010] (2010). Encyclopedia of Political Theory. Sage publishing. ISBN1-4129-5865-2, ISBN978-1-4129-5865-3. pg 168.
  42. ↑ Lin, Xiaoqing Diana. [2006] (2006). Peking University: Chinese Scholarship And Intellectuals, 1898–1937. SUNY Press. ISBN0-7914-6322-2, ISBN978-0-7914-6322-2. pg 27.
  43. ↑ "JapanFocus". Old.japanfocus.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-16. Diakses tanggal 26 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  44. ↑ Thornber, Karen Laura. [2009] (2009). Empire of Texts in Motion: Chinese, Korean, and Taiwanese Transculturations of Japanese Literature. Harvard university press. pg 404.
  45. ↑ Ocampo, Ambeth (2010). Looking Back 2. Pasig City: Anvil Publishing. hlm. 8–11.
  46. ↑ Gao, James Zheng. [2009] (2009). Historical dictionary of modern China (1800–1949). Scarecrow press. ISBN0-8108-4930-5, ISBN978-0-8108-4930-3. Chronology section.
  47. ↑ Bergère: 86
  48. ↑ 劉崇稜 (2004). 日本近代文學精讀. hlm. 71. ISBN 978-957-11-3675-2.
  49. ↑ Frédéric, Louis. [2005] (2005). Japan encyclopedia. Harvard university press. ISBN0-674-01753-6, ISBN978-0-674-01753-5. pg 651.
  50. ↑ "Sun Yat-sen | Chinese leader". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-03-31.
  51. ↑ Contrary to popular legends, Sun entered the Legation voluntarily, but was prevented from leaving. The Legation planned to execute him, before returning his body to Beijing for ritual beheading. Cantlie, his former teacher, was refused a writ of habeas corpus because of the Legation's diplomatic immunity, but he began a campaign through The Times. The Foreign Office persuaded the Legation to release Sun through diplomatic channels.
    Source: Wong, J.Y. (1986). The Origins of a Heroic Image: SunYat Sen in London, 1896–1987. Hong Kong: Oxford University Press.
    as summarized in
    Clark, David J.; Gerald McCoy (2000). The Most Fundamental Legal Right: Habeas Corpus in the Commonwealth. Oxford: Oxford University Press. hlm. 162.
  52. ↑ Cantlie, James (1913). Sun Yat Sen and the Awakening of China. London: Jarrold & Sons.
  53. 1 2 João de Pina-Cabral. [2002] (2002). Between China and Europe: person, culture and emotion in Macao. Berg publishing. ISBN0-8264-5749-5, ISBN978-0-8264-5749-3. pg 209.
  54. ↑ England, Vaudine (17 September 2007). "Hong Kong rediscovers Sun Yat-sen". The New York Times. Diakses tanggal 2017-11-21.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  55. 1 2 孫中山思想 3學者演說精采. World journal. 4 Maret 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Mei 2013. Diakses tanggal 26 September 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  56. ↑ "Sun Yat-sen: Certification of Live Birth in Hawaii". San Francisco, CA, USA: Scribd. Diakses tanggal 15 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  57. 1 2 Smyser, A.A. (2000). Sun Yat-sen's strong links to Hawaii. Honolulu Star Bulletin. "Sun renounced it in due course. It did, however, help him circumvent the Chinese Exclusion Act of 1882, which became applicable when Hawaii was annexed to the United States in 1898."
  58. ↑ Department of Justice. Immigration and Naturalization Service. San Francisco District Office. "Immigration Arrival Investigation case file for SunYat Sen, 1904–1925" (PDF). Records of the Immigration and Naturalization Service, 1787–2004 ]. Washington, DC, USA: National Archives and Records Administration. hlm. 92–152. Templat:NARA catalog record. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 Oktober 2013. Diakses tanggal 15 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Note that one immigration official recorded that Sun Yat-sen was born in Kula, a district of Maui, Hawaii.
  59. ↑ Bergère: 188
  60. ↑ Khoo & Lubis, Salma Nassution & Abdur-Razzaq (2005). Kinta Valley: Pioneering Malaysia's Modern Development. Areca Books. hlm. 231.
  61. ↑ Bronze Relief of the 1911 Guangzhou (廣州) Uprising in Taipei Revolutionary Martyrs’ Shrine (YouTube)
  62. ↑ Lane, Roger deWardt. (2008). Encyclopedia Small Silver Coins. ISBN978-0615244792.
  63. ↑ Bergère: 226
  64. ↑ Altman, Albert A., and Harold Z. Schiffrin. "Sun Yat-Sen and the Japanese: 1914–16." Modern Asian Studies, vol. 6, no. 4, 1972, pp. 385–400. JSTOR, www.jstor.org/stable/311539
  65. ↑ Thampi, Madhavi. India and China in the Colonial World. Taylor & Francis. hlm. 229.
  66. ↑ South China morning post. 1913–1922. 9 November 2003.
  67. 1 2 Bergère & Lloyd: 273
  68. ↑ M.N. Roy's Mission to China. University of California Press. 1963. hlm. 19–20.
  69. ↑ Gao. James Zheng. (2009). Historical dictionary of modern China (1800–1949). Scarecrow press. ISBN978-0810849303. p. 251.
  70. ↑ Ji, Zhaojin. (2003). A history of modern Shanghai banking: the rise and decline of China's finance capitalism. M.E. Sharpe Publishing. ISBN978-0765610034. p. 165.
  71. ↑ Calder, Kent; Ye, Min (2010). The Making of Northeast Asia. Stanford University Press. ISBN978-0804769228.
  72. 1 2 "The Sydney Morning Herald. Sun Yat-Sen's Coffin. Soviet's Tawdry Gift". National Library of Australia. 25 April 1925. Diakses tanggal 6 Juli 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  73. ↑ Lu, P.C.; Brown, J.R. (2023). Ways of Confucius and of Christ: From Prime Minister of China to Benedictine Monk. Ignatius Press. ISBN 978-1-64229-279-4. Diakses tanggal 29 Juli 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  74. ↑ Doyle, G. Wright Doyle (10 Oktober 1911). "Sun Yat-sen". BDCC. Diakses tanggal 29 Juli 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  75. ↑ Ruokanen, M.; Huang, P.; Huang, B. (2010). Christianity and Chinese Culture. Eerdmans Publishing Company. hlm. 93. ISBN 978-0-8028-6556-4. Diakses tanggal 29 Juli 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  76. ↑ Schiffrin, H. (2023). Sun Yat-Sen and the Origins of the Chinese Revolution. University of California Press. hlm. 14. ISBN 978-0-520-35101-1. Diakses tanggal 29 Juli 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  77. ↑ Lorenz Gonschor, "Revisiting the Hawaiian Influence on the Political Thought of Sun Yat-sen." Journal of Pacific History 52.1 (2017): 52–67.
  78. ↑ Eric Helleiner, "Sun Yat-sen as a Pioneer of International Development." History of Political Economy 50.S1 (2018): 76–93.
  79. ↑ Stephen Shen, and Robert Payne, Sun Yat-Sen: A Portrait (1946) p 182
  80. ↑ Unger, Jonathan (2015). Using the Past to Serve the Present: Historiography and Politics in Contemporary China. Routledge. hlm. 248.
  81. ↑ Godley, Michael R. (1987). "Socialism with Chinese Characteristics: Sun Yatsen and the International Development of China". The Australian Journal of Chinese Affairs. 18 (18): 109–125. doi:10.2307/2158585. JSTOR 2158585. S2CID 155947428.
  82. ↑ The Far East in the Modern World. Dryden Press. 1975. hlm. 384.
  83. ↑ Westad, Odd Arne (2012). Restless Empire: China and the World Since 1750. Random House. hlm. 155.
  84. ↑ France-Malone, Derek (2011). Political Dissent: A Global Reader: Modern Sources. Lexington Books. hlm. 175.
  85. ↑ Sun Yat-sen. Stanford University Press. 1998. hlm. 168.
  86. ↑ Peng, Chun (2018). Rural Land Takings Law in Modern China: Origin and Evolution. Cambridge University Press. hlm. 135.
  87. 1 2 3 4 Rodriguez, Sarah Mellors (2023). Reproductive Realities in Modern China: Birth Control and Abortion, 1911–2021. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-1009027335. OCLC 1366057905.
  88. ↑ Pan-Asianism A Documentary History, 1920–Present. Rowman & Littlefield Publishers. 2011. hlm. 78.
  89. ↑ Pan-Asianism A Documentary History, 1920–Present. Rowman & Littlefield Publishers. 2011. hlm. 85.
  90. ↑ 保坂正康 (2009). 孫文の辛亥革命を助けた日本人. ちくま文庫. 筑摩書房. ISBN 978-4-480-42634-5.
  91. ↑ 「中国の青島回収につき朝日新聞記者に回答せる書簡」1919年,『孫文選集』第三巻所収
  92. ↑ 「犬養毅への書簡」1923年,『孫文選集』第三巻所収
  93. ↑ 清水美和 (2003). 中国はなぜ「反日」になったか. 文藝春秋. hlm. 62 f. ISBN 4-16-660319-1.
  94. ↑ Series: The 100th Anniversary of the Xinhai Revolution – NHK Classics (Video and Still Images) NHK Archives
  95. ↑ 宮崎滔天 (17 Mei 1993). 三十三年の夢. 岩波文庫. 島田虔次・近藤秀樹校注. 岩波書店. ISBN 4-00-331221-X. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-03. Diakses tanggal 13 Desember 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  96. ↑ 頭山統一 (September 1977). 筑前玄洋社. 葦書房. ISBN 978-4-7512-0035-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  97. ↑
  98. ↑
  99. ↑ 日本孫文研究会『孫文と南方熊楠』『孫文と華僑』『孫文とアジア―1990年8月国際学術討論会報告集』汲古書院
  100. ↑ Chen De-ren & Yasui Mikio (Eds.) "Sun Yat-sen Lecture 'Great Asianism' Document Collection – 1924 November, Japan and China at a Crossroads" Hōritsu Bunka-sha, 1989
  101. ↑ "孫文の「大アジア主義」講演会から100年、舞台の神戸で記念行事:朝日新聞". 朝日新聞. 24 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  102. ↑ "東北大学 大アジア主義演説 全文" (PDF).
  103. ↑ "Россия, Астраханская область, Астрахань, улица Сун Ят-Сена". mapdata.ru. Diakses tanggal 11 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  104. ↑ "Россия, Башкортостан, Уфа, улица Сун-Ят-Сена". mapdata.ru. Diakses tanggal 11 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  105. ↑ "Россия, Якутия, Алданский улус, Алдан, улица Сунь-ят-Сена". mapdata.ru. Diakses tanggal 11 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  106. ↑ "ЮБИЛЕЙНЫЕ ПЕРЕИМЕНОВАНИЯ". omsknews.ru. 16 Mei 2005. Diakses tanggal 11 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  107. ↑ Guy, Nancy. (2005). Peking Opera and Politics in Taiwan. University of Illinois Press. ISBN0252029739. p. 67.
  108. ↑
  109. ↑ "Sun Yet Sen Penang Base – News 17". Sunyatsenpenang.com. 19 November 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-16. Diakses tanggal 2 Oktober 2011.{{cite web}}: no-break space karakter dalam |title= pada posisi 24Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  110. ↑ "Sun Yat-sen's US birth certificate to be shown". Taipei Times. 2 Oktober 2011. hlm. 3. Diakses tanggal 8 Oktober 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  111. ↑ "Google Maps". Diakses tanggal 6 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  112. ↑ Kaur, Manjit (2 Januari 2020). "On the trail of Sun Yat Sen and comrades". The Star.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  113. ↑ Chan, Sue Meng (2013). Road to Revolution: Dr. Sun Yat Sen and His Comrades in Ipoh. Singapore: Sun Yat Sen Nanyang Memorial Hall. ISBN 978-9810782092.
  114. ↑ "Queens Campus". [www.youvisit.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-05-18. Diakses tanggal 23) June 2017.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  115. ↑ "City to Dedicate Statue and Rename Park to Honor Dr. Sun Yat-Sen". The City and County of Honolulu. 12 November 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-27. Diakses tanggal 9 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  116. ↑ Paul Wood (November–Desember 2011). "The Other Maui Sun". Wailuku, Hawaii: Maui Nō Ka ʻOi Magazine. Diakses tanggal 2 Februari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  117. ↑ "Sun Yat-sen". Diarsipkan dari versi asli pada 2017-10-20. Diakses tanggal 6 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  118. ↑ "St. Mary's Square in San Francisco Chinatown – The largest chinatown outside of Asia". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-10-20. Diakses tanggal 6 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  119. ↑ "Chinese Youth Society of Melbourne". [www.cysm.org](http://www.cysm.org). Chinese Youth Society of Melbourne. Diakses tanggal 23 Januari 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  120. 1 2 3 "Char Asian-Pacific Study Room". Library.kcc.hawaii.edu. 23 Juni 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-02. Diakses tanggal 26 September 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  121. ↑ "Mars Exploration Rover Mission: Press Release Images: Spirit". Marsrover.nasa.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-07. Diakses tanggal 2 Oktober 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  122. ↑ Maisel, Todd (12 November 2019). "Chinatown park plaza renamed for Dr. Sun Yat-Sen with bronze statue". [www.amny.com](http://www.amny.com). Diakses tanggal 14 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  123. ↑ Pereira, Sydney (6 Februari 2019). "Chinese Revolutionary Honored With LES Statue". Lower East Side-Chinatown, NY Patch (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjut

  1. ↑ Hanzi: 國父; Pinyin: Guófù
  2. ↑ Hanzi: 民主革命的偉大先驅; Pinyin: Mínzhǔ gémìng de wěidà xiānqū
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan